Tuesday, January 15, 2019

Podcast Keriba-Keribo 2019


Sejak akhir tahun lalu, gue udah excited banget mau bikin beberapa “kerjaan” di tahun ini. Salah satunya adalah podcast. Iya, kayaknya udah dari 2016 gue iseng bikin podcast. Mulai dari nyobain bikin di Soundcloud, duet sama Kay di Imaginary Talk, nemu aplikasi Anchor, sampe… bikin podcast di Instagram.

Podcast. Di. Instagram.

Sungguh krisis identitas sekali konten hamba.

Setelah nyasar ke sana ke mari, gue memutuskan untuk bikin ini di satu tempat aja: Spotify. Selain biar gak mencar-mencar, gue pengin ini jadi semacam rumah buat audio gue. Kalo tulisan adanya di blog, maka semua podcast gue akan dimasukin ke sana. Semuanya akan gue kembaliin dengan nama awal “Podcast Keriba-Keribo”. Kenapa? Ya biar gampang aja.

Tahun ini, gue emang bertekad mau punya “acara” sendiri di internet. Salah satunya ya podcast ini. Di samping itu, ada project lain juga yang bahan-bahannya masih perlu dimatengin. Buat project ini, gue gak pengin asal jadi aja gitu, lho. Makanya rada ribet. Apakah itu? Tungguin aja nanti. \:p/

Balik ke podcast. Sejujurnya, sekarang sekarang ini gue nggak terlalu ngikutin skema podcast. Ada apa aja podcast yang bagus. Apa yang kurang. Makanya, begitu ada yang nanya di DM, biasanya gue diemin. Karena… gue kagak tahu podcast lain. Gue mau bikin podcast ini semata-mata untuk jadi ajang ngobrol dan berkeluh-kesah. Pernah ketemu nggak sih sama orang yang mulutnya mangap-mangap sendiri? Begitu ditanya, dia jawab, ‘Nggak kok. Lagi ngomong sendiri aja.’

Nah, orang itu adalah gue. Hahaha.

So, yeah. Jangan heran kalo Podcast Keriba-Keribo edisi 2019 ini isinya ngedumel atau marah-marah aja ya. Soalnya, emang dipake buat tempat itu. Semoga aja kali ini beneran rutin ya. \:p/

Di episode pertama ini, gue ngomongin soal gimana susahnya menjalin hubungan dari perspektif cowok. Apa aja yang bikin cewek selalu “menang” di setiap hubungan. Omongan gue ini udah melalui studi kasus yang amat dalam: gue sendiri. Begitu gue published dan sang kekasih denger, dia langsung ngamuk. Katanya, ‘Lucu, tapi malu. Kok kayak aku semua ya?’

Tentu, sebagai pria yang gentle, gue jawab, ‘Ah, perasaan kamu aja kali...’ sambil ngomong dalam hati: EMANG ELU!

Kalau kamu ingin merasakan pengalaman yang berbeda dari episode ini, begini cara mainnya: Kalo kamu cewek, dengarkan Podcast episode 1 sampai selesai, lalu tatap wajah memelas pacar di sebelah anda. Kalau kamu cowok, dengarkan ini sampai selesai, lalu LEMPAR EARPHONE KE CEWEK YANG BERADA PALING DEKAT DENGAN ANDA.



Enjoy listening! \(w)/
Suka post ini? Bagikan ke: