Tuesday, March 29, 2016

Little Silly Poems

Gue selalu heran sama orang yang punya “kekuatan” sama kata-kata. Apalagi para penyair yang kalo bikin puisi entah dari mana bisa “menemukan” kata kayak gitu. Berima, dan kayaknya sastra banget. Kayak misalnya “engkaulah jemari bulan yang merayap blablabla…” Sementara gue gak pernah bisa bikin tulisan kayak gitu. Sekalinya bikin, bukannya keren, jatohnya malah kampungan.

Anehnya, di waktu-waktu tertentu, gue suka tiba-tiba pengin ngebuat puisi. Kayak ada perasaan aneh yang mendorong gue dan bilang ‘Udah, norak aja gapapa.’ Entah itu cuman buat dibaca sendirian berulang-ulang. Atau malah ngerasa pengin pamer dan nunjukin ke satu dunia kalau gue lagi mengalami sesuatu. Entah itu perasaan baru dicampakkan. Atau lagi kangen. Or like, how I feel right now:

LSP1
Katanya, jatuh cinta adalah bagaimana dua orang
berjalan bersama-sama.

Kalau begitu, mari kita ke pantai.
Dan karena kamu takut air,
kita hanya akan berjalan menyusuri pasir.
Mendengar ombak sambil menyanyi kecil.

Atau membuat api unggun.
Membakar ikan dan kepiting
setelah lelah menunjuk matahari yang baru turun.

Atau kalau tidak mau jauh-jauh,
kita hanya akan membuat kemah di halaman rumah.
Kamu menyiapkan makanan, aku yang merakit tenda.

Kalau kamu takut ketinggian, kita tidak usah
susah-susah mendaki gunung atau tebing.
Cukup main ke Dufan dan berteriak sampai serak.

Atau kalau masih takut juga,
Kita tinggal pergi ke parkiran mal paling atas.
Menyaksikan kendaraan yang bergerak.
Dan tolong biarkan rambutmu tertiup angin.
Karena aku suka caramu membenarkan rambut yang berantakan itu.

Atau kita cukup duduk saja?
Membiarkan waktu menyaksikan dua orang yang sedang jatuh cinta?

--
LSP2
Pinjami aku bibirmu.
Supaya bisikanmu dapat membangunkanku setiap pagi. 
Pinjami aku rambutmu.
Supaya aku bisa bebas
mencukur kumisku setiap minggu
dan menarik ujung-ujung rambutmu ke atas mulutku. 
Pinjami aku kameramu.
Supaya setelahnya kita akan tersenyum
di bawah lampu jalan.
Lalu memotret tanpa perlu pusing memilih filter.
Karena tidak ada yang perlu dibohongi lagi. 
Biarkan aku meminjamkanmu langkahku.
Dan kamu, silakan loncat ke punggung.
Mari kita menyusuri trotoar. Sesekali kamu mencekik leherku tidak sengaja. Sampai aku hampir terjengkang.
Rasanya seperti melihat orang lain membuatmu tertawa. 
Pinjami aku malam.
Supaya aku bisa berjoget di depan lemari baju
dan menjemput kamu malam mingguan.
--
Maafkan aku teman-teman kalo postingan ini terasa nyampah. Tapi gue lagi mau norak. Bodo amat. Hehehehe.
Share:

59 comments:

  1. Kalimatnya sederhana bang. Kereeenn

    Suka dengan kalimat ini,
    ''Atau kita cukup duduk saja?
    Membiarkan waktu menyaksikan dua orang yang sedang jatuh cinta? ''

    *bayangin bg Adi joget depan lemari baju*

    ReplyDelete
  2. Atau kita cukup duduk saja?
    Membiarkan waktu menyaksikan dua orang yang sedang jatuh cinta?

    sama kaya wulan, aku gak kuath baca bagian inih.

    ReplyDelete
  3. Bikin gimana gitu kalimat yang ini:

    "Dan tolong biarkan rambutmu tertiup angin.
    Karena aku suka caramu membenarkan rambut yang berantakan itu."

    Btw, keren banget bang. :D

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Pinjami aku bibirmu
    Bang saya cowokloh bang
    Tobat bang tobat

    ReplyDelete
  6. Ciye asyik banget ini orang lagi jatuh cinta. Nggak tau apa saya baru ditinggal mantan nikah.

    ReplyDelete
  7. wuuiihh puitis banget, biasanya kalau lagi puitis gini lagi jatuh cinta. Suka banget bagian ini
    "Supaya setelahnya kita akan tersenyum di bawah lampu jalan. Lalu memotret tanpa perlu pusing memilih filter. Karena tidak ada yang perlu dibohongi lagi."

    ReplyDelete
  8. Keren laaaa keren! Gue suka yang pertama.

    ReplyDelete
  9. Enggak ada puisi yang norak. Keren kok.Tapi LSP itu apaan ya?

    ReplyDelete
  10. Ya Allah, bagus banget. Maha Romantis sekali Senpai Adi. Kalo lagi jatuh cinta emang biasanya jadi norak abis. Hahaha

    ReplyDelete
  11. hihihi, aku juga sama ga prnh bisa bikin puisi mas.. ;D.. kamu mah masih mending, walo mnrutmu itu norak, tapi oke juga kok... cuma mungkin rada gombal kalo buat cewe2 anti pujian :D..

    aku kalo udh nyoba bikin puisi ato kata2 berima apalah itu, pasti stuck deh.. mw dipaksain juga ga bisa... drpd hasilnya makin bikin muntah utk dibaca, ga prnh nyoba lagi deh bikin puisi ;p..

    ReplyDelete
  12. Gue juga suka mikir gitu tiap baca tulisan lo bang. Kereeen. Hahahaha. Eh ini tuliaan saiditsad mampir nih?

    ReplyDelete
  13. Haha... emang klo.Lagi jatuh cinta itu norak bang. Gpp bang, keren!!

    Apalagi pas kata pinjami aku bibir. Gue bacanya geli2 basah gimana gitu.. sambil mikir. Gue cowok bang!!!!! Haha

    ReplyDelete
  14. Wah, udah ada kotak komentarnya lagi yaa?
    Lama nggak kesini, real life sibuk hahaha....

    atau kita hanya duduk saja?
    berdiam diri sambal larut melihat nuansa bahagia atau malah bercengkerama dalam suka dan duka?

    tsadessssssttt

    ReplyDelete
  15. "Atau kita cukup duduk saja?
    Membiarkan waktu menyaksikan dua orang yang sedang jatuh cinta?" Gila ini kata-kata keren banget.

    Gue malah selalu heran lo kalau buat puisi bagus-bagus, Di. Apalagi yang di saiditsad. Kata-katanya berat-berat buat gue.. But, very nice! Serius.

    ReplyDelete
  16. Kalo orang lagi jatuh cinta, pemilihan katapun cukup berirama.. Kata2 yg Keluar bakalan beda rasanya.. Kayak rwmbut yg tertiup angin itu, walau berantakan, tapi tetap Di inginkan.

    Keren!

    ReplyDelete
  17. kata-katanya pas buat yang sedang jatuh cinta

    ReplyDelete
  18. Keren, Di. Gue juga baru mau belajar bikin puisi tapi kalimat-kalimat yang uge hasilkan terkesan norak. Mau mencoba untuk 'bodo amat', tapi ada ketakutan-ketakutan tersendiri yang menghampiri. Hohoho.

    ReplyDelete
  19. Atau kita cukup duduk saja?
    Membiarkan waktu menyaksikan dua orang yang sedang jatuh cinta? *Haseek.

    Kata-katanya keren! Kadang jadi iri tiap baca puisi orang yang tiap deretan kata dan lariknya bagus baget. Ck :3

    ReplyDelete
  20. Pinjami aku rambutmu, biar aku.. emmmm.....

    Kalimat kalimatnya sederhana tapi terdengar lucu.. Hahaha

    ReplyDelete
  21. Puisinya so sweeeeet. Suka. Suka yang "Dan tolong biarkan rambutmu tertiup angin.
    Karena aku suka caramu membenarkan rambut yang berantakan itu."

    Cewek suka melting kalau soal rambut sih menurutku. Apalagi kalau sampe dibelai.

    Perasaanku aja apa enggak ya, kayaknya kamu kalau bikin puisi, selalu ada yang soal rambutnya gitu. Kayaknya suka banget ngebelai rambut cewek :'D

    ReplyDelete
  22. "Atau kalau masih takut juga,
    Kita tinggal pergi ke parkiran mal paling atas.
    Menyaksikan kendaraan yang bergerak.
    Dan tolong biarkan rambutmu tertiup angin.
    Karena aku suka caramu membenarkan rambut yang berantakan itu."

    nice bang :D

    ReplyDelete
  23. Apalah-apalah sekali puisinya, sangat bersyairlah.

    Terus kenapa cukur kumisss? biar bisa mainin rambut diatas bibir? Biar geli-geli manja gitu? wkwkwk keren lahhh

    ReplyDelete
  24. Gak norak koooook Di. Baguuuus!

    ReplyDelete
  25. Asik kata-katanya. Jujur banget. Hahaha. Gue juga kadang merasa senorak apa yang lo rasain kalo bikin puisi dan gak berani menuliskannya.

    ReplyDelete
  26. Pinjam aku bibirmu.. leh uga.. Settdaah! :D

    Pinjami aku rambutmu... buat di jadiin kemonceng! wkwkwkw..

    tuh kan ingat mantan -_- suka nyium bau rambut habis kramas. Uh

    ReplyDelete
  27. Kalo nggak salah, gue udah baca ini di Tumblr. Mantaplah, Di! Puisi mah keindahan kata-kata, nggak ada kayaknya yang norak. CMIIW. :))

    ReplyDelete
  28. Bagus nih di, dari dua diatas gua suka yang ke 2.
    Kalau "dan menjemput kamu malam mingguan" menurut gue lebih enak "dan menjemput kamu dimalam minggu" gitu aja. hehe

    ReplyDelete
  29. Pujangga juga manusia cuy yang bisa galau. Puisi jadi sarana curhat terselubung, biar galaunya elegan haha 😎

    ReplyDelete
  30. Kalimat, "Pinjami aku bibirmu" buat gue jadi serem..........
    ASLI!

    ReplyDelete

Jangan lupa follow keriba-keribo dengan klik tombol 'follow' atau masukin email kamu di tab sebelah kanan (atau bawah jika buka dari hape). Untuk yang mau main dan ngobrol-ngobrol, silakan add LINE di: @crg7754y (pakai @). Salam kenal yosh! \(w)/