Saturday, November 23, 2019

Kegoblokan Sewaktu Camping di Rancaupas

wisata alam camping rancaupas
Kiri ke kanan (Ratu, Indi, Hani, Star, Fahri, Senpai)


Gue nulis ini tepat setelah kelar ngedit video. Gila, mau die gue rasanya. Jadi gini toh mampusnya orang-orang bikin video. Harus ngejahit cerita, color grading, milih lagu yang pas, mengatur mood dan tempo. Belum lagi kalau pengin gaya harus paham bagaimana caranya mengatur perpindahan frame dengan tepat. Apalagi kalau footage yang dipunya nggak lengkap atau blur. Kestresan ini juga yang menjadi jawaban gue ketika ditanya temen kantor soal kenapa gue suka nulis: gampang.

Beneran deh. Kayaknya nulis tuh pekerjaan yang paling gampang. Kita nggak butuh barang-barang kayak pekerjaan lain. Tukang sunat, misalnya. Nggak mungkin dia bisa bawa-bawa alat sunatnya keliling tempat dan “buka praktek di mana aja.”

Sebagai penulis, kami tinggal buka notes di hape, tulis. Kalau di jalan lagi nunggu bis dan kepikiran sesuatu, tinggal catet tanpa perlu persiapan yang ribet. Bawa laptop pun sepraktis bawa satu ransel ke mana-mana. Nggak mungkin tukang sunat begini. Di halte transjakarta tiba-tiba nepok mas-mas dan bilang, “Mau saya sunat, Mas?” sambil ngasah piso.

Kalau pas lagi males bawa laptop karena berat kita punya banyak opsi. Kalau pengin ngedapetin feel agak jadul, misalnya. Kami cuma butuh pulpen dan notebook. Kalau pengin ngedapetin feel jadul banget, tinggal bawa batu prasasti sama alat ukir.

Rehat bentar deh. Apdet dikit dulu.

__
Berhubung video yang gue edit adalah video jalan-jalan sewaktu camping di Rancaupas kemarin, gue pengin share beberapa kegoblokan yang kita lakuin sepanjang main.

Kegoblokan Rancaupas satu:

Muncul di perjalanan berangkat. Sewaktu Ratu nyetel lagu Souljah lewat speaker mobil ngebuat gue ngerasa kalau Ratu adalah sosok idola. Karena, ini Souljah gitu woy! Kebanggan setiap umat anak SMA di masa gue. Sebagai balas budi, gue pun berkata, “Ratu, mana Pingkan Mambo?” (lho).

Satu lagu Souljah mengalun. Kami berjoget dan nyanyi bareng udah kayak anak SMP mau study tour. Sampai kemudian, Hani, satu-satunya cewek berhijab di rombongan bilang, “Lagu yang kemaren dong, Tu!’

Kami semua penasaran.
Pasti ini lagu emas.
Pasti ini mengingatkan gue sama masa SMA lagi.
Pasti ini bikin pengin jerit-jerit bego di dalam mobil.
Lagu dimainkan.
Kami hening.

Lirik awal nggak ada yang tahu. Sampai reff masuk:

kupegang tangannya
MASIH DIKASIH!
…kupeluk dirinya
MASIH DIKASIH!
…kucium bibirnya
MASIH DIKASIH!

INI LAGU APAAN BANGSAAAAAT. Hasrat ingin memaki tak terbendung. Semua orang di mobil hanya terbengong-bengong penuh tanda tanya. Sementara Hani dan Ratu joget sambil goyangin telunjuknya. Mereka berteriak di bagian “Masih dikasih!”

O, beginilah kehidupan nyata dari seorang cross hijaber.

Biar kita rusak semua, gue taroh sini aja video klipnya. Muahahaha.



Aku. Tidak. Sanggup. Kawan. Oh. Shit. Jempolku. Tidaaaaaakk.

Kegoblokan Rancaupas dua:

wisata alam rancaupas

Baju dobel tiga gara-gara dingin


Di kawah putih.
Gue: “Oh jadi ini kawah putih. Kawah terus warnanya putih.”
Hehehehe. Lalu diamuk penduduk lokal.

Kegoblokan Rancaupas tiga:

wisata alam kopi gunung ciwidey


Kami main uno dengan peraturan laknat. Sebenarnya uno laknat merupakan permainan kartu uno standar yang ditambahin peraturan: “Barangsiapa yang menyebutkan sebuah angka, maka dia harus ngambil kartu sebanyak angka tersebut.”

Jadi lah kami secara licik bergantian ngebuat pemain lain nyebut angka.

“Eh sekarang jam berapa?”
“Baru setengah tiga nih.”
“Kena lo! Ambil tiga! Hahahaha!” lalu dua detik kemudian, “Monyet, gue ngomong tiga! Anjeng kena lagi! Eh, jadi ngambil berapa ini gue?”
"Enam bego!"
"Mampooos lo juga bego! Hahaha!"

Lalu permainan uno berakhir dengan kami baku hantam di lapangan terbuka.

Siapa kah pencetus kebijakan biadan ini?
Ya, Hani.
__
Terakhir, gue mau naroh foto-foto bekas jalan-jalan minggu lalu:


 Choki Sitohang: Tunjukan pesonamu! Bintang: liat aku sekarang


Hani alias Dewi Biksu Absurditas 


wisata alam kawah putih
 Fahri yang katanya pengin motret bintang malem-malem tapi malah kedinginan


wisata rancaupas malam hari
 "Gue yakin ndi, ini foto rancaupas malem terbaik di google" sok pede


penangkaran rusa desa rancaupas
 Indi titisan siluman rusa


"Cih, lamban sekali orang ini merakit tenda"

Udah ah, segini aja dulu ya. Gue mau siap-siap kondangan. Videonya udah gue skejul supaya muncul di channel Kerjaan Lain pukul tujuh malam ini. Coba aja mampir-mampir ya!
Suka post ini? Bagikan ke:

17 comments:

  1. Seru kayaknya ngecamp. Tidur di tenda ditemani jutaan bintang-bintang. Apalagi sama pasangan sambil.... Ah, sudahlah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemaren sih bintangnya gue itung nggak sampe jutaan. Cuma yaaa banyak juga sih. Enam apa tujuh gitu.

      Delete
  2. Jadi ini kemping penuh kegoblokan? Kurang banyak kegoblokannya bang. Bikin lagi dong hahaha. Kampret betul permainan uno macam itu hahahahaha.

    Fotonya Kak Indi kok bagus banget. Aku mau ngefans ke dia ah~~

    Ngedit video emang butuh effort. Makanya gue gak bisa-bisa :( nanti video lo gue tonton pake wifi kantor wkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ckckck di kantor malah nonton video. Dasar rakyat.

      Delete
  3. Gue gak pernah main uno. Maafin, senpai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mainnya sama kayak main gapleh gak sih?

      Delete
    2. Gatau males pengen ke bali aja liat sunset

      Delete
    3. Tidak papa, Kawan. Senpai maha pemurah hati. Mari kita menatap sunset di tanah anarki.

      Delete
  4. Baru baca paragraf 1, pengen tos dulu. Boleh gak? :')

    Ngedit video emang ribet. Apalagi seringnya harus punya tim. Gak bisa sendirian. Nulis, sendirian dimana pun juga bisa. Makanya gue juga kabur ke blog. :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tooos!

      Apa itu tim? Teman aja aku tak punya. *lalu menangis sambil berak

      Delete
  5. Rancaupas emang lahi hits ya?

    Kalo kawahnya ijo, namanya bukan Kawah Putih lagi sis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak tahu sih. Kayaknya nggak juga. Lebih ke Baygon. *ditabok

      Delete
  6. Sungguhku ingin berkata lembut.. wufftt!

    ReplyDelete
  7. Betul, menulis gampang ketimbang pekerjaan lain yang butuh banyak alat. Tapi tentu saja dalam praktiknya tidak sesederhana itu. Menumpahkan isi kepala menjadi satu cerita yang utuh rasanya bisa enggak kelar-kelar. Belum lagi kalau buntu.

    Itu peraturan macam apa? Ya, Allah. Enggak akan habis itu kartu selain pura-pura bisu dan tuli.

    ReplyDelete
  8. wuihhh dia traveling akhirnya, gak goler2 doang seharian :P

    ReplyDelete
  9. Seru banget kayanya. mantap tulisannya, jadi berasa kebawa nuansanya.. hahaha

    ReplyDelete
  10. WKwkk ngakak pas setel lagunya, kujuga baru denger sihh.. biasanya lagu souljah itu yang tak selalu dulu tren banget dahh.. wkwk itu lagu baru yak apa gmna, ngekek pas ngeplay anjay hha

    ReplyDelete

Kalo kamu suka sama tulisannya, jangan lupa untuk bantu share dengan tekan tombol sosmed di atas yaa. \:D/

Untuk yang mau main dan ngobrol-ngobrol, silakan add LINE di: @crg7754y (pakai @). Salam kenal yosh! \(w)/