Friday, June 12, 2020

MEMORI dan 25

Di sela menulis untuk Project Ch. ini, gue memutuskan untuk bikin channel youtube.

Teman-teman yang mendukung melalui karyakarsa akan gue tulis di setiap video yang gue buat.

Ya, mungkin ada banyak pertanyaan tentang hal ini. Gue mau coba cerita satu per satu.

Pertama, gue menyadari kalau gue tidak sejago itu dalam urusan menulis. Setelah selama ini menjalani, gue memang suka menulis. Gue suka menceritakan kejadian-kejadian yang sudah lewat, atau pikiran-pikiran random, atau imajinasi liar yang ada di kepala gue melalui tulisan.

Kamu mungkin tahu seperti apa tulisan-tulisan yang gue bikin. Ringan, remeh, secara tema tidak penting, dan respons orang setiap pertama kali membaca tulisan gue adalah, “Oh, tulisan haha-hihi ya?”

Pada kenyataannya, level gue memang cuma di situ. Sebagai pembaca, gue memang membaca berbagai jenis tulisan. Tapi sebagai penulis, posisi gue memang sebatas ini. Gue tidak pernah punya perasaan ingin mempelajari lebih dalam soal tulisan sastra, atau harus baku, atau menggapai tema-tema yang “berat”.

Beberapa tahun yang lalu, gue juga baru mulai mempelajari fotografi. Meskipun tulisan gue di blog jarang ada foto, tapi gue merasakan kepuasan tiap mengabadikan momen-momen yang gue anggap seru. Dengan memotret, gue bisa memperhatikan sekitar. Tukang kue yang berjualan, pesepeda yang beristirahat, laki-laki yang duduk melamun sambil merokok. Seperti halnya menulis, memotret adalah persoalan mengabadikan waktu.

Hal ini gue lakukan sampai Restu, teman kantor gue, membedah konten-konten gue yang ada di internet. Menurut dia, benang merah dari semua konten gue adalah “reminisce”.

arti reminisce

Gue kemudian membuka Instagramblog, dan melihat semuanya lagi. Kata itu semacam berhasil memayungi apa yang gue bikin selama ini. Setelah gue pikir kembali, tujuan gue melakukan semua hal di internet adalah untuk ini: mendokumentasikan.

Gue mungkin melankolis. Gue suka perasaan yang timbul sewaktu membuka album foto lama, bertanya kepada nyokap tentang apa yang terjadi di masa itu, lalu mengingatnya kembali. Gue suka perasaan hangat yang muncul ketika gue dengan random memencet tombol arsip di blog, lalu bergumam sendiri “Ternyata 3 tahun lalu gue begini ya. Ternyata ada kejadian ini ya.”

Sebagai seorang pelupa, dihangatkan dengan ingatan terasa begitu menyenangkan.

Maka, gue membuat MEMORI. Dokumentasi lain dalam bentuk video.

Tentu isi video MEMORI nggak akan penting buat kamu. Nggak ada sisi edukasi, atau gue yang berusaha untuk melucu di sana. Alasan mendasar kenapa bikin itu adalah gue pengin mendokumentasikan memori-memori kecil yang terjadi di hidup gue secara audiovisual. 

Gue pengin entah satu, atau dua tahun, atau ketika gue punya anak nanti, gue bisa menceritakan hal-hal yang terjadi di hidup gue. Bahwa gue pernah melakukan hal tidak penting ini, dan itu, dan lainnya. Gue pengin merayakan kehidupan.

Membuat video juga bikin gue harus belajar lagi. Bagaimana cara merekam yang baik, tata cahaya, menggunakan aplikasi edit. Kalau gue tidak mempelajari itu dari sekarang, kayaknya bakal makin terlambat.

Sebagai ucapan terima kasih, gue akan memasukkan nama kamu yang mendukung melalui Karyakarsa di dalamnya.

Ini adalah MEMORI Vol 1:

--

Jangan takut, gue tetap akan menyelesaikan Project Ch.

Ada bebebrapa updates terkait Project Ch.

Pertama, mulai tulisan ini di-publish, Project Ch. resmi punya nama. Ebook gue yang ketiga ini berjudul “25”. Alasannya akan gue ceritain di tulisan terpisah. Sekarang tebak dulu hayo. \:p/

Kedua, sekarang lagi proses ngontakin ilustrator untuk garap cover. Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan selesai.

Ketiga. Dalam waktu dekat, Bab 3 ebook 25 akan selesai.

Terima kasih yang udah support gue. Terharu nih. Srot. Elap tisu.

See you in the next post! (or maybe chapter 3 ebook 25. :p)

 


*) Tulisan ini pertama kali dipublish di Karyakarsa.


Share:

10 comments:

  1. Setelah dipikir-pikir, ternyata saya juga tipe orang yang senang dokumentasi. Senang nulis dan selalu dipercaya menjadi seksi dokumentasi sekolah. Terlebih lagi, melihat arsip blog dan album foto memang punya energi sendiri. Semacam bicara sama diri yang dulu, terus kasih wejangan,"kamu dulu itu bodoh yah, deketin cewek ngga pernah mau bilang." Hehehe.

    ReplyDelete
  2. tulisan remeh temeh itu tetep banyak dicari lo mas soalnya kayak udah stuck sama tulisan serius
    dan tulisanmu bagus kok (serius ini jujur)

    aku juga suka mendokumentasikan foto dan pas ngingat beberapa saat kemudian memang ada kepuasan terendiri

    sukses buat projectnya

    ReplyDelete
  3. Sebagai pendukung senpai, aku sudah sabskreb yutubnya yaaa. Sekian laporannya.

    ReplyDelete
  4. Blog, video, media sosial, foto, dan lain-lain itu memang media kekinian untuk mengabadikan momen. Ingatan manusia itu pendek. Maka kanal-kanal itulah yang dapat dijadikan media untuk mengawetkan ingatan. Menulis juga merupakan laku karya untuk menuliskan ingatan, buah pikir, karsa, dan juga membuat jejak. Makanya tadi dibilang membuka arsip. Nah, kerja kreatif yang dilakukan (sambil lalu) ini bisa jadi merupakan kerja nyata dalam mengisi arsip yang suatu saat bisa ditengok kembali, entah sebagai pengingat, pembelajaran kehidupan, atau hanya sebagai penghangat hati. Semangat terus berkarya ya 👍

    ReplyDelete
  5. Semoga kalau nanti mas Adi sibuk urus Youtube, blognya nggak jadi terbengkalai, ya :D ehehehehehe. By the way setiap kali dapat email dari Karyakarsa, saya senang banget means ada update-an tulisan baru dan mas Adi dan buru-buru saya download hahahaha :))

    Ohya, mong-ngomong, saya menonton videonya juga barusan tuh yang di atas terus jadi sadar kalau kamar mas Adi kok lampunya mirip lampu disco hehehehehe seru banget kayaknya bisa joget-joget sendirian di kamar :""D mungkin kalau saya yang melakukan hal tersebut, akan disangka gila karena nggak terbiasa joget sebelumnya. So, saya kalau bosen, instead of jogetin saja, better dibawa tidur saja :)))

    Good luck untuk Youtube-nya!

    ReplyDelete
  6. Nggak apa-apa, Di. Setiap orang behak menentukan gaya selingkung tulisannya masing-masing. Hahahihi kalau memang bikin senang yang baca teap valid. Yang penting 'pesan' kita menulisnya sampai apa pun cara penyampaiannya: hahahihi atau serius.

    ReplyDelete
  7. saya pikir-pikir, sepertinya salah satu alasan saya untuk menulis di blog adalah untuk mendokumentasikan juga sih ya. pokoknya kalau sudah tidak kuat menahan dipikiran, langsung aku tulis aja di blog, dan setelah selesai nulis di blog pikiran rasanya kayak kerefresh gitu, kalo memory hape yang baru diclear chache dari yg memori terpakai 90% jadi kembali ke 50%. enteng rasaanya

    saya sepakat nih dengan tulisan bang kresnoadi beserta rambutnya. top!

    ReplyDelete
  8. setipe, suka baca jenis buku apapun tapi nulisnya ya kek gini2 aja, ngga berniat nulis yang serius-serius :D ..

    -traveler paruh waktu

    ReplyDelete
  9. Saya juga tanpa sadar sering banget merasa mengingat kembali masa lalu, entah dari foto, video atau lagu. Memang melankolis.
    Btw, good luck dan semoga terus semangat berkarya yaa!

    ReplyDelete

Suka dengan konten yg ada? Silakan sawer gue seikhlasnya dengan klik menu "Support gue!" di atas.

Dengan menyawer kamu akan mendapat email surat cinta dari Kresnoadi DH. Sungguh mantabi bukan?