Tuesday, October 24, 2017

SKENARIO FILM PENGABDI SETAN (dalam 5 menit)

Perhatian: tulisan ini terinspirasi dari skenario (dalam 5 menit) Isman HS. Skenario film Pengabdi Setan ini merupakan parodi dan tidak ada kaitannya dengan naskah film aslinya. Semoga, setelah membaca skenario pengabdi setan selama 5 menit ini tidak mengubah pandangan kita akan film aslinya. Amin.
--

INT. DAY - KAMAR IBU

IBU sedang berbaring lemah. Wajahnya pucat. Sudah tiga tahun ia menderita penyakit misterius ini. Penyakit yang, saking parahnya, membuat dia tidak bisa bicara. IBU menengok ke kamera dengan slow motion. Tatapannya tajam. Di bagian subtitle tertulis “INI BUKAN SARIAWAN LHO, YA! POKOKNYA PENYAKIT MISTERIUS! SEREM DAH!” Setelahnya, Ibu kembali loyo dan Terlentang lemas. RANI masuk.

RANI
Ibu kenapa?

IBU
(DIAM)

RANI
(menggoyangkan pundak, memegang dahi Ibu, lalu memegang pantat sendiri) SAMA, BU! IBU KENAPA? JAWAB?!

IBU
(menengok ke Rani pelan, lalu diam saja dengan tatapan kosong)

Di layar tertulis “LAGI TIDUR GANGGU AJE!”

RANI celingak-celinguk ke seisi kamar, mencari sesuatu yang dia pikir bisa membantu pengobatan ibunya. Di atas meja terlihat tumpukan obat. Tapi itu tidak penting. RANI hanya ingin IBU bisa bicara. Maka yang RANI ambil adalah... lonceng es dung dung. Rani menyerahkannya ke Ibu.

RANI
Bu, goyangkan lonceng ini kalau butuh apa-apa. Oke?

IBU
(menggoyangkan lonceng)

RANI
Ngerti kan, Bu?

IBU
(menggoyangkan lonceng)

RANI
BU JAWAB NAPA?!

CUT TO:

EXT. DAY - DEPAN RUMAH IBU

Dua anak SD sedang main sepeda. Mendengar suara lonceng, mereka teriak “BANG! BELI BANG!”
BACK TO:
INT. DAY - KAMAR IBU

RANI
DIAAAAM?!
DISSOLVE TO:

INT. DAY - RUANG KELUARGA

Terlihat seisi keluarga sedang berkumpul. Suasana hening. Ada AYAH, TONY, BONDI, dan IAN. Penyakit IBU membuat mereka tidak bisa berpikir apa-apa. Sound effect bunyi detak jantung. AYAH yang pertama bicara.

AYAH
Kalian tunggu Rani keluar kamar. Ayah mau pergi dulu sebentar... 5 bulan.

TONY
Mau umroh, Yah?

AYAH
Nggak juga sih. Mau beli pulpen sama kertas. Biar bisa ngobrol sama ibu.

BONDI
WAH KEREN ABIS! AKU BARU KEPIKIRAN!

AYAH
Ayah gitu lho! Ya udah. Ayah pergi dulu ya... (beat Ayah menatap kamera dengan sumringah seperti Komeng saat bilang “SEMAKIN DI DEPAN!”)

AYAH (CONT’D)
...5 bulan!

IAN
Hati-hati, Yah.

AYAH
Karena ini film horor dan kalian akan tinggal sama orang penyakitan, harusnya kalian yang hati-hati. Oh, tapi emangnya bakal ada kejadian apa, sih, sampai kalian pada butuh Ayah gini?

TONY
Banyak, Yah.

AYAH
Contohnya?

TONY
Aku gak bisa nentuin takaran air sama beras kalau masak make magic jar.

IAN
Aku belum bisa iket tali sepatu.

BONDI
Aku gatau cara bayar cicilan KPR!

AYAH
Ditanya malah pada jawab! Udah, Ton, kamu sisirin aja rambut Ibu! Yang lain... ngapain kek gitu. Yang penting jangan nemenin Tony. Biar efek seremnya kerasa.

AYAH akhirnya benaran pergi. Bondi dan Ian memasang wajah kecut karena membayangkan malam ini bakal makan pake nasi kebanyakan air lagi.

PENONTON #1
AERNYA SATU RUAS JARI! GITU AJA GAK TAHU! PAYAH!

PENONTONN #2
Eh, serius?

PENONTON #1
Seinget gue sih gitu...

PENONTON #2
Berasnya segimana?

PENONTON #1 mengangkat bahu.

PENONTON #1
Gu... gue ternyata payah juga...

INT. NIGHT - KAMAR IBU

TONY KE RANI
Kak, aku mau sisirin Ibu.

RANI
Alhamdulillah.

RANI pergi, dan, di belakang TONY, dia mencium kepalan tangan, lalu menghadap langit. Selebrasi.

TONY KE IBU
Aku sisirin ya, Bu?

IBU
(menggoyangkan lonceng)

TONY
Siap!

Sotoy abis Tony ini.

TONY (CONT’D)
Gimana, Bu? Enak kan disisirin Tony?

IBU
(ngacungin jempol)

TONY
(ngacungin kelingking) Eits. Aku yang menang, Bu.

Tony terus menyisiri rambut IBU. Sampai tiba-tiba tatapan IBU melotot. Badannya menegang. Tangannya berurat memegang lonceng.

IBU
(ngegoyangin lonceng dengan kencang)

TONY
(sambil terus nyisir) Iya. Tony juga sayang sama Ibu.

IBU
(ngegoyangin lonceng makin kenceng, tangannya gemetar)

TONY
Tahu nih banyak kutunya.

Sebelum penonton merasa obrolan ini seperti terjadi antara pak Haji Bolot dan cerminan dirinya sendiri, IBU terus menggoyangkan lonceng. Semakin lama semakin kencang. Sound effect intense. Badan Ibu mengejan. Kamera zoom in ke wajah IBU. Matanya seperti orang yang menahan sakit terlalu lama. Pelan-pelan, dari dahinya mengalir darah. Ibu menggoyangkan lonceng terakhir dengan pelan, lalu menjatuhkannya ke lantai.

TONY (CONT’D)
IBU?! IBU! MAAFIN TONY BU! Tony gak sadar kalau sisirnya nancep ke ubun-ubun!

IBU mati. Kamera berputar-putar ke seisi ruangan. Lalu zoom out ke atas. Memperlihatkan seluruh ruangan di mana ada Tony, Ibu, dan sisir yang menancap di kepalanya.

EXT. DAY - PEMAKAMAN

Lubang kubur sudah disiapkan. Mayat IBU telah diturunkan. Orang-orang sudah berkerumun. Semua meratapi nasibnya masing-masing; TONY yang memegang sisir menangis haru. IAN yang tali sepatunya lepas, BONDI yang megang struk cicilan KPR dan alhamdulillah, ada AYAH... megang kertas sama pulpen. Pemakaman sudah mau dimulai, tapi biar dramatis, RANI turun ke liang.

RANI
KENAPA IBU? KENAPAAA?!

RANI memeluk mayat IBU dengan kencang. Lalu tidak sengaja menendang salah satu kamera di liang kubur.

RANI KE SUTRADARA
Eh, sori sori.

SUTRADARA
Gakpapa. Alami itu. Jadi orang berasa di dalem beneran. KEEP ROLL!

RANI
KENAPAAAA?!

Musik Kelam Malam, lagu yang menjadi satu-satunya single hits IBU, mendadak terputar (sebagai backsound, bukan di kuburannya). RANI mencium kening IBU, lalu naik dan berdiri di samping AYAH... yang memegang kertas bertuliskan ‘GAKPAPA, NAK.’

Kamera close up ke IBU di liang. Matanya mendadak terbuka. Kamera zoom out sedikit, terlihat cetakan bekas bibir RANI di jidatnya. Liang kubur ditutup.

Bersambung...
Suka post ini? Bagikan ke:

15 comments:

  1. Buset. Yang bagian Rani nyamain suhu jidat ibu sama pantatnya sendiri, DURHAKA BANGET. Hahahaha. Lanjut, Di.

    ReplyDelete
  2. Hahaha. Lucu ini. Jadi makin pengen disisirin Toni. Terus aku jadi ngebayangin Bapak kayak pengemis di Amrik, bawa-bawa kertas ada tulisannya gitu...

    Rusak dah rusak ini imajinasi gara-gara Adi.

    ReplyDelete
  3. Ayah durhaka, jangan2 beli sampo abal2 hingga rambutnya kusut dan sisir nancep di ubun-ubun. Ini tidak adil bang..............

    ReplyDelete
  4. Mati tertancap sisir kan ya Tony pasti sengaja. Tony anak durhaka.

    ReplyDelete
  5. Ternyata terungkap siapa pembunuh Ibu sebenarnya.

    ReplyDelete
  6. BANGSYAAAT ini lucu banget. Lonceng es dung-dung, ga sengaja nendang kamera, dan masih banyak lagi. Asik nih kayaknya kalo angkat jadi film, skenarionya aja uda lucu, gimana filmnya 😂

    ReplyDelete
  7. wah, besok masuk layar lebar nih skenario.. haha

    ReplyDelete
  8. Belum nonton filmnya, bingung. :( Tapi pas dibayangin adegan-adegan kayak gitu kok tae juga, yak. Wqwq.

    ReplyDelete
  9. bgst, rusak sudah imajinasiku, bang adiiiiiiiii...

    ReplyDelete
  10. wkwkwk absurd abeezzzz,, bapaknya mau umroh XD

    ReplyDelete
  11. serius da ini aku kira review film`e
    nyata`ee

    ReplyDelete
  12. Harus kuakui kalau ide penulisanmu makin hari makin keren

    dan makin goblo, gue sekarang jadi kasian sama ibu setelah membaca tulisan ini. padahal gua sempat tiga kali mimpi buruk setelah nonton film aslinya -___-

    ReplyDelete

Kalo kamu suka sama tulisannya, jangan lupa untuk bantu share dengan tekan tombol sosmed di atas yaa. \:D/

Untuk yang mau main dan ngobrol-ngobrol, silakan add LINE di: @crg7754y (pakai @). Salam kenal yosh! \(w)/