Sunday, March 17, 2019

Hal-hal yang Seharusnya Gue Pikirkan Ketika Gue Memikirkan Hal-hal yang Tidak Seharusnya Gue Pikirkan


Kemaren adalah minggu yang cukup menguras emosi. Ada beberapa hal yang bikin gue lumayan stres dan capek. Jeleknya, ketika menghadapi hal-hal kayak gini, otak gue sering nggak bisa diajak kerja sama. Masalah yang seharusnya berakhir di satu titik, justru berjalan ke mana-mana dan gamau berhenti. Gue mikirin penyebabnya, dan penyebabnya lebih jauh, dan apa yang akan terjadi kalau gue melakukan hal ini, dan apa yang terjadi kalau gue melakukan hal itu. Di pikiran gue seperti ada tinta yang menetes yang semakin lama semakin meluas, dan membuat semuanya jadi makin hitam dan rumit.

Pikiran buruk itu akhirnya membawa dampak selanjutnya. Mood jadi berantakan. Fisik juga nggak fresh karena males-malesan. Makanya, gue coba untuk ngebuat daftar dari hal-hal yang seharusnya gue pikirkan ketika gue memikirkan hal-hal yang tidak seharusnya gue pikirkan ini. Jadi, ketika gue mulai overthinking, gue bisa baca daftar ini, dan nggak terseret ke lubang kegelapan terlalu jauh.

Satu. Bangun lebih pagi dari alarm dan matiin alarm-nya sebelum sempat bunyi. Punya waktu beberapa jam lebih untuk beraktivitas di pagi hari.

Dua. Buka pintu, mencium udara pagi, lalu menyadari kalau di atas keset ada kucing lucu yang tiduran. Gue melangkahinya, lalu dia berdiri dan menempelkan badannya di kaki.

Tiga. Ketawa canggung karena mengucapkan sebuah kata yang sama berbarengan dengan orang lain.

Empat. Ngeliatin mobil lewat sambil duduk sambil dengerin lagu pakai headset tanpa ada notifikasi dan orang yang mengganggu.

Lima. Tiduran di ruangan berkarpet sambil menonton band memainkan musik jazz seperti di Java Jazz 2014 ini.

Enam. Kopi darat dengan teman online yang udah lama kenal, lalu ngebahas hal yang biasa dibahas di dunia maya secara langsung.

Tujuh. Suara percikan api dari kayu yang dibakar di depan tenda. Ketika semua orang udah masuk ke perkemahan untuk tidur, dan tinggal kamu dan langit sedang cerah-cerahnya.

Delapan. Lagu yang kamu suka diputar secara tidak sengaja di radio.

Sembilan. Kaki yang dibasahi gelombang kecil di pesisir pantai. Dengan ritme yang sama. Berkali-kali. Dan suara ombak menerpa tebing di ujung sana.

Sepuluh. Kebiasaan gue dan teman-teman sewaktu kecil untuk melompati bayangan mobil dan motor ketika lari pagi.

Sebelas. Sendirian di lift yang di bagian atasnya ada CCTV. Tanpa sadar bergaya dan dadah-dadah ke sana.

Dua belas. Ucapan terima kasih dari pengisi bensin di SPBU.

Tiga belas. Perasaan melepas celana ketika seharian bekerja, sampai menimbulkan bekas garis-garis di daerah pinggang.

Empat belas. Bunyi adonan telur yang dimasukkan penggorengan penuh minyak. Momen di mana si abangnya memasukkan lidi dan memutarnya. Momen di mana gue bersiap merasakan gurih dan pedasnya sambal telur gulung.

Lima belas. Ide-ide yang bermunculan sewaktu mandi.

Enam belas. Perasaan ketika gue turun dari bus dan “Akhirnya, pulang kampung lagi!” Perjalanan menyusuri pecinan di kampung halaman. Beragam dialog dari orang yang bahasanya gue nggak paham. Tukang becak yang menawarkan jasanya.

Tujuh belas. Aroma roti bakar di pagi hari.

Delapan belas. Ingatan di mana gue main harvest moon berjam-jam sekali duduk. Teleponan sambil berpura-pura game itu bisa dimainkan secara online. Momen di mana kasetnya rusak, dan gue mengelapnya dengan kaos. Membalik Play Station supaya bisa dimainkan kembali.

Sembilan belas. Masuk ke kamar dalam keadaan capek, lalu mendapati bantal dan guling yang dingin.

Dua puluh. Perasaan setelah menemukan wallpaper baru yang cocok.

Ini lah dua puluh daftar yang bisa gue pikirkan ketika mulai mikirin hal-hal yang seharusnya nggak gue pikirin. Siapa tahu berguna buat lo ketika menghadapi masalah yang sama. Kalo ada yang mau nambahin, silakan tulis di kolom komentar ya. Buat nutup postingan ini, gue mau ngasih penggalan lirik All Time Low, "Maybe it's not my weekend, but it's gonna be my year."

Hope y'all have a great day! :)
Suka post ini? Bagikan ke:

4 comments:

  1. Saat mendengar teriakan kurir, "Permisi paket. Paket untuk (nama diri)." Lalu aku bergegas menuju pintu depan, menerimanya, dan mengucapkan terima kasih. Aku membuka bingkisan itu dengan perlahan. Isinya tiga buku. Aku pun otomatis memencet bubble wrap sembari menciumi aroma buku baru itu.

    ReplyDelete
  2. • berjalan-jalan sendirian tanpa tujuan. Memperhatikan keasingan tempat-tempat yang terbiasa dilewati.

    ReplyDelete
  3. Makan es buah di bawah pohon duh nikmat. Manis buah ditambah kesejukan.

    ReplyDelete
  4. minum air dingin atau es teh manis setelah panas-panasan perjalanan pulang naik motor dan ngerasain dinginnya mengalir dari mulut sampai perut.

    ReplyDelete

Kalo kamu suka sama tulisannya, jangan lupa untuk bantu share dengan tekan tombol sosmed di atas yaa. \:D/

Untuk yang mau main dan ngobrol-ngobrol, silakan add LINE di: @crg7754y (pakai @). Salam kenal yosh! \(w)/