Sunday, October 30, 2016

Roger Rabbit

lagu roger rabbit sleeping with sirens


‘Coba lagu ini deh.’

Gue terbangun, beranjak duduk dan menyalakan laptop. Ini adalah pertama kalinya gue meminta rekomendasi lagu dari dia, yang memang suka datang ke konser musik secara langsung. Gue memasang headphone, lalu menekan tombol play.

‘Ini yang nyanyi cewek?’

‘Bukan. Hahahaha.’ Gue hanya membaca pesan yang dia kirim, tapi entah kenapa tawa khasnya seperti terdengar di kamar ini.

Malam itu, gue memutar Roger Rabbit berulang, dan berulang kali sampai ketiduran.

--
Gue percaya lagu yang sering didengar seseorang mencerminkan kepribadian orang itu. Contohnya, orang yang sering mendengarkan musik beraliran pop, biasanya hidupnya santai dan nggak aneh-aneh. Orang yang suka dengerin lagu-lagu metal, orangnya cenderung ‘liar’ dan lebih spontan. Orang yang suka dengerin lagu india, kalo liat pohon mangga bawaannya pengin joget.

Gara-gara tulisan ini, gue jadi inget sesuatu tentang lagu.

Lagu atau musik adalah elemen penting dalam hidup kita. Gue percaya hidup tanpa musik sama kayak sayur asem tanpa sayur. Asem. Disadari atau tidak, lagu seringkali dijadikan penanda momen-momen tertentu. My Heart Will Go On-nya Celline Dion, misalnya. Begitu kita denger lagu itu, pasti langsung kebayang adegan Jack memeluk Rose di ujung kapal. Di sisi lain, dengerin lagu Vagetoz ngebikin kita inget FTV di SCTV.

Setiap orang pasti punya lagu kenangannya tersendiri. Entah itu lagu yang ngebikin dia galau, atau malah ngebuat si orang tersebut mesem-mesem gerogotin ujung bantal sendirian. Karena lagu tersebut, seringkali dinyanyikan bersama kekasihnya di dalam mobil. Tipikal lagu romantis yang akan diingat terus menerus sampai tua.

Gue sendiri tidak pernah punya lagu seperti itu.
Sampai hidup gue bersinggungan dengan dia.

Saat itu, gue baru-baru aja jadian sama dia. Si perempuan ini, sama seperti gue, punya pemikiran yang menganggap lagu yang didengarkan seseorang akan menunjukkan identitas orang tersebut. Dan di masa itu, kami memutuskan untuk ‘melihat isi playlist masing-masing’. Dengan mengetahui lagu apa yang sering dia dengarkan, paling tidak gue jadi tahu dunia dia. Kita jadi sama-sama tahu suara yang mengalun di hari-hari kita. Buat dia, mungkin ini biasa aja. Tapi buat gue, ini MIMPI BURUK. Gile aja. Masa itu adalah masa di mana gue sama sekali gak ngerti soal lagu-lagu luar negeri. Kalau pun ada lagu luar negeri, ya paling lagu yang lagi rame. Kayak Jason Mraz dan Bruno Mars.

Dia menyodorkan iPhone-nya. ‘Nih.’
‘O-oke.’ Gue menjawab ragu. Mengambil hapenya, lalu menyerahkan hape gue.

Saat itu gue menyesal kenapa dulu gue gak beli Esia Hidayah aja.

Gue melihat playlist di hapenya, lalu menggeser-geser layarnya. ‘Hmmm. Ini toh…’ Gue mengangguk, pura-pura stay cool. Padahal dalam hati jerit: LAGU PAAN NEH?!

Hampir semua lagu di playlist-nya tidak ada yang gue tahu. Paling yang gue familiar cuman band-band seperti Simple Plan dan Boys Like Girls. Sisanya sama sekali asing.

Gue menatap wajahnya. Dia mengembalikan hape gue. Ekspresinya datar.
Saat itu gue menyesal kenapa gak ngasih kantong kresek buat dia muntah.

Lalu hidup berjalan seperti biasanya. Kami tetep jalan bareng, makan, nonton. Seperti pasangan lain pada umumnya. Tapi di sela-sela itu, seperti ada perasaan yang mengganjal di dalam hati gue. Rasanya kayak… gue kok pengin ya, menyamakan referensi lagu-lagu kita. Gue pengin ada di satu ‘playlist’ yang sama bareng dia. Terlebih dia adalah orang yang cukup sering ikut nonton festival musik secara langsung. Gue pengin kayak orang-orang yang bisa diskusi bareng tentang penyanyi idolanya. Tentang si orang ini lagi bikin album apa. Gimana perubahan musiknya dari tahun ke tahun. Apa yang terjadi sampe harus mengganti personel. Intinya, gue pengin bisa lebih nyambung sama dia. Apalagi kita punya pemikiran yang sama soal musik yang melambangkan identitas seseorang.

Karena itu, di suatu malam, gue nge-LINE dia untuk minta rekomendasi lagu yang pas.

‘Coba lagu ini deh,’ tulisnya di LINE. Dia menyarankan gue untuk mendengarkan lagu Sleeping With Sirens yang berjudul Roger Rabbit.

‘Ini kok ada scene-scene-nya gitu?’
‘Iyaaa itu dia EP.’

Gue gatau apa itu EP. Tapi berhubung lagi males kelihatan dungu, gue memilih untuk bangun, beranjak duduk dan menyalakan laptop. Gue memasang headphone, lalu menekan tombol play.

Nobody’s gonna love you if
You can’t display a way to capture this

Nobody’s gonna hold your hand
And guide you through no it’s up for you to understand

Gue membuka mata. Tersenyum, lalu mengetik: ‘Ini yang nyanyi cewek?’

‘Bukan. Hahahaha.’ Entah kenapa tawa khasnya seperti terdengar di kamar ini. Lalu gantian gue yang tertawa, setelah mengetahui kalau band tersebut sebenarnya beraliran post-hardcore yang biasa manggung sambil teriak-teriak.

Gue mematikan lampu.
Malam itu, gue memutar Roger Rabbit berulang, dan berulang kali sampai ketiduran.

Terima kasih, sudah memberikan lagu manis ini.
Share:

53 comments:

  1. EP (extended Play) atau mini album om,

    Dulu aku juga sering lihat di cover band-band barat ada tulisan Single EP gitu.

    Ternyata artinya mini album.

    ReplyDelete
  2. Whoaaahh, aku juga suka lagu-lagunya SWS terutama yang With ears to see and Eyes to hear.

    pas baca ini buru-buru langsung play lagunya SWS yang Rogger rabbit, eh bangke malah jadi keinget mantan :/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaan nih, tapi paling favorit yang If I'm james dean, versi akustik sama hardcorenya sama asoynya :3

      Delete
    2. Lagunya SWS yang hardcore juga enak - enak ko. Apalagi yang If you can't hang, pengen loncat - loncat dah hahah

      Delete
    3. Atau, Pierce the Veil ft Kellin Quinn yang King for a day. Hacep bets dah!

      Delete
  3. Anjir, gue kalo lagi dikasih tau lagu keren pasti langsung jadi orang terbego sedunia. Kayaknya mending pake cara lo, bang.

    Dan, jangan main-main ya. Vagetoz tuh keren!

    ReplyDelete
  4. Entah kenapa aku malu kalo nunjukin playlist. Hahaha.

    ReplyDelete
  5. Nanya dong, Adi.

    Dia mengingatkanmu pada Roger Rabbit, ataukah Roger Rabbit yang selalu mengingatkanmu pada dia? Yoi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tadi gue pengen nanya ini juga..

      Sama halnya pertanyaan son agia yg mengingatkan kan dia pada Yul-nya.. hmm

      Delete
  6. Dulu gue sempet nih dapat recomended lagu dari band ini. Tapi namanya aneh, jadi males. Eheheh


    Band yg gue maksud itu Vagetoz. Aneh kan namanya?

    ReplyDelete
  7. Hahah inget dipohon mangga jadi inget lagu lingsir wengi kali bang...
    bukan india lagi...

    Dulu jamannya ini lagu misteri kalo dinyanyiin bisa ketemu sama yang namnya si sri... dan waktu itu ya itu dibawah pohon mangga dia berdiri disitu...hhiiih

    ReplyDelete
  8. Ya ampun, kirain cuma aku yang kalo denger lagu My Heart Will Go On di atas motor serasa lagi di atas kapal, dan refleks merentangkan tangan. Motornya nyusruk ke trotoar.

    (langsung cari lagu Roger Rabbit)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya elah, itu sih adegan Warkop DKI Reborn yang garing itu, Kang Rido.

      Delete
  9. Kalo suka dengerin lagu pop campur rock campur metal campir hardcore campur dangdut campur remix campur rep campur campur sari
    Itu kayak gimana krpibadiannya?

    ReplyDelete
  10. ini pasti ep album SWS yang akustik ya (if you were a movies this would be your soundtrack).
    semua lagu favorit gue tuh haha

    gue juga kalo pdkt sama cewe, nanyain selera musiknya dlu. kalo gak sealiran, pergi...
    wkwkwkk

    ReplyDelete
  11. waktu denger ada nama bang SWS. Gue malah inget shiren sungkar wkwkwkw

    ReplyDelete
  12. Manis banget sih tulisannya kayak bodi.... ^__^

    ReplyDelete
  13. Sleeping with Sirens kan band yang hardcore hardcore. Suka beberapa lagunya yg diakustik-in sih, kalau yg asli ngga terlalu cocok. Gendang telingaku tipisss...

    ReplyDelete
  14. So when you have today , You should say all that you have to say~

    uh, right in the feel.. play satu album yang acoustic enak nih..

    ReplyDelete
  15. Dengerin Lagunya Rhoma Irama (mirasantika) bawaanya pengen kutak tak tak tak tak ku tak mau tak. pengen goyang sambil rolling kedepan dan salto kebelakang.

    ReplyDelete
  16. Saya malah penasaran sama yang ngasih tau lagu itu kamu, Di. Ya kalau bukan Yoga, ya Daus.

    ReplyDelete
  17. coba lu dengerin First Rabbit - JKT48. Ini lebih asik bang :D

    ReplyDelete
  18. bentar gua tebak, diplaylist cewek lu pasti ada lagunya pierce the veil sama all time low nih

    ReplyDelete
  19. Anjir. Seriusan lu nyangka SWS itu yang nyanyi cewek? Muahaha.

    Gue udah tau lama kalo SWS, tapi Roger Rabit baru tau. Ya, norak juga deh gue jadinya. XD

    ReplyDelete
  20. cinta satumalam aja om...oia main-main ke blog ku ya

    ReplyDelete
  21. Kalok orang yg sukak denger lagu lagu Payung Teduh, karakternya gimana, Di? ._.

    ReplyDelete
  22. Iya bener, kadang lagu tertentu mengingatkan kita pada suatu hal atau suatu masa.

    Gw kalo denger lagunya David Archuleta yang judulnya 'Crush' gw selalu inget dengan masa-masa gw belajar buat lolos SNMPTN, hahahaha

    ReplyDelete
  23. Kalo seneng lagu keroncong berarti kepribadian nya gimana ??? #TolongJelaskan

    ReplyDelete

Kalo kamu suka sama tulisannya, jangan lupa untuk bantu share dengan tekan tombol sosmed di atas yaa. \:D/

Untuk yang mau main dan ngobrol-ngobrol, silakan add LINE di: @crg7754y (pakai @). Salam kenal yosh! \(w)/