Monday, October 28, 2019

Ciri Anak Fresh Graduate Pemburu Harga Diskon Promo Kartu Kredit BCA


Ternyata sudah tiga tahun Senpai Kresnoadi tidak menyebarkan kebajikan di muka bumi. Maklum, kegiatan saya super sibuk. Sibuk nyari kegiatan. Sungguh kegiatan yang super sekali, bukan? Seperti halnya kesibukan para fresh graduate yang dikit-dikit buka hape. Terlihat sibuk, mantap, hidupnya luxury, sering jajan sampai-sampai susah diajak ketemu. Padahal baru berapa bulan kerja. Kadang kita bingung, ini orang ngapain? Apakah ia titisan dewa? Apakah Bapaknya konglomerat? Kenapa Eva Celia cakep banget? Dan ternyata jawabannya ini: diskon. Ya, anak fresh graduate sejatinya adalah pemburu diskon paling liar di jagat ini. Mereka seringkali ngecek hape bukan buat chatting sana sini, tapi ngeliatin notifikasi diskon dari berbagai aplikasi. Ya gimana ya. Anak fresh graduate suka banget sama promo kartu kredit BCA.

Senpai is back!

Coba deh ngaku, siapa di antara anda yang termasuk golongan ini? Kerabat Senpai bahkan dijuluki Siluman Cashback. Karena eh karena, setelah dia ngeliat duit cash-nya, dia back dan gak jadi jajan. Huhuhuhu. Sedih sekali kehidupan anak fresh graduate.

Tapi, sebagai anak fresh graduate, anda tidak perlu berkecil hati. Anda tidak perlu sungkan. Karena di sini, saya, sebagai seorang Senpai, akan menunjukkan ciri-ciri Anak Fresh Graduate yang termasuk Pemburu Diskon. Biar apa? Ya biar bisa temenan dan saling berbagi voucher diskon dong! Pemburu diskon bersatu, tak bisa dikalahkan! Uyeay!

Memori Hape Penuh Karena Kebanyakan Aplikasi

Salah satu ciri anak pemburu diskon adalah ini. Ketika kita ngumpul bergosip ria dan bilang, ‘Eh lo harus install game ini! Seru banget!’ dia hanya menunduk gelisah. Tangannya bergemetar dan ekspresinya datar. Dalam diam ia menangis karena memori hapenya kepenuhan aplikasi.


sumber: iphonetricks.org


‘Emang isi aplikasi lo apa?’

‘Banyak! Ada aplikasi anu buat cashback 5%, aplikasi inu kalo-kalo ada makanan yang mau dibeli, nah yang ini buat buka ecommerce tapi gaboleh langsung ke ecommerce-nya biar dapet diskon lagi!’

Dan seketika wajahnya sumringah penuh dengan kebahagiaan. Matanya berbinar dan bibirnya tersennyum lebar. Diskon lebih berharga dibanding chat dari gebetan. Mantap.

Kalau Mau Makan Ngajak-Ngajak

Kita semua punya musuh bersama. Ialah mereka yang suka nitip beli makan dengan bilang, ‘Pake uang lo dulu ya!’ Bukan, bukan kita nggak fren atau gimana. Tapi kalimat itu kadang-kadang berubah jadi ‘Pake uang lo dulu, nanti, DAN SELAMANYA YA!’ alias tanpa sadar kita jadi nraktir dia! Terkutuklah kaum-kaum seperti itu…

Hal ini tentu berkebalikan dengan fresh graduate yang demen nyari harga diskon. Pemburu diskon sejati justru selalu menawarkan ke orang-orang kalau dia mau beli makanan. Bukan karena baik, tapi emang minimal transaksi untuk dapetin diskon biasanya gede.

‘Ada yang mau beli boba nggak? Aku pengin beli nih!’
Padahal dalam hati: Hihihihi mereka semua sedang kujebak! 2 orang lagi ikut, harganya jadi 50 persen saja.

Abis Beli Makanan Cengar-Cengir Sendiri

Cewek mungkin identik dengan jajan. Tidak. Tepatnya identik dengan JAJAN MULU WOY BUSET. Kadang malah kalo lagi gerah bisa ngomong, ‘Makan bakso seger nih kayaknya!’

BAKSO DARI MANA SEGERNYA HEY.




Apakah sebelum makan bakso, cewek ini berganti busana dengan bikini. Lagipula bagaimana cara dia mengonsumsi bakso tersebut? ‘Bang! Bakso ya!’ lalu dia mengambil wudhu di kuah bakso.

‘Aah… segarnya!’

Cewek yang identik dengan jajan biasanya punya masalah dengan makanan. Dia pengin jajan, lalu memberikan komentar sendiri atas pernyataannya. ‘Duh, lagi pengen daging wagyu deh.’ dan beberapa menit kemudian ‘Tapi gajadi deh. Takut gendut.’

Nehi, nehi, nehi. Para pemburu diskon tidak pernah punya perasaan seperti itu. Fresh Graduate pencinta diskon justru selalu tersenyum-senyum sendiri ketika berhasil mendapatkan makanan yang dia mau dengan diskon besar. Biasanya dia akan duduk di pojokan, lalu senyum-senyum sambil ngeliatin makanannya di meja.

‘Eh, beli apaan lo? Mantab nih jajan terus.’
‘Hihihiihihi.’
‘Burger di mana tuh?’
‘Hehehehe. Di mall deket sini kok.’
‘Berapaan?’
‘HUAHAHAHAHAHA!’

Dompet Banyak

Seperti halnya di ciri pertama, dompet ini bisa jadi dompet digital. Anak fresh graduate pemburu harga diskon akan punya banyak dompet digital. Hal ini jelas bukan karena uangnya kebanyakan. Justru karena uangnya udah kecil, dipencar-pencar lagi. Itu uang apa kampus BSI? Huhuhuhu.

Tapi itu lah dia. Demi bisa mendapatkan akses informasi diskon, hiduplah berbagai dompet digital!

Sombongnya Kebalik

Tahu, kan, bagaimana orang sombong yang bikin kita pengen lempar tv? Upload foto tangan di instagram padahal pamer jam tangan mahal. Foto jari padahal pamer cincin baru. Foto kaki padahal pamer cantengan. Pokoknya, mereka memamerkan berbagai barang mahal yang tidak sanggup kita beli.

Anak fresh graduate pemburu diskon, kebalik.

Kalau biasanya orang sombong karena menghabiskan sekali makan dengan 300 ribu, anak diskon pamer karena sekali makan 30 ribu.

‘Idih kamu kok makan itu? Mahal banget. Nih gue nih begini 17 ribu aja!’

Lalu si anak sombong jadi awkward karena…APAKAH MAKAN TUJUH BELAS RIBU PANTAS UNTUK DISOMBONGKAN?!
  
Nyari di Website tentang Promo Kartu Kredit BCA

Ciri lain dari fresh graduate pemburu harga diskon adalah melakukan riset. Selain di note hapenya bertebaran kode voucher berbagai diskon, laptopnya pun penuh beragam bookmark situs-situs penyedia diskon. Kayak situs ini:


Ya, di sana ada seratus tiga puluh dua keuntungan promo kartu kredit BCA. Betul sekali, lebih dari seratus. Jereng-jereng tuh mata. Mulai dari optik kacamata, makanan, klinik, sampai hotel. Apa tidak pusat dari segala pemburu harga diskon itu?

Gimana, Senpai kini telah menyebarkan semua ciri dari anak pemburu harga diskon. Maka, jika ada salah satu di antara ciri itu yang merupakan teman kamu, jangan dilepas! Kalo kamu gak kenal-kenal banget, temenin! Ajak ngobrol karena sejatinya mereka adalah keluarga kamu!
Suka post ini? Bagikan ke:

Wednesday, October 16, 2019

Pertama Kali ke Jakarta Aquarium Berkat Traveloka Xperience



Suaranya berubah ketika kami sampai di antrian masuk Jakarta Aquarium. ‘Yeay! Liat mermaid!’ Nada suaranya naik dua oktaf. Udah kayak Gita Gutawa. Muka gue datar. Apa serunya ngeliatin ikan? Cuma makhluk yang hobi megap-megap di dalam air. Semua ikan juga tampak sama di mata gue.


Suka post ini? Bagikan ke:

Tuesday, October 15, 2019

#CeritaBaruKresnoadi - Grey


cerpen baru kresnoadi


HARI PERTAMA

Gue buru-buru mengetik hai. Sadar chat kayak gitu gak bakalan mendapat respons, gue menghapusnya. Haii. Lebih oke sih. Gue diam lima detik. Garis di bagian type a message berkedap-kedip. Apa ya? Duh. Tinggal di mana? Frontal amat. Norak norak norak norak. Asli. Alay banget gue. Hapus lagi, ketik berkali-kali. Tutup aplikasi. Taruh hape. 

Ambil dan buka lagi. Coba lo liat foto ini? Gila nggak sih. Cakepnya nggak ada effort. Rambut pendek. Nyengir di kamar. Udah gitu aja. Tapi manis. Tapi nggak tahu kalau kata orang lain. Tapi bodo amat sama kata orang mah.

Shit. Udah berapa lama gue begini?
Bangke. Belum jadi nge-chat. Kenapa udah panik gini?

Gue ngetik lagi. Bajunya bagus. Alah. Terlalu di film-film. Sekarang juga gue gatau dia pake baju apa. Baju? Astaga. Gimana kalo dia nggak pak… otak dijaga.

‘Itu, yang di foto. Bajunya bagus.’

Gue merhatiin hasil tulisan sendiri.

Fak. Kayak om om mesum.

Kenapa jadi sesusah ini ya? Ayo, percaya diri. Ayo. Apa coba kemungkinan terburuknya kalo first impression gue kampungan? Nggak dibalas kan? Nggak kenalan? Udah, itu doang, Di.

Itu nggak doang, bangsat.

Gue menurunkan suhu AC. Duduk di samping galon. Bersandar ke kasur. Mengaduk segelas milo. Memperlambat ritme kehidupan. Besok aja apa ya? Biar kesannya nggak kepingin banget.

‘Tahu kenapa di bumi ini ada malem?’ gue ngetik sambil ngomong sendiri. ‘Nah, nanti pas dia nanya kenapa, gue bales, “Soalnya matahari malu sama kecantikan kamu.”’

Eanjaaaaay.
Kampung.

Yang beda. Yang beda. Yang beda apa, Adi. Beda, jangan norak, biasa aja, tapi nggak alay.

Heyy.

KENAPA ILMU GUE SEBATAS HAI HEI HAI HEI DOANG, MONKEY. EMANG TAYO?! Hapus lagi. Tutup aplikasi laknat ini, tapi gercep buka lagi. Aku. Harus. Apa. Gue klik fotonya. Zoom. Senyum. Deg-degan.

‘Mangga mangga apa yang banyak nanya?’ gue senyum sambil nangis saking depresinya.

Ijo! Ada bulatan hijau di foto profile-nya! Dia online! Mampus. Malaikat Izrail, cabut nyawaku! Gue meloncat ke kasur. Tanpa sengaja menendang gelas. Milonya tumpah membasahi karpet bulu di bawah. Suasana makin chaos. Gue mengangkat handphone.

‘Mangga mangga apa yang banyak nanya?’

Gue menekan tombol send, melempar hape ke bantal, lalu mengambil tisu dan mengelap tumpahan milo.

‘Manalagi?’ notifikasi pop up muncul di bagian atas handphone. Dari aplikasi yang gue baru coba ini.

Oshit.

Gue menarik napas panjang, lalu mulai mengetik.

‘Bukan.’ Tanpa menunggu dia membalas, gue gempur lagi. ‘Mangga banyak bacot.’

Dia tertawa. Dan kita membicarakan buah-buahan, tebak-tebakan tidak penting lain, tentang milo, tentang lagu-lagu, tentang apa saja yang gue kerjain hari ini, tentang apa saja yang dia kerjain hari ini, tentang gamau tidur karena besok harus ini dan itu. Tentang gue yang sok bilang kalau baju bergambar Barney di profile dia lagi ada di jemuran. Tentang dia yang gue kerjain karena harus mengecek jemuran malam-malam. Malam ini gue sadar kalau anak kuliah sekarang dewasa banget. Malam ini gue sadar pergaulan gue zaman dulu cupu abis, dan dia tertawa tiap gue cerita perbedaan-perbedaan ini.

Malam ini gue belum tahu nama dia.

--
Grey adalah projek #CeritaBaruKresnoadi yang bisa kamu download versi lengkapnya dalam bentuk pdf di sini.

Kalau kamu pengin baca langsung dari weblog keriba-keribo, klik link ini untuk langsung menuju lokasi baca. Gue sengaja tidak membeberkan versi lengkap dari cerpen itu karena... panjang. Takutnya malah tulisan yang sebelumnya jadi ketiban jauh.

Berhubung gue jarang banget ngebuat projekan tulisan panjang kayak gini, gue minta tolong buat kamu nge-tag atau review atau kasih komentar dari cerpennya di akun medsos gue atau di postingan ini ya. Gue seneng banget kalau bisa tahu perasaan pembaca dari apa yang gue tulis.

Hope you enjoy the story! \(w)/
Suka post ini? Bagikan ke: