Tuesday, June 28, 2016

Pengumuman Giveaway dan Cerita dari Taksi

A video posted by Kresnoadi DH (@keribakeribo) on


Makasih buat temen-temen yang udah ikutan main di giveaway kemarin. Setelah gue acak, pemenangnya adalah orang yang ikutan main dan komentar di urutan ke 5,6 (dibuletin jadi 6). Jadi, ini dia:

syarifatul adibah June 20, 2016 at 12:39 PMbiarkan kumulai komentar ini dengan 3 x kalimat istighfar, agar gugur segala dosaku selama membaca perkataan kasar di blog ini. Astaghfirullahamadhim, Astaghfirullahhaladhim, astaghfirullahhaladhim..
Yak udah, udah gitu doang. Enggak deh.
eeem kategori mana ya? sebenernya seru semua sih, cuma lebih suka yang sehari-hari. karna menurut aku kejadian sehari-hari yang bang kres tulis itu tidak seperti hari-hari milik manusia normal, kaya banyak apes sama gak jelasnya gitu deh, ya lumayanlah buat bikin kotak tertawaku sekali-kali berguna. Saran dari aku, *nggak ada yang minta sara nyet* mending bang kres ini banyak-banyakin istighfar aja deh, sama jangan lupa dukung #Adibahsholehah2016
Dah gitu aja. Gausah dimenangin. buku begituan mah aku punya banyak di rumah.

Selamat buat Dibah! \(w)/

Karena kamu ga butuh dimenangin, jadi hadiahnya batal ya. Muahahaha. Becanda. Silakan kirim alamat email di kolom komen untuk lebih lanjutnya ya. Semoga hadiahnya bermanfaat. :)

--
Anyway, how it’s going guys? Puasanya, dan segala macam lainnya di tahun ini?

Jujur, Ramadan gue kacau abis. Rasanya beda banget sama sebelum-sebelumnya. Bulan puasa tahun ini kayak… ya udah, cuman gue dan aktivitas normal sambil berusaha menahan lapar dan haus. Nggak se-excited tahun-tahun sebelumnya di mana setiap malem gue bakal lari dulu-duluan ke masjid… buat beli cilok.

Okeh, gue emang bukan orang yang ‘serajin’ itu dalam beribadah. Tapi seenggaknya niatnya udah baik kan? Hehehe.

Tahun ini, begitu pulang ke rumah, tarawih di masjid udah kelar. Buka puasa juga lebih sering di luar, nggak bareng keluarga. Ibadah pun nggak bisa ‘sebrutal’ kemaren-kemaren. Rasanya agak sedih aja gitu nggak bisa ‘mendekatkan diri’ di bulan baik ini.

Oh God, I miss my old Ramadan.

Sampai tadi gue naik taksi.
Ralat.
Tadi gue naik taksi spesial.

Tuhan emang selalu mengingatkan kita dengan kejutan-kejutan yang ga bisa ditebak. Begitu masuk ke dalam taksi, si supir menyambut gue dengan senyum lebar. Selayaknya sopir yang hobi mengobrol, dia menceritakan kisah hidupnya. Si bapak bertopi biru ini, ternyata seorang mantan kontraktor di perusahaan asing. Ia sudah berpindah dari satu perusahaan tambang, ke perusahaan lain. Dari perusahaan Amerika, Iran, sampai Cina.

Bekerja di perusahaan besar jelas membuat hidupnya mapan.

Si bapak, lewat celah kaca di tengah mobil, menatap gue. Dia bercerita bahwa di masa itu, gajinya mencapai 60 juta per bulan. ‘Buat orang Indonesia mah gaji segitu udah lumayan, Mas,’ katanya sambil melirik gue di belakang.

‘Hmmmm gitu.’ Gue mengangguk sotoy.
Padahal dalem hati bilang: ‘mencret.’

Dengan duit sebanyak gitu, gue bisa mencret dan cebok make gocengan tanpa perlu takut jatoh miskin.

Dia kemudian bercerita tentang detail penghasilannya. Gaji per hari (iya, per hari). Tunjangan ini itu. Tambahan uang insentif dari sana sini. Bagaimana jabatannya naik sedikit demi sedikit. Sampai lama-kelamaan, ia mulai mengubah gaya hidupnya.

Dan di satu waktu, rekan kerjanya menipu dia.

Partnernya membawa kabur uangnya sebanyak 1 Milyar. Dan voila, hidupnya berubah drastis. Teman-temannya perlahan-lahan menjauh. Keluarganya kembali hidup sederhana. Dia yang semula kalo tidur harus make AC, sekarang harus puas hanya dengan kipas angin.

Gue selalu kagum tentang bagaimana cara Tuhan bekerja. Menakjubkan bagaimana Tuhan, bisa mengubah hidup kita secepat kilat. Orang yang tadinya kaya raya, bisa menjadi miskin dalam sekejap. Seseorang yang hidupnya kurang berkecukupan, bisa tiba-tiba memenangkan lotere dari membeli makanan ringan. Seseorang yang rutin berlari setiap sore, bisa saja mendadak lumpuh karena tertabrak angkot.

Sejak tahun 2011, akhirnya orang ini memutuskan untuk menjadi sopir taksi. Apapun mulai ia lakukan demi menghidupi keluarganya. Ia kemudian mengaku bahwa sewaktu mapan dahulu, pergaulannya memang berubah ke arah negatif. Cara-caranya dalam berbisnis juga seringkali tidak baik. Entah ada hubungannya atau tidak, but that’s the truth.

Mendengar cerita si sopir membuat gue bercermin. Bulan puasa udah mau beres, dan rasanya gue masih gini-gini aja. But hey, it’s never too late to start something kan? Di akhir-akhir puasa ini kayaknya gue harus rajin ‘mendekatkan diri’ deh. Meningkatkan ibadah. Atau sekadar curhat tentang hari-hari yang gue lewati. Well, katanya curhat terbaik adalah yang ditujukan kepada Dia kan?

Soo, hell yeah one last week! I’ll do my best!
So do you I hope. Yosh. \(w)/
Share:

30 comments:

  1. Itu yang selalu membuat keyakinan gue betambah teguh, segalanya bisa berubah dengan cepat termasuk kadar kegantengan gua, yang tadinya berada di 0%,kemungkinan besok bisa meningkat jadi -1%,nggak ada yang nggak mungkin, mungkin aja ckck

    ReplyDelete
  2. Dibah nggausah dimenangin bang. Dibah mah dinikahin ja~

    Aaaakh kisah pak supir taksi inspiratif dan bikin aku berkaca :"
    Emang ya, Allah maha membolak-balikkan sesuatu :')

    ReplyDelete
  3. Pengalaman yang menarik. Hidup itu memang kayak rollercoaster. BIsa di atas, bisa di bawah. :)

    ReplyDelete
  4. Kasian bapaknya, mungkin emang tuhan udh punya jalan sendiri buat nunjukin yang terbaik ke hambanya, ini kenapa gua ngikut lagi waras gini? Hufttt~

    ReplyDelete
  5. Mapan cuma persepsi manusia. Saya percaya itu. Karena hidup adalah perjuangan. Halah.

    ReplyDelete
  6. Yuk, bang, i'tikaf. :))

    Sakit amat itu pak sopir. Dari kaya sampe miskin, kemudian jadi sopir taksi. Naik-turun kehidupan bikin orang ngerti posisinya saat di bawah. Terus, berjuang naik lagi.

    ReplyDelete
  7. selamat buat dibah, kamu uuuuu banget...

    dan,

    ya seperti itu lah cara Tuhan bicara, mendengar bapa itu cerita mungkin elo, gue juga harus sadar diri kalo semuanya itu titipan, semua yg kita punya, yg kita lihat sama apa yg kita bakal lakuin, semuanya punya TUHAN.

    Dia, yg udah ngingetin kita buat selalu inget padanya, apapun caranya.

    dan elo di, jgn cebok pake duit goceng.

    ReplyDelete
  8. Gue kira lu naik taksi spesial itu... Fake taxi :"

    ReplyDelete
  9. Selamat kepada Dibah...

    gue juga merasakan hal yang sama. Puasa tahun ini gue kayak kurang semangat, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya :')

    ReplyDelete
  10. Whoaaa Dibah menang. Antimainstream banget pembukaan komennya. Pake istigfar. Hahahhaaa
    Selamat buat #Adibahsholehah2016

    Supir taksi yang menginspirasi. Karena sesungguhnya apa yang kita miliki saat ini adalah titipan dariNya.

    Halah

    ReplyDelete
  11. Selamattt Dibaaah. Dan salam kenaaak. Hahahahaha. Rima nah gitu orangnya, SKSD. :')

    Eh, ceritanya nyentuh deh. Tapi roda kehidupan itu memang benar adanya. Haha. Dan aku pun sedang merasakannya~ Yang penting, di mana pun posisi kita saat ini, teruslah dalam keadaan bersyukur. Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang bersyukur, dan tidak cebok dengan duit gocengan. Aamiin.

    Dan... yah~ Ramadhan kali ini kurang gregetnya. :(

    ReplyDelete
  12. Taksi spesial, wah..wah..

    Gue spendapat bang, ramadhan kali ini agak berbeda dari sebelumnya, yang tadinya rajin, sekarang waktunya agak susah

    ReplyDelete
  13. pertanyaannya adalah.. kenapa itu yang nipu sopir nggak dipolisiin aja?
    yap, lebih baik terlambat daripada nggak sama sekali. di barat juga banyak sih, yang kayak gitu.. yang awalnya orang kaya tiba2 jadi pengantar pizza. tapi niatny abaik, at least dia membunuh gengsinya demi keluarga. salute.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cerita selanjurnya ada di blog sebelah. :)

      Delete
  14. paan nih masa menang?
    kan enaak.
    Terimakasih bang kres, padahal saya gak minta dimenangin, tapi kayanya Allah lagi baik-baiknya sama saya. hahaha semoga nanti hadiahnya bisa menjadi manfaat buat yang memberi dan menerima, Terimakasih. :D

    ReplyDelete

Jangan lupa follow keriba-keribo dengan klik tombol 'follow' atau masukin email kamu di tab sebelah kanan (atau bawah jika buka dari hape). Untuk yang mau main dan ngobrol-ngobrol, silakan add LINE di: @crg7754y (pakai @). Salam kenal yosh! \(w)/