Tuesday, February 23, 2021

Cara Paling Tepat Buat Gue Mengatasi Rasa Insecure


Mari mengakui bahwa kita makhluk insecure. Bentuk tubuh, cara bicara, bahkan kemampuan yang kita kuasai. Ada masanya, di suatu sepi, kepala kita membisikkan kata-kata yang mengerdilkan diri sendiri. Kok badan gue gak bagus ya? Kok rambut gue begini ya? Kok dia pintar banget, ya, padahal umurnya di bawah gue. Menyedihkannya, pertarungan manusia paling keras memang melawan diri sendiri. Termasuk cara mengatasi rasa insecure.

--

'Sebelum naik, foto dulu dong,' Didit mengeluarkan Blackberry Gemini-nya. Gue, Arif, dan Paul saling tengok. Lalu, seolah paham satu sama lain, kami jongkok di antara bus. Arif memakai kacamata hitam, sementara gue balik badan membelakangi kamera.

'Tiga, dua, satu! Mantap! Yuk, lanjut berangkat!'

Didit memotret, lalu naik lewat pintu bagian belakang. Gue, Arif, dan Paul jalan ke pintu depan.

Teman-teman di SMA kayaknya sudah hafal gaya gue dalam berfoto. Gue memang selalu membelakangi kamera. Entah sambil jongkok, melompat, atau mengacungkan peace ke udara.

Buat orang yang nggak kenal, gue mungkin terlihat misterius, keren, nan mengagumkan. Selayaknya tokoh di dalam komik jepang yang ditunggu kehadirannya.

Hipotesis ini pernah gue tanakan langsung ke sahabat dekat di kelas.

'Keren banget ya gaya gue tadi?'

'Kagak jelas lo!'

Kayaknya, sahabat gue nggak sayang, deh, sama gue. Emang udah pasrah aja mereka. Makanya, pas gue gaya di bus gak ada yang protes.

Di tulisan ini, gue akan bocorin rahasianya: gue insecure.

Memang kedengarannya aneh. Gak ada yang salah sama muka gue. Semuanya normal. Mata gue dua, biasa aja. Kuping gue dua, biasa aja. ewaktu SMA, gue juga tidak berjerawat. Muka gue, tuh, yah, kalau diibaratkan kayak siapa ya? Kurang lebih mirip Kim Taehyung lah.

Bentar, kenapa jadi sombong anjir.



Gue, kalau sendirian di kamar, ngaca, ya pede aja. Kadang gue heran sendiri. 'Allah keren banget ya. Bisa nyiptain makhluk sempurna gini.' (Ya, tampol aja).

Problemnya muncul ketika gue nggak sendirian. Lagi sama temen, naik lift, lalu memandang wajah dari pantulan besi. Rasanya pengin ngenajisin diri sendiri. 'Ya Allah, apa nggak mau revisi muka ini?'

Punya perasaan insecure itu nggak enak. Kadang kita insecure sama hal-hal yang menurut orang lain biasa aja. Lebih nggak enak karena tidak ada yang mengerti perasaan kita. Kalau gue cerita ke orang, 'Kenapa gue jelek ya?' mereka pasti menertawakan gue. Salah-salah, gue dianggap nggak bersyukur.

Padahal, itu yang gue rasakan.

Perasaan insecure membuat kita terseret dalam persepsi sesat terhadap diri sendiri.


Ngomongin Arti Insecure

Arti insecure adalah perasaan menganggap diri kita lebih rendah dari orang lain. Perasaan ini, buat 13% orang Amerika berbanding lurus dengan social anxiety. Sementara 40%-nya dihubungkan dengan sifat pemalu. Di tempat kerja, lain lagi. Rasa insecure bisa dikaitkan dengan fenomena impostor sindrom. Kondisi di mana kita ngerasa kurang melulu dalam melakukan pekerjaan. Padahal, apa yang kita kerjain udah cukup. 'Duh, kayaknya ini belum oke deh.' 'Duh, gue takut nih. Masa gini doang?' perasaan merasa tidak layak dan menganggap kesuksesan yang diraih hanya bagian dari kebetulan semata.

Iya, itu dia bukan kode mau dipuji. Tapi, benaran cemas. Maka, mari kita mengakui diri bahwa kita adalah makhluk insecure.


Apa yang Gue Laukan untuk Mengatasi Rasa Insecure

Rasanya terlalu teoritis untuk gue bilang cara mengatasi insecure dengan terima diri aja. Bersyukur aja sama yang kita punya. Yakinin babhwa kita memang seperti ini, apa adanya.

Sayangnya, perasaan manusia itu dalam dan hal-hal itu cuma permukaannya.

Udah lebih dari sepuluh tahun masa SMA gue, tapi perasaan insecure gue masih ada. Itu lah kenapa gue lebih enjoy menulis, atau membuat podcast, ketimbang memposting foto muka atau bikin video Youtube. Gue masih merasa aneh dan 'Anjir jelek banget dah ni orang' setiap kali melihat hasil rekamannya.

Kadarnya, tentu udah turun drastis. 



Gue nggak pernah insecure lalu foto ngadep belakang kecuali memang konsep fotonya seperti itu. Meskipun, setiap nerima telepon gue juga gak pernah, 'Ya, halo. Dengan Kim Taehyun di sini.'

Lalu, apa yang gue lakukan?

Pertama, gue menganalisis dulu. Dari mana datangnya perasaan ini. 1) Apakah karena ada hal traumatis di masa lalu? 2) Apakah gue punya social anxiety? 3) Apakah gue terlalu perfeksionis?

Gue cari tahu penyebab rasa insecure gue, lalu temukan akar masalahnya. Hal ini memang sulit. Terkadang, perasaan itu kayak muncul tanpa kita tahu sebabnya. Tapi percayalah, kalau kita gali diri kita lebih dalam, kita akan menemukannya.

Gue, misalnya, yang punya ketakutan untuk di-judge sama orang lain secara diam-diam. Gue cemas orang lain akan menilai gue, ngejelekin gue di belakang. Hal ini, kalau digali lagi, bisa ketemu bagian menariknya. Apakah ternyata di masa lalu pernah mengalami hal kayak gitu? Apakah selama ini gue berada di lingkungan kayak gitu dan jadi takut? Apakah sebetulnya gue ingin dipuji? Ketika tahu pangkal persoalannya, kita jadi lebih mudah membuka diri.

"Oh, gue kayak gini karena lingkungan gue suka nge-judge. Gue memang bukan korban, tetapi gue jadi tidak percaya dengan manusia. Maka, gue memilih untuk keluar dari lingkaran pertemanan ini.'

Rasa insecure-nya memang tidak akan hilang seperti sulap. Tapi, setidaknya, masa depan kita akan jadi lebih terang.

Buat setiap orang, penggalian ini tentu akan berbeda-beda.

Lagi-lagi, arena pertarungan paling brutal bukan mereka yang tinju di atas ring, tetapi mereka yang berkelahi di kepala yang sendirian. Kita bukannya perlu menerima diri kita mentah-mentah. 'Gue memang insecure, jadi gue terima diri gue yang kayak gini.' Percaya, deh, menilai diri sendiri dengan hal-hal baik juga gak ada salahnya kok.



Kalau kamu pengin berkonsultasi masalah ini tapi gatau ke mana, saran gue, bicarakan langsung ke ahlinya. Bisa ngobrol langsung sama psikolog, atau dokter yang memang paham. Cara gampangnya, bisa konsultasi lewat Halodoc. Di sana, kamu akan bicara dengan lebih objektif, karena ditangani oleh mereka yang profesional di bidangnya. Kalau kamu mau ngobrol di RS tertentu, misalnya. Kamu juga bisa mengajukan appoinment lewat Halodoc lho!

Share:

6 comments:

  1. biasanya kalau diiri kita membandingkan dengan orang lain memang begitu
    setiap orang pasti punya kelebihan ,kekurangan dan juga keunikan

    thanks for sharing

    ReplyDelete
  2. Hallo om Keriba Keribo.

    Tetap semangat

    ReplyDelete
  3. Halo kak Adi semangat terus untuk kita

    ReplyDelete
  4. Gue gak tau lagi Kim Taehyun itu kayak gimana bentukannya

    ReplyDelete
  5. Ketika membaca perbarisnya, aku ngerasa juga, 'eh ini yang aku rasakan juga, eh yang ini juga aku ngerasain gini nih'. aku tidak sendirian.

    Terimakasih atas sharingnya bung Keriba Keribo.

    ReplyDelete

Suka dengan konten yg ada? Silakan sawer gue seikhlasnya dengan klik menu "Support gue!" di atas.

Dengan menyawer kamu akan mendapat email surat cinta dari Kresnoadi DH. Sungguh mantabi bukan?