Kondangan

Setelah sekian lama, akhirnya aku bertemu kembali dengan teman-teman.

Lucu bagaimana sebuah pesta pernikahan juga berarti reuni kecil-kecilan. Melihat perubahan mereka, setelah beberapa tahun tidak bertemu. Yang tadinya berambut panjang kini kerudungan. Yang tadinya tidak pernah berdandan, sekarang berubah tampan seperti aktor televisi.

Aku mengambil piring, lalu menyantap kisah hidup masing-masing.

Mengupas lembaran demi lembaran tahun yang kami lewati sendiri-sendiri. Bercerita sampai piring kotor di meja sebelah mulai dibersihkan. Sampai para tamu keluar satu per satu. Bercerita sampai sate ayam di tangan terlanjur dingin dan mengeras.

Lucu bagaimana rasa kangen dapat muncul justru saat kita berhadapan langsung dengan orangnya.

Rasanya seperti menemukan lima puluh ribuan di saku celana sendiri saat mencuci.

Seorang teman, mungkin memang tidak harus selalu bersama-sama.
Tidak harus selalu ada saat kita membutuhkannya.
Seorang teman yang baik, mungkin adalah mereka, yang menawarkan rasa rindu saat bertemu kembali.


Minggu, 17 Januari 2016, baru pulang kondangan.

4 comments:

  1. Setuju sama paragraf terakhir!

    ReplyDelete
  2. Stuju banget bang sama paragraf terakhir, tumben lo bijak!

    ReplyDelete
  3. Stuju banget bang sama paragraf terakhir, tumben lo bijak!

    ReplyDelete
  4. Stuju banget bang sama paragraf terakhir, tumben lo bijak!

    ReplyDelete

Suka dengan konten yg ada? Silakan sawer gue seikhlasnya dengan klik menu "Support gue!" di atas.

Dengan menyawer kamu akan mendapat email surat cinta dari Kresnoadi DH. Sungguh mantabi bukan?