Bogor

Menurutku, Bogor adalah kota yang diciptakan Tuhan sambil berteduh.

Bogor adalah tempat pemberhentian sementara. Tempatku beristirahat sejenak, dari rutinitas sehari-hari. Dari hal yang itu-itu saja. Dari gerakan yang sama-sama terus. Sepertinya, hujan di Bogor mampu menghanyutkan permasalahan rumah tangga. Menenggelamkan hiruk pikuk kerjaan kantor. Merendam beban di setiap pundak manusia. Aroma gerimis di Bogor mendekatkan dua orang yang sama-sama berjuang.

Bogor adalah kota yang bisa disantap menggunakan mie rebus dan dua cabai rawit.

Bogor adalah jendela.
Dan rintik yang menempel adalah kopi yang diminum selagi menunggu reda.


Senin, 18 Januari 2016, ngeliatin hujan di depan pintu.

3 comments:

  1. masa cabe rawit nya cuma dua? pasti ga pedes.

    ReplyDelete
  2. dan gak pake sawi sama telor. percumah anak mudaaa.....

    ReplyDelete
  3. bogor adalah kota yang sering difitnah saat banjir jakarta. "Banjir kiriman dari Bogor" :)))

    ReplyDelete

Suka dengan konten yg ada? Silakan sawer gue seikhlasnya dengan klik menu "Support gue!" di atas.

Dengan menyawer kamu akan mendapat email surat cinta dari Kresnoadi DH. Sungguh mantabi bukan?