Friday, January 19, 2018

Ayam Pemecah Belah Bangsa!

lagu anak ayam tekotek kotek


Pada awalnya, gue beranggapan kalau ayam adalah hewan yang baik. Kayaknya, dia adalah salah satu makhluk yang menghasilkan banyak manfaat buat kita.

Tapi tidak lagi, kawan.
Pikiran itu sudah sirna sejak beberapa hari yang lalu.

Setelah gue pikir ulang, ternyata ayam adalah hewan pemecah belah bangsa!

Ya, kamu tidak salah baca. Selama ini kita sudah diperdaya oleh kaum ayam. Dan kita tidak sadar! Saat membaca ini kamu mungkin masih bingung. Tapi tenang, kebingungan itu akan segera sirna. Gue akan membongkar kebusukan yang direncanakan ayam-ayam selama ini!

Jadi tolong, kalau kamu baca ini sambil main ayam (?), tinggalkan sejenak ayam itu.

Gue akan mulai di poin pertama. Ingat kah kamu tentang pertanyaan “Hayo, duluan ayam atau telur?” Ya, mungkin kamu pikir itu adalah pertanyaan yang dibuat oleh para ilmuwan untuk membuat kita berpikir akan teori evolusi. TAPI TIDAK! Ini adalah sabotase kaum ayam!

Ya, kalau kita pikir lebih jauh, kenapa harus ayam? Padahal bisa aja pertanyaan itu menjadi “Duluan telor apa cicak?” Atau kalau mau yang ekstrem, “Duluan mana: dia bilang putus, atau kamu harus pura-pura bikin bosen?" Tapi tidak, saudara-saudara! Ini adalah upaya licik para ayam yang ada di dunia! Gara-gara pertanyaan ini kita jadi berantem. Para manusia mulai terpecah menjadi dua. Tapi adakah di antara kita yang menyadarinya? Ayam keparat!

Tidak berhenti sampai di sana. Mereka juga menyusupkan ayam-ayam lemah untuk dikorbankan kepada kita. Untuk apa? Betul, kawan. Supaya kita berebutan kulit ayam KFC! Sudah tidak terhitung lagi berapa pasangan yang berantem gara-gara gak sengaja kemakan kulit ayamnya. Padahal… padahal gue pikir dia gak suka! Makanya kulit ayamnya disisihin! Eh, ternyata emang disisain buat terakhir! Sungguh keji sekali trik ayam ini. Gue doain mereka semua mati digoreng, gue makan, lalu masuk neraka dan digoreng terus gue makan lagi begitu gue mati.

Lihat betapa hebatnya mereka sampai-sampai memengaruhi kita hingga pihak KFC membuat berbagai eksperimen dengan ayam. Kayak ayam yang dikasih cokelat dan ayam dikejuin. Semula gue berpikir kalau ini adalah bentuk perlawanan kita. Tapi ternyata gue salah, sobat karibku. Ini justru semakin memperkeruh keadaan! Manusia semakin terbagi menjadi dua: Ada yang suka makan ayam dicocol, ada juga yang diguyur! Fuck! Gue gak liat celah ini. Kolonel Sanders pasti sedang dipatok ayam di liang lahat sana.

Beberapa hari yang lalu, gue ingin membuat perlawanan balik. Gue mengawali dengan ngajakin ngobrol temen-temen kantor soal ayam. Gue mulai dengan sebuah pertanyaan, “Eh, emang bunyi ayam kotek-kotek ya?”

“Mana ada!” salah satu temen gue dengan tegas tidak menerima.

Gue lalu membuka kenangan masa lalu. Gue inget ada lagu ayam yang judulnya “Tek kotek kotek anak ayam” Buat anak 90-an, pasti pernah ngerjain temennya dengan “lagu gak abis-abis” ini pake “Tek kotek kotek kotek anak ayam tujrun SEJUTA! Mati satu tinggai 999999!”

Gara-gara pertanyaan gue, perdebatan mulai terjadi.

Fianda, salah satu temen yang lain bilang, “Ayam kan berkokok, Di!”

Gue berdiri. “Mana ada ayam bunyi ‘Kokok! Kokok!’ Ayam keselek salak?”

Temen lain berargumen, “Kayaknya ayam kukuruyuk deh…”

Kami semua ngeliatin dia.

“…tapi itu ayam jago sih.”

“NAH KAN! AYAM JAGO ITU!” Semua sepakat.

“Jadi anak ayam kotek-kotek kan?!” Gue kembali ngotot. Membuka video Youtube lagu tersebut, lalu secara tidak sadar ikiut berjoget kayak anak kecil itu. Setan! Ayam pasti udah merasuki gue!


“Tapi mana ada anak ayam bunyi kotek-kotek, Adi.” Fianda tidak mau menyerah. “Anak ayam tuh cuit cuit! Gue yakin! Ayam yang kuning!”

“Berarti yang kotek-kotek ayam yang ijo!”

“Itukan dicat abangnya, Di!”

“Oh iya.”

“Jadi gimana?” Fianda membuka Youtube. Menekan keyword ‘Peternakan ayam’ dan mendengarkan ke seantero ruangan. “Nih, dengerin nih!”

Lalu anak ayamnya berbunyi…

Piyik…piyik… piyik…

“ANJENG! ANAK AYAM BUNYINYA PIYIK! PANTES ADA SEBUTAN AYAM PIYIK!”

Kami semua hening.

Ini kekalahan bagi umat manusia.

Di antara semua keheningan ini, Tedy bersuara, “Ayam bukannya petok petok ya?”

KAMI SUDAH HANCUR YA ALLAH?!
Suka post ini? Bagikan ke:

14 comments:

  1. bang*at baru sadar. bener banget kenapa ayam yang harus diperdepatkan perihal telur atau ayam dulu, kenapa nggak yang lain. ternyata di balik itu semua ada maksud lain.

    wajib disebarkan, abaikan berarti kafir!

    ReplyDelete
  2. Bangkaaaai, bunyi ayam ini sebetulnya macam-macam, ya. :)) Nggak nyangka ayam punya niat sebusuk ini. Terus, bubur juga bisa jadi pemecah belah bangsa berarti. Tim bubur diaduk dan nggak diaduk saling memperdebatkan selera. :(

    Tapi saya masih nggak ngerti, apa enaknya ayam goreng tepung diguyur bumbu gitu? Ujung-ujungnya selera lagi~ Hadeh.

    ReplyDelete
  3. Nggak cuma ayam bang, ada beberapa hal lagi pemecah belah bangsa kita.

    #teamWCduduk vs #teamWCjongkok

    #teammiekuah vs #tiemmierebus

    ReplyDelete
  4. Wkwk terakhirnya lucu anjir :DDD gue jadi ketawa kan.

    Ini barusan banget Di, pas gue mau beli makan kan ya, temen gue nanya 'lo suka paha atas yang mana? paha atas atau paha bawah?"

    terus gue jawab kan "lah mana ada paha atas paha bawah, kalo di atas namanya paha, kalo bawah ya namanya betis" bener kan gue ya, tapi kok temen gue malah unfollow IG gue, Block WA sama Line gue ya?

    ReplyDelete
  5. Sekeji inikah niat dunia per-ayam-an untuk memecah belah umat manusia?
    Jangan-jangan habis ini ada konspirasi yang lebih jahat - lebih bahaya lagi, kayak di film War the Planet of the Apes *Tidaaaaaaak*

    ReplyDelete
  6. Hahaha.
    Tertegun ku bacanya. Bisa kepikiran sampai sana. Hebat. Konspirasi.

    Fyi, buat masalah suara ayam, terutama anak ayamnya kalo secara teori sih suaranya "ciap ciap" pertanda minta makan ke induknya. Sejak saat itu kalo denger anak ayam, otomatis kedengernya "ciap ciap".

    ReplyDelete
  7. Gila, Layak dapet penghargaan Nobel kategori Perdamaian lu di.

    ReplyDelete
  8. “Kayaknya ayam kukuruyuk deh…”

    Kalo ayam jaman sekarang kukurukuy
    Y x g kuy

    ReplyDelete
  9. Wah, ini mah bukan konspirasi, ini beneran real! Boikot ayam pemecah bela bangsa #FrontPembelaAyam hahaha

    Nah, loh. Kok tau bo gua bacanya sedang main ayam? haha

    ReplyDelete
  10. Ampun dah, renutan kulit ayam kaepcih. Nih kulit kaki gw lu makan !


    Ahahaha

    ReplyDelete
  11. "Ayam sorry ku takan love you lagi"

    Sebuah penggalan lirik lagu yang membuktikan ayam juga mulai masuk industri musik kita. Bahaya ini, bahaya.

    ReplyDelete
  12. Ya ampuuun diii kepikiran banget ngebahas ayam wkwkwkwk... Tapi yg kulit ayam, itu beneeer sekali :D. Krn aku termasuk yg lgs marah kalo kulit ayamku kemakan, pdhl udah sengaja disisihin trakhir hahahaha

    ReplyDelete

Kalo kamu suka sama tulisannya, jangan lupa untuk bantu share dengan tekan tombol sosmed di atas yaa. \:D/

Untuk yang mau main dan ngobrol-ngobrol, silakan add LINE di: @crg7754y (pakai @). Salam kenal yosh! \(w)/