Kamera

Aku baru saja membeli empat buah baterai untuk kameraku.

Kata orang, kamera adalah barang paling dilematis di dunia. Ketika memotret sesuatu, kita akan menangkap waktu. Mendapatkan selembar kenangan yang bisa diselipkan di saku belakang celana. Tapi di sisi yang lain, kita kehilangan momen yang sesungguhnya ketika mengambil gambar. Kita kehilangan, beberapa detik saat mata kita fokus pada layar. Beberapa detik saat jari telunjuk kita menekan shutter, dan mengubahnya ke dalam bentuk digital.

Tapi aku suka kamera.

Kamera selalu membawaku pada kamu yang tersenyum. Kepada dua gigi kelincimu yang menggantung lucu. Kepada gerakan tanganmu yang reflek membetulkan letak poni. Kepada alis matamu yang sedikit mengerut, ketika aku tidak sengaja menyalakan flash. Kepada bibirmu yang manyun, tiap aku menunjukkan hasil foto yang kabur. Sehingga aku bisa memotretmu sekali lagi.

Aku suka kamera karena dengannya, memori adalah album,
dan kita menempel abadi di dinding ruang tengah.


Selasa, 19 Januari 2016, nyobain kamera yang baru sembuh.

1 comment:

Suka dengan konten yg ada? Silakan sawer gue seikhlasnya dengan klik menu "Support gue!" di atas.

Dengan menyawer kamu akan mendapat email surat cinta dari Kresnoadi DH. Sungguh mantabi bukan?