Friday, February 27, 2015

Tip Menghindari Pembegalan Dari Orang Yang Pernah Merasakan Begal

AAAAAK!!

Gue baru sadar,
kayaknya bulan ini penuh dengan postingan cinta-cintaan.

Komentar orang-orang juga nggak jauh-jauh dari: “Lo sehat di?”

Setan memang kalian semua.

--
Masuk ke topik. Belakangan ini lagi heboh banget soal pembegalan. Anak-anak yang suka naik motor malem-malem pada dicegat, direbut motornya. Bahkan ada pembegal yang motong korbannya pake pedang. Serem mampus. Jujur, sebagai anak motor jiwa gue langsung tersentuh. Bulir-bulir air mata gue jatuh begitu saja (Kebetulan di depan gue ada irisan bawang merah).

Jadi, untuk kalian yang sering pulang malem menggunakan sepeda motor dan membaca tulisan ini, beruntunglah! Pada kesempatan kali ini gue akan memberikan tip menghindari pembegalan dari orang yang pernah merasakan begal (Badane Pegal).

Satu. Berdasarkan insting sotoy gue, pembegal lebih mengincar orang yang bawa motornya lesu. Capek karena habis bekerja seharian. Maka tip pertama untuk mencegah pembegalan adalah sok-sokan menjadi pembalap!

Layaknya Valentino Rossi, bawalah motor dengan cara membungkuk. Turunkan kepala kamu sampai bawah. Kalau bisa sampe jidatnya mentok mesin. Dengan begitu, para pembegal akan mikir-mikir. Dia pasti akan menyangka kamu seorang pengendara motor yang sedap dan sulit untuk dicegat. Dengan cara ini, selain terhindar dari pembegalan, kamu pasti bakal dikira pemain sirkus. Keren!

Dua. Menurut analisis yang gue temukan, para pembegal mencintai motor yang tidak ada spion. Motor yang tidak ada spion membuat para pembegal merasa aman. Selain itu, tanpa spion, pengendara motor sulit mengecek siapa yang mengikutinya di belakang. Jadi, tip nomor dua: pasanglah spion!

Kalau perlu, pasang spion di setiap lobang. Pasang di stang, di knalpot… dan di kuping kamu. Hal ini perlu kamu lakukan untuk mengintimidasi pembegal. Nantinya, ketika dia ingin membegal, kamu tinggal buka helm. Dengan dua spion yang nempel ke kuping, dijamin dia akan kaget dan menjerit, “Astaghfirullah! Ada siluman gajah!!”

Tiga. Tip ini dapat kamu gunakan apabila kamu sudah dipepet oleh si pembegal. Ya, tip berikutnya bernama: Takut-Takuti-Dia-Dengan-Curi-Spionnya.

Sewaktu dia sudah memepet kamu dari samping, jangan dengarkan apa yang dia teriakkan. Kamu harus fokus pada spionnya. Seperti yang gue bilang, pembegal mencintai motor tanpa spion. Maka kamu harus pepet balik dan copot spion si pembegal. Setelah berhasil, teriaklah sekencang-kencangnya, “MAMPOS LO SPIONNYA GAK ADA GUE SUMPAHIN DI DEPAN KENA BEGAL LO ASU!!!”

Empat. Bawalah jagung ke mana-mana. Jagung adalah makanan sekaligus alat proteksi diri paling ampuh tahun ini. Ketika si pembegal datang menyetop motor kamu, santailah. Buka ranselmu, lalu sodorkan jagung ke arahnya. Kemudian, dengan nada menggemaskan, tanyalah, “Kenapa jagung ini dibakar?”

Niscaya, bukannya dibegal, kalian akan nyanyi bareng-bareng.

Lima. Dibunuh atau membunuh! Bacok atau dibacok! Jadian atau tetep kakak-adekan!

Kamu pasti berpikir bahwa untuk menghindari pembegalan adalah dengan tidak menggunakan motor. Tetapi saran gue tidak! Menghindar adalah pekerjaan orang cupu! Sementara kamu adalah seorang pria petarung. Jadi, daripada dibegal, kamu harus membegal duluan! Horas!

Kira-kira beginilah cara menggunakannya:

SP (Si pembegal): WOI BERENTI LO!!
L (Lo): ELO YANG BERENTI!!
SP: Diem lo minggir! Gue rampas motor lo!
L: Elo yang gue rampas!
SP: Gue begal lo!
L: Elo yang gue begal!
SP: …
L: Elo yang …!

Pakailah cara ini sampai si pembegal capek dan menyerah. Dijamin kamu akan selamat dan terhindar dari pembegalan. Namun hati-hati, dengan cara seperti ini, seperti layaknya penjahat, pembegal adalah licik. Mungkin saja dia akan berteriak, “Gue ganteng!” supaya kamu bilang “Elo yang ganteng!” dan dia kesenengan.

Nah, itu adalah beberapa tip untuk menghindari pembegalan dari orang yang pernah merasakan begal (badane pegal). Kalau ada yang mau nambahin, silakan di kolom komentar!


Suka post ini? Bagikan ke:

Saturday, February 21, 2015

Unperfect

Seperti lazimnya hubungan LDR, hal paling mudah untuk gue dan si pacar menghilangkan kangen adalah dengan teleponan. Beberapa hari yang lalu, kita teleponan seperti biasa. Seperti selalu ada hal baru yang bisa kita bahas.

Sampai dia memberikan satu pertanyaan.

Gue terdiam sejenak. Pikiran gue mengawang-awang. Sejujurnya, hubungan gue kali ini adalah hubungan yang cukup aneh buat gue. Hubungan gue dengan si pacar hanya diawali dengan sebuah pertemuan, yang, kalau boleh dibilang, jauh dari kata sempurna. Pertemuan gue dan dia bahkan diakhiri dengan cara yang kurang mengenakkan.

Hubungan yang kalau gue pikir kembali, menjadi the weirdest thing I have.
Yet I love.

Terkadang, kita salah persepsi tentang sebuah hubungan. Kita selalu mencari seseorang yang kita anggap sempurna. The one who perfectly perfect. Yang rambutnya harus bergelombang, atau yang lebih tinggi dari kita, atau yang isi dompetnya tebal. Atau, bagi cowok-cowok kere, mencari perempuan ideal berarti mencari sosok yang mau diajak makan di warung pecel lele.

Buat gue, menjalin sebuah hubungan berarti menjalin ketidaksempurnaan. Bagaimana kita saling tahu bahwa kita sama-sama tidak sempurna. Bahwa untuk saling menerima ketidaksempurnaan, dibutuhkan perasaan yang juga tidak sempurna. Yang tidak egois karena tahu bahwa kita sama-sama bukan orang yang sempurna.

Menjalin sebuah ketidaksempurnaan juga berarti menjalin sebuah keseriusan. Karena saling sadar dengan ketidaksempurnaan masing-masing, kita menjaga hubungan ini dengan serius dan hati-hati. Berteman dengan ketidaksempurnaan adalah berteman dengan masalah-masalah yang ada di dalamnya.

‘Jadi, kenapa kamu bisa suka aku?’ tannya dia, untuk kedua kalinya.
‘Emm...' Gue menarik napas sedikit, 'Soalnya kamu gak sempurna.’

Suka post ini? Bagikan ke:

Sunday, February 15, 2015

Reaksi Saya Terhadap Status Fesbuk Saya De El El




Tanggapan:
Hmm. Gue yakin sebelum status itu dibuat, Kresnaodi kecil lagi mencoba mainan game baru. Nama permainannya adalah snake. Untuk yang belum tahu, snake itu ular, bukan makanan ringan. Kalo makanan ringan itu snack. Kalo makanan ringannya dimakan pegulat di atas ring namanya jadi snack down.

Oke maaf.

Jadi, pas gue keasikan mainin itu game baru, temen sekelas gue nanya, ‘Lo gak takut ketauan guru mainan hape di kelas?’

‘Kagalah!’ jawab gue, macho. ‘Kan udah gue silent.’

Gue nggak tahu cara ngebalikin ke mode normal.

Hape gue pun sepi.




Tanggapan:
Yak, kenapa gue bikin status sambil ngirup wipol gini. Skip!




Tanggapan:
Biar kalian semua tahu, ini bukan kalimat yang gue lontarkan ketika lagi jongkok di atas jamban lalu melihat ada keanehan di ujung tokai sendiri. Gue juga gak tahu kenapa gue bisa nulis status kayak gini. Ini pasti ujung… ujung… ujung celana. YAK! UJUNG CELANA GUE ADA YANG GAK BENER!! POKOKNYA BUKAN BOKER GUE YANG ANEH! CAMKAN ITU ANAK MUDA!



Tanggapan:
Yoi! Keren abis. Kalau ada nominasi status terkeren sepanjang abad, tentu status ini udah jadi juara di atas juara. “Whoz da better ya!” Sebuah kalimat tingkat tinggi yang tidak akan dimengerti makhluk di dunia maupun akhirat. Bisa dipastikan kuntilanak yang baca ini langsung kebelet pengen sampoan, pocong ganti kafan, dan Chef Juna akan menjerit, ‘Makanan apa ini! Rasanya seperti popok bayi!!’
--
Pindah ke postingan kemarin. Setelah gue memutuskan untuk membuat naskah serius, ternyata banyak juga blogger yang mau ikutan. Keren. Ini dia beberapa komentar di antaranya:

Fikri Maulana February 9, 2015 at 9:59 PMKita sama-sama mau bikin naskah bro, semangat :)
rifqi akramFebruary 10, 2015 at 8:05 AMYosh! semangat!. Gue juga on going naskah kedua!
febridwicahyaFebruary 11, 2015 at 7:46 AMGue juga mau berkarya bikin naskah yang serius ah :D

Wah gue nggak boleh kalah nih. Kalau gitu kita sama-sama ya. :)
--
Next. Di postingan gue yang paling baru, banyak banget yang nanya kelanjutan gue sama si cewek gimana. Salah duanya ini:

Edotz HerjunotFebruary 13, 2015 at 1:05 PMIya.. semua pada teriak nunggu kelanjutannya, gue juga~ penasaran sama gaya kenalannya bakalan kayak giamana~
Adityar | Planetyar.comFebruary 12, 2015 at 3:22 PMKAMI INGIN TAHU KELANJUTANNYA! (Cara menulis lo makin keren, Di. Gue belajar banyak)

Tanggapan:
Biar gue klarifikasi sedikit. Pertemuan yang gue tulis di sana semuanya adalah fiksi. Palsu. Itu adalah salah satu pertemuan yang paling gue idam-idamkan. Berlangsung dengan sederhana, dan kayaknya tidak banyak kebetulan. Gue ngeliat cewek, lalu ngajak kenalan begitu aja. Sesimpel itulah pertemuan idaman gue. Karena jujur, gue paling gak berani sama yang namanya cewek. Cewek itu sensitif. Kemaren ada cewek gue begal langsung nangis di tengah jalan. Sensitif banget kan?

Well, walaupun pertemuan favorit gue ada yang bilang ‘terlalu ftv’. Ini dia makhluknya:
iilajah doankFebruary 12, 2015 at 10:10 PMemang,, sebagai cewek gue juga demen ngebayangin gimana masa depan sama si pangeran,  btw cara pertemuannya udah kek ftv terlalu mainstream :p 
coba deh kalau pertemuan pertamanya, si cewek gak sengaja nabrak si cowok terus buku yang dibawa si cewek jatuh berhamburan lalu si cowok ngebantu buat mungutin kemudian tak sengaja tangan mereka bersentuhan, mata mereka saling bertatapan lalu,,, lalu,, dengan gerakan slowmotion terdengar backsound,,, "pandangan pertama awal aku berjumpa,,,"
eh kepanjangan,, maaf,, salam kenal yee,,

Tanggapan: ITU BUKANNYA CONTOH LO YANG FTV BANGET SETAN!!
--
Dengan dipostingnya tulisan ini, berarti Kontes Teka-Teki ditutup! Dua pemenang adalah dia dan dia. Selamat! Untuk keduanya diharap mengirimkan email berisi nama lengkap, nomor handphone, alamat dan ukuran baju ke kresnoadidh@gmail.com ya!
Suka post ini? Bagikan ke:

Wednesday, February 11, 2015

Pertemuan

Di luar hujan masih turun pelan-pelan. Sesekali gue menyesap kopi karena tulisan ini tidak kunjung selesai. Sesuatu yang identik dengan unsur merah jambu.

Gue diam sebentar, mendengarkan penyiar favorit mengudara.

Sebelum mengetik ini, gue baru saja membaca beberapa artikel Modern Love. Di salah satu artikel, gue membaca bahwa ada kecenderungan yang berbeda antara laki-laki dan perempuan, ketika menuliskan tulisan tentang cinta.

Dalam artikel tersebut, dikatakan bahwa laki-laki lebih sering menuliskan kisah cinta berdasarkan pengalaman masa lalunya. Laki-laki selalu beranggapan bahwa kisah cinta yang ideal adalah yang realistis. Kebanyakan, cowok-cowok ini, ketika disuruh menulis kisah cinta, mereka menuliskan hubungan masa lalu sambil bertanya, “Bagaimana kalau kisah cinta kemarin sebetulnya adalah yang paling baik?”

Dan bagaimana-bagaimana yang lain.

Di sisi lain, perempuan selalu menganggap kisah cinta favorit mereka adalah di masa depan. Layaknya dalam cerita-cerita fantasi, di bayangan mereka, kisah cinta yang sempurna adalah yang benar-benar sempurna. Perempuan juga selalu detail ketika membayangkan kisah cintanya. Bagaimana lekuk rambut si pria. Aroma tubuhnya. Warna celana yang dikenakan.

Sampai lagu itu dimainkan oleh penyiar.

Gue lalu berpikir,

‘Seperti apa kisah cinta yang gue inginkan?’

Kita seringkali menemukan kebetulan-kebetulan yang terselip dalam tulisan cinta. Si pria sedang duduk sendirian di bar, lalu datang perempuan mabuk dan memuntahi jas si pria. Mereka ribut, beberapa hari setelahnya timbul rasa  penasaran, akhirnya mereka lanjut berkenalan. Ada yang naksir karena tidak sengaja bertemu di antrian busway. Si laki-laki tertarik dengan gaya berpakaian si perempuan. Ada juga yang bermula dari telepon salah sambung.

Seperti yang kita tahu, kisah cinta yang baik selalu diawali oleh pertemuan pertama yang mengesankan.

Dan kalau disuruh memilih, mungkin inilah pertemuan favorit gue:

Gue sudah duduk berjam-jam di sebuah cafe dengan laptop yang baterainya mau habis. Setelah menuliskan berlembar-lembar halaman, entah menulis postingan blog, entah tuntutan pekerjaan, entah menulis skrip apapun.

Gue menutup laptop,
dan di sanalah dia.

Sedang repot dengan beberapa kertas di meja. Dengan tali sepatu converse yang tidak terpasang dengan baik. Dia membungkuk, membenarkan tali sepatu kirinya dengan malas. Dia melirik ke arah gue.

Dan gue melihat keanehan di matanya.

Gue kembali menegakkan laptop, berusaha mengontrol diri yang tiba-tiba grogi. Sampai beberapa menit kemudian laptop gue mati kehabisan baterai. Kopi di gelas sudah habis.

Gue menarik napas.

Menghampirinya, lalu kami berkenalan.

Suka post ini? Bagikan ke:

Monday, February 9, 2015

Mau Yang Serius

Yosh.

SHE-MA-NGHAT!

Youtuber udah banyak yang mau bikin buku. Thatcher Joe mau buat grafik novel, terbit September. Alfie Deyes mau ngeluarin buku kedua. Marzia Bisognin juga mau nerbitin buku horor. Mereka seharusnya Youtuber. KENAPA PADA JADI PENULIS!!

Gue emang paling seneng ngelihat orang mengerjakan apa yang mereka sukai. Aura positifnya. Tulusnya. Bikin brrrrr. Makanya gue selalu bilang ke diri sendiri untuk do what you love. Gue tidak menyalahkan orang yang ‘memaksa’ untuk mencintai pekerjaannya. It’s their choice. Tetapi sejauh ini gue selalu melakukan hal-hal yang gue sukai. Tidak heran banyak temen yang ngomong, ‘Ini si Adi idup semaunya banget ya?’

Hal yang sama juga gue tangkap dari buku Indiepreneur-nya Pandji Pragiwaksono. Kalau kita mengerjakan sesuatu dengan hati, hasilnya pasti akan menjadi sebuah karya. Itulah kenapa ukiran-ukiran di hotel, masjid, atau di mana pun selalu terlihat detail dan presisi. Sementara banyak orang yang bikin tangga aja hasilnya mencong-mencong.

Karena yang membuat ukiran berkarya,
yang bikin tangga bekerja.

Sooooo,
Mau bikin naskah yang serius aah.

Suka post ini? Bagikan ke:

Friday, February 6, 2015

Pertanyaan Yang Muncul Ketika Gue Main Game

Kalau kalian udah baca ebook keriba-keribo, pasti tahu kalau pas SMP gue termasuk seorang gamer. Tiap pulang sekolah kerjaannya ke warnet. Berkat hasutan Radit, gue lama-kelamaan gila Game Online.

Litteraly crazy.

Gue ingat bahkan ketika itu gue sempet bela-belain beli zenny (mata uang dalam permainan Ragnarok Online) supaya gue bisa beli barang mantap dan karakter gue menjadi keren. Game-game yang gue suka adalah yang bergambar kartun dan animasinya lucu-lucu.

Awal kecintaan gue terhadap Game Online sebetulnya dimulai ketka Abang gue mulai kenal internet. Di saat kerjaan gue ngotak-ngatik template Friendster supaya ada cewe yang nyantol, Abang gue mulai main Ragnarok Online.

Dia lalu ngajak gue.
Gue menjaga iman.
Besoknya, Radit ngajak gue.
Gue main.
Iman gue lemah.

Sebetulnya, sebelum Game Online tenar, ketika itu lagi booming permainan tembak-tembakan Counter Strike dan dotA menggunakan sistem LAN. Tentu saja gue kurang tertarik. Selain lingkup permainannya yang hanya satu warnet saja, Counter Strike mengajarkan kita untuk nembak-nembakin sesama anak warnet.

Jadilah kita bertiga masuk ke dalam warung internet. Hal pertama yang gue rasakan ketika ngebuka pintu dan masuk ke bilik warnet adalah “Anjing bau rokoknya meen!!”

Terlebih di dalam banyak anak kecil yang heboh main Counter Strike pada teriak-teriak. Berasa lagi di tengah-tengah tawuran anak SD.

“Woi lo pake cheat lo ya!”
“Eh si anjing nyontek peta nih!!”
“Duh beli senjata apa ya gue…”

Maka di dalam bilik yang bau rokok, di antara teriakan-teriakan bocah, dan yang ngotak-ngatik template Friendster, terciptalah karakter pertama Game Online gue.

Dan dimulai lah petualangan gue di dunia Game Online.

Jaman pertama kali main adalah masa-masa boros duit. Waktu itu, setiap 12 jam permainan, kita harus membeli sebuah voucher seharga ceban. Seiring dengan berjalannya waktu (dan berjalannya duit dari dompet ke operator warnet), gue pindah dari satu permainan ke permainan lain.

Gue pernah mencoba main di hampir semua Game Online. Dari Ragnarok Online, Gunbound, Seal Online, sampai ke RF Online. Tentu saja favorit gue adalah Ragnarok Online, sebuah permainan yang sebenarnya gak jelas juga apa tujuannya. Tapi dengan semangat dan dorongan teman-teman, kita main terus. Kita bahkan membuat sebuah Guild (semacam geng kalo di dunia nyata) supaya semakin gahul.

Dari berbagai Game Online ini, gue jadi belajar banyak.

Bahwa kekompakan itu penting. Itu yang pertama kali ngebuat gue gila Game Online. Karena mainnya bareng-bareng dan temenan, jadi rasanya seru aja. Kapan lagi kita bisa ngebacok-bacokin monster bareng temen?

Gara-gara Game Online, gue juga jadi tahu beberapa emotikon dan simbol-simbol baru. Gue tahu AFK (Away From Keyboard) dan BRB (Be Right Back).

“AFK ke kamar mandi ya.”

Gue langsung ngerasa gahul.

Gue juga jadi tahu kalau ada simbol bintang berputar-putar di kepala itu artinya si karakter lagi stun, atau mabok. Bukannya dia bercita-cita pengin jadi astronot. Di sisi lain, kalau di atas kepala si karakter ada tulisan “zzz” berarti dia lagi tidur atau istirahat. Meskipun gue sendiri gak pernah tahu ada orang yang tidur bunyinya “Zzzzz”. Kalo emang  ada temen gue tidur dan ngorok nyebutnya “Zzzzz”, gue pasti udah kabur ke depan make sandal sambil ngejerit panik, “Tolong temen gue kesetrum!!”

Dan yang paling gue sadari dari Game Online adalah:
Kalo beli-beli barang jangan kelamaan, ntar keburu mati digetok musuh.

Pada akhirnya, kita semua pensiun main Game Online. Karena udah gak punya banyak waktu (dan uang), akhirnya kita memutuskan untuk ngebubarin dan udahan main Game Online ini. Gue sendiri udah ngerasa kurang seru buat main Game beginian.

Sampe kemaren si Arif ngajakin main DotA.

Untuk yang belum tahu, DotA adalah permainan ngancur-ngancurin markas lawan dengan jagoan kita.

Ngeliat grafiknya, gue udah males duluan karena terlalu serius. Gue, seperti yang gue bilang di awal, lebih suka Game yang berbau kartun dan gambarnya lucu.

“Udah, coba dulu main! Kita temenan aja lawan komputer.” kata si Arip, maksa.

Arip lalu membuat LAN dan menyambungkannya ke laptop gue. Gue main bentar, lalu bilang, “BANGSAT SERU ABIS!!”

Hahaha. Tapi beneran, gue lagi keranjingan main Game DotA. Meskipun masih cupu dan kalo beli-beli barang jadi lama (yang mana ngebikin gue mati duluan digetok musuh), tapi gue tetep seneng. Mungkin karena mainnya ramean dan temenan, jadinya rusuh.

Dan setelah beberapa kali main DotA, muncul satu pertanyaan di kepala gue:

“Gimana cara bikin pacar nggak ngambek pas kita tinggal main game?”

Suka post ini? Bagikan ke:

Sunday, February 1, 2015

Harus Gue Apain Nih?

Entah kenapa gue mulai merasa kalau kamar di rumah sudah sangat sangat sangat tidak nyaman buat gue bekerja. Gue sempat kepikiran untuk membuat workspace yang keren kayak di sini. Tapi, berhubung kamar gue cukup kecil dan tidak bisa dipermak lagi (kamar gue cuman muat satu tempat tidur, satu meja yang udah ada perangkat PC, serta dua lemari kuning). 

Alhasil, gue beresin lemari.

Niat gue adalah mengganti beberapa kolom dalam lemari yang isinya full buku bokap-nyokap dari mulai skripsi sampai kerjaan sekarang supaya menjadi milik gue.

Betul sekali, gue mau ngegusur buku-buku mereka.

Pertama-tama, hal yang gue lakukan adalah mengumpulkan kardus. Gue jalan ke gudang, mengambil beberapa tumpukan kardus aqua yang tidak terpakai. Lalu mengambil gunting, kertas, dan selotip untuk membuat daftar buku-buku apa saja yang telah gue masukkan di dalam suatu kardus.

Langkah kedua adalah memilih kolom mana yang akan gue gusur. Melihat dua lemari kuning biadab tersebut, gue akhirnya memilih kumpulan kertas draft skripsi dan kerjaan bokap pas jaman bahela. Oke, lemari kiri, kolom paling bawah sebelah kanan. Gue pun memasukkan semua buku yang ada sambil menuliskan setiap judulnya di kertas untuk gue tempelkan di atas kardus (niatnya kalo mau nyari buku gak perlu buka kardus dan ngebongkar lagi. Gue memang genius!)

Setelah satu kolom beres, gue menatap kolom lemari yang kosong tersebut. Di dalam hati gue udah girang sendiri. ‘Yes nanti gue taruh buku apa ya di sana?’ Membayangkan buku-buku favorit akan segera terpampang di lemari kamar membuat semangat gue terbakar. Gue pun memilih kolom lain, mengangkat beberapa buku ke langit lalu memekik, ‘If you smeeeeell?!!’ Gue membanting buku tersebut ke dalam kardus dan melanjutkan teriakan, ‘What the rock… Is cooking?’

Macho abis.

Setelah beres beberapa kolom, bokap masuk ke kamar. Dia mengangguk sambil mengguman kecil.

Gue mengelap keringat di dahi, ‘Kenapa, Pak?’

Bokap meletakkan kedua tangan di pinggang. ‘Bagus.. bagus..,’ katanya. Bokap kemudian melanjutkan dengan suara datar. ‘Coba kamu ambil vacuum cleaner di kamar Bapak.’

‘Buat apa?’
‘Buat menyedot dosa-dosa kamu.’
‘Hah?’
‘Buat menyedot debu yang susah terangkat.’

Entah kenapa cara ngomong bokap terkesan bijak banget. Seperti suara jagoan-jagoan di anime. Berat, pelan, dan datar. Jenis suara yang tidak cocok digunakan pas lagi ngumpul bareng temen dan bilang, ‘Maaf teman-teman. Aku baru saja mencret di celana.’

Setelah selesai nyedot debu, gue istirahat sebentar. Tiduran sambil senyum-senyum ngeliat hasil kerja hari ini. Sampai beberapa saat kemudian bokap masuk lagi dan berkata, ‘Coba kamu bersihkan koper besar di atas lemari Bapak dan buka isinya.’

Lagi tiduran tau-tau disuruh ngerjain sebuah misi gitu, gue berasa dikasih quest. Apakah ini yang dirasakan Naruto jaman dulu? Lagi tidur-tiduran di kasur, tiba-tiba disamperin temen-temen ninjanya. ‘Naruto, Sasuke diculik Akatsuki. Segera temukan sekarang juga.’

Macho abis.

Gue pun dengan semangat masuk ke kamar bokap. Naik ke kursi sambil ngambil koper cokelat supergede. Hal pertama yang gue katakan setelah berhasil menurunkan koper tersebut adalah, ‘Bangsat debunya meen!!’

Lagi batuk-batuk karena kemasukan debu, nyokap yang lagi asik nonton ngomong, ‘Tebak isi koper itu apa? Itu harta karun kamu lho Dek.’

Gue langsung syok pas denger nyokap ngomong "harta karun". Anjir, harta karun gue? Gue langsung ngebayangin mulai lahir sampe sekarang benda apa aja yang menurut gue berharga.

Beberapa saat berpikir dan gue pun tersadar. Mata gue memancarkan kedamaian yang amat dalam. ‘Apa jangan-jangan… isi koper ini… kancut-kancut gue?’

Tidak ingin menebak-nebak, gue pun membawa koper gede itu ke garasi. Gue sedot-sedot pake vacuum cleaner, kemudian gue buka.

koper misterius

Sahabatku :")

GILA! Gue beneran kaget! Ini adalah koleksi komik-komik gue jaman SMA. Waktu itu bokap menyita seluruh komik ini supaya gue fokus belajar UAN SMA.

‘Sadis, komik 4 tahun lalu ternyata masih disimpen bokap.’

Gue langsung kagum sama bokap. Barang empat tahun lalu ternyata masih dia simpen. Dia romantis abis. Hingga lima menit kemudian rasa kagum berubah menjadi rasa bingung.

‘INI KENAPA BALIKINNYA MESTI NUNGGU EMPAT TAHUN DULU YA?!!!’

Kalo udah begini,
harus gue apain nih barang?

--
Hopla!

Udah Februari dan berarti tinggal tersisa dua minggu untuk kalian bisa ikutan kontes fotoTeka-Teki!

Dari kemarin gue bingung kenapa justru di antara tulisan lain yang gak penting sama sekali, postingan kontes itu malah yang paling sedikit mendapat respons. Sejauh ini yang ikutan aja baru dua orang. Setelah gue pikir-pikir, berarti insting cinta gratisan kita sudah berkurang! Keren!

Setelah gue pikir-pikir lagi,

SEMPAK MASA BENERAN KAGAK ADA YANG MAU IKUTAN SIH?!

Maka dengan ini gue mau bilang: ‘Ingatlah dosa-dosa kalian… Orangtua kalian mengandung sembilan bulan…’

Pokoknya ikutan ya!! Hehehe maksa. Kalo ada yang belum tahu gimana cara ikutan kontesnya, silakan baca di postingan ini ya!


Suka post ini? Bagikan ke: