Bahagia

Seperti kurva normal yang berbentuk lonceng, seperti itulah kebahagiaan.

Aku pikir, semakin tua seseorang, kita tidak lagi dapat menerima hal-hal kecil sebagai sesuatu yang membahagiakan. Kita tidak lagi bahagia dengan berbicara di depan kipas yang berputar, membuat suara kita seolah robot yang siap bertempur. Kita tidak lagi dapat bersenang-senang, dengan berlari di bawah guyuran hujan. Dengan menyalakan kembang api, tertawa sambil berfoto bersama teman-teman yang lain.

Aku pikir, semakin tua seseorang, tekanan yang dihadapinya akan semakin besar. Tanggung jawab semakin banyak. Pikiran semakin bercabang. Standar seseorang untuk berbahagia pun semakin tinggi. Kita butuh kafe, kendaraan, kamera, gadget, dan berbagai peralatan lain untuk membuat diri kita merasa bahagia. Untuk membuat, dada kita terasa lebih lapang dari biasanya.

Sampai di satu titik, kurva tersebut mulai turun.

Kita hanya butuh kesehatan untuk bahagia. Hanya butuh melihat anak-anak kita tumbuh. Melihat cucu kita merangkak perlahan lahan. Berusaha berdiri, jatuh, lalu tertawa. Kita hanya butuh, menggenggam keriput dari tangan orang yang kita cintai.

Jadi mungkin, pikiranku selama ini salah.

Kebahagiaan bukanlah tentang beratnya hidup. Tentang umur yang bertambah dan membuat diri kita merasa semakin hebat.

Melainkan tentang pilihan kita sendiri.

Apakah kita, sanggup untuk bahagia dari hal-hal yang kecil? Dari tempat-tempat yang sederhana? Apakah kita, mau memilih, untuk terus bahagia?


Sabtu, 16 Januari 2016, abis bikin suara robot di depan kipas.

4 comments:

  1. Setuju banget sam postingan ini tentang bahagia.


    Btw, Gara2 postingan ini juga gue ikutan iseng bikin suara robot di kipas angin. Seru jugakkk

    ReplyDelete
  2. Ini yang ke 2 terbagus dari MBDKK setelah Senin. Yeay!

    Ah tapi aku masih aering tuh ngomong didepan kipas. Malah kadang nyanyi.. Abis itu berasa kayak orang sinting terus guling2 di lante.

    ReplyDelete
  3. Jadi intinya mau ngasih penekanan bahwa dirimu udah tua ya bang? Eh.

    ReplyDelete

Suka dengan konten yg ada? Silakan sawer gue seikhlasnya dengan klik menu "Support gue!" di atas.

Dengan menyawer kamu akan mendapat email surat cinta dari Kresnoadi DH. Sungguh mantabi bukan?