Friday, February 19, 2016

Soal Komentar di Blog

Sejak beberapa hari lalu, banyak yang nanyain soal komentar di blog ini. Mulai dari yang ngirim chat di LINE, mention di Twitter, komen di Google Plus, sampai ngirim email langsung. Nah, kali ini gue mau membahas kenapa kolom komentar yang biasanya selalu ada di akhir postingan, sekarang nggak ada. Dan untuk temen-temen tahu, gue sama sekali tidak melarang siapapun untuk komentar di blog ini.

Here are the reasons:

Pertama, dari sisi gue. Terus terang, belakangan ini gue agak “terpengaruh” dengan berbagai komentar yang masuk. Gue merasa, kalau, komentar temen-temen jadi salah satu “indikator” gue untuk memilah postingan seperti apa yang akan gue publish. Gue jadi merasa menulis bukanlah pekerjaan yang jujur. Padahal, sejak dulu, gue emang selalu nulis apa yang mau gue tulis.

Gue jadi merasa kalau menulis tidak semenyenangkan dulu. Gue merasa kayak ‘Wah, gue harus nulis lucu nih.’ Atau ‘Wah, lucunya udah kebanyakan nih, harus nulis yang berisi nih.’

Padahal, well, this is my blog. The place that I share my stuff with free. Tempat gue menumpahkan apa-apa saja dengan sesuka hati. Jadi, mulai sekarang, gue emang bakal serandom itu. I just write something that I want to write.

Kedua, dari sisi etika berkomentar. Ini juga yang akhir-akhir ini gue rasakan secara tidak sengaja. Sebetulnya, ada beberapa alasan di luar etika ini yang emang sedikit “mengganggu” gue sejak lama. Seperti sistem berkomentar bawaan blogspot yang rasanya kurang pas. Salah satunya: orang yang komen jadi gatau kalau komentarnya dibales. Mungkin ada fitur click this if you want a notification email, tapi rasanya hal itu belum dibiasakan.

Di luar itu, kolom komentar jadi semacam ajang “menunjukkan diri”. Entah dengan cara apa, tapi, orang-orang ini berkomentar cuman supaya diliat. Supaya dirinya diperhatikan. Orang-orang ini jadi malah semacam “pendistraksi” atas tulisan yang ada. Mereka sengaja komentar untuk kepentingannya sendiri, bukan menghargai tulisan yang diposting. Untuk temen-temen blogger yang baca ini, mungkin paham gimana rasanya ini.

sekarang pake ini ya :)


Kombinasi itukah yang bikin gue memutuskan untuk menghilangkan kolom komentar di bawah. Sebagai gantinya, gue harap temen-temen bisa tetep komentar lewat form Contact Us atau email (tapi jangan lupa nulis judul postingan yang kalian komentarin di email atau form ya!) Karena menurut gue, orang yang mengirmkan ceritanya lewat dua media itu memang berarti punya niat yang tinggi atas apa yang dia baca. Mereka juga ingin berbagi cerita, dan mereka harus tahu kalau gue membaca apa yang mereka tulis. Mereka harus tahu, kalau, cerita mereka, sampai kepada gue. Karena dengan dua metode tersebut, balasan dari gue akan langsung masuk ke email yang mereka isi di form. Untuk cerita/komentar/pertanyaan yang seru dan unik, nanti bakal sering gue jawab di blog supaya bisa dibaca sama temen-temen yang lain. Ini sekaligus mendorong temen-temen supaya bisa ngasih komentar atau cerita yang seru. \:p/

Sejauh ini, gue rasa inilah cara komunikasi yang paling tepat.

Gue berharap temen-temen bisa mengerti ini. Karena buat gue, kejujuran itu salah satu hal terpenting dalam membuat sesuatu. Kalo emang udah saatnya nanti, gue juga bakal munculin lagi kotak komentar di bawah, tapi kayaknya bukan dalam waktu dekat ini deh. :)

Gue minta maaf kalau ada di antara temen-temen yang nggak suka. But, hey, this is my blog.
Then, welcome! \(w)/
Share: