Saturday, May 21, 2016

Pengaruh Tanggal Tua Terhadap Romantisme Berpacaran

Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.
mataharimall-kompetisi

Artikel ini adalah postingan yang gue tulis untuk kompetisi Matahari Mall. Gue ngasih tahu ini karena orang-orang pasti males kalau udah baca tulisan panjang-panjang, ujungnya, ‘KAMPRET! TERNYATA POSTINGAN LOMBA!’ Sayangnya, di postingan ini, kamu harus baca sampai selesai karena di akhir postingan kamu akan jerit, 'KAMPRET! KENAPA GUE BARU TAHU INI SEKARANG?!’


Betul sekali, di postingan ini ada sebuah ilmu penting yang akan kamu dapatkan dan berguna di masa depan. Kalau perlu, bookmark tulisan ini. Share supaya tidak hilang dan sebarkan kepada teman terdekat kamu. Tapi jangan sampai postingan ini terbaca oleh kekasih kamu. Karena nanti malah kamu yang akan dites sama dia. Gue jelas tidak akan memberi tahu pengetahuan penting apa yang ada soalnya nanti ga rahasia lagi (spoiler: kamu bakal tahu pasanganmu adalah orang yang tepat atau tidak). Jadi silakan cari sendiri. Demi masa depan yang lebih baik.

“Love is blind, right? But, why there’s no one bring their own stick so people know they are falling in love?’

Gue baru memasuki salah satu bioskop di Bogor. Setelah membuka jaket yang basah, gue duduk di bawah poster film Twilight Saga: Breaking Dawn Part 1. Bogor di bulan November memang susah ditebak. Sewaktu siang, cuaca bisa panas dan bikin pengin di depan kipas seharian. Tetapi, menjelang malam begini, hujan bisa tiba-tiba turun dengan deras. Kalau bukan karena dia, mana mau gue memaksakan diri untuk pergi ke bioskop seperti sekarang. Terlebih filmnya cinta-cintaan kayak gini.

‘Hei, hei heiii!’ Dia berlari ke tempat gue duduk sambil melambaikan tiket. Senyumnya bikin gue yang tadinya menggigil, mendadak cool dan tenang. ‘Di studio 4 nih! Yuk yuk yuk! Sepuluh menit lagi mulai loh.’

Gue berdiri, menyelipkan jaket di tas selempang, lalu ngomong dengan suara diberat-beratin, ‘Let’s go beybeh..’

Dia mencubit lengan gue sambil nyengir, lalu menariknya ke dalam studio.
Gue tersenyum lebar.

Sambil berjalan di lorong gelap menuju kursi, di belakang dia, gue senyum-senyum sendiri. Katanya, jatuh cinta itu buta. Sampai bisa bikin orang jadi bego. Tapi, kenapa gue bisa sebuta ini? Berdiri ga jelas di atas motor, sok melebarkan badan, seolah bisa menghalangi hujan yang datang dari depan ke arah dia. Kenapa gue bisa sebuta menarik laci di kamar, mengais sisa-sisa tabungan di tanggal tua, hanya demi kencan ini. Kenapa gue bisa sebuta mengiyakan ajakannya, demi film, yang, bahkan, jalan ceritanya aja gue gatau. Satu-satunya yang gue tahu dari film ini adalah, pemainnya yang berupa serigala dan vampir. Mau mereka berantem, atau mau kawin sekalipun, alasan gue duduk di bangku merah ini, hanya karena perempuan berambut panjang di sebelah ini.

Katanya, cinta memang selalu bikin kita jadi buta. Tapi kenapa, dia sampai sebuta… tidak sadar kalo gue gemetaran kedinginan dari tadi. Terkadang, cinta memang kampret.

‘Ini tuh sebenernya film tentang apa sih?’ Gue akhirnya bertanya.

‘Lho, kamu emang nggak tahu?’

Gue menggelengkan kepala.

Dia lalu mengerutkan alis matanya, cemberut. ‘Payah kamu! Masa gatau sih?!’ Lalu, dia, dengan satu tarikan napas, menjelaskan semuanya. Gue sama sekali tidak mendengarkan. Hanya menatap matanya yang kecoklatan sambil menekan telapak tangan ke kursi lebih dalam, berharap dapat menghangatkan tubuh.

‘Misi, Kak! Mau pesen minumannya?’ tanya seorang perempuan membawa keranjang popcorn di depan dadanya. Mbak-mbak ini memakai topi bulat tinggi, seragam hitam-hitam sambil membawa keranjang makanan. Kalo diliat-liat, kayak tukang cangcimen versi lebih elit.

Terus terang, uang yang gue punya ketika itu tersisa seratus ribu sampai minggu depan. Di saat ini, gue jelas gamau boros dengan beli hal-hal kayak gini. Tapi, demi terlihat keren di depan pacar sendiri, akhirnya gue melakukan teknik pura-pura-nawarin-padahal-ga-bolehin. ‘Aku sih ga begitu laper,’ kata gue. ‘Kalo kamu mau apa?’ Gue berharap dia menjawab, ‘Oh kamu ga laper ya? Ya udah aku nanti aja deh bareng kamu.' Tapi kenyataannya…

Dia melirik ke gue. ‘Hmmmm.. popcorn sama minum aja kali ya?’

DHEG!

‘Ka-kamu mau popcorn… sa-sama minum?’ tanya gue terbata-bata, campuran antara gugup dan kedinginan.

Dia mengangguk. ‘Kamu?’

‘KALO AKU SIH GA LAPER!!’ balas gue, cepat tanggap. ‘Ka-kamu jadinya popcorn… sa-sama minum? Beneran nih?’

‘Iya,’ kata dia, yang langsung menghadap ke si mbak. ‘Mbak, aku popcorn satu sama ice chocolate ya.’

‘Oke. Satu popcorn sama ice chocolate ya.’ Si mbak mencatat di antara kegelapan. ‘Kalo masnya apa?’

‘Ga usah mbak. Itu satu aja buat berdua.' Gue menengok ke si pacar, lalu menaikkan alis. 'Biar romantis.’

Padahal, emang ga ada duit aja.

Tidak berapa lama, si mbak kembali dengan segelas cokelat dan popcorn. Gue, sebagai lelaki (sok) sejati, langsung mengeluarkan dompet dan menyambar ‘Berapa, Mbak?’

’80 ribu, Mas.’

Dimulainya film itu sekaligus menandakan berakhirnya harta kekayaan gue.

Di perjalanan pulang, gue kembali berpikir. Di sela-sela dia yang membahas film Twilight ini, gue malah mengkhayal sendirian. Apakah jatuh cinta memang harus sebuta ini? Kalo gini, gimana dengan kehidupan gue selama satu minggu ke depan? Lalu, sama seperti orang yang menyesal lainnya, kilatan-kilatan pengandaian itu pun hadir. Seandainya gue tadi langsung menolak penawaran mbak-mbak popcorn itu, mungkin kejadiannya akan lain. Atau, seandainya gue gak usah sok-sok bayarin dia. Atau, seandainya mbak-mbak tadi nanya, ‘Mas mau popcorn? Atau cokelat dingin? Atau sesuatu dibalik tirai nomor 3?’ Lalu gue dan pacar jerit-jerit kesenengan, ‘TIRAI TIGA!! TIRAI TIGA!!!’ Lalu kita pulang naik mobil, dan hidup bahagia selamanya. Tapi itu jelas tidak akan terjadi.

Kecuali peristiwa itu terjadi sekarang..

Soalnya, begitu gue liat video ini, Matahari Mall lagi bikin Tanggal Tua Surprise. Nih ditonton dulu:




Jadi, apa inti video tadi? 1) Tanggal tua selalu bikin banyak masalah. Dan, 2) Ada tanggal tua surprise dari Matahari Mall sebagai solusinya. Lalu, apa hubungannya diskon belanja online dengan selamatnya hidup kita di tanggal tua? YA KARENA DISKON BIKIN HARGANYA JADI MURAH?!!

bagan kehidupan manusia di tanggal tua
bagan kehidupan manusia di tanggal tua

Tapi tahukah kamu kalau tanggal tua adalah waktu yang sakral bagi sepasang kekasih? Betul, gue menemukan sebuah esai yang berjudul “Pemanfaatan Tanggal Tua Sebagai Media Perekat Hubungan Beserta Metode Pengaplikasiannya”. Berikut esai yang fenomenal itu:

Pemanfaatan Tanggal Tua Sebagai Media Perekat Hubungan
Beserta Metode Pengaplikasiannya

Oleh: Kurosunoadi San Msi Ssos SD SMP SMA

            Haik! Arigatou!!
            Selamat bertambah pintar di manapun Anda duduk.

Saya, Mister Kurosunoadi San, seorang senpai akademisi sejati, akan membeberkan sebuah fakta mencengangkan tentang cara meningkatkan romantisme pacaran melalui tanggal tua. Tapi sebelumnya, biarkan saya mengeluarkan satu fakta besar tentang tanggal tua: 10 dari 10 ahli menyatakan tidak tahu berapa usia pasti tanggal tua.


sumber
Setelah mengetahui fakta tersebut Anda pasti kaget. syok, menganga. Atau bahkan tidak percaya? Ya, pada awalnya saya juga tidak percaya. Berikut rangkuman jawaban dari beberapa ahli:

"Sejak dulu saya sudah berusaha menghitungnya, tapi sampai sekarang pun belum ketemu!" - Michael, Ahli Fisika
"Studi kaus tentang tanggal tua ini benar-benar rumit! Saya hampir frustasi..." - Frank, Ahli Matematika
"Pake sambel nggak, Bang?" - Ujang, Tukang Bakso

Kami, para kaum akademisi, sudah mencoba berbagai cara, tapi memang hasilnya nihil. Namun jangan khawatir, saya telah mengetahui indikasi datangnya Tanggal Tua. Mulai dari ciri-ciri nonfisik seperti botol shampo yang mendadak terbalik, odol yang tiba-tiba tergulung dengan sendirinya, sampai meningkatnya stok mie instan di rumah. Sementara ciri-ciri fisik dapat ditandai dengan mengecilnya ukuran lingkar pinggang, Berat badan menurun, hape sepi, nggak ada yang ngingetin makan (Oke, tampaknya saya agak ketuker antara tanggal tua dan jomblo).

Nah, ngomongin jomblo, Anda pasti penasaran bagaimana cara memanfaatkan tanggal tua sebagai media untuk merekatkan hubungan? Untuk yang berpasangan, tentu ini kabar baik! Tetapi, untuk yang jomblo, Anda tidak perlu khawatir! Hubungan yang dimaksud di sini bukan selalu tentang hubungan bersama pacar!* Tapi bisa juga bersama gebetan Anda. Atau kalau tidak punya, hubungan terhadap teman nongkrong Anda. Kalau tidak punya juga... saya turut prihatin terhadap hidup Anda. :(

METODE PERTAMA: JUJUR 


Kenapa Anda heran begitu? Tenanglah. Saya yakin Anda kaget membacanya. Saya pun begitu. Betul sekali, yang perlu Anda lakukan hanyalah jujur. Jujurlah pada pacar Anda. Jujurlah pada gebetan Anda. Jujurlah padaku. Bila kau tak lagi cinta. Tinggalkanlah aku. Bila tak mungkin bersama. Apa Anda ingat lirik lagu tersebut? Tidak bisa dibantah lagi, lagu tersebutlah yang membuat Band Radja menjadi tenar. Yang membuat nama Ian Kasela melejit seantero Indoesia. Yang membuat mamang-mamang tukang kacamata item langsung dikerubungi pembeli. Lalu, apa hubungannya lagu tersebut dengan merekatkan hubungan dengan pacar? Ya, betul sekali. Tidak ada. Intinya, kita hanya perlu jujur. Ketika di tanggal tua dan Anda tidak punya uang, sekali lagi saya tekankan, Anda hanya perlu jujur pada diri Anda sendiri. Jangan sekali-kali membohongi diri dengan mentraktir gebetan hanya demi “Uwuwuwuw kamu baik banget. :3”

KATAKAN TIDAK PADA KEBOHONGAN!

     
kurva tanggal tua


Seperti yang tertera pada kurva di atas, di mana garis horizontal adalah "Tanggal" dan garis vertikal merupakan "Keuangan" kita. Semakin ke kanan tanggal (dalam hal ini semakin tua), maka keuangan kita akan semakin turun. Titik "D" merupakan waktu di mana tanggal sudah mulai tua. Itu berarti, keuangan kita mendekati titik nol. Atau sederhananya... miskin. Maka, yang perlu Anda lakukan hanyalah melakukan kencan dengan biasa-biasa saja. Ajaklah pasangan Anda ke tempat-tempat murah. Seperti misalnya, warung makan pinggir jalan. Jangan sombong dengan mengajaknya ke tempat mahal, apalagi ke tempat yang tidak berguna seperti kebun singkong. Mau ngapain Anda di kebun singkong? Ingat, yang perlu Anda perhatikan adalah, ajak dia seolah-olah ini adalah kencan yang biasa Anda lakukan. Begitu dia kaget dan protes, “Kok kamu ngajak aku ke tempat kayak gini sih?"

Pandanglah matanya. Tersenyumlah. Ucapkan dalam hati: “Kok dia nanyanya gitu sih? :(“ Genggam tangannya, lalu katakan, “Ya sekali-kali aja. Biar hemat. Duitnya buat masa depan kita aja ya. 

Dan bersiaplah mendapat: “Uwuwuwuwuw. Kamu romantis banget. :3"

METODE KEDUA: KEEP SILENT
Trik mengetes seberapa besar cinta pasangan seperti ini memang lebih sering dilakukan perempuan dibandingkan laki-laki. Cewek bisa aja tiba-tiba nanya, “Eh, kok kamu nggak sibuk. Nggak nyiapin apa-apa buat besok?” Lalu cowoknya diam kebingungan. Lalu ceweknya tersenyum seraya berkata, “Oh, kamu lupa ya?” Dan entah kenapa, pulang nganterin dia, di punggung Anda telah nempel panah beracun.

Berhubung sedang tanggal tua, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengetes kecintaan pasangan Anda!

Berbeda dengan metode jujur, kini waktunya berdiam diri. Ajaklah dia makan di emperan. Lalu diamlah. Anggap semuanya normal. Jika sampai pulang ke rumah dia tidak bereaksi apa-apa, itu berarti dia adalah pasangan sempurna. Jaga dia sampai tua nanti. Apabila begitu sampai di depan gerbang dia teriak-teriak nggak jelas, “PERGI KAMU DARI SINI!!! GROAAARR!! COKOTKEUN URANG KOPI?!” Itu berarti pasangan Anda kesurupan. Namun, jika sewaktu pulang dia menggerutu, “Kok kamu tumben sih ngajak aku ke tempat kayak gitu?” Maka jawablah: “Kamu nggak suka ya? Aku ngetes doang sih sebenernya, kamu tipe yang bisa diajak susah apa enggak.”

Dia pun nengok ke dan berkata, “Uwuwuwuwuw. Kamu romantis banget. :3”

METODE KETIGA: OLAHRAGA


cara murah pacaran romantis adalah olahraga
sumber

            “Kamu kenapa sih enggak mau ikut aku makan? Malah nemenin doang?”
            “Supaya perut aku sixpack dan enak kalo kamu peluk.”

Dia pun “Uwuwuwuwuw. Kamu romantis banget. :3” sambil nujes-nujes perut kamu pake garpu.

Itulah tiga metode yang dapat Anda pakai untuk merekatkan hubungan dengan pasangan (Ya, setelah sampai sini, saya baru sadar kalau semua metode ini hanya cocok untuk mereka yang telah memiliki pasangan. Maafkan kekhilafan saya). Ingat, jangan ikuti ini mentah-mentah. Gunakanlah versi Anda sendiri. Niscaya tingkat romantisme hubungan Anda akan meningkat 78%. Hasil penelitian ini mempunyai skala eror 98%. 

Hal terakhir yang perlu saya ingatkan adalah tanggal tua ada memang untuk membuat orang menderita. Seperti yang tergambar pada diagram lingkaran di bawah:

penyebab tanggal tua bikin hidup orang menderita
Jadi jangan takut. Jangan bimbang dan khawatir. Karena derita tanggal tua dapat kita lawan menggunakan cinta! Biar bagaimanapun, tanggal tua dapat meningkatkan romantisme hubungan berpacaran! Terlebih kalau pacarannya sambil ikutan Tanggal Tua Surprise dari Matahari Mall!


*) Jomblo-jomblo yang baca pun bersorak kegirangan
Share:

46 comments:

  1. Di, elo nonton tiketnya dibayarin ceweknya? *masih tidak bisa menghilangkan pikiran ini pas baca adegannya*

    ReplyDelete
  2. Anjas, udah lah ini aja yang menang. Yang kemarin-kemarin gak pake teori, yang ini keliatan cerdas. (((KELIATAN CERDAS)))

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. Itulah kesalahan yang baru kusadari belakangan..

      Delete
  4. Ternyata bisa gitu, kaitan tanggal tua dengan dunia percintaan. Gue sih, setuju yang Jujur sama Olahraga. Kalo diem..... Takut diracuni gitu. Nggak jadi deng. XD

    Terimakasih buat Jurnalnya Kresnoadi San!!! HAIK!!!

    ReplyDelete
  5. Yihaaaa! Akulah jomblo yang bersorak-sorak kegirangan itu. Teori tanggal tua ini ternyata bisa dipake buat merekatkan hubungan bukan cuma dalam hubungan pacaran aja ya. Yuhuuu. Uwuwuwuwuw~ *sambil nujes-nujes perut om-om di sebelah*

    ReplyDelete
    Replies
    1. ASTAGA JANGAN DITUJES-TUJES ITU PERUT OM SEBELAH!!

      Delete
  6. aku menyerah baca ini perutku kram. demi.

    ReplyDelete
  7. Cadas dii. Udah ga pernah buat penelitian resmi. Akhirnya tanggal tua pun di teliti. Sungguh, membantu

    Arigato

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sungguh tiba-tiba gue jadi pengin skripsian lagi. :))

      Delete
  8. Ini lebih cocok skripsi bro. Tinggal kasih landasan teori aja dikit.
    Lo cocok banget jadi akademisi nih.. wkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena akulah sang kaum akademisi sejati.

      Delete
  9. KAMPRET! KENAPA GUE BARU TAHU INI SEKARANG?!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terlambat lebih baik daripada tidak sama sekali..

      Delete
  10. Yesss..... tanggal tua is the best...


    ========TANGGAL TUA, MEREKATKAN CINTA DAN MENGIRITKAN DANA======
    waspadalah!!!
    waspadalah!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tanggal tua is the best. Oke. Sepertinya kamu salah mmengambil poin dalam tulisan ini..

      Delete
  11. jyahhh jadi teringat pelajaran ekum ni gue
    liat kurva
    ahaha

    ReplyDelete
  12. haa.. makanya atuhlah jgn sok-sokan mau bayarin cewe pas tgl tua :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Namanya juga ingin terlihat keren. :(

      Delete
  13. Sungguh. Kurosunoadi San adalah seorang blogger sejati.

    ReplyDelete
  14. karena saya pedagang mau tanggal tua atau tanggal muda gak jauh beda soalnya gak digaji, asal sebelum tanggal 20 semua tagihan (internet, listrik, dll) sudah dibayar bisa tenang..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yosh. Yang penting bisa romantis-romantisan kalo udah tenang ya. Eh gimana?

      Delete
  15. Kalau saya mah alhamdulillah kalau pas tanggal tua tidak tersiksa banget karena saya selalu menyisihkan uang sedikit untuk jaga jaga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan sampai tanggal tua bikin tersiksa. Hohoho.

      Delete
  16. widiewhhhh udah kayak skirpsi aja, seriuss baca ini sambil makan mie dihari tua. btw romantis bgt :(

    ReplyDelete
  17. Tanggal tua tuh yah, emang kampret. Inget jaman dulu waktu masih SD, tiap gue dijemput nyokap pasti ke mol sebelah sekolahan. Nyokap gue beli ini - itu, lah gue minta barang sebiji doang yang harganya gak lebih mahal dari barang dia, dibilangnya, "Duh, sayang ntar dulu deh. Tanggal tua nih."

    Aaaaaaaarrrgggghhhhh....

    ReplyDelete
  18. Waaaaaks :D ini sih aku yakin menang lagi kamu bang :D

    Yang samsung kemarin kamu juga menang kan ya :D ketjeee abis deh ini mah :D cerdaaas tulisannya :D manis buat dibaca juga :)

    Selamaat deh bang :D

    ReplyDelete
  19. Anjir ini kisah tanggal tuanya keren, bisa aja tanggal tua dijadikan bahan yg romantis.

    ReplyDelete
  20. Jadi kapan Anda bisa mengadakan seminar mengenai tanggal tua, tuan?

    ReplyDelete
  21. huaaaaa
    rindu sama tulisan lo bang...

    soal romantis romantisan
    gak usah ditanya lagi
    lo pakarnya bang. :D

    ReplyDelete
  22. Gokil, keren ini tulisannya, pake kurva segala, jadi inget teori ekonomi mikro hehe. Pendahuluan, landasan teori, pembahasan, kesimpulan... wuih, jadi skripsi aja ini mah haha, tinggal tambahin lagi metode penelitiannya :p
    Lengkap pula, pake bagan kehidupan manusia di tanggal tua :D

    Jadi, faktor terbesar penyebab tanggal tua bikin hidup orang susah karena "itu tanggal tua" ya haha :D

    ReplyDelete
  23. Jadi abis nonton itu pacar lo gak diajak makan bang?

    ReplyDelete

Jangan lupa follow keriba-keribo dengan klik tombol 'follow' atau masukin email kamu di tab sebelah kanan (atau bawah jika buka dari hape). Untuk yang mau main dan ngobrol-ngobrol, silakan add LINE di: @crg7754y (pakai @). Salam kenal yosh! \(w)/