Saturday, January 20, 2018

Review Aplikasi Ruangguru: Ruangbelajar dan Saya Masih Mau Hidup

Pertama. Gue gatau apakah review aplikasi ruangguru ini bisa nggak bias. Karena eh karena… gue kerja di sana gitu lho! Aku masih ingin terima gaji bulan ini. *salim sama bosh

But stay tuned.
Gue akan coba kasih tahu dari berbagai sudut pandang.

--
Apa pentingnya pendidikan?

Well, gue adalah orang yang percaya bahwa pendidikan merupakan jawaban untuk banyak hal. Contohnya, ketika sehabis hujan di jalanan banyak genangan… EH ADA ORANG NGEBUT. Di saat itu lah kita ingin berkata, “SEKOLAH LO, WOY!”

Mungkin selama sekolah, si orang ini tidak diberitahu kalau BAN YANG NGEBUT DINGEPOTIN KE AER BAKAL NYIPRAT. Mungkin si orang ini berpikir “Wah ada air! Ngebut ah! Siapa tahu... dari tanah muncul receh dollar?!”

Pendidikan juga berperan untuk hal-hal lain. Misalnya, ada hukum fisika yang menyebutkan di mana “Tekanan = gaya:luas” Apa itu artinya? APA?! TOLONG KASIH TAHU! SAYA JUGA GAKTAHU?!

Ehem. Gue emang gatau apa maksud dari rumus tersebut. Tapi dari sana, gue dapat mengambil kesimpulan bahwa ketika kamu banyak gaya di tempat yang kecil, maka tekanannya akan besar. Asoy bukan?

Di samping itu, pendidikan secara tidak langsung memengaruhi kehidupan asmara kita. Tidak bisa dipungkiri bahwa lawan jenis lebih tertarik kepada orang yang pintar ketimbang tampan/cantik aja. Kalo tampangnya oke, tapi pas ditanya ‘Kenapa ya pelangi bisa warna-warni gitu?’ dia jawab, ‘Soalnya muncul dari mata kamu.’

RAJAM!

Itu lah kenapa, ada aplikasi Ruangguru. Aplikasi yang digadang-gadang dapat menjadi solusi bagi pendidikan Indonesia. Bagi pola pikir masyarakat yang, belum tertata rapih. Bagi kaum millennials, yang punya mobilitas tinggi dan tidak punya waktu yang cocok untuk ikut bimbingan belajar.

Ruangguru adalah aplikasi pendidikan yang punya beragam produk. Mulai dari ruangles, yang merupakan marketplace untuk guru dan murid (mirip seperti gojek, tapi yang datang guru), ruangles online (tempat bimbingan bersama guru secara online), ruangguru digital bootcamp (layanan grup chat pendidikan), serta ruangbelajar (video pendidikan beranimasi). Kalau mau ngebayangin, mungkin ruangguru itu gojek, yang di dalamnya ada banyak layangn kayak go-ride, go-car, go-send gitu-gitu.

review aplikasi ruangguru

--
Mulai dari sini, gue akan coba mereview produk ruangbelajar yang ada di dalam aplikasi ruangguru. Ada 3 alasan yang ngebuat gue memutuskan untuk mereview produk ruangbelajar ketimbang yang lain: 1) Buat gue ini adalah produk yang paling menarik. Berisi set kumpulan materi pembelajaran sekolah dalam versi video beranimasi. Jadi mirip kayak les, tapi mandiri dan hanya berbekal aplikasi. 2) Ini produk jagoan. Setingkat kayak Go-Ride di Gojek atau janji palsu di pacar yang udah mulai bosen. 3) Ini kerjaan gue di kantor. Muahahaha.

Kalau kamu pernah menonton channel Kok Bisa di YouTube atau Ted-Ed, kira-kira video animasi yang ada bakal kayak gitu. Bedanya, di ruangbelajar akan ada guru yang menerangkan di papan tulis. Jadi, suasana sekolahnya tetap dapet.

Saat membuka aplikasi ruangguru ini, pilihan ruangbelajar ada di pojok kiri atas. Tinggal klik, langsung deh masuk ke semua fiturnya.

Tampilan

ruangbelajar dari ruangguru


Di tampilan awal, terdapat berbagai pilihan mata pelajaran dan kurikulum di bagian atas. Saat ini, ruangbelajar terdiri dari kelas 4 SD sampai 12 SMA, persiapan UN dan SBMPTN, mulai dari kurikulum KTSP, kurikulum K-13, dan K-13 Revisi. Terus terang, gue gak begitu paham soal kurikulum-kurikulum ini. Meskipun begitu, gue tahu KALO PELANGI GAK MUNCUL DARI MATA LO. So, kalau ada yang bisa kasih masukan, silakan tulis di kolom komentar di bawah ya! Siapa tahu kamu punya saudara atau adek yang ada di kelas itu. \:p/

Buat gue sendiri, tampilannya cukup gampang untuk dimengerti. Tinggal pilih kategori kelas beserta kurikulumnya di tab, lalu muncul deh semuanya. Begitu kita klik mata pelajarannya, kita langsung sadar kalau Ruangbelajar ini mengusung konsep belajar sebagai “petualangan”. Jadi, pengguna dibuat seakan sedang menjalankan misi. Padahal, mah, aslinya belajar juga. Menurut gue ini menarik karena dengan begini, arah pelajaran jadi teratur. Kita tidak bisa belajar dengan “loncat” dari satu materi ke materi lain seenaknya aja.

Konten



Mungkin kamu masih bingung soal misi. “Misi? Misi apa yang kita jalanin?” Nah, konten-konten yang ada di ruangbelajar itu terdiri dari video, kuis, rangkuman berupa infografik, dan latihan akhir yang diatur sedemikian rupa untuk memudahkan cara belajar kita. Jadi, untuk setiap topik pelajaran, kita akan menemukan beberapa misi yang harus diselesaikan sebelum akhirnya menyelesaikan tantangan berupa “latihan akhir”.

Format setiap misi dalam pelajarannya seperti ini:

Menonton video -> Mengerjakan kuis -> Menonton video -> Mengerjakan kuis -> Melihat rangkuman -> Mengerjakan soal

Bandingkan dengan format menjalankan misi belajar di bimbel seperti ini:
Pulang sekolah -> Capek -> Macet2an -> Sampe tempat bimbel -> Belajar sambil capek -> Pacaran bentar -> Macet2an

Video

video animasi ruangbelajar dari ruangguru


Ada dua jenis video yang terdapat di ruangbelajar. Pertama, video dengan guru yang mengajar di papan tulis dengan animasi unyu, sementara jenis lainnya adalah video guru yang menulis langsung dari layar hape Cinta Laura. Keduanya sudah diatur tergantung jenis materinya. Karena kayaknya gak mungkin belajar soal-soal ngitung ribet banyak rumus pake dengan video animasi. MAO SEJAM SENDIRI APA VIDEONYA? Dengan adanya opsi video menulis di layar, kita mengikuti arahan guru sewaktu mengajar dengan lebih cihuy deh.

Dengan adanya dua jenis video ini, murid bisa lebih asoy dan cepat dalam memahami materi. Durasinya juga sebentar. Kira-kira 3 detik lah. KAGAKLAH. Paling lama 15 menit, tergantung dari materi yang disampaikan. Jadi, kita nggak akan keburu capek duluan saat belajar.


Sayangnya, di dalam video ini, kita tidak bisa memberikan komentar atau rating terhadap si pengajar. Padahal, siapa tahu aja dengan adanya kolom komentar, kita bisa mendapatkan ilmu lain dari hasil sharing para pengguna. Kekurangan lainnya adalah, terkadang, si video ini suka nggak stabil. Entah karena koneksi internet guenya, atau emang masih ada bug-nya.

Kuis

soal dan pembahasan di aplikasi ruangguru


Kuis-kuis yang ada di ruangbelajar ini terbagi menjadi dua jenis. Yaitu Kuis dalam setiap misi, dan kuis yang merupakan “latihan topik” apabila kita telah memelajari satu topik pelajaran secara penuh. Kuisnya, tentu aja pilihan ganda. Nantinya, setelah kita menjawab, akan ada pembahasan yang memberitahukan jawaban yang benar dari kuis tersebut.

Berbeda dengan kuis-kuis di dalam misi, kuis ini terdiri dari 10 soal pilihan ganda, lengkap dengan waktu yang akan mengukur kecepatan menjawab kita dan skor yang kita raih.

Rangkuman

rangkuman belajar di aplikasi ruangguru


Di setiap misinya, akan ada satu rangkuman yang berisi infografik mengenai beberapa video pembelajaran di misi tersebut. Enaknya, rangkuman ini dapat kita download langsung ke hape kita. Jadi, ketika kita sedang pengin mengingat suatu materi, kita gak perlu lagi nontonin videonya dan “mencari” di menit ke berapa poin yang kita cari. Tinggal buka gallery, liat foto gebetan biar semangat, baru buka rangkumannya.

Lainnya

Hal menarik lainnya dari ruangbelajar ini adalah adanya fitur rapor. Sama halnya seperti rapor sekolah, di dalam fitur ini, terdapat record “nilai-nilai” yang kita punya saat belajar menggunakan ruangbelajar. Seperti jumlah video yang kita tonton, rekomendasi topik pembelajaran, sampai berapa kuis yang telah kita kerjakan. Tenang, jumlah mantan yang kita punya gak ikut diitung kok.

Uniknya, ruangbelajar ini tidak hanya menawarkan materi pembelajaran sekolah, tetapi juga ada materi “peningkatan kualitas”. Namanya RG Inspire. Di dalamnya, akan ada berbagai video ngobrol-ngobrol santai seputar kehidupan yang, niatnya, ehem, menginspirasi para siswa. Tidak, di dalamnya gak ada Om Mario Teguh bilang, 'Untuk mendapatkan orang yang pantas, kita harus memantaskan diri kita dulu. Itu!'

Tapi di dalemnya ada bos gue.
Maka demi keselamatan pribadi, mari kita akhiri saja review ruangbelajar ini.


--
Aplikasi ruangguru ini tentunya memudahkan kita untuk bisa belajar di mana saja dengan lebih santai. Mengubah mindset kita akan belajar yang “kaku dan tegang” menjadi sesuai yang fun dan dapat diselipkan di keseharian kita. Semoga, review aplikasi ruangguru ini ngebantu buat kamu yang pengin cari aplikasi seru di bidang pendidikan.

Jadi, apa ini solusi untuk pendidikan di Indonesia?

Silakan jawab sendiri.

https://itunes.apple.com/id/app/ruangguru-solusi-belajar/id1099742206?l=id&mt=8








Suka post ini? Bagikan ke:

Friday, January 19, 2018

Ayam Pemecah Belah Bangsa!

lagu anak ayam tekotek kotek


Pada awalnya, gue beranggapan kalau ayam adalah hewan yang baik. Kayaknya, dia adalah salah satu makhluk yang menghasilkan banyak manfaat buat kita.

Tapi tidak lagi, kawan.
Pikiran itu sudah sirna sejak beberapa hari yang lalu.

Setelah gue pikir ulang, ternyata ayam adalah hewan pemecah belah bangsa!

Ya, kamu tidak salah baca. Selama ini kita sudah diperdaya oleh kaum ayam. Dan kita tidak sadar! Saat membaca ini kamu mungkin masih bingung. Tapi tenang, kebingungan itu akan segera sirna. Gue akan membongkar kebusukan yang direncanakan ayam-ayam selama ini!

Jadi tolong, kalau kamu baca ini sambil main ayam (?), tinggalkan sejenak ayam itu.

Gue akan mulai di poin pertama. Ingat kah kamu tentang pertanyaan “Hayo, duluan ayam atau telur?” Ya, mungkin kamu pikir itu adalah pertanyaan yang dibuat oleh para ilmuwan untuk membuat kita berpikir akan teori evolusi. TAPI TIDAK! Ini adalah sabotase kaum ayam!

Ya, kalau kita pikir lebih jauh, kenapa harus ayam? Padahal bisa aja pertanyaan itu menjadi “Duluan telor apa cicak?” Atau kalau mau yang ekstrem, “Duluan mana: dia bilang putus, atau kamu harus pura-pura bikin bosen?" Tapi tidak, saudara-saudara! Ini adalah upaya licik para ayam yang ada di dunia! Gara-gara pertanyaan ini kita jadi berantem. Para manusia mulai terpecah menjadi dua. Tapi adakah di antara kita yang menyadarinya? Ayam keparat!

Tidak berhenti sampai di sana. Mereka juga menyusupkan ayam-ayam lemah untuk dikorbankan kepada kita. Untuk apa? Betul, kawan. Supaya kita berebutan kulit ayam KFC! Sudah tidak terhitung lagi berapa pasangan yang berantem gara-gara gak sengaja kemakan kulit ayamnya. Padahal… padahal gue pikir dia gak suka! Makanya kulit ayamnya disisihin! Eh, ternyata emang disisain buat terakhir! Sungguh keji sekali trik ayam ini. Gue doain mereka semua mati digoreng, gue makan, lalu masuk neraka dan digoreng terus gue makan lagi begitu gue mati.

Lihat betapa hebatnya mereka sampai-sampai memengaruhi kita hingga pihak KFC membuat berbagai eksperimen dengan ayam. Kayak ayam yang dikasih cokelat dan ayam dikejuin. Semula gue berpikir kalau ini adalah bentuk perlawanan kita. Tapi ternyata gue salah, sobat karibku. Ini justru semakin memperkeruh keadaan! Manusia semakin terbagi menjadi dua: Ada yang suka makan ayam dicocol, ada juga yang diguyur! Fuck! Gue gak liat celah ini. Kolonel Sanders pasti sedang dipatok ayam di liang lahat sana.

Beberapa hari yang lalu, gue ingin membuat perlawanan balik. Gue mengawali dengan ngajakin ngobrol temen-temen kantor soal ayam. Gue mulai dengan sebuah pertanyaan, “Eh, emang bunyi ayam kotek-kotek ya?”

“Mana ada!” salah satu temen gue dengan tegas tidak menerima.

Gue lalu membuka kenangan masa lalu. Gue inget ada lagu ayam yang judulnya “Tek kotek kotek anak ayam” Buat anak 90-an, pasti pernah ngerjain temennya dengan “lagu gak abis-abis” ini pake “Tek kotek kotek kotek anak ayam tujrun SEJUTA! Mati satu tinggai 999999!”

Gara-gara pertanyaan gue, perdebatan mulai terjadi.

Fianda, salah satu temen yang lain bilang, “Ayam kan berkokok, Di!”

Gue berdiri. “Mana ada ayam bunyi ‘Kokok! Kokok!’ Ayam keselek salak?”

Temen lain berargumen, “Kayaknya ayam kukuruyuk deh…”

Kami semua ngeliatin dia.

“…tapi itu ayam jago sih.”

“NAH KAN! AYAM JAGO ITU!” Semua sepakat.

“Jadi anak ayam kotek-kotek kan?!” Gue kembali ngotot. Membuka video Youtube lagu tersebut, lalu secara tidak sadar ikiut berjoget kayak anak kecil itu. Setan! Ayam pasti udah merasuki gue!


“Tapi mana ada anak ayam bunyi kotek-kotek, Adi.” Fianda tidak mau menyerah. “Anak ayam tuh cuit cuit! Gue yakin! Ayam yang kuning!”

“Berarti yang kotek-kotek ayam yang ijo!”

“Itukan dicat abangnya, Di!”

“Oh iya.”

“Jadi gimana?” Fianda membuka Youtube. Menekan keyword ‘Peternakan ayam’ dan mendengarkan ke seantero ruangan. “Nih, dengerin nih!”

Lalu anak ayamnya berbunyi…

Piyik…piyik… piyik…

“ANJENG! ANAK AYAM BUNYINYA PIYIK! PANTES ADA SEBUTAN AYAM PIYIK!”

Kami semua hening.

Ini kekalahan bagi umat manusia.

Di antara semua keheningan ini, Tedy bersuara, “Ayam bukannya petok petok ya?”

KAMI SUDAH HANCUR YA ALLAH?!
Suka post ini? Bagikan ke: