Sunday, February 28, 2016

Menjawab Kepergian Tulus Melalui Video Musik Tulus - Pamit

Beberapa hari lalu, di beranda Twitter gue lagi rame banget yang ngetwit dengan hashtag #TULUSpamit. Saat itu, gue langsung sedih karena penyanyi idola gue itu akan meninggalkan industri musik tanah air. Padahal, gue belum bangkit dari kesedihan semenjak pamitnya Kumel dari dunia ini. Didorong oleh rasa penasaran, gue mencari tahu alasan kepergian Tulus ini. Gue pun baca dari satu twit ke twit lain, sampai pada akhirnya gue tahu kalau ternyata Pamit adalah single terbarunya Tulus di album ketiga nanti. Gue langsung lega setengah mencret.

cover single terbaru Tulus Berjudul Pamit


Setelah mencari tahu ke sana ke mari, gue pun mendengarkan lagu ini melalui video lirik yang diunggah Tulus. Ternyata, lagu ini menceritakan tentang Tulus yang ijin mau lari pagi ke nyokapnya, tapi malah main game online ke warnet.

KAGAKLAH!

Lagu ini bercerita tentang sepasang kekasih yang tidak kuat menjalani hubungan LDR, lalu putus dan berharap menjadi teman baik.

Meskipun sudah mendengarkan lagu ini, tapi insting detektif gue mengatakan ada hal yang belum terungkap. Ada sebuah pertanyaan yang belum terjawab: Sebenarnya, Tulus mau ke mana?

Tidak perlu menunggu lama sampai kemudian musik video dari lagu ini dirilis. Gue pun segera melakukan sinkronisasi antara lirik lagu dengan cuplikan-cuplikan di video untuk menjawab pertanyaan “Tulus pamit emang mau ke mana?” ini. Lalu, setelah melakukan kajian mendalam, gue akhirnya sampai pada kesimpulan yang mengejutkan. Berikut akan gue bongkar satu per satu:

Video dibuka dengan jalanan bersalju dan mobil yang berlalu-lalang. Lalu, Tulus keluar dari mobil berwarna merah, mengenakan setelan serba hitam dan masuk ke rumah. Dia kemudian mengambil satu kartu dari tumpukan di meja, lalu menunjukkan ke kamera dan berkata, ‘INI KAN KARTU ANDA?! SEMPURNAA!!’

Oke, kayaknya gue salah video deh.

Awalnya, kamera menyorot Tulus yang sedang menatap nanar ke jendela dari belakang. Kemudian, kita dikasih liat segala perabotan yang ada di ruang makan. Mulai dari kompor, meja makan, dan cangkir yang tidak ada isinya.

Lalu, Tulus cuci muka di wastafel.

Sekali lagi gue ulang,
TULUS CUCI MUKAAAA?!! TULUS MO PAMIT AJA CUCI MUKA DULU GOKILLL!! Ini sungguh di luar dugaan.

Setelah cuci muka dan merasa tampan, Tulus mengambil jaket, mematikan lampu, kemudian keluar rumah. Jadi, kalau kita lakukan reka ulang kejadian: Tulus pulang -> cuci muka ->  Tulus pergi lagi. Hmmm sungguh misterius sekali. Pasti ada maksud tersembunyi di balik cuci mukanya Tulus. Karena ini tidak mungkin terjadi pada orang biasa. Gue kalo abis maen sama temen kompleks lalu pulang buat cuci muka dan balik main lagi, udah pasti diomelin nyokap, ‘KAMU TUH DEK KERJANYA KOK YA BOLAK BALIK BOLAK BALIK MULU?!’

Jadi, sepenting apakah cuci muka bagi Tulus sampai harus pulang dulu ke rumah? Mari kita lanjutkan.

Sebuah instrumen dimainkan. Video memperlihatkan daerah kompleks tempat tinggal Tulus yang sedang dihujani salju. Tulus jalan di tengah jalan, lalu musik memainkan suara Tulus, ‘Uuuuuuuu… Uuuuuuu..’

Lalu dimulailah lagu ini dengan lirik ‘Tubuh saling bersandar ke arah mata angin berbeda. Kau menunggu datangnya malam, saat ku menanti fajar.’ Sambil video menayangkan adegan Tulus yang sedang duduk sendirian di meja makan. Ya, di sini mulai terungkap bahwa sebenarnya Tulus lagi nungguin si Fajar. Tadi dia pulang ke rumah buat ngajakin Fajar makan bareng, tapi Fajar gak ada. Akhirnya Tulus cuci muka, lalu pergi makan sendiri. Pertanyaan selanjutnya yang timbul adalah: Siapa itu Fajar? Kenapa dia menghilang begitu saja tanpa ngabarin Tulus?

Selanjutnya lagu tersebut berbunyi, ‘Sudah coba berbagai cara, agar kita tetap bersama.’ Dengan gambar video yaitu Tulus yang keluar tempat makan, lalu ke stasiun dan naik kereta. Di sini, gue mulai yakin kalau Tulus lagi nyari si Fajar. Nyusahin banget tuh orang sampe Tulus harus bersusah payah gini.

Tulus kemudian sampai di satu tempat, menyeberang jalan tanpa menengok kanan kiri, sambil musik memainkan ‘Yang tersisa dari kisah ini, hanya kau takut ku hilang.'

Di scene ini, Tulus tampak cemas sekali sampai nyeberang gak liat-liat. Gue masih mikir penyebab ini semua adalah si Fajar. Tapi alasannya masih belum ditemukan.

Sesampainya di tengah hamparan salju, tiba-tiba Tulus nyanyi, ‘IZINKAN AKU PERGI DULU!!’ 
Lalu Tulus pergi.

Jika kita rekap maka kejadiannya adalah seperti ini: Tulus pulang -> Mau jemput Fajar buat makan bareng -> Fajar gak ada -> Tulus cuci muka -> Tulus akhirnya makan sendiri -> Tulus nyariin Fajar sampe naik kereta -> Karena udah stres gak ketemu-ketemu, akhirnya Tulus memilih untuk teriak di tengah jalan, ‘IZINKAN AKU PERGI DULU!’

Apabila kita melihat ini secara keseluruhan, gue rasa Fajar adalah seseorang yang begitu penting di dalam hidup Tulus. Tulus sebetulnya pengin pamit sama Fajar, tapi Fajar gak ada. Setelah dicariin ke mana-mana, capek, akhirnya Tulus jerit-jerit di tengah jalan. Ini persis kayak yang gue lakukan kalo mau maen dan males nyari nyokap. Biasanya gue cuman teriak dari garasi, ‘Bu, mo maen!!’

Tapi, kemudian video menunjukkan kalau Tulus galau. Musik memainkan ‘Sudah coba berbagai cara. Agar kita tetap bersama.’ Yang diikuti dengan kamera bergoyang-goyang tidak tentu, lalu sekelebat terlihat wajah Tulus yang tampak gelisah. Ini mencerminkan satu dari dua kemungkinan berikut:  1) Tulus masih gak enak sama Fajar, dia merasa harus kembali mencari si Fajar dan minta ijin untuk pamit, atau 2) Kameramennya gemeteran gara-gara shooting di tempat bersalju.

Selang beberapa saat, Tulus kembali nanyi di tengah salju sambil kedinginan. Dengan muka pucat, Tulus berusaha melantunkan, ‘Yang tersisa dari kisah ini hanya kau takut kuhilang.

Fix. Ini semakin jelas. Tulus nyariin Fajar karena takutnya nanti Fajar bingung dan merasa kehilangan. Kenapa? Sampai saat ini hipotesa gue menyatakan kalau ini berarti Tulus akan pergi ke tempat yang jauh. Ke tempat yang susah sinyal sampai tidak bisa dihubungi dan dicari. Makanya, Tulus gak mau si Fajar merasa kehilangan. Sungguh benar-benar lelaki idaman sekali Tulus ini.

Video kemudian menggambarkan Tulus yang pergi ke sana ke mari. Mencari ke sudut taman yang bersalju, menyeberang jalan, lalu sesekali kamera bergoyang tidak karuan (ini kayaknya emang kameramennya udah laper deh). Sampai kemudian Tulus benar-benar pusing dan kecapekan sehingga memilih untuk teriak lagi, ‘IZINKAN AKU PERGI DULUUUU~ YANG BERUBAH HANYA KAU TAK LAGI MILIKKU?!!’

Tulus, dengan sisa-sisa tenaga yang dimilikinya, melanjutkan nyanyiannya di tengah hamparan salju sambil mengepulkan asap dingin dari mulutnya, ‘KAU MASIH BISA MELIHATKU, KAU HARUS PERCAYA KU TETAP TEMAN BAIKMU!!’ Lagu tersebut ditutup dengan Tulus yang meronta-ronta, ‘AAAWWWH… UUUWW... OWOWOWOHH… OOHOHUOOOWHH..’

Jadi, kesimpulan yang gue dapat dari video ini adalah: Tulus mau pamit sama si Fajar karena dia bakal pergi jauh. Ke sebuah tempat yang susah dihubungin, tetapi si Fajar tetep bisa liat. Yak, betul sekali, Tulus mau jadi pemain debus di pedalaman Banten. Tulus akan tinggal di sana yang notabene nggak ada sinyal, tapi si Fajar tetep bisa nonton dia karena setelah menguasai ilmu kebal, Tulus bakal praktek dari metro mini ke metro mini. Yeah! Hidup Tulus!

--
Buat yang mau nonton video musiknya, silakan klik di sini. Sumpah, lagu ini akan membuat lo berhenti melakukan aktivitas apapun, lalu mendengarnya dengan penuh penghayatan.

Ps: Efek samping dari denger lagu Pamit dari Tulus adalah, tiap mau ke warung, jadi refleks bilang ke nyokap, ‘IZINKAN AKU PERGI DULUU~ YANG BERUBAH HANYA KU TAK LAGI MILIKMU?!!’
Share: