Wednesday, May 10, 2017

Mengapa Orang Seperti Ahok Tidak Cocok Tinggal Di Indonesia

Terus terang, gue agak kaget saat tahu berita mengenai vonis Ahok yang harus dipenjara sampai dua tahun. Ahok, sebagaimana yang kita tahu, terkenal sebagai orang yang jujur, transparan, dan blak-blakan. Dia dianggap sebagai orang baik di antara berbagai politikus. Ribuan karangan bunga yang dikirim ke Balai Kota menadi bukti bahwa orang-orang menyukainya. Berita ini membuat banyak masyarakat sebal dan menyesali mengapa orang sebaik Ahok harus diperlakukan begitu jahat.

Kenapa, ya, orang baik kayak Ahok sering mendapat perlakuan tidak pantas?

Karena nggak ngerti politik dan hukum, gue coba memahami ini dari sudut pandang ilmu pengetahuan. Gue membuka laptop, membaca jurnal-jurnal sampai nggak bisa tidur. Kebetulan gue baca itu sambil ngopi Torabika.

Sampai di satu titik, gue menemukan sebuah kesimpulan. Gue tahu jawaban atas pertanyaan “Kenapa Ahok tidak cocok tinggal di Indonesia?” Ya, mungkin kamu tidak akan percaya tentang apa yang gue dapatkan. Bisa jadi kamu kaget dan mengumpat, ‘Anjrit, bener juga!’ Karena jawaban atas pertanyaan tersebut adalah: perempuan.

Belum paham?
Biar gue jelaskan.

Alasan kenapa orang-orang baik seperti Ahok tidak cocok tinggal di Indonesia adalah karena cewek-cewek Indonesia suka cowok badboy. Kita bisa lihat, sejak kecil, otak kita sudah dicuci oleh media yang membuat seolah-olah jadi badboy itu keren. Di televisi ada Anak Jalanan yang ngebuat cewek ngerasa keren kalo punya cowok yang doyan trek-trekan naik motor. Di buku, ada Dilan si anak sma geng motor yang bikin cewek tergila-gila. Berikut adalah grafik yang menunjukkan pengaruh cewek dengan banyaknya populasi badboy di Indonesia:


Kurva penawaran badboy

Dari kurva penawaran tersebut terlihat bahwa cowok badbboy sebelumnya berada pada titik A, di mana memiliki jumlah sebanyak Q1 dan harga sebesar P1. Tetapi, karena cewek pada naksir sama badboy, akhirnya harga (nilai) badboy meningkat menjadi P1. Dan sesuai dengan hukum penawaran, jumlah badboy pun meningkat menjadi sebesar Q2. Penawaran akan badboy pun meningkat dari yang sebelumnya berada di titik A menjadi di titik B.

Secara sederhana, banyaknya jumlah badboy yang ada terjadi karena permintaan badboy dari cewek-cewek tinggi. Sebaliknya, permintaan ini mengurangi populasi cowok baik di Indonesia. Ironisnya, yang sebenarnya membuat cewek suka sama badboy bukanlah semata-mata karena dia badboy. Tapi karena dia badboy… dan ganteng.

Bayangkan kalau sosok Dilan yang ada di buku mukanya tidak setampan yang kita kira. Gimana kalo Dilan di buku itu sebenarnya kayak… Pak Haji Bolot sewaktu muda? Pandangan kita akan badboy pasti berubah.

Supaya lebih gampang membayangkannya, gue akan tunjukkan dengan pemeran Dear Nathan yang sama-sama badboy (karena pemeran Dilan belum ketahuan) di filmnya:

badboy tapi ganteng

badboy tapi pak haji bolot

Dialog dalam film pun menjadi tidak keren lagi..

[Dilan dan Milea boncengan di motor kebut-kebutan]

Dilan: Rindu itu berat. Kamu nggak bakal kuat.
Milea: Boleh. Soto babat di mana?

Lah jadi kagak nyambung…

Karena susah ngobrol di atas motor, akhirnya mereka diem-dieman. Milea memeluk Dilan, kepalanya senderan di bahu Dilan. Dilan kepalanya miring-miring ke kiri gara-gara helmnya kepentok helm Milea. Sampe rumah, Dilan kena parkinson. Sedih..

Sejak kecil otak kita sudah ditanamkan bahwa menjadi berandalan itu keren. Akhirnya, saat SD kalo ketemu temen bawannya pengin bilang, ‘Yanto!’ karena Yanto adalah bokapnya temen kita. Biar apa? Biar kesannya keren aja di mata cewek-cewek.

Sewaktu SMP, yang sering nongkrong sama cewek primadona sekolah adalah cowok gaul yang hobi bolos pelajaran. Cowok baik sulit mendapat akses ke dalam pergaulan cewek cakep. Akhirnya cowok baik hanya bisa di rumah. Belajar setiap hari. Begitu ujian, cowok baik harus bantuin cowok berandalan supaya besoknya nggak dikucilkan dan dikirimin meme “KATANYA TEMEN, PAS UJIAN PURA-PURA BUDEG” lewat grup LINE kelas.




Sejak kecil, menjadi cowok baik sudah menjadi kendala tersendiri bagi kita.

Begitu masuk SMA, kita bisa lihat kasus bully. Dan kebanyakan korban bully adalah orang-orang baik. Sangat kecil kemungkinannya orang jahat di-bully di Indonesia. Gue belum pernah liat preman Tanah Abang dibully. Pisonya dioper-oper lalu disorakin, ‘Hahaha piso murahan!’ terus pisonya dipatahin pake kaki. Pahanya berdarah. Premannya jongkok, nangis, lalu dikencingin beramai-ramai.

Begitu salah menjadi orang baik di Indonesia. Sudah sulit diterima pergaulan, kami masih harus dipersulit dengan aturan-aturan tidak tertulis dalam dunia asmara. Kalau kami baik sama satu orang, cewek langsung menganggap PHP kalo nggak jadian. Sekalinya baik ke banyak orang, dianggap brengsek dan playboy. Emangnya apa salah kami? Kami kan cuma orang baik biasa yang cumlaude (lah sombong?).

Bukti-bukti di atas jelas menggambarkan bahwa cewek menjadi alasan mengapa orang baik seperti Ahok tidak cocok dan sulit diterima di Indonesia. Dengan kejadian yang ada saat ini, gue hanya bisa berharap semakin banyak cowok yang semangat dan lahir menjadi Ahok-Ahok baru dan tetap setia menjadi cowok baik. Dan di saat mereka mulai muncul, tolonglah… yang cewek pada naksir gitu.
Suka post ini? Bagikan ke:

41 comments:

  1. Menurut saya, Ahok termasuk badboy. Hahaha. Dan Ahok udah disukai sama cewek-cewek Twitter. Tapi badboy kan banyak musuhnya. Boy aja dimusuhin sama Willy Dozan.

    ReplyDelete
  2. Anjir! Kurva penawaran ampe keluar. Ntap! Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena itulah pentingnya data dan fakta.

      Delete
  3. Tolong sumber data dan fakta yang mendukung penjelasan teori kurva itu dimuat. Biar tidak terjadi perselisihan diantara netizen.

    ReplyDelete
    Replies
    1. KAN GAK PAKE DATA DI SITU KAPUR BARUS!

      Delete
  4. Gue malah merasa tersindiri dengan meme itu. Hahaha. Lagian nggak ada yang manggil gue, jadinya gak perlu nengok.

    ReplyDelete
  5. Semoga wajah Dilan tidak seperti yang dibayangkan Hahaha

    Kirain pembahasannya bakalan berat, eh ternyata... :D

    ReplyDelete
  6. Replies
    1. bad=jelek boy=anak laki-laki.

      jadi badboy itu, anak laki-laki jelek.

      Delete
  7. Mantap. Pake kurva segala lagi. Jadi kaya penelitian ilmiah. Ha ha.

    Duh jadi ngedadak pengen jadi bad boy nih. Thanks inspirasinya bang adi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena penelitian ilmiah adalah nama tengahku. Panggil aku Adi Penelitian Ilmiah.

      Delete
  8. Walaaahhh.. perempuan lagi, perempuan lagi yang disalahkan. *Meh*

    Padahal pilihan jadi 'Badboy' atau 'Goodboy' itu cuma se-simple, pilihan makan nasi pakai tempe atau pakai pizza :-P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terus terang, gue nggak ngerti sama komen di atas.. :(

      Delete
  9. Hormatilah sistem dan hukum yang berlaku di negara tercinta ini.

    ReplyDelete
  10. Pak ahok malah bisa dibilang bad boy. suka menggunakan kata-kata kasar. langsung tindak yang menurutnya salah tanpa perlu dikasihani. terlihat kejam walo benar. cewek di sini suka bad boy, makanya banyak yg ngebela. karena cowok "baik2nya" gak terima si badboy jadi primadona, makanya ampe diminta dipenjara dan didemo~

    ReplyDelete
    Replies
    1. LANGSUNG TINDAK YANG MENURUTNYA SALAH YA BERARTI ANAK BAIK-BAIK. WALOPUN BELOM TENTU BENER ITU SALAH APA KAGAK JUGA SIH.

      Delete
  11. 'Kebetulan gue baca itu sambil ngopi Torabika'. Iklan yang sangat terstruktur kehadirannya.

    Tulisan ini sangat sarat data dan fakta. Datanya diperkuat oleh kehadiran kurva dan faktanya diperkuat oleh 'Yanto', entah ini bapak siapa.

    ReplyDelete
  12. Ini nih, intinya BangAd..i Pengen yang di kalimat terakhir.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehehe. *ketahuan *kabur ke Polandia

      Delete
  13. sepertinya itu bener banget yaaa...
    Ga gabisa bilang kalo pak Ahok itu good boy atau bad boy siiih...
    tergantung dilihat dari sudut yang mana.
    namun walaupun begituu,,
    gua tetep naksir berat kok sama pak Ahoook...

    ReplyDelete
  14. wqwq udah tarik nafas dalem-dalem, kiran bahasannya mau berat banget gitu, sampe udah siap-siap minta bantuan temen buat gotongan takutnya nggak kuat.

    ReplyDelete
  15. Anjir H Bolot jadi cowok badboy gak mecing banget.

    Baca judulnya udah ngeri isinya receh wkwkwk

    ReplyDelete
  16. Mau ngikut komen diatas ku, baca judulnya ngeri isinya receh. Tapi ya Di, kalau cewek2 pada naksir badboy, kenapa cowok2 gak naksir bad girl sih? Awkarin misalnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang naksir badgirl itu badboy. Karena cowok baik akan mendapatkan cewek baik pula. *anjir mendadak bijak

      Delete
  17. Anjir ada kurva penawaran segala. Udah kayak jualan. wkwk.
    Tapi gue suka sih sama pak ahok, cuma gatau aja dia badboy apa goodboy wkwk
    Asal jangan goodbye aja kita. *lah ga nyambung

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang penting makannya goodtime *lah malah iklan

      Delete
  18. yeay!


    aku ngga mudeng haha
    apakah ini semcama teori ekonomi? jika iya, maaf-maaf ni saya anak desain jadi ngga mudeng mbaca kurva di atas XD wkakak

    ReplyDelete
    Replies
    1. WELCOME! KARENA SAYA JUGA NGGAK NGERTI (lah yang nulis siapa?).

      Delete
  19. beneran, lucu banget tulisan lu om
    wkwkwkwk

    gw baca2 lagi ya
    wkwkwkw

    ReplyDelete

Kalo kamu suka sama tulisannya, jangan lupa untuk bantu share dengan tekan tombol sosmed di atas yaa. \:D/

Untuk yang mau main dan ngobrol-ngobrol, silakan add LINE di: @crg7754y (pakai @). Salam kenal yosh! \(w)/