Monday, May 2, 2016

In The Middle of The Night... and Suddenly Thinking About Life

Sampai sekarang, gue masih bingung bagaimana seharusnya seseorang itu hidup. Secara religius, Tuhan menurunkan kita ke dunia ini untuk hidup. Selanjutnya, berdasarkan yang gue pelajari, tinggal sesederhana berdoa dan berbuat baik.

Lalu, pernah kepikiran nggak kalau apa yang kita lakukan itu benar? Kehidupan adalah soal pilihan. Tapi, bagaimana kita tahu bahwa apa yang kita pilih itu sesuatu yang benar. Gue coba berikan contoh sederhana: Gue menyuguhkan dua makanan kepada seseorang. Salah satu dari makanan tersebut sudah gue beri racun. Lalu si orang tersebut memilih dan memakannya di depan gue. Pertanyaannya: apakah segala sesuatu yang terjadi pada orang ini memang sudah merupakan hidupnya? Apakah si orang ini, memang ditakdirkan mati jika dia memiilih makanan yang beracun? Dan kalau dia akhirnya makan makanan yang bersih, apakah itu tandanya dia memang “belum waktunya” untuk mati?

Gue percaya bahwa segala sesuatu di dunia ini sudah diatur. Daun yang gugur memang sudah diiziinkan untuk jatuh dari rantingnya. Tetapi di sisi lain, ada orang yang bunuh diri. Dan ada anggapan dari orang-orang lain bahwa bunuh diri berarti menyalahi “kodrat” karena seharusrnya si orang ini belum “boleh” mati. Katanya, orang yang bunuh diri berarti mendahului takdirnya. Tetapi, kenapa orang tersebut bisa mati? Kalau takdir orang itu masih panjang, kenapa tali yang dia pakai untuk gantung diri cukup kuat untuk mencekik lehernya? Atau sebenarnya, sudah menjadi takdir orang ini untuk menyalahi takdirnya sendiri?

Entah kenapa, kehidupan itu bisa saja menjadi jahat.

Kita sering mendengar orang-orang mencuri, merampok, korupsi, berbohong, selingkuh (lho?) dengan alasan untuk hidup. Mereka (katanya) terpaksa melakukan itu semua, demi bisa bertahan hidup di dunia ini.

Kehidupan, bisa saja memaksa seseorang yang hidup, menjadi tidak hidup. Mungkin di luar sana ada para saintis yang terpaksa hidup di tubuh pembalap. Ada para dokter, yang tidak punya cukup biaya, dan akhirnya memilih untuk hidup di tubuh seorang wirausaha. Teman gue bahkan pernah bercerita kalau dia bertemu seseorang yang ingin menjadi filmmaker, tetapi terpaksa hidup sebagai pengurus audio selama tiga tahun. Bagi beberapa orang, mungkin ketersesatan ini akan membawa ke jalan yang lain. Ke jalan yang menyadarkan dia kalau ada tempat lain, yang merupakan habitatnya. Tetapi Nikola Tesla pernah bilang “Don’t be afraid of death, be afraid of an unlived life”.

Kita tidak perlu takut mati, yang perlu ditakutkan adalah hidup yang tidak hidup.

Banyak orang yang tidak bebas dengan hidupnya. Dan yang anehnya, orang-orang ini membuatnya seolah tidak ada pilihan lain. Kita membuat seakan hidup adalah urusan yang rumit. George Carlin bahkan berpikir hidup itu tidak adil. “The most unfair thing about life is the way it ends. Life is though. It takes up a lot of your time. What do you get at the end of it? A death! What’s that, a bonus?”

George Carlin berpikir bahwa buat apa kita hidup? Hidup itu udah capek, ngabisin banyak waktu, eh ujung-ujungnya malah mati. Menurutnya, hidup itu seharusnya dibalik. Dimulai dari kematian, lalu kita tinggal di rumah tua yang jelek, kemudian diusir. Lalu, kita bekerja sampai puluhan tahun, dan semakin lama kita semakin muda. Lalu kita bisa mabuk, pergi ke pesta dan melakukan hal yang menyenangkan. Kemudian, kita menjadi anak kecil yang bisa melakukan apapun tanpa perlu pusing bertanggung jawab.

Gue sering berharap kalau hidup selayaknya permainan RPG di game online. Di mana sejak awal kita bisa memutuskan ingin menjadi seorang petarung, atau pedagang, atau biksu, atau profesi lain. Lalu, untuk meraihnya, kita tinggal melewati quest-quest yang ada. Untuk menjadi petarung, carilah batu hitam di kota A. Untuk menjadi biksu, semedilah di air terjun kota Pandora, misalnya.

Tapi, entah kenapa, hidup tidak bisa sesederhana itu.

Kenapa ya?
Apa karena kita tidak betul-betul tahu ingin menjadi apa. Atau… ya emang hidup itu ribet aja?
Share:

30 comments:

  1. Hehehe, bagus juga dirimu mikir seperti ini. Boleh juga ditambah dengan nonton film India yang judulnya PK.

    Jawaban tentang pertanyaanmu yang seperti ini hanya dirimu sendiri yang tahu. Karena jawaban tiap orang berbeda-beda. Suatu saat pasti ketemu kok. :D

    ReplyDelete
  2. Kalo lu lagi waras gini, gue jadi bingung mau komen apa?
    Karena setelah baca post ini gue jadi nanya ke diri gue sendiri "sebenernya lu hidup buat apa Pir?"
    Kedengerannya mudah, tapi nyatanya susah untuk dijawab

    ReplyDelete
  3. Pernah sih punya pikiran kaya gitu, hidup ini tuh buat apa? Ngapain kita mikirin yg ga pasti sedangkan takdir udah ditulis. Tapi itu sama aja menyerah diawal, dan akhirnya ga berpikiran gitu lagi.

    Pas baca bagian diatas gua jadi inget film perahu kertas, difilm itu kugy bilang 'kadang kita harus menjadi orang lain dulu dan bisa jadi diri kita sendiri.' Ya itulah hidup, susah dimengerti, ada aja kejutan disetiap jalannya.

    ReplyDelete
  4. Subhanallah, ini blog siapa si?
    gak salah mampir kan gue?
    kesambet setan mana jadi bijak menjalani kehidupan gini.

    ReplyDelete
  5. Hmm.. Berat yaaa? No comment deh.

    ReplyDelete
  6. pernah kepikiran kayak gini sih masdi. tapi gue mikirnya let it flow aja, sambil dinikmati. bikin tujuan, jadi orang bermanfaat,tetap di jalan yang benar. so simple emang keliatanya. tapi pas dijalanin agak ribet juga, nikmatin aja tantanganya, ini udah jalan yang diberikan ke kita.
    sama jangan lupa sarapan!:v

    ReplyDelete
  7. Iya gue setuju, emang banyak orang yang tidak bebas dengan hidupnya. Contohnya orang yang udah nggak nyaman ngejalanin hubungan sama pacarnya karena kebanyakan diatur, tapi dia sendiri nggak berani protes..

    Gue juga nggak tau kenapa orang2 bisa sampe kayagitu. Nggak nyaman tapi nggak mau ngelepasin.

    ReplyDelete
  8. Hidup ribet atau tidaknya tergantung kita cara pembawaanya bagaimana. Apapun pilihannya di buat asik aja :)

    ReplyDelete
  9. Hidup buat ngapain? Ya buat hidup lah (?)
    Kita yang dikasih hidup harusnya bersyukur, karena kita yang hidup disini adalah pemenang. Sudah menyingkirkan jutaan pesaing, pasti tau kan?

    Kalau emang hidup terlalu ribet coba deh lihat hidup dari sudut pandang yang lain.

    ReplyDelete
  10. Samina mina e e. Waka waka e e...
    Adi lagi waras

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukannya lagunya kalau salah noah ya mas ?

      Delete
  11. Daku juga suka,lebih tepatnya sering sih mikir begini.Contoh kenapa Tuhan kasih orang otak yg pintar tapi dia gak lulus seleksi PTN.Kalo gak lulus seleksi akhirnya kerja karena gak ada biaya kuliah PTS.Kenapa? bukankah ada orang kaya? katanya kita harus saling bantu.Kalo gitu semua orang kaya biayain orang miskin supaya semua manusia hidup makmur.Begitukah? mungkin Tuhan maunya begitu,tapi (mungkin) manusia itu sendiri yg gak mau bantu.????????????
    Jadi,sebenarnya manusia itu hidup untuk membantu atau berjuang.?

    ReplyDelete
  12. Ada yang bilang "Life is never fair, get used to it".

    ReplyDelete
  13. Emang bener, semua itu udah ditakdirkan jalan hidupnya. Jadi gak ada yang bisa nebak takdir, apalagi nyalahin takdir. :D

    ReplyDelete
  14. Hidup itu layaknya sebuah ujian. Bila ingin sampai di tujuan, maka ada berbagai rintangan yang akan kita hadapi. Untuk apa ada rintangan? Untuk menguji tekad dan keberanian kita. Seberapa serius kah kita dalam mengejar keinginan tersebut :)

    ReplyDelete
  15. Gue sendiri sebenernya gak pernah mikir sih 'Gue hidup buat apa?'. Karena kalau dipikirin juga ya... buat apa? Gue sendiri hidup sejauh ini punya goals tersendiri sih. Makanya gue gak pernah mikir 'Gue hidup buat apa?'. Karena jawabannya udah jelas pertama gue hidup untuk beribadah. Kedua, gue mau mengejar apa yang gue inginkan. Gitu.

    Kalau soal hidup itu gak fair, actually, gue kurang setuju sih karena gue pikir tuhan udah ngatur semuanya. Kalau kita melakukan sesuatu dan kita gagal lalu kita kesel dan bilang hidup ini gak fair. Well, gue sih mikirnya jadi 'oh mungkin bukan takdir gue'. Tapi, bukan berarti gue berhenti atau nyerah setelah itu. Justru, gue malah jadi lebih bersemangat ngejarnya. :)

    ReplyDelete
  16. pertanyaan lu bisa dijawab dari sisi filsafat di..
    keberadaan seseorang dimuka bumi adalah hukum kausalitas.

    ReplyDelete
  17. Semangat harus bisa menjadi orang yang lebih baik lagi agar kedepannya juga bisa lebih baik lagi, okeh.

    ReplyDelete
  18. Nonton film yg judulnya shelton benjamin(?) ehhh pokoknya benjamin apa gitu deh. Coba di

    ReplyDelete
  19. Iya, suka mikir gini juga, misteri memang...

    ReplyDelete
  20. Kok... Gilak pemikiranmu sampai segitunya :' aku kurang begitu berpikir sampai segitu sih, tapi setelah baca ini, kok iya juga ya :'

    Ah, gataudeh :'

    ReplyDelete
  21. Adi ini memang panutan, ya. Pemikirannya luar biasa! Aaakkkk senpai. :3

    Banyak orang yang punya impian besar, tapi kadang faktor ekonomi atau juga faktor keluarga nggak mendukung hal itu. Ujung-ujungnya memilih profesi yang realistis buat hidup. Ya, gitu deh.

    Anjir, yang dihubungin ke game online itu tokhay betul! Gue dulu sampe bikin 3 char. Cobain semua enak-gak-enaknya sebuah job. Gimana jadi Warrior yang HP-nya tebel; terus Assasins yang lincah dan damage-nya gede; juga Mage yang punya banyak skill. Seandainya hidup bisa seperti itu. :))

    ReplyDelete
  22. Wah, sampe gue bingung komentar apa klo lagi bijak gini.

    Yah.. gue juga masih bingung dengan kehidupan ini bang. Yang gue tau, gue harus berjuang demi meraih kesuksesan yang ingin kita capai.

    ReplyDelete
  23. Wih baca ini jadi seperti kena tampar di pipi. Alhamdulillah gue hepi sama hidup yang gue jalani ini. Alhamdulillah gue nggak kekuarangan apapun.

    ReplyDelete
  24. wih, berfilsafat ya gan??? wkwkw you're entering the philosophy section... setema sama blog gue :))

    gue jg percaya kalau hidup itu diatur... tapi diatur bagaimana? bagian mananya? menurut gue, yg diatur itu ada dibagian hukum2nya... misalnya hukum nature, dimana benda bisa tertarik gravitasi atau daun jatuh dlsb... pertanyaannya, apakah manusia setiap geraknya itu udah diatur? menurut ane ini kesalahan paham gan... soalnya, dari nabi2 ya kagak ada yang dikendalikan... semuanya biasa aja... mau ngelakuin ya ayo, kagak ya yaudah artinya kagak patuh sama Tuhan....

    So menurut ane, untuk human timeline, takdir itu kagak berlaku... we decide everything... but, apakah Tuhan kagak bsa campur tangan? ya bisa... yang MAHA kan? cuma gue kagak tau kapan dan bagaimana detilnya...

    Semangat mencari makna hidup gan!

    clue, tanya ke pencipta kenapa ente ada dan ngapain...

    ReplyDelete
  25. Jujur. tulisan kamu yang ini bagus banget. :D

    ReplyDelete
  26. Kalau dipikir-pikir hidup emang ribet makanya ga usah terlalu dipikirin aja kehidupan yang udah ribet ini senpai.

    ReplyDelete

Jangan lupa follow keriba-keribo dengan klik tombol 'follow' atau masukin email kamu di tab sebelah kanan (atau bawah jika buka dari hape). Untuk yang mau main dan ngobrol-ngobrol, silakan add LINE di: @crg7754y (pakai @). Salam kenal yosh! \(w)/