Wednesday, March 2, 2016

SIDANG MUSYAWARAH BLOGGER NASIONAL!!

Tanggal 14 Februari yang lalu, Daus, salah satu temen blogger, menggemparkan dunia persilatan dengan membuat surat terbuka untuk Iksan, pemilik blog ayam sakit. Begitu membaca tulisannya yang ini, gue langsung mikir, ‘Wah, ni anak abis makan apa nih?’ Terlebih setelah Iksan, orang yang dikirimi surat terbuka, membalas surat tersebut. Adapun berbagai reaksi atas surat-surat tersebut:

reaksi atas surat terbuka dari blogger

tanggapan atas surat terbuka dari blogger

tanggapan atas surat terbuka dari blogger


Mengantisipasi adanya bumbu-bumbu pertikaian antara Daus si Salah Asuhan dan Iksan si Ayam Kampus, gue selaku Senpai Kresnoadi, mengajak Yoga (ini karena Yoga yang ngasih tahu gue tentang adanya surat terbuka, bukannya gue takut! Sumpah!) untuk memanggil kedua belah pihak. Selanjutnya, gue menyuruh Yoga untuk membuat satu group chat (Sumpah ini gara-gara Yoga yang ngasih tahu pertama kali, bukan gue takut! Beneran!) dan memasukkan mereka berdua ke dalamnya.

Setelah sempat gagal karena berbagai alasan (lebih sering karena Iksan pacaran), akhirnya kami menemukan waktu yang pas untuk mengadakan musyawarah. Pertemuan ini sengaja kami lakukan secara terbuka supaya rakyat dapat menilai sendiri dengan bebas. Semua tulisan di sini sudah mendapat persetujuan dari masing-masing pihak, dan tidak melakukan proses editing sama sekali. Berikut rangkuman pertemuan terbuka itu:

K (Kresnoadi): Yang Mulia I
Y (Yoga): Yang Mulia II
D (Daus): Terdakwa
I (Iksan): Terdakwa
P (penonton)

--
I: Interupsi yang mulia!

K: BELOM SETAN!! Uhuk. Baiklah, langsung saja kita mulai sidang musyawarah kali ini! Karena Saudara Iksan tampak sangat antusias, biar saya tanya duluan. Apa tanggapan Saudara setelah membaca surat terbuka dari Saudara Daus?

I: Sebenarnya saya biasa aja. Saya malah bingung. Dia kan nulis surat, kok nggak pake kop surat sih, hmmm pasti nilai bahasa indonya manipulasi!

Y: Biasa saja? Tapi surat balasan dari Anda tampak begitu emosional..

I: Saya bukan emosional. Kebetulan saya mengetik itu berbarengan dengan ujian kalkulus. Jadi rasa kesal saya karena gak bisa jawab soal, saya lampiaskan untuk membalas surat dari Saudara Daus.

K: Apakah pacar Anda juga hasil pelampiasan?

Y: Tolong Yang Mulia Kresnoadi fokus!

*terdengar sorakan-sorakan dari penonton*

Y: Jadi tulisan itu memang asli buatan Anda? Bukan hasil bajakan siapapun?

I: Tentu saja bukan! (Iksan menggebrak meja). Itu murni buatan saya. Tapi hasil instruksi Komo Katakan Putus.

*angin sepoi-sepoi mengempaskan dedaunan*

I: Ini Daus ga ditanya apa nih? (Iksan meminta salah satu anggota majelis untuk mengobati tangannya yang terluka abis gebrak meja).

K: YA AMPUN DARAH!! DARAAAAH?!! ASTAGHFIRULLAH… (Kresnoadi menunjuk tangan Iksan).

Y: Sesungguhnya apa alasan Saudara Daus membuat surat terbuka itu?

D: (Daus mengarahkan pandangannya ke tembok, tatapannya kosong). Jelas saya punya visi dan misi Yang Mulia! Visi saya untuk membuat dunia perbloggeran gempar selama 2 minggu 3 hari. Adapun misi saya yaitu untuk membuat Iksan marah, membuat blog saya semakin terkenal, membuat Iksan terkenal juga, uhuk, dengan kealayannya. Serta membuat roasting sebagai cara baru mengakrabkan diri dengan blogger lain.

*penonton meneriaki Daus*

K: MOHON PARA PENONTON KELUAR!! JANGAN ADA YANG MASUK KE RUANGAN INI?!! TOLONG INI PALU SAYA DI MANA YA PALUUU?!

Y: Mohon Yang Mulia Kresnoadi tenang. Kalau boleh saya tahu, apa itu roasting wahai Saudara Daus?

D: Roasting. Saya dan teman-teman yang lain mengambil istilah dalam stand up comedy. Roasting berarti ngatain temen sesama comic.

I: Jangan percaya dia Yang Mulia! Roasting itu merk tepung!

Penonton 1: Itu bukannya Rose Brand ya?
Penonton 2: Udah diem aja lu sok tau!

Y: Bukannya pembalap ya? Valentino Roasting.

K: Tolong para Saudara sekalian dilarang main pelesetan di sini ya. Hmmm. Lalu bagaimana tanggapan Saudara Daus melihat surat balasan dari Iksan yang terkesan sangat emosional itu?

D: Reaksi saya seperti ini (Daus berdiri, jalan ke tengah ruangan, kemudian menginjak lantai sebanyak tiga kali. ‘INI KAN GAYA KAMU!! SUBUUUUUUUURRR?!’)

*Suasana ruangan seketika mencekam*

Y: Mohon Saudara Daus agar kembali ke tempat duduknya. Lalu bagaimana perasaan Anda ketika membaca komentar-komentar mengenai surat terbuka yang Anda buat?

I: Jawab lu Us!

D: Sori, tadi abis batre.

*Suasana mendadak canggung*

D: Ehem. Jadi begini, menanggapi komen yang awal-awal tentu menyenangkan karena banyak yang bingung. Tapi, begitu Iksan membuat surat terbuka balasan, tiba-tiba ada orang yang komennya ngeselin Yang Mulia! Saya jadi ikutan kesel! Mana saya kalo kesel bawaannya pengin teriak-teriak pula! (Daus berdiri, kembali menginjak-injak lantai)

K: Cukup Daus, cukup. KEAMANAAAN!! DUH INI DI MANA SIH PALU SAYA?! PAKE ILANG SEGALA!!

*Daus terengah-engah dibekap tiga orang security*

Y: Supaya tidak tegang, silakan liat ini dulu:

cewek makan pisang dengan seksi


*Daus kembali tenang*
*Iksan malah tegang*
*Penonton bersorak riang*

K: Baiklah, kalau begitu pertanyaan terakhir. Saudara Iksan, pacar Anda sudah ngapain aja sama mantannya?

I: (Iksan tidak menjawab, masih sibuk memperhatikan foto tersebut).

Akhirnya sidang ditutup dengan damai dan sentosa. Diharapkan rakyat dapat menilai dengan adil sehingga tidak tercipta argumen-argumen sembarangan. Salam sejahtera untuk kita semua! Merdeka!
Share: