Bintang

Jika sedang banyak pikiran, aku selalu punya dua pilihan: menulis atau berjalan.

Malam ini, layar laptop terasa suntuk bagiku.

Aku membuka kunci gerbang, lalu menyisiri taman di tengah kompleks. Rasanya begitu segar menghirup udara malam seperti ini. Ditemani lagu-lagu yang terputar sendiri di dalam kepala, di depanku ada tiga laki-laki dan papan skateboardnya.

Aku duduk dan merasa dunia bergerak lebih pelan. Satu detik seperti tiga detik. Satu menit seperti enam menit. Loncatan orang di depan bergerak dalam slow motion. Lalu, begitu papan skateboard menyentuh tanah, semua kembali cepat. Bunyi gesekan roda-roda skateboard dengan beton menyusup ke dalam headset.

Aku menengadah dan langit yang baru meledakkan hujan tampak begitu mulus. Dua cahaya. Tiga cahaya. Empat cahaya kecil bersinar.

Terkadang, aku ingin seperti bintang-bintang itu.

Menjadi benda besar yang menyilaukan. Yang terombang-ambing di angkasa. Mengapung seperti kalimat orang-orang yang baru jatuh cinta. Yang menyala kecil seperti titik kembang api.

Aku ingin menjadi bintang yang tetap tangguh meski ditabrak meteor.


Rabu, 20 januari 2016, udah sampe kamar, belum masukin motor.

3 comments:

  1. Yang terlintas pertama di pikiran pas baca:
    1 detik = 3 detik
    60 detik = 60*3 = 180 detik
    60 detik = 180 detik
    1 menit = (6 menit)???

    Wkwkwkwk :v

    ReplyDelete
  2. smoga jadi bintang yang bersinar

    ReplyDelete

Suka dengan konten yg ada? Silakan sawer gue seikhlasnya dengan klik menu "Support gue!" di atas.

Dengan menyawer kamu akan mendapat email surat cinta dari Kresnoadi DH. Sungguh mantabi bukan?