Thursday, March 2, 2017

Tidak Merasa Bersalah Dengan HOOQ

review film jomblo


Ayam raksasa itu lari kocar-kacir. Berusaha kabur dari kejaran satpam ke taman, ke koridor, ke ruang tata usaha, sampai kemudian, secara tidak sengaja masuk ke dalam ruangan gelap. Merasa sudah aman, si ayam melepas kepalanya. Kepala aslinya terlihat kecil dibandingkan kostum ayam putih yang ia pakai.

Ruangan seketika menyala,
ternyata itu kelas kuliah.

Situasi canggung. Si dosen yang merasa mabuk karena semalam menenggak obat penenang bertanya ke mahasiswanya. Semua bersorak dan mengiyakan keberadaan ayam random tersebut. Dan, di antara mahasiswa itu, ada seseorang yang ia cari. Perempuan yang ia ingin tahu alamat rumahnya. Perempuan yang mengisi pikirannya belakangan ini.

‘Ada pesanan untuk Lani, dari Happy Chicken,’ kata si ayam kepada dosen.

Semua diam.
Si ayam joget di depan kelas.

Situasi awkward.

Mungkin ini maksud dari perkataan Doni sebelumnya. Mengetahui Olip, sahabatnya, tidak berani kenalan sama gebetannya, Doni bilang bahwa cinta bisa saja datang, atau memilih, atau pergi. Tapi satu hal yang cinta tidak bisa lakukan: menunggu. Dan inilah yang menjadi alasan Agus nekat lari-lari keliling kampus menggunakan kostum ayam. Perasaan yang Agus rasakan, sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi.

Masalahnya, Agus punya pacar.

Adegan ini membuat gue terpancing untuk mengikuti jalan cerita film Jomblo ini. Gue butuh jawaban atas tiga pertanyaan: 1) Kenapa Agus melakukan ini? 2) Ke mana ini akan berlanjut? Dan 3) Agus ke dukun mana sampe laku gitu?

Dan sebuah pertanyaan lain: Jika cinta tidak pernah salah, kenapa ia bisa datang ketika perasaan itu sedang diberikan kepada orang lain? Kenapa sewaktu Agus masih sama Rita, pacarnya, perasaan itu bisa muncul ke orang lain? Suasana kamar hening. Gue menekan headphone, memasuki dunia empat sahabat ini lebih dalam lagi. Olip yang berperang dengan diri sendiri untuk kenalan sama Asri. Doni yang ternyata jadian sama gebetannya Olip. Bimo yang kalo mabok ngebayangin wayang (iya ini gak penting). Serta Agus yang ada di persimpangan. Harus memilih antara Rita atau Lani.

Satu hal yang gue sadari adalah, Agus bertemu Lani saat hubungannya dengan Rita mulai renggang. Seperti yang Agus katakan saat bersama Rita, bulan pertama pacaran itu indah banget. Tapi, lama-kelamaan semua mulai berubah. Bulan berikutnya menjadi “masa adaptasi” bagi keduanya. Bulan kedua Agus harus dorong-dorong trolley nemenin Rita belanja. Bulan ketiga tontonan bola dan tinju favorit Agus harus diganti sama sinetron. Pokoknya, hidup Agus dipenuhi kebiasaan perempuan. Kalau begini terus, lama-lama Agus pipisnya jongkok. Sampai kemudian, sifat cemburuan Rita keluar. Di saat inilah sosok Lani datang. Dan ia merasa ada yang berbeda di dalam diri Lani.

Setelah gue pikir-pikir lagi, kayaknya sifat manusia emang gini deh. Ketika kita sedang mengalami masa suram. Terkena macet, misalnya. Kita emosi dan ingin segera pergi. Segera pindah ke jalanan yang sepi. Itulah sebabnya begitu jalanan di depan perempatan lengang, kita langsung tancap gas. Bahkan biar menambah kesan ngebut, beberapa orang nambahin sound effect sendiri pake mulut, ‘NGEEEEENNGG!!’

Lani mungkin jalanan di sebelah kanan yang lengang dan membuat Agus ingin segera pindah karena sudah lama “macet-macetan” sama Rita. Masalahnya, kita tidak tahu, apakah jalanan itu akan tetap lengang sampai ujung, atau sama dengan yang kita jalani sekarang. Atau malah ada motor yang knalpotnya nembak-nembak ke muka.

Agus pun menjalani keduanya.

Cerita terus berlanjut. Agus tetap pacaran sama Rita, dan sembunyi-sembunyi sama Lani. Sampai akhirnya Agus mengajak Lani pergi ke kafe untuk pertama kalinya. Di sini Lani tampil cantik. Ia ingin terlihat spesial untuk Agus. Situasi ini jelas bikin gue bilang: ‘KATANYA CEWEK KALO DANDAN BUAT DIRI SENDIRI?! HALAH NGIBUL!’

Suasana sepi. Agus dan Lani duduk berhadapan. Backsound mengalun pelan.

‘Saya mau putus,’ kata Agus. ‘Dan kita jangan ketemu lagi.’

‘Boleh aku tahu kenapa?’

Agus menunduk sebentar, kemudian menatap dalam mata Lani. Dia bilang: ‘Kayak guru matematika aja lu!’

‘Gimana?’

‘Saya mau putus,’ Agus menarik napas panjang. ‘Soalnya sayang sama Rita. Dia juga sayang sama saya. Saya sadar kamu tuh lebih dari dia, tapi itu bukan alasan seseorang untuk putusin pacarnya.’

‘Kata kamu aku lebih baik. Bukannya tiap orang mau yang terbaik?’

‘Iya. Tapi…’ Agus diam sebentar, lalu dengan ragu menjawab, ‘Kalau semua orang terus cari yang terbaik, suatu saat nanti juga saya bakal ninggalin kamu.’

Pernyataan Agus ini bikin gue diam lama. Gue menekan layar, mem-pause film yang sedang berputar. Lalu mikir sendiri. Gue juga sekarang baru aja menjalin hubungan sama seseorang. Dan, sama kata Agus sebelumnya, masa awal pacaran emang indah banget. Bawaannya kepikiran terus. Pengin bareng-bareng terus. Kalo salaman sama bokapnya pengin bilang, ‘SAYA TERIMA NIKAHNYA!’ Intinya, sama kayak yang dibilang Agus, gue bahagia banget. Lalu gue mencoba mikir lebih jauh. Mungkin dia emang bukan cewek tercantik, atau tersemok, atau ter-ter-ter yang lain. Tapi kalau kita selalu mencari yang lebih baik, yang lebih baru, yang lebih terus, mau sampai kapan? Ini kan yang menjadi masalah semua orang? Kita selalu merasa ingin memiliki lebih dari yang kita punya. Kita tidak pernah merasa cukup. Di awal hubungan ini, gue udah bilang kalau gue mau serius sama dia. Gue mau coba jadi orang yang terbuka. Mau cerita tentang hal-hal yang mungkin banyak orang tidak tahu. Karena sama yang sebelumnya, gue lebih banyak menyimpan itu sendirian. Dan itu nggak enak. Kayak ada semacam perasaan bersalah ketika kita justru tidak bisa percaya sama orang terdekat kita. Gue tahu ini masih sangat jauh, tapi yang pasti, gue tidak mau kembali menyimpan perasaan bersalah itu.

Gue menyelesaikan film Jomblo di layar ponsel, menutup aplikasi HOOQ,
dan berharap dia juga begitu.

nyantai nonton hooq aplikasi video streaming di  rumah

--
Belum lama ini gue emang lagi demen ngulik HOOQ. Aplikasi video streaming on demand. Gampangnya, HOOQ ini aplikasi buat nonton film dengan cara streaming. Ada beberapa hal yang bikin gue suka sama aplikasi kayak gini. Pertama, kalau Steve Jobs di pidatonya bilang bahwa iPod adalah perangkat yang bisa masukin 1000 lagu ke dalam kantung, HOOQ bisa masukin 10 ribu film ke dalam kantung. Ya, sepuluh ribu. SEPULUH RIBU COY! SINTING! KALO BELI GORENGAN DAPET LIMA! (lah terus kenapa?). Anggap satu film berdurasi dua jam. Itu berarti 10 ribu film sama dengan 20 ribu jam. Atau 833 hari. Atau itu berarti… beres nonton mata putih semua.

Dengan banyaknya jumlah film, udah pasti pilihannya bervariasi. Mulai dari serial Supergirl yang tayangnya beneran real time, The Mentalist, sampai yang lawas kayak Friends. Film-filmnya dari You’ve Got Mail, 50 First Dates, Final Destination, sampe The Avengers. Lucunya (atau kerennya), si HOOQ ini punya koleksi lengkap film-film Indonesia. Mulai dari AADC 2 (yang baru ada di HOOQ doang), sampai yang jadul banget kayak Warkop juga ada. Film Jomblo yang gue tonton barusan padahal termasuk film lama yang gue gatau harus nyari ke mana, eh ternyata ada aja. Dua film yang tidak sengaja gue temukan dan pengin tonton lagi adalah serial Selfie yang jadi salah satu favorit gue. Serta Panji Manusia Milenium. Yang penting jangan gabung jadi Panji Manusia Selfie aja.

review aplikasi hooq streaming video

Hal menarik lainnya tentu karena bisa dibawa ke mana-mana, kita gak bakal mati gaya kalo pas megang hape. Tinggal colok headset, idupin HOOQ, lalu tinggal bilang, ‘Enyah kau society!’ Hehehe. Ini cocok banget buat pemalas kayak gue. Kalo lagi di rumah, tinggal bangun, nyalain laptop, buka website-nya dan tonton sampe mata keriting. Kalo lagi males banget, ya rebahan aja di kasur, nonton di hape. Muahahah!

cinemagraf nonton hooq di stasiun

HOOQ ini juga bisa jadi sumber utama kita supaya nggak mati gaya di tempat umum. Kita kan sering banget nemuin mbak-mbak nonton drama korea di kereta gitu. Dengan HOOQ ini, gue gak mau kalah! Huahahaha! Begitu sampai stasiun, gue langsung buka HOOQ. Turun sampe peron, buka HOOQ lagi. Pas di dalem kereta, buka HOOQ… sambil mencet idung nahan aroma ketek penumpang lain.

cinemagraf nonton hooq di stasiun

Salah satu poin penting yang ada di HOOQ adalah, filmnya bisa di-download! Jadi sebelum pergi, ya download dulu biar hemat kuota. Bisa pake internet di rumah, atau nebeng WiFi tempat kerja, atau di rumah gebetan. Ini jelas akan menjadi poin plus di mata gebetan. Nanti tinggal bilang, ‘Nonton yuk?’ lalu kalau dibalas, ‘Tapi kan sekarang tanggal tua, aku nggak punya uang?’ tinggal kamu sambar, ‘YA NONTON DI HOOQ LAH! FILMNYA ANJAY! A EN JE A YE!’

Sambil nge-HOOQ, gebetan pun berhasil di-hook. Mantap!

biaya paket berlangganan hooq video streaming


Buat orangtua yang mau ngawasin anaknya, HOOQ emang belum dilengkapi dengan “mode anak”. Tapi bukan berarti si anak bebas nonton apa aja. Di dalamnya kamu bisa pilih kategori film Toddler, atau Little Kids, atau Big Kids. Film-filmnya udah disaring khusus untuk yang anak-anak.

review aplikasi hooq streaming video


Poin penting dari aplikasi ini buat gue adalah, HOOQ menjawab kegelisahan gue akan tontonan resmi. Sejujurnya, dari SMA gue suka nonton film bajakan. Seiring berjalannya waktu, gue mulai meninggalkan kebiasaan itu dan beralih ke download film atau menonton online dari website. Masalahnya, gue baru tahu kalau ternyata itu sama dengan pembajakan. Secara tidak langsung, ini dianggap ilegal alias tindak kejahatan. Sama kayak pake narkoba atau ninggalin tidur pas lagi seru-serunya chattingan. Jahat.

Lebih parahnya, setelah gue cari tahu lebih dalam, nonton film dengan cara seperti ini berarti melanggar Undang-Undang Hak Cipta pasal 72 ayat 1. Hukumannya? Pidana penjara minimal 1 bulan maksimal 7 tahun dan atau/ denda minimal 1 juta maksimal 5 MILYAR. Udah gilaaaa! Mana mau gue kena begituan. Ngebayangin gue diem doang sendirian di dalem penjara. Serem abis. Mending terpenjara cinta deh.


hukum mengunduh film bajakan


Gue jadi inget jaman di mana gue demen banget nonton film bajakan. Mungkin sewaktu nonton gue masih hepi-hepi aja. Tapi begitu ketemu temen dan ditanya, ‘Nonton di mana?’ gue langsung kelabakan. Mau jawab jujur bajakan, tapi kok nggak enak. Mau bilang di bioskop, tapi males ditanya yang lain-lain. Sama kayak gue dan hubungan gue di masa lalu, gue semacam punya perasaan bersalah ketika harus diam dan nggak cerita yang sebenarnya. Takut aja begitu ngaku, temen gue bales dengan, ‘Nonton di bajakan? Oh… TANGKAP DIA!’ lalu temen-temen polisinya loncat dari semak-semak, ngeluarin borgol, terus masukin gue ke penjara. Horor.

Untungnya sekarang hal itu tidak akan terjadi. Gue malah bisa nonton di mana aja dan kapan aja.
Dengan HOOQ, gue tidak perlu merasa bersalah lagi.  
Share:

36 comments:

  1. Goks. Pantes di grup nanya film mulu lo.

    Gue gagal fokus di gif yg kereta, tau2 ada mas2 pake peci putih nongol di depan pintu. Goks!

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahanjir.. sama.. keknya dia balik umroh deh.

      Delete
    2. salah ih,
      itu baru balik setelah ikut aksi damai.

      Delete
    3. Iya itu pas banget mas-masnya menatapku penuh cinta. \:p/

      Delete
  2. Ealaaah lagi review ternyata, dari awal ilustrasi uda nebak sih di itu film jomblo hahhahaha,
    Klo film jadul macem di sini ada setan ama tusuk jelangkung masih ada gak ya? Susah banget mau nonton ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah anak lama nih. Hahaha nggak tahuu. Gue mana berani nonton film begituan, jadi nggak pernah nyari yang horor-horor. \:p/

      Delete
  3. Baru nyobain Hooq juga gara-gara banyak blogger yang review ini. Emang koleksi film Indonesianya banyak. Mantep.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sampe sinetron juga ada astaga. :))

      Delete
  4. owh gitu toh mas, nanti bisa tak coba nonton pake hooq hehe...

    ReplyDelete
  5. Gue lagi bingung antara mau nyobain Hooq atau netflix. netflix kayaknya keren, deh. Tapi hooq juga keren karena ada film-film Indonesia yang pengin di tonton tapi ga sempet. Kalau dari segi harga, jelas, Hooq yang lebih murah daripada netflix. Tapi netflix ga kalah keren juga. Menurut lo, gue bakal pilih yang mana, Di? *ini soal tebak-tebakan*

    ReplyDelete
  6. Sebuah pertanyaan yang mengusik sanubari sedari tadi, itu knalpot motor yang nembak-nembak ke muka krnapa bisa gitu ya?

    ReplyDelete
  7. Yaaaakkk ternyata eh ternyata perannya lari ke HOOQ yoo? Baru tau itu HOOQ bolehlah boleh pasti ntar tak coba hahaha.

    Btw ini bang adi yang dulu pernah motoin juga bukan? Yang dari TH grup? Kalau bukan maaf-maaf aja yaa salah sambung berarti hehehe. Oiya salam kenal juga yaa kenalin nih biasa dipanggil mba nana, sukanya jalan-jalan ke blog orang terus ninggalin sampah komen biar disampahin balik huahahaha XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Motoin apa? Bukan deh kayaknya. Muahahaha. \:p/

      Delete
  8. Nonton pilem aja tinggal streaming ya, jaman sekarang napa ena nget sih jadi bahagia hahaha. Btw, ini lomba ya Di? Sakseuus! Juara lah ini mah hihihi ><

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya apa-apa streaming tinggal tiduran pake wifi. Muahaha. :))

      Delete
  9. gue sering download film ilegal, bukan cuma dosa yg dapet yah, ternhyata tindak kriminal juga. heuh.. mulai sekarang kudu beraloih ke hooq kali neh. wedeeh..

    ReplyDelete
  10. emang HOOQ jadi solutif banget nih buat pecinta film, heeee
    jadi banyak pilihan ...............

    ReplyDelete
  11. Barangkali bisa diadakan kopdar hooqers. Ketemu. Nonton bareng di aplikasi hooq masing-masing. Gak guna anjur.

    ReplyDelete
  12. kuota HOOQ numpuk terus tiap beli paketan, mau digunain ternyata harus bayar ya...
    padahal banyak film2 asyik berbahasa Tagalog...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini maksudnya lagi sombong apa gimana ya?

      Delete
  13. njirr hobi amat nonton film bajakan :v.Kalo pake HOOQ gak perlu lagi dah.

    eh btw,nama aplikasi nya unik ya "HOOQ".

    ReplyDelete
  14. Aduh, ini nih hal-hal yang bikin pengin protes ke provider minta turunin harga kuota. :))

    Eh iya, denger-denger film Jomblo mau dibuat ulang ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. apalagi kalau hpnya blm support 4g.
      sedeh :'(

      Delete
    2. ((minta turunin harga kuota)). Pake wifi udah paling bener deh. \:p/

      Delete
  15. download di hooq sama kayak download di webste bajakan gitu nga sih?
    filenya lebih gede atau lebih kecil?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enggak. Miripnya kayak download musik di aplikasi streaming musik. Jadi cuman bisa disetel di HOOQ. 1 film sekitar 1GB deh.

      Delete
  16. Replies
    1. Bisa pak, kan aplikasi. Kalo dipenjara itu pelaku kejahatan.

      Delete
  17. Malah fokus ke bapak-bapak yang muncul di pintu kereta :(

    ReplyDelete

Jangan lupa follow keriba-keribo dengan klik tombol 'follow' atau masukin email kamu di tab sebelah kanan (atau bawah jika buka dari hape). Untuk yang mau main dan ngobrol-ngobrol, silakan add LINE di: @crg7754y (pakai @). Salam kenal yosh! \(w)/