Monday, March 20, 2017

Kuta Adalah Kota Paling Kita

Berhubung nggak bisa bikin musikalisasi puisi (dan takut banyak kuping yang berakhir mengeluarkan nanah), akhirnya nyoba bikin versi visual ke puisi gue yang berjudul Kuta adalah Kota Paling Kita. Hasilnya ini:



Kalo ada yang ngerasa formatnya rada aneh, itu karena emang sengaja dibuat untuk dibuka di handphone. Jadi kalo mau lebih seru, nontonnya di hape dan full screen.

Enjoy! \(w)/


Share:

Friday, March 17, 2017

Video Esai Malam Minggu Miko

Entah ada angin apa nyokap tiba-tiba masuk kamar sambil ngabarin soal skip challenge. Ibu baca-baca itu bisa bikin stroke dan jantungan lho, katanya. Gue jelas setuju. Jantung yang terhimpit akan bikin kekurangan oksigen dan jadi sesak. Dampaknya mirip-mirip kayak kita pas udah ngantri bensin, sampe depan baru sadar kalo khusus pertamax. #HidupPremium

Skip challenge emang gila sih. Ada juga yang bilang kalau permainan skip challenge bisa bikin maag! Sadis! Terlebih kalo keasikan main sampe lupa makan. Di komen ini juga bilang kalo Skip Challenge ternyata udah dari lama:

fasyaulia March 13, 2017 at 7:53 PM
Asli ini challenge paling aneh ya, lucuk kagak, bagus kagak, menarik kagak, bikin orang mati iya. Dan katanya ini udah lama permainannya, cuma dulu tuh di bagian leher di pencetnya, sekarang di bagian dada. Tapi efeknya sama. Apaan banget dah. Meningan ngaji dan solat aja (yaiyeee) :P

Tanggapan:
Kebayang nggak jaman dulu yang diteken lehernya? Selain kejang-kejang, suaranya pasti jadi kayak teleponan pas lagi edge. Putus-putus. INI BIAR APAA SIH? Apa coba yang ada di pikiran si pencipta skip challenge ini pertama kali? “Mau liat aku cosplay jadi mujaer? Coloklah tenggorokanku!” Kalo gue yang nemuin Skip Challenge, kayaknya nggak bakal kepikiran untuk neken dada kayak gitu deh. Paling-paling neken punggung. Skip enggak, yang ada sendawa mulu gara-gara masuk angin. 

Dan sebuah komentar lain:

Beby Rischka March 14, 2017 at 10:15 AM
Itu kalok aku yg ngelakuin Skip Challenge keknya gak ngaruh deh, Di. Yg neken malah membal. :(
Tanggapan:
Lanjut ke topik lain aja ya..

--
Udah lama gue pengin bikin video yang rada “bener”. Setelah biasanya cuman bikin video flourish, akhirnya hasrat bikin video berat jatuh kepada video esai. Apalagi belakangan ini gue juga sering belajar lewat video-video esai. Kalo katanya Evan Puschak, video esai itu terdiri dari tiga karakter: menarik, singkat, dan berdasarkan fakta. Nah, rencana awalnya gue pengin ngebedah tentang hal-hal yang ada di FTV. Sampai pas nontonin beberapa film… otak gue nge-hang. Konsep video esai ini secara nggak langsung ngebuat gue harus ngegali dan riset lebih dalam. Atau dengan kata lain, INI BIKIN VIDEO APA SKRIPSI?!

Setelah memutuskan untuk nyimpen FTV-FTVan itu, gue pindah ke hal yang paling gue suka: komedi. Berhubung nggak bego-bego amat soal beginian, jadilah gue merasa lebih “pede” buat nyari tahu dan ngebedahnya. Alhasil, gue coba ngebedah kompleksitas joke yang ada di dalam serial Malam Minggu Miko-nya Raditya Dika. Kenapa Malam Malam Minggu Miko? Oh sudah barang tentu… karena pendek. Muahahaha.

Eh sewaktu proses ngerjainnya gue malah kesenengan sendiri. Bolak-balik ngulang nonton, nyatet, nonton sampe bego. Mungkin emang udah dari sananya suka belajar kali ya? Jadinya sewaktu nyari tahu malah bergairah dan timbul hasrat ingin buka celana (lho?).

So, there you go. Video esai pertama gue yang ngebedah komedi yang ada di dalam serial Malam Minggu Miko.




Biar kayak YouTuber-YouTuber gitu, gue mo nulis pake capslock: JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, EN SUBSRIBE BEYBEEEH?!


Kresnoadi, sign out!
Share:

Monday, March 13, 2017

Tentang Challenge #SkipChallenge?

Beberapa hari yang lalu gue baru tahu dari grup Faedah keriba-Keribo kalo lagi rame soal #skipchallenge. Ngebaca chat itu tentu aja bikin gue mikir: challenge apa lagi ini? Awalnya gue menduga kalau ini challenge untuk skip alias tidak melakukan challenge. Gue beranggapan kalau challenge ini adalah challenge supaya kita nggak melakukan challenge. Tapi kan ini challenge. Itu berarti kita harus melakukan challenge untuk nggak melakukan challenge. Oke sampai di sini gue mulai bingung..

Mengingat banyaknya challenge yang beredar, rasanya kayak butuh ‘istirahat’ sebentar dari segala challenge yang ada. Mulai dari flip bottle challenge, samyang challenge, babi challenge (oke itu celeng). Tapi ternyata bukan sodara-sodara! #SkipChalllenge bukanlah challenge untuk nggak challenge! #SkipChallenge yang lagi rame adalah challenge supaya kita ngerasain yang namanya skip. Alias… sakrotul maut!

Gue ngeliat beberapa videonya di Instagram dan langsung pengin nangis sendiri. UDAH GILA APA YA ORANG-ORANG INI?! Challenge ini dilakukan dengan satu orang berdiri di tembok, lalu ada temennya menekan dada sampe si orang itu kelojotan! Gue bener-bener gak sanggup ngebayanginnya. Apalagi kalo yang diteken Julia Perez.

Gue juga menyadari perbedaan respon orang-orang yang main ini. Ada yang pas diteken dadanya kemudian langsung lemes, jatuh, lalu kejang-kejang. Ada juga yang begitu diteken dadanya malah ngebales nabok. Biasanya pelakunya mbak-mbak yang kita nggak kenal di halte busway.

Satu hal yang gue heran adalah, begitu si orang terjatuh dan kejang-kejang, banyak di antara temannya yang ketawa dan memfoto si korban. Parah abis! Harusnya kan video! (lho?). Gue kalo jadi si yang neken udah pasti panik ngelihat temen gue nggak bisa napas dan kejang-kejang, lha ini kok malah ketawa gitu. Terus terang gue tidak tahu dampak biologis dari dada yang ditekan dengan kencang, tapi melihat si korban sampai kejang-kejang tanpa bilang, ‘Abdi udah 200 tahun nunggu tempat ini.. GROARRRGH!! KOPII!!!’ udah pasti badannya mengalami sesuatu yang buruk.

Nah, makanya supaya banyak yang tidak bermain challenge ini karena berbahaya, gue akan memodifikasi skip challenge supaya menjadi tantangan yang fun dan menyenangkan!

Ada beberapa teknik modifikasi yang dapat dilakukan. Pertama, yang melibatkan andil penonton. Yaitu saat si temennya meletakkan tangannya di dada si korban. Pada saat ini gunakanlah kesempatan untuk penonton bilang, ‘CIYEEEE!’ 

Dijamin kedua temen kamu tidak akan melanjutkan challenge laknat ini. Kecuali mereka saling naksir dan malah ciuman di depan papan tulis.

Cara kedua adalah dengan perubahan total. Ada beberapa tahap untuk membuat #skipchalllenge menjadi lebih seru dan tidak membayakan:

1) Berdirilah membelakangi tembok

2) Suruh teman kamu berdiri di samping kamu,

3) Taruh kedua tangan di depan dada seperti halnya hendak melakukan skip challenge

4) Suruh teman kamu melakukan hal yang sama

5) Langkahkan kaki ke kanan

6) Ayunkan tangan kanan kamu ke kanan

7) Suruh teman kamu melakukan hal yang sama

8) Ulangi langkah 5, 6, 7 ke arah kiri

9) Lakukan kegiatan ini diiringi dengan lagu Umi – Hadad Alwi


INTINYA: JANGAN PADA MAIN GINIAN KENAPA ANJIR GUE SEREM LIATNYA!!
Share:

Thursday, March 2, 2017

Tidak Merasa Bersalah Dengan HOOQ

review film jomblo


Ayam raksasa itu lari kocar-kacir. Berusaha kabur dari kejaran satpam ke taman, ke koridor, ke ruang tata usaha, sampai kemudian, secara tidak sengaja masuk ke dalam ruangan gelap. Merasa sudah aman, si ayam melepas kepalanya. Kepala aslinya terlihat kecil dibandingkan kostum ayam putih yang ia pakai.

Ruangan seketika menyala,
ternyata itu kelas kuliah.

Situasi canggung. Si dosen yang merasa mabuk karena semalam menenggak obat penenang bertanya ke mahasiswanya. Semua bersorak dan mengiyakan keberadaan ayam random tersebut. Dan, di antara mahasiswa itu, ada seseorang yang ia cari. Perempuan yang ia ingin tahu alamat rumahnya. Perempuan yang mengisi pikirannya belakangan ini.

‘Ada pesanan untuk Lani, dari Happy Chicken,’ kata si ayam kepada dosen.

Semua diam.
Si ayam joget di depan kelas.

Situasi awkward.

Mungkin ini maksud dari perkataan Doni sebelumnya. Mengetahui Olip, sahabatnya, tidak berani kenalan sama gebetannya, Doni bilang bahwa cinta bisa saja datang, atau memilih, atau pergi. Tapi satu hal yang cinta tidak bisa lakukan: menunggu. Dan inilah yang menjadi alasan Agus nekat lari-lari keliling kampus menggunakan kostum ayam. Perasaan yang Agus rasakan, sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi.

Masalahnya, Agus punya pacar.

Adegan ini membuat gue terpancing untuk mengikuti jalan cerita film Jomblo ini. Gue butuh jawaban atas tiga pertanyaan: 1) Kenapa Agus melakukan ini? 2) Ke mana ini akan berlanjut? Dan 3) Agus ke dukun mana sampe laku gitu?

Dan sebuah pertanyaan lain: Jika cinta tidak pernah salah, kenapa ia bisa datang ketika perasaan itu sedang diberikan kepada orang lain? Kenapa sewaktu Agus masih sama Rita, pacarnya, perasaan itu bisa muncul ke orang lain? Suasana kamar hening. Gue menekan headphone, memasuki dunia empat sahabat ini lebih dalam lagi. Olip yang berperang dengan diri sendiri untuk kenalan sama Asri. Doni yang ternyata jadian sama gebetannya Olip. Bimo yang kalo mabok ngebayangin wayang (iya ini gak penting). Serta Agus yang ada di persimpangan. Harus memilih antara Rita atau Lani.

Satu hal yang gue sadari adalah, Agus bertemu Lani saat hubungannya dengan Rita mulai renggang. Seperti yang Agus katakan saat bersama Rita, bulan pertama pacaran itu indah banget. Tapi, lama-kelamaan semua mulai berubah. Bulan berikutnya menjadi “masa adaptasi” bagi keduanya. Bulan kedua Agus harus dorong-dorong trolley nemenin Rita belanja. Bulan ketiga tontonan bola dan tinju favorit Agus harus diganti sama sinetron. Pokoknya, hidup Agus dipenuhi kebiasaan perempuan. Kalau begini terus, lama-lama Agus pipisnya jongkok. Sampai kemudian, sifat cemburuan Rita keluar. Di saat inilah sosok Lani datang. Dan ia merasa ada yang berbeda di dalam diri Lani.

Setelah gue pikir-pikir lagi, kayaknya sifat manusia emang gini deh. Ketika kita sedang mengalami masa suram. Terkena macet, misalnya. Kita emosi dan ingin segera pergi. Segera pindah ke jalanan yang sepi. Itulah sebabnya begitu jalanan di depan perempatan lengang, kita langsung tancap gas. Bahkan biar menambah kesan ngebut, beberapa orang nambahin sound effect sendiri pake mulut, ‘NGEEEEENNGG!!’

Lani mungkin jalanan di sebelah kanan yang lengang dan membuat Agus ingin segera pindah karena sudah lama “macet-macetan” sama Rita. Masalahnya, kita tidak tahu, apakah jalanan itu akan tetap lengang sampai ujung, atau sama dengan yang kita jalani sekarang. Atau malah ada motor yang knalpotnya nembak-nembak ke muka.

Agus pun menjalani keduanya.

Cerita terus berlanjut. Agus tetap pacaran sama Rita, dan sembunyi-sembunyi sama Lani. Sampai akhirnya Agus mengajak Lani pergi ke kafe untuk pertama kalinya. Di sini Lani tampil cantik. Ia ingin terlihat spesial untuk Agus. Situasi ini jelas bikin gue bilang: ‘KATANYA CEWEK KALO DANDAN BUAT DIRI SENDIRI?! HALAH NGIBUL!’

Suasana sepi. Agus dan Lani duduk berhadapan. Backsound mengalun pelan.

‘Saya mau putus,’ kata Agus. ‘Dan kita jangan ketemu lagi.’

‘Boleh aku tahu kenapa?’

Agus menunduk sebentar, kemudian menatap dalam mata Lani. Dia bilang: ‘Kayak guru matematika aja lu!’

‘Gimana?’

‘Saya mau putus,’ Agus menarik napas panjang. ‘Soalnya sayang sama Rita. Dia juga sayang sama saya. Saya sadar kamu tuh lebih dari dia, tapi itu bukan alasan seseorang untuk putusin pacarnya.’

‘Kata kamu aku lebih baik. Bukannya tiap orang mau yang terbaik?’

‘Iya. Tapi…’ Agus diam sebentar, lalu dengan ragu menjawab, ‘Kalau semua orang terus cari yang terbaik, suatu saat nanti juga saya bakal ninggalin kamu.’

Pernyataan Agus ini bikin gue diam lama. Gue menekan layar, mem-pause film yang sedang berputar. Lalu mikir sendiri. Gue juga sekarang baru aja menjalin hubungan sama seseorang. Dan, sama kata Agus sebelumnya, masa awal pacaran emang indah banget. Bawaannya kepikiran terus. Pengin bareng-bareng terus. Kalo salaman sama bokapnya pengin bilang, ‘SAYA TERIMA NIKAHNYA!’ Intinya, sama kayak yang dibilang Agus, gue bahagia banget. Lalu gue mencoba mikir lebih jauh. Mungkin dia emang bukan cewek tercantik, atau tersemok, atau ter-ter-ter yang lain. Tapi kalau kita selalu mencari yang lebih baik, yang lebih baru, yang lebih terus, mau sampai kapan? Ini kan yang menjadi masalah semua orang? Kita selalu merasa ingin memiliki lebih dari yang kita punya. Kita tidak pernah merasa cukup. Di awal hubungan ini, gue udah bilang kalau gue mau serius sama dia. Gue mau coba jadi orang yang terbuka. Mau cerita tentang hal-hal yang mungkin banyak orang tidak tahu. Karena sama yang sebelumnya, gue lebih banyak menyimpan itu sendirian. Dan itu nggak enak. Kayak ada semacam perasaan bersalah ketika kita justru tidak bisa percaya sama orang terdekat kita. Gue tahu ini masih sangat jauh, tapi yang pasti, gue tidak mau kembali menyimpan perasaan bersalah itu.

Gue menyelesaikan film Jomblo di layar ponsel, menutup aplikasi HOOQ,
dan berharap dia juga begitu.

nyantai nonton hooq aplikasi video streaming di  rumah

Share: