Monday, May 30, 2016

Dari Sapi, Untuk Jakarta

sapi idul kurban

Jakarta 2016. Akhirnya bisa juga dateng ke tempat ini. Magnet dari perputaran uang. Bisnis, kriminalitas, dunia malam. Sumber kehidupan dari puluhan, atau ratusan, atau jutaan kepala keluarga. Penghasil ekonomi, gejolak politik terbesar, pusat teknologi canggih. Bentar, bentar. Ini kok kayaknya kepinteran ya buat gue?

Jakarta 2016. Matahari pelan-pelan sembunyi ke belakang gedung pencakar langit. Orang-orang berkemeja terbenam dari lobi kantor. Tidak ada New York hari ini.

Bentar, bentar. Terlalu puitis.

Jakarta 2016. MOOOOOOO!!

Nah, ini yang gue suka. Sederhana, dan sungguh tidak bermakna.

Ini pertama kalinya gue dateng ke Jakarta. Setiap tahun, Jakarta emang banyak butuh makhluk seksi seperti kami. Dan tahun ini, akhirnya giliran gue. Gosip di kampung pada bilang kalau sapi-sapi yang dibawa ke Jakarta ga pernah balik. Tapi gue udah pasrah. Hidup dan mati hanya di tangan Tuhan… dan tukang gorok sapi.

Kesan pertama gue ketika sampe Jakarta: biasa aja. Gue pikir orang Jakarta sekeren yang terlihat di tv. Bisa mengubah dunia lah. Ini lah. Itu lah. Ternyata itu di tv doang. Aslinya? Masih banyak tuh yang berak jongkok di wc duduk. Mendingan gue lah! Boker di jerami. Hehehehe.

Tapi, walaupun begitu gue bahagia banget bisa sampe sini. Katanya, di sini, sebagian kaum kami ada yang diperlakukan dengan istimewa. Ada yang dipijet-pijet, didengerin musik klasik, dihidangkan dengan harga mahal. Oke, gue mulai bingung harus bangga atau menangis…

Dan karena udah sampai sini, sebelum berakhir tempat pemotongan, gue bakal minta ke sopir buat ngelewatin istana merdeka. Karena gue mau protes! Ya, Anda tidak boleh komentar. Sapi juga manusia! Oke, bukan sih. Tapi tahu kan maksudnya? Makanya nyusu biar pinter!! Ya udah lah. Intinya, gue telah mempersiapkan daftar protes dan akan gue bacakan saat ini juga! Kami akan demo! Mooo!!

Dengarkan ini wahai pemerintah! Selama ini kami diam! Selama ini kami hanya bergeming menunggu momen yang tepat! Dan sekaranglah waktunya! Sekaranglah saat yang tepat untuk bersuara! Moooo! Kami, para kaum sapi, sudah muak dijadikan bahan olok-olokan! Mungkin kami gendut! Kami suka make tindik di idung, tapi kami tidak pernah menyakiti kalian! Kami tidak pernah menuntut aneh-aneh kepada para pemilik kami. Ga pernah liat kan, begitu peternak masukin rumput ke depan mulut kami, lalu kami semua protes, “HALAH RUMPUT MULU?! SEKALI-KALI LONTONG SAYUR DONG!!” Enggak kan?! Hah? Hah? Selama ini kami sabar menghadapi Anda semua, Bung!

Tapi tidak untuk kali ini!

Kami tidak terima jika kalian suka ngatain sesama manusia dengan bilang, ‘Eh, sapi lo ya!’ atau ‘Dasar lo sapi!’ atau ‘COW SAPI!! BAPAKLO KEBO!!’ Hidiih. Enak aja bawa-bawa kebo ke kehidupan kita. Emang kita sapi apaan…

Kami tidak terima! Emangnya kita seburuk itu sampai dibuat bahan olokan? Gabisa apa make nama spesies sendiri? ‘Dasar lo Dodi!’ atau ‘Eh Wijayanto lo ya!!’ Silakan ledek spesies kalian dengan nama kalian sendiri. Anda sudah terlalu sering membuat kami menangis..

Protes kedua kami adalah, gunakan nama spesies kami sebagai kalimat waktu latah. Ya, itu adalah permintaan kami. Memang terkesan agak iri, tapi itulah faktanya! Kalian, termasuk lo, Ruben Onsu, gue ga seneng ya kalo lo latah malah tereak, “AYAM! AYAM! AYAM!!” Hellooow, Sapi lebih keren kali dari ayam. Harganya jauh lebih mahal, tapi kenapa lo malah inget ayam waktu dikagetin? Waktu di Sumedang, di peternakan itu, gue denger katanya lo sering latah ayam karena takut ayam ya? Idih, apa coba yang perlu ditakutin dari ayam? Udah mukanya jelek, kampungan, rambutnya Mohawk semua lagi! Emangnya lo ga takut sama kami? Sini, terima sepakan kaki belakang gue. Pokoknya, begitu nanti gue nonton tv, gue harus udah liat lo dikagetin dan menjerit, ‘SAPI! SAPI! SAPI!’ Mudah-mudahan semua itu terjadi sebelum gue menjadi gulai.

Permintaan ketiga kami adalah, JANGAN SEKALI-KALI GUNAKAN KAMI SEBAGAI BAHAN PERTANYAAN ALAY!! Sumpah ya kami ga tahan. Kenapa sih kalian, para manusia ini, ga pernah kreatif? ‘Sapi, sapi apa yang bisa buat nulis?’ Lalu yang ngasih tebakan ketawa ngikik sambil bilang, ‘Sapidol!!’

SUMPAH ITU GA ADA LUCU-LUCUNYA!!

Dengan ini kami menyatakan protes! Pokoknya, mulai disebarkannya protes ini, setiap kali mendapat tebak-tebakan norak kayak gitu, kalian harus pada jawab, ‘GA ADA SAPI YANG DIPAKE BUAT NULIS!! NULIS MAKE PULPEN FASTERR?!!!’

Oh ya, gue baru inget. Ada satu lagi tebak-tebakan kampungan: ‘Sapi sapi apa yang bisa nempel di dinding?’ Dan jawabannya ‘Sapiderman.’

WHO THE HELL IS SAPIDERMAN??? (Maaf, kalo lagi ngamuk gini gue suka tiba-tiba jago bahasa inggris). Tolong jangan catut nama kami untuk kesenangan kalian semata. Sapiderman? Maksudnya gabungan sapi dan spiderman? Kalo spiderman bisa ngeluarin jaring dari tangan, terus Sapiderman bisa ngeluarin jaring dari mana? Payudara? Hah? Mikir dong! Minum susu makanya biar pinter!!

Oke, truknya udah mulai melambat. Kecepatannnya sama kayak otak pejabat di negeri ini. Kayaknya udah mau sampe deh. Dan itu berarti tidak berapa lama lagi gue bakal tewas. Ini jihad teman-teman sapi! Jangan takut! Yang perlu kita takutkan adalah kita ga bakal tahu Ruben Onsu masih kaget ‘AYAM! AYAM! AYAM!’ atau enggak. Tapi jangan khawatir, mudah-mudahan teman-teman sepersapian kita di kampung pada mencari tahu.

Berhubung waktu sudah semakin singkat, gue mau lo semua, manusia, tatap mata sapi dalam-dalam. Lihatlah bola mata kami. Pandang dengan jeli. Udah? Oke, emang suka ada beleknya dikit, tapi bukan itu poin gue. Perhatikan warna mata kami! Apa? Item kan?

TERUS KENAPA TELOR CEPLOK YANG KUNING ITU DIBILANG TELOR MATA SAPI?!

Dari mana kalian bisa ngarang gitu. Tolong lah. Di luar negeri aja nggak ada yang namanya Cow’s eyeball egg. Tidak ada!

Kalo yang kuning ini nih:

mata kucing kuning


Atau ini:

dijah yellow fenomenal


Duh, truk sudah berhenti. Untung di depan masih macet. Kayaknya tinggal satu belokan dan nyawa kami, para sapi yang tidak pernah kalian hargai ini, akan berakhir. Tapi, di sini, di atas truk yang bertuliskan ‘Kutunggu Jandamu’ ini, gue ingin memberikan sebuah rahasia. Kalian mungkin tidak percaya ini, tapi kami mendapatkan fakta ini dari sumbernya langsung. Siapa? Kami, para sapi sendiri.

Faktanya tersebut adalah: Lima permen milkita tidak sama dengan segelas susu. Kalo pake gelas extra joss.

Kami harap setelah mengetahui fakta ini kalian tidak lagi tertipu. Mudah-mudahan semua protes kami didengar. Kalau tidak, rasakan harga kami yang semakin mahal! Dan begitu lebaran nanti… Eh, lebaran… Itu beda ya sama Idul Adha? Yang ajang penggorokan kaum kami? BERARTI GUE MASIH SELAMET!! TERIMA KASIH TUHAN!!! JIHAD KAMI TIDAK SIA-SIA!! MOOOO?!!


Dari Sapi,
untuk Jakarta. 


ps: postingan ini dibuat atas tantangan gambar di line keriba-keribo. Jadi, gue minta temen-temen untuk mengirimkan gambar dan gue bikin ceritanya. Makasih Gending Serani buat gambar sapinya! \(w)/ 

pps: Foto sisanya diambil dari google.
Suka post ini? Bagikan ke:

Sunday, May 29, 2016

Foto-Foto yang Mengungkap Segalanya...

kresnoadi ulang tahun


Gara-gara jailin temen dengan nyebar foto masa kecilnya di salah satu grup LINE, gue malah jadi penasaran sama foto gue sendiri pas masih kecil. Akhirnya, tengah malem begini ngobrak-ngabrik lemari di ruang tv. Dan hasilnya… ketawa cekikikan sampe bokap kebangun dan keluar kamar. Muahahaha.

Sejujurnya gue ga begitu inget semua cerita dibalik foto-foto itu, tapi kalo dikasih kesempatan buat mengarang bebas, ini dia:

Foto pertama, yang paling atas itu, kayaknya cuma satu dari sedikit foto yang bisa gue inget. Jadi, ketika itu gue lagi ulang tahun. Dan, dibawalah gue ke salah satu restoran di jawa tengah. Waktu itu, gue udah ngebet banget pengin nyobain yang namanya ‘prosesi tiup lilin’. Di dalam kepala gue, terngiang-ngiang wajah girang balita-balita lain sewaktu niup lilin kue ulang tahun.

Dan saat itu adalah kesempatan gue.

Sebagai anak super stylish (lihatlah betapa gahulnya gue, make kemeja bergambar bendera Amerika), gue dengan semangat jalan ke depan meja dengan kue ulang tahun super gede. Keluarga berdiri di depan gue, teriak, ‘Tiup! Tiup! Ayo tiup lilinnya!’ Bokap di sebelah nyokap, memegang kamera. Bersiap mengabadikan adegan bersejarah itu. Di belakangnya, ada Abang gue, gue lupa lagi ngapain. Tapi mudah-mudahan enggak ngibarin bendera slank.

Di momen-momen bersejarah itu, gue udah jerit-jerit kesenengan. Ngeliat lilin di depan, gue bersorak, ‘Hore! Ada lilin di depan!’ (Ya, otak gue emang cetek).

Jadilah di depan keluarga besar, dengan antusiasme tingkat tinggi, gue membuka mulut. Di saat ini, tiba-tiba gue baru nyadar: ‘GUE GATAU CARA NIUPP?!!’ Sumpah, gue bingung harus ketawa atau nangis pas ngetik ini. Gue udah ngebuka mulut, tapi nggak tahu gimana caranya menghembuskan udara lewat mulut. Alhasil, gue malah kembali mengatupkan mulut, sambil berusaha keras menekan udara dari dalam. Hasilnya? Suara yang keluar malah ‘Brrrppp… prfffhh… Haaa… prffhfmm..’

Tidak ada angin yang keluar. Lilin masih mengobarkan api. Gue kembali membuka mulut dengan penuh nafsu, lalu menutupnya kembali sambil menggetar-getarkan bibir, ‘Brrrppphh… Prrfffhhmmm…’

Karena masih nggak mati-mati, akhirnya Abang gue maju, lalu meniup lilinnya.

Kalau ada pepatah yang mengatakan ‘Tidak ada usaha yang sia-sia’, pepatah itu bohong teman-teman.
Hina sekali gue waktu itu..

kresnoadi pembalap sepeda
kubalap kau dengan ketekku

Sejak foto ini, gue udah mulai tidak ingat dengan jelas momen apa yang ada di dalam gambar. Satu-satunya hal yang gue ingat adalah kucing belang hitam-kuning itu. Dia kucing pertama peliharaan nyokap. Hal yang membuat gue inget tentang si kucing itu adalah namanya. Si item-kuning itu punya nama yang macho abis: Dodi. Betul, tidak seperti nama kucing kebanyakan, kucing ini memiliki nama yang sangat manusia. Gue agak-agak ga kebayang gimana nyokap dulu melihara kucing dengan nama lintas spesies kayak gitu. Bayangkan ketika kucing ini boker sembarangan, lalu nyokap ngamuk sambil bawa-bawa sapu buat ngusir dia, ‘DODI KAMU NIH BERAK-BERAK TERUS YA?!! KELUAR KAMU!! KELUAR!!’ Tetangga yang denger pasti menyangka kalau nyokap punya anak yang tidak beretika… dan punya penyakit pencernaan.

Terlebih ketika nyokap lagi asyik nonton tv selonjoran di lantai, lalu si Dodi naik ke perut nyokap. Bayangkan kata-kata yang akan keluar dari mulut nyokap dan perasaan orang-orang yang mendengar! 'Ih Dodi kamu ngapain naik-naik ke perut aku...' Dodi kamu memang kucing brengsek!

Makanya, setelah dewasa, gue selalu memberi nama kucing-kucing gue dengan nama yang kekucingan (Apa pula itu kekucingan?). Sedikit tips memberi nama kucing oleh Kresnoadi:

1. Jangan kasih nama yang lintas spesies. Seperti misalnya, kucing ras Persia kamu kasih nama: Jambu Biji.
2. Berikan nama yang sederhana. Contoh: Kalau kucing kamu asli Jakarta, kasih nama “Cing.” Selain sangat kekucingan, kamu bisa sekaligus nyiapin stok nama buat keluarganya: “Cang”, “Cing”, “Nyak”, “Babeh”.


foto masa kecil kresnoadi
"Cheese!"

foto masa kecil kresnoadi
"Ngadep depan kampret!!"

Oh, ini kayaknya Abang gue kesel aja udah gaya eh gue malah gak fokus. Jadinya dibekep deh.


foto masa kecil kresnoadi

foto masa kecil kresnoadi

foto masa kecil kresnoadi


TERNYATA EMANG GUE ANAKNYA GAK BISA FOKUS DARI DULU. Kini aku mendapatkan bukti nyata! Ketiga foto ini sudah membuktikannya! (Dan, ya, membuktikan juga kalo gue cantik. Makasih.).


foto masa kecil kresnoadi
Wajah-wajah mabok

Gue sama sekali nggak inget soal foto ini. Ngeliat kondisi fotonya, kemungkinannya ada dua: 1) Momennya kurang berkesan, 2) Gue sober kebanyakan mabok susu.

Gue lebih suka pilihan kedua.

So, mari kita bikin cerita khayalan. Di minggu pagi itu, gue bangun dengan kepala berat. Gue pun berjalan sempoyongan ke dapur lalu naik kulkas dan tereak, ‘PARTY SOOOOB?!!’


foto masa kecil kresnoadi
tatap mata ojan

Oke, kita mulai memasuki area 17 tahun ke atas. Mohon untuk para pembaca yang belum cukup umur segera scroll dan tinggalkan komentar aja. Di foto ini, terlihat sekali aura ketenangan yang mengalir. Menikmati keheningan sore, pandangan gue seolah berkata, ‘MO APE LO SOB?!’ Tinggal pake peci dan megang gelas kopi, gue resmi jadi babeh-babeh betawi 90an.

Ekspresi wajahnya, kalau gue amati lebih dalam, seperti ada perasaan cemas. Sedikit kerutan di alisnya menandakan bahwa ia sedang menutupi kegelisahannya. Mungkin, kalau gue sudah punya wawasan yang luas tentang dunia ini, sesaat setelah kamera menjepret, gue akan berkata, ‘ANJERR UNTUNG GA KEGEP SATPOL PP NEHH!!’ Tapi, karena itu tidak mungkin terjadi, paling kejadian aslinya hanya gue yang haha-hehe doang.


foto masa kecil kresnoadi
BARANGKUUUHH?!!!

Gue berani taruhan Abang gue yang memaksa supaya adegan laknat ini terjadi. Di sore hari yang mendung (bosen cerah mulu), Abang gue lari-lari ke nyokap, menarik dasternya, lalu dia bilang, ‘Bu, mo yat dek ndi…’ Nyokap, lalu menatap mata Abang gue dengan tatapan penuh keibuan. Dia menengok ke bokap yang ada di sebelah, lalu berkata lirih, ‘Pak, anak kita alay..’

Lalu semua adegan laknat itu terjadi begitu saja. Si mbak datang… semua terasa begitu cepat… tahu-tahu pakaianku berhasil ia lucuti… lalu perasaan itu… adem-adem sedikit di burungku… ah pokoknya aku tidak sanggup berkata apa-apa lagi. Semua ini terjadi atas dasar suka sama suka. Aku tidak akan pernah menyesalinya. Kisahku yang telah lama terpendam, tapi foto ini mengungkap segalanya kembali.
Suka post ini? Bagikan ke:

Thursday, May 26, 2016

Tentang Meninggalkan Rasa Sakit

Di sini, aku menulis tentang kamu.
Rasanya, sakit.

Sebelum duduk di kursi cokelat ini, entah kenapa, langit berubah mendung. Lalu, tidak ada titik-titik kecil, tidak ada gerimis hari ini.

Juga kamu.

Hujan yang langsung deras membuat pandanganku seketika mengabur. Lucu bagaimana hujan ini, kembali mengingatkanku kepada kamu. Dulu, ia pernah memaksa kita untuk memilih di antara dua pilihan yang ada. Berhenti dan menggunakan jas hujan, mempersiapkan diri, atau tetap melanjutkan perjalanan dengan pandangan yang terus berkabut.

Kita memilih yang kedua.

Mungkin saat itu kita berpikir bahwa menari di bawah hujan adalah hal yang romantis.

Tapi kita salah.
Menari di tengah badai hujan, adalah tindakan yang salah.

Kita berdua kebasahan dan membutuhkan sesuatu untuk menghangatkannya.

Sekarang, di saat aku menulis ini, hujan baru saja reda.

Sekarang, kamu sudah menemukan orang lain untuk menari di bawah hujan, seperti biasanya.

Sekarang, aku masih duduk di depan air mancur yang sesekali menyembur dari lubang-lubang di lantai. Entah setiap sepuluh menit, entah lima belas menit. Menghabiskan tinta biru pulpenku. Menyesap kopi sedikit demi sedikit. Mendengarkan Adhitia Sofyan bernyanyi. Suara seraknya, dan, petikan gitarnya, membuat semuanya jadi terasa semakin pedih.

Dan pada akhirnya, bersamaan dengan gelas kopi yang diletakkan.
Aku bangkit. Berdansa bersama lampu di bawah malam. Meninggalkan tulisan tentang kamu ini.

Dan rasa sakitnya, di meja.
Suka post ini? Bagikan ke:

Saturday, May 21, 2016

Pengaruh Tanggal Tua Terhadap Romantisme Berpacaran

Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.
mataharimall-kompetisi

Artikel ini adalah postingan yang gue tulis untuk kompetisi Matahari Mall. Gue ngasih tahu ini karena orang-orang pasti males kalau udah baca tulisan panjang-panjang, ujungnya, ‘KAMPRET! TERNYATA POSTINGAN LOMBA!’ Sayangnya, di postingan ini, kamu harus baca sampai selesai karena di akhir postingan kamu akan jerit, 'KAMPRET! KENAPA GUE BARU TAHU INI SEKARANG?!’

Betul sekali, di postingan ini ada sebuah ilmu penting yang akan kamu dapatkan dan berguna di masa depan. Kalau perlu, bookmark tulisan ini. Share supaya tidak hilang dan sebarkan kepada teman terdekat kamu. Tapi jangan sampai postingan ini terbaca oleh kekasih kamu. Karena nanti malah kamu yang akan dites sama dia. Gue jelas tidak akan memberi tahu pengetahuan penting apa yang ada soalnya nanti ga rahasia lagi (spoiler: kamu bakal tahu pasanganmu adalah orang yang tepat atau tidak). Jadi silakan cari sendiri. Demi masa depan yang lebih baik.

“Love is blind, right? But, why there’s no one bring their own stick so people know they are falling in love?’

Gue baru memasuki salah satu bioskop di Bogor. Setelah membuka jaket yang basah, gue duduk di bawah poster film Twilight Saga: Breaking Dawn Part 1. Bogor di bulan November memang susah ditebak. Sewaktu siang, cuaca bisa panas dan bikin pengin di depan kipas seharian. Tetapi, menjelang malam begini, hujan bisa tiba-tiba turun dengan deras. Kalau bukan karena dia, mana mau gue memaksakan diri untuk pergi ke bioskop seperti sekarang. Terlebih filmnya cinta-cintaan kayak gini.

‘Hei, hei heiii!’ Dia berlari ke tempat gue duduk sambil melambaikan tiket. Senyumnya bikin gue yang tadinya menggigil, mendadak cool dan tenang. ‘Di studio 4 nih! Yuk yuk yuk! Sepuluh menit lagi mulai loh.’

Gue berdiri, menyelipkan jaket di tas selempang, lalu ngomong dengan suara diberat-beratin, ‘Let’s go beybeh..’

Dia mencubit lengan gue sambil nyengir, lalu menariknya ke dalam studio.
Gue tersenyum lebar.

Sambil berjalan di lorong gelap menuju kursi, di belakang dia, gue senyum-senyum sendiri. Katanya, jatuh cinta itu buta. Sampai bisa bikin orang jadi bego. Tapi, kenapa gue bisa sebuta ini? Berdiri ga jelas di atas motor, sok melebarkan badan, seolah bisa menghalangi hujan yang datang dari depan ke arah dia. Kenapa gue bisa sebuta menarik laci di kamar, mengais sisa-sisa tabungan di tanggal tua, hanya demi kencan ini. Kenapa gue bisa sebuta mengiyakan ajakannya, demi film, yang, bahkan, jalan ceritanya aja gue gatau. Satu-satunya yang gue tahu dari film ini adalah, pemainnya yang berupa serigala dan vampir. Mau mereka berantem, atau mau kawin sekalipun, alasan gue duduk di bangku merah ini, hanya karena perempuan berambut panjang di sebelah ini.

Katanya, cinta memang selalu bikin kita jadi buta. Tapi kenapa, dia sampai sebuta… tidak sadar kalo gue gemetaran kedinginan dari tadi. Terkadang, cinta memang kampret.

‘Ini tuh sebenernya film tentang apa sih?’ Gue akhirnya bertanya.

‘Lho, kamu emang nggak tahu?’

Gue menggelengkan kepala.

Dia lalu mengerutkan alis matanya, cemberut. ‘Payah kamu! Masa gatau sih?!’ Lalu, dia, dengan satu tarikan napas, menjelaskan semuanya. Gue sama sekali tidak mendengarkan. Hanya menatap matanya yang kecoklatan sambil menekan telapak tangan ke kursi lebih dalam, berharap dapat menghangatkan tubuh.

‘Misi, Kak! Mau pesen minumannya?’ tanya seorang perempuan membawa keranjang popcorn di depan dadanya. Mbak-mbak ini memakai topi bulat tinggi, seragam hitam-hitam sambil membawa keranjang makanan. Kalo diliat-liat, kayak tukang cangcimen versi lebih elit.

Terus terang, uang yang gue punya ketika itu tersisa seratus ribu sampai minggu depan. Di saat ini, gue jelas gamau boros dengan beli hal-hal kayak gini. Tapi, demi terlihat keren di depan pacar sendiri, akhirnya gue melakukan teknik pura-pura-nawarin-padahal-ga-bolehin. ‘Aku sih ga begitu laper,’ kata gue. ‘Kalo kamu mau apa?’ Gue berharap dia menjawab, ‘Oh kamu ga laper ya? Ya udah aku nanti aja deh bareng kamu.' Tapi kenyataannya…

Dia melirik ke gue. ‘Hmmmm.. popcorn sama minum aja kali ya?’

DHEG!

‘Ka-kamu mau popcorn… sa-sama minum?’ tanya gue terbata-bata, campuran antara gugup dan kedinginan.

Dia mengangguk. ‘Kamu?’

‘KALO AKU SIH GA LAPER!!’ balas gue, cepat tanggap. ‘Ka-kamu jadinya popcorn… sa-sama minum? Beneran nih?’

‘Iya,’ kata dia, yang langsung menghadap ke si mbak. ‘Mbak, aku popcorn satu sama ice chocolate ya.’

‘Oke. Satu popcorn sama ice chocolate ya.’ Si mbak mencatat di antara kegelapan. ‘Kalo masnya apa?’

‘Ga usah mbak. Itu satu aja buat berdua.' Gue menengok ke si pacar, lalu menaikkan alis. 'Biar romantis.’

Padahal, emang ga ada duit aja.

Tidak berapa lama, si mbak kembali dengan segelas cokelat dan popcorn. Gue, sebagai lelaki (sok) sejati, langsung mengeluarkan dompet dan menyambar ‘Berapa, Mbak?’

’80 ribu, Mas.’

Dimulainya film itu sekaligus menandakan berakhirnya harta kekayaan gue.

Di perjalanan pulang, gue kembali berpikir. Di sela-sela dia yang membahas film Twilight ini, gue malah mengkhayal sendirian. Apakah jatuh cinta memang harus sebuta ini? Kalo gini, gimana dengan kehidupan gue selama satu minggu ke depan? Lalu, sama seperti orang yang menyesal lainnya, kilatan-kilatan pengandaian itu pun hadir. Seandainya gue tadi langsung menolak penawaran mbak-mbak popcorn itu, mungkin kejadiannya akan lain. Atau, seandainya gue gak usah sok-sok bayarin dia. Atau, seandainya mbak-mbak tadi nanya, ‘Mas mau popcorn? Atau cokelat dingin? Atau sesuatu dibalik tirai nomor 3?’ Lalu gue dan pacar jerit-jerit kesenengan, ‘TIRAI TIGA!! TIRAI TIGA!!!’ Lalu kita pulang naik mobil, dan hidup bahagia selamanya. Tapi itu jelas tidak akan terjadi.

Kecuali peristiwa itu terjadi sekarang..

Soalnya, begitu gue liat video ini, Matahari Mall lagi bikin Tanggal Tua Surprise. Nih ditonton dulu:




Jadi, apa inti video tadi? 1) Tanggal tua selalu bikin banyak masalah. Dan, 2) Ada tanggal tua surprise dari Matahari Mall sebagai solusinya. Lalu, apa hubungannya diskon belanja online dengan selamatnya hidup kita di tanggal tua? YA KARENA DISKON BIKIN HARGANYA JADI MURAH?!!

bagan kehidupan manusia di tanggal tua
bagan kehidupan manusia di tanggal tua

Tapi tahukah kamu kalau tanggal tua adalah waktu yang sakral bagi sepasang kekasih? Betul, gue menemukan sebuah esai yang berjudul “Pemanfaatan Tanggal Tua Sebagai Media Perekat Hubungan Beserta Metode Pengaplikasiannya”. Berikut esai yang fenomenal itu:

Pemanfaatan Tanggal Tua Sebagai Media Perekat Hubungan
Beserta Metode Pengaplikasiannya

Oleh: Kurosunoadi San Msi Ssos SD SMP SMA

            Haik! Arigatou!!
            Selamat bertambah pintar di manapun Anda duduk.

Saya, Mister Kurosunoadi San, seorang senpai akademisi sejati, akan membeberkan sebuah fakta mencengangkan tentang cara meningkatkan romantisme pacaran melalui tanggal tua. Tapi sebelumnya, biarkan saya mengeluarkan satu fakta besar tentang tanggal tua: 10 dari 10 ahli menyatakan tidak tahu berapa usia pasti tanggal tua.


sumber
Setelah mengetahui fakta tersebut Anda pasti kaget. syok, menganga. Atau bahkan tidak percaya? Ya, pada awalnya saya juga tidak percaya. Berikut rangkuman jawaban dari beberapa ahli:

"Sejak dulu saya sudah berusaha menghitungnya, tapi sampai sekarang pun belum ketemu!" - Michael, Ahli Fisika
"Studi kaus tentang tanggal tua ini benar-benar rumit! Saya hampir frustasi..." - Frank, Ahli Matematika
"Pake sambel nggak, Bang?" - Ujang, Tukang Bakso

Kami, para kaum akademisi, sudah mencoba berbagai cara, tapi memang hasilnya nihil. Namun jangan khawatir, saya telah mengetahui indikasi datangnya Tanggal Tua. Mulai dari ciri-ciri nonfisik seperti botol shampo yang mendadak terbalik, odol yang tiba-tiba tergulung dengan sendirinya, sampai meningkatnya stok mie instan di rumah. Sementara ciri-ciri fisik dapat ditandai dengan mengecilnya ukuran lingkar pinggang, Berat badan menurun, hape sepi, nggak ada yang ngingetin makan (Oke, tampaknya saya agak ketuker antara tanggal tua dan jomblo).

Nah, ngomongin jomblo, Anda pasti penasaran bagaimana cara memanfaatkan tanggal tua sebagai media untuk merekatkan hubungan? Untuk yang berpasangan, tentu ini kabar baik! Tetapi, untuk yang jomblo, Anda tidak perlu khawatir! Hubungan yang dimaksud di sini bukan selalu tentang hubungan bersama pacar!* Tapi bisa juga bersama gebetan Anda. Atau kalau tidak punya, hubungan terhadap teman nongkrong Anda. Kalau tidak punya juga... saya turut prihatin terhadap hidup Anda. :(

METODE PERTAMA: JUJUR 


Kenapa Anda heran begitu? Tenanglah. Saya yakin Anda kaget membacanya. Saya pun begitu. Betul sekali, yang perlu Anda lakukan hanyalah jujur. Jujurlah pada pacar Anda. Jujurlah pada gebetan Anda. Jujurlah padaku. Bila kau tak lagi cinta. Tinggalkanlah aku. Bila tak mungkin bersama. Apa Anda ingat lirik lagu tersebut? Tidak bisa dibantah lagi, lagu tersebutlah yang membuat Band Radja menjadi tenar. Yang membuat nama Ian Kasela melejit seantero Indoesia. Yang membuat mamang-mamang tukang kacamata item langsung dikerubungi pembeli. Lalu, apa hubungannya lagu tersebut dengan merekatkan hubungan dengan pacar? Ya, betul sekali. Tidak ada. Intinya, kita hanya perlu jujur. Ketika di tanggal tua dan Anda tidak punya uang, sekali lagi saya tekankan, Anda hanya perlu jujur pada diri Anda sendiri. Jangan sekali-kali membohongi diri dengan mentraktir gebetan hanya demi “Uwuwuwuw kamu baik banget. :3”

KATAKAN TIDAK PADA KEBOHONGAN!

     
kurva tanggal tua


Seperti yang tertera pada kurva di atas, di mana garis horizontal adalah "Tanggal" dan garis vertikal merupakan "Keuangan" kita. Semakin ke kanan tanggal (dalam hal ini semakin tua), maka keuangan kita akan semakin turun. Titik "D" merupakan waktu di mana tanggal sudah mulai tua. Itu berarti, keuangan kita mendekati titik nol. Atau sederhananya... miskin. Maka, yang perlu Anda lakukan hanyalah melakukan kencan dengan biasa-biasa saja. Ajaklah pasangan Anda ke tempat-tempat murah. Seperti misalnya, warung makan pinggir jalan. Jangan sombong dengan mengajaknya ke tempat mahal, apalagi ke tempat yang tidak berguna seperti kebun singkong. Mau ngapain Anda di kebun singkong? Ingat, yang perlu Anda perhatikan adalah, ajak dia seolah-olah ini adalah kencan yang biasa Anda lakukan. Begitu dia kaget dan protes, “Kok kamu ngajak aku ke tempat kayak gini sih?"

Pandanglah matanya. Tersenyumlah. Ucapkan dalam hati: “Kok dia nanyanya gitu sih? :(“ Genggam tangannya, lalu katakan, “Ya sekali-kali aja. Biar hemat. Duitnya buat masa depan kita aja ya. 

Dan bersiaplah mendapat: “Uwuwuwuwuw. Kamu romantis banget. :3"

METODE KEDUA: KEEP SILENT
Trik mengetes seberapa besar cinta pasangan seperti ini memang lebih sering dilakukan perempuan dibandingkan laki-laki. Cewek bisa aja tiba-tiba nanya, “Eh, kok kamu nggak sibuk. Nggak nyiapin apa-apa buat besok?” Lalu cowoknya diam kebingungan. Lalu ceweknya tersenyum seraya berkata, “Oh, kamu lupa ya?” Dan entah kenapa, pulang nganterin dia, di punggung Anda telah nempel panah beracun.

Berhubung sedang tanggal tua, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengetes kecintaan pasangan Anda!

Berbeda dengan metode jujur, kini waktunya berdiam diri. Ajaklah dia makan di emperan. Lalu diamlah. Anggap semuanya normal. Jika sampai pulang ke rumah dia tidak bereaksi apa-apa, itu berarti dia adalah pasangan sempurna. Jaga dia sampai tua nanti. Apabila begitu sampai di depan gerbang dia teriak-teriak nggak jelas, “PERGI KAMU DARI SINI!!! GROAAARR!! COKOTKEUN URANG KOPI?!” Itu berarti pasangan Anda kesurupan. Namun, jika sewaktu pulang dia menggerutu, “Kok kamu tumben sih ngajak aku ke tempat kayak gitu?” Maka jawablah: “Kamu nggak suka ya? Aku ngetes doang sih sebenernya, kamu tipe yang bisa diajak susah apa enggak.”

Dia pun nengok ke dan berkata, “Uwuwuwuwuw. Kamu romantis banget. :3”

METODE KETIGA: OLAHRAGA


cara murah pacaran romantis adalah olahraga
sumber

            “Kamu kenapa sih enggak mau ikut aku makan? Malah nemenin doang?”
            “Supaya perut aku sixpack dan enak kalo kamu peluk.”

Dia pun “Uwuwuwuwuw. Kamu romantis banget. :3” sambil nujes-nujes perut kamu pake garpu.

Itulah tiga metode yang dapat Anda pakai untuk merekatkan hubungan dengan pasangan (Ya, setelah sampai sini, saya baru sadar kalau semua metode ini hanya cocok untuk mereka yang telah memiliki pasangan. Maafkan kekhilafan saya). Ingat, jangan ikuti ini mentah-mentah. Gunakanlah versi Anda sendiri. Niscaya tingkat romantisme hubungan Anda akan meningkat 78%. Hasil penelitian ini mempunyai skala eror 98%. 

Hal terakhir yang perlu saya ingatkan adalah tanggal tua ada memang untuk membuat orang menderita. Seperti yang tergambar pada diagram lingkaran di bawah:

penyebab tanggal tua bikin hidup orang menderita
Jadi jangan takut. Jangan bimbang dan khawatir. Karena derita tanggal tua dapat kita lawan menggunakan cinta! Biar bagaimanapun, tanggal tua dapat meningkatkan romantisme hubungan berpacaran! Terlebih kalau pacarannya sambil ikutan Tanggal Tua Surprise dari Matahari Mall!


*) Jomblo-jomblo yang baca pun bersorak kegirangan
Suka post ini? Bagikan ke:

Wednesday, May 18, 2016

4 Cara Paling Gampang Meningkatkan Trafik Blog

perhatikan tanda panah merah pada wajah nabilah jkt48
manis kan?

Entah kenapa, masih terlalu banyak orang yang tertipu dengan cara-cara meningkatkan trafik blog yang beredar di internet. Empat cara meningkatkan trafik blog yang akan gue berikan ini adalah rahasia yang hanya bisa berhasil jika mengikuti langkah-langkah secara urut. Silakan buktikan sendiri empat cara meningkatkan trafik blog di bawah ini.

Nah, jika kamu sudah mencapai paragraf ini, itu artinya kamu telah mengklik artikel empat cara paling gampang meningkatkan trafik blog ini (ulang terus, Bos!). Ya, seperti yang sudah kamu duga sebelumnya, postingan ini juga merupakan suatu percobaan setelah mengikuti empat cara paling gampang dalam meningkatkan trafik blog (ULANG TERUS, BOS! ULANG!).

Oleh sebab itu, tidak perlu berlama-lama lagi karena gue sendiri udah gak tahu mau nulis apa selain mengulang empat cara paling gampang meningkatkan trafik blog. Jadi ini dia:

Satu: Judul

Judul adalah salah satu elemen yang sangat penting dalam bagus tidaknya trafik blog kita. Hal terpenting dalam sebuah judul artikel adalah click bait, artinya judul tersebut mengundang orang untuk melakukan klik. Selain itu, judul yang dibuat dalam suatu artikel haruslah nyambung dengan isinya. Jangan artikelnya tentang tata cara merawat balita, tetapi judulnya malah “Di Sini Ada Video Porno!” Well, meskipun orang-orang akan penasaran dan nge-klik, tapi mereka akan shock (terlebih kalau yang mereka temukan adalah foto kamu) sehingga menyesal dan tidak mengunjungi blog kamu lagi.

Selain nyambung dan bikin penasaran, judul artikel yang baik juga harus sederhana. Gunakanlah Bahasa yang baik dan benar, sehingga orang dapat memahaminya dengan cepat. Seperti misalnya “Pengalaman Pertamaku ke Gunung Bromo Tak Seindah yang Kubayangkan!” Gue sangat tidak menyarankan menggunakan Bahasa yang sukar dipahami sebagai judul. Contoh: “Mi primera experiencia con el Monte Bromo No es tan hermosa que me imaginaba!”

YHA NGAPAIN JUGA BLOG INDONESIA PAKE BAHASA SPANYOL KUTU AER!

Tips terakhir dari gue soal judul postingan adalah… angka. Betul, kamu mungkin kaget (kalau kebetulan pas baca ini tiba-tiba ada petir), tetapi percayalah. Menurut analisis yang telah gue dapatkan secara rahasia, postingan blog yang di judulnya terdapat angka akan mendapat lebih banyak trafik dibandingkan yang tidak. Ini dikarenakan, secara alamiah, orang menganggap angka sebagai sesuatu yang kompleks dan pasti, sehingga lebih dipercaya. Makanya, kalau kamu nanya temen sisa uang yang dia punya dan temen kamu jawab “Tinggal dikit nih duit gue.” kamu akan curiga dan tidak percaya. Sementara kalo temen kamu bilang, “Duit gue cuman dua ribu maratus, Men.” Kamu bakal… malu punya temen miskin seperti dia. Nah, itulah sebabnya judul postingan ini ada angkanya! Muahahahaha!

Dua: Foto

Selain judul, foto merupakan salah satu elemen yang paling membantu meningkatkan trafik blog. Gue bahkan pernah membaca bahwa artikel yang terdapat foto dengan tulisan ‘lihat-tanda-panah-merah-ini’ cenderung lebih banyak dikunjungi dibandingkan artikel yang thumbnailnya berupa foto biasa. Tahu kenapa? Bikin penasaran! Satu catatan yang harus kamu ingat adalah, foto yang kamu pasang haruslah memiliki resolusi yang baik. Seenggaknya gambarnya jelas dan tidak pecah/buram. Sehingga pembaca kamu tidak bertanya, ‘Lho, ini foto apa masa depan gue?’

Jika blog kamu adalah blog personal, gue sangat-sangat-sangat tidak menyarankan untuk menggunakan gambar-gambar porno hanya untuk memancing pengunjung. Contoh gambar porno adalah sebagai berikut:

gambar porno


Sama halnya dengan judul, gunakanlah foto yang nyambung dengan isi artikelnya. Kecuali Nabilah JKT48. Dia pantas dipajang di mana saja. Demikian.

Tiga: Kalimat Pembuka

Setelah pengunjung mengklik dan masuk ke dalam artikel kamu, lalu sekarang apa yang terpenting? Betul, dia harus membaca tulisan kamu. Supaya pengunjung tidak buru-buru keluar, maka kalimat pembuka kamu harus bisa nge-hook. Pembaca harus dibuat penasaran dan bertanya-tanya sehingga ia mau tidak mau harus membaca tulisan di dalam artikel kamu sampai habis. Kalimat pembuka postingan empat cara paling gampang meningkatkan trafik blog (CAPEK SAYA, BOS!!) ini misalnya. “Entah kenapa, masih terlalu banyak orang yang tertipu dengan cara-cara meningkatkan trafik blog di internet.” Kalau dipikir-pikir, secara tidak langsung pembaca akan dibuat bertanya, ‘Orang mana yang ketipu? Emang cara seperti apa yang menipu? Terus cara meningkatkan trafik blog aslinya bagaimana?’ Atau salah satu kalimat pembuka dari postingan di radityadika.com ini: “Sewaktu gue talkshow di MM Bekasi bulan lalu, gue gondok berat.” Yang membuat kita bertanya ‘Emang ada apaan? Kenapa dia bisa gondok? Ini gondok beneran apa malu doang?’

Jadi, cobalah baca kembali kalimat pembuka di postingan blogmu. Jika kamu sudah mampu membuat pertanyaan dari situ, berarti kalimat pembukamu cukup nge-hook.

Saran: Apabila kamu kesulitan membuat kalimat pembuka, awali postinganmu dengan kata: gorengan. Kenapa? Nah, penasaran kan…

Empat: List

Berdasarkan hasil survey, artikel-artikel yang paling banyak mendapatkan trafik adalah artikel dengan list. Yha, sama kayak postingan blog ini.

Lima: (tambahan)

Kalau kamu sudah mengikuti langkah-langkah ini dan masih kesulitan mendapatkan trafik, mungkin kesalahannya terdapat pada nama situs yang kamu miliki. Mungkin nama situs kamu terlalu rumit sehingga orang susah mencarinya. Ubahlah dengan nama-nama yang lebih mudah diingat. Seperti misalnya, jokowi.com.
Suka post ini? Bagikan ke: