Wednesday, January 28, 2015

Kalimat Antimainstream Yang Dapat Dikatakan Untuk Mencegah Putus

Dulu sekali, gue pernah membuat postingan tentang beberapa kalimat antimainstream yang dapat dikatakan untuk memutuskan hubungan dengan si pacar. Dan, karena mendapat banyak protes (terutama dari pacar sendiri), maka kali ini gue akan membuat tulisan tentang kebalikannya. Yaitu kalimat antimainstream yang dapat kamu utarakan untuk mencegah putus dari pacar.

1. “Jadi gimana? Maksudnya?”

Ya, mungkin kamu bingung dan terheran-heran mengapa kalimat yang sebelumnya gue sarankan untuk memutuskan pacarmu kini dapat kamu gunakan untuk mencegah putus dari si pacar. Tapi jangan kuatir, seperti kata pepatah “Siapa cepat dia gak lambat” yah pokoknya pepatah yang itu deh gue lupa. Jadi, kamu harus memakai jurus pamungkas dari Anang ini sebelum si pacar menggunakannya untuk memutuskan kamu.

Ketika pacar kamu mengatakan, “Aku mau ngomong.” Kamu jangan panik duluan. Pasang tampang sedatar mungkin. Biasanya, kalimat itu akan dilanjutkan dengan hal-hal menyedihkan, seperti mengajak putus. Kecuali pacar kamu suka main tebak-tebakan, mungkin dia akan bilang, “Sayang, aku mau ngomong… ngomong apa hayoooo?”

Tapi pada kali ini hal itu tidak akan terjadi. Dia akan mengajak putus. PUTUS. Mampus. Tapi tenanglah. Tetap rileks. Mungkin dia sudah membaca artikel yang gue bikin dan ingin menggunakan kalimat ini untuk memutuskan kamu. Maka dari itu, ketika dia bilang putus, kamu harus secepat mungkin melancarkannya duluan.

“Sayang, aku mau ngomong,” kata pacar kamu. “Kita putus.”
“Maksudnya?”
“Iya, kita putus.”
“Gimana?”
“Pu-tus. Kita P. U. T. U. S.”
“Gimana gimana?”
“Aku. Kamu. Udah gak pacaran.”
“Apanya?”

Mengeleslah terus sebelum dia sempat menggunakan jurus ini kepada kamu. Seperti pepatah yang gue bilang, “Siapa cepat, dia gak lambat”.

2. “Emang kamu siapa?”

Kamu baru saja diajak pacar untuk ngomong serius di sebuah café. Di hadapan kamu, duduk si pacar dengan muka serius. Kamu lalu sadar bahwa inilah waktunya. Si pacar akan memutuskan kamu. Kamu pun canggung dan tidak tahu apa-apa. Ingin sok akrab dengan bilang, “Eh elo bro, ke mana aja kok baru keliatan?” Sambil mengangkat gelas dan mengajak tos, tapi dia bukan bro kamu. Dia pacar kamu. Jadi kamu hanya diam menatap lychee iced tea di atas meja kamu. Atau kalau kamu di warung sederhana, es teh manis. Atau kalau kamu anaknya tradisional, wedhang jahe. Pokoknya kamu cuman diam dan bingung untuk ngapa-ngapain. Gerak sedikit pun rasanya salah.

Tarik napas perlahan. Embuskan.

Upayakan agar kamu tidak gemeteran dan keliatan takut di depan dia. Buat gerakan seolah-olah kamu tidak tahu apa yang akan terjadi dalam 5 menit ke depan. Setelah si pacar ngomong, “Aku putus.” Maka, yang kamu harus lakukan adalah diam sebentar. Kernyitkan dahi kamu seolah kamu tidak percaya. Pancing dia dengan berkata, “Putus? Lha emangnya kamu siapa aku?”

Tunggu beberapa saat. Lalu, dia akan menjawab, “Ya aku kan pacar kamu.”

Nah, ini adalah momen penting. Dia sudah mengaku bahwa kamu adalah pacarnya. Kamu tinggal menyeringai. Tersenyumlah dengan penuh kemenangan. Lalu balas kembali kalimat pacarmu dengan berkata, “Oh, jadi kamu PACAR aku toh..” lalu berjalanlah ke luar café dengan perlente.

Ps: Cara ini tidak dapat kamu gunakan apabila si pacar seneng nonton film hantu jaman dulu. Takutnya pas ditanya “Emangnya kamu siapa?” dia bukannya jawab “Ya pacar kamu lah!” malah bilang, “Aku adalah jin dari Timur Tengah!”

3. “Archimedes pasti salah”

Pacar kamu tiba-tiba nyamperin rumah kamu, gedor-gedor sambil bawa obor. Mungkin dia sedang kesal sama kamu atau pacar kamu emang abis jaga siskamling. Tapi jelas ada sesuatu yang salah di sana. Hmm ternyata kamu telah melanggar peraturan nomor satu dalam pacaran: komunikasi. Kalian lagi asik-asiknya chatting dan kamu ketiduran. Kalau sudah seperti itu, matilah kau! MATIII!!

Pacar kamu pasti bete dan berniat membumihanguskan rumah kamu. Kamu pun terbangun karena dia udah di depan ngegedor-gedor gerbang rumah kamu. Apabila kamu berada dalam situasi seperti ini, kamu harus menghilangkan jejak. Cepat-cepatlah ganti baju, lempar baju lamamu yang penuh iler untuk memperkuat alibi bahwa kamu tidak abis ketiduran. Sambil turun, buat bentuk wajah seserius mungkin, seakan kamu sedang berdebat dengan Einstein soal relativitas waktu. Supaya dia tidak sadar, kamu harus membuat alasan yang keren dan tidak terpikirkan oleh nalar si pacar.

“Sayang! Kenapa kamu gak bales chat aku!! Pasti ketiduran ya? Aku mau kita putus!!”

Mungkin kamu akan terkena serangan jantung ringan ketika si pacar ngomong gitu. Tapi tetap perlihatkan wajah seriusmu. Ketika di depan gerbang, dekati wajah pacar (kalau perlu sampai bulu mata kalian bersentuhan). Usap-usap dagu kamu, lalu bergumamlah, “Hmm Archimedes pasti salah.”

Nah, ini adalah saat ketika si pacar mulai bingung. Tetaplah bergumam kecil, “Ya, ya, ya. Archimedes pasti salah.” Sampai si pacar bertanya “Kamu kenapa?”

Jika dia sudah bertanya seperti itu, berarti bagus. Aktingmu sungguh keren dan dia telah masuk perangkap! Yes! Supaya dia lupa kalau lagi mengajak putus, pergunakan kalimat lain yang sulit dipahami. Untuk menambah efek dramatis, genggam tangannya, lalu tarik dan jepit dia di pager. Katakan “Iya sayang! Archimedes salah! Massa air yang keluar tidak sama dengan jumlah yang masuk!! Massa air yang keluar itu sama dengan massa air yang tumpah! Aku menemukan formulanya?! Yes!!”

Supaya sok menambah efek girang, buka gerbangnya, lalu kamu ajak tos si pacar. Peluk dia erat-erat dan selamat, dia lupa udah ngajak kamu putus!


Nah, itulah segelintir kalimat yang bisa kamu utarakan untuk mencegah putus dari si pacar. So, selamat langgeng bagi yang punya pacar dan selamat berlatih bagi yang jomblo! Dengan pacar imajinasi tentunya!


Suka post ini? Bagikan ke:

Sunday, January 25, 2015

Lo Marah Gue Marah Siapa Yang Marah?

Gue semakin gak ngerti sama cewek. 

Jadi, dulu pas gue lagi mudik, ada satu temen gue cewek nitip bakpia. Awalnya gue nanggepinnya biasa aja, tapi karena dia maksa akhirnya yodahlah gue beliin juga. Begitu gue pulang, eeh dia malah ketawa-tawa gak mau ngambil bakpianya (keanehan pertama). Alasannya, well, gue lupa. Mungkin dia takut gue racunin.

Daripada basi, akhirnya itu dua bungkus bakpia gue lempar ke temen kampus gue. Besoknya, mereka semua mati keracunan.

Nah, tiba-tiba, beberapa hari lalu, si cewek ini nge-LINE gue. Maksa-maksa minta maaf karena dulu gak sempet ngambil bakpia itu (keanehan berikutnya). Keanehan sisanya biar gue perlihatkan melalui percakapan kita di LINE:

Dia: Maaf ya. Suer gue gak enak banget. Beneran deh. Maaf ya lo sakit hati ya? Maaf ya.
Gue: Iya iya. Sama-sama ya.

Beberapa detik kemudian,
Dia: Maaf banget ya maaf bangeet gue gak tahu. Sumpah sumpah maaf banget gue gak tahu.
Gue: (udah mulai kesel) Buset. Iya sama-sama maafin gue juga ya.

Beberapa detik kemudian lagi,
Dia: Maaf banget ya. Gue ganti deh. Maaf banget ya sumpah gak enak banget gue maaf ya.
Gue: IYE!! ASTAGHFIRULLAHALADZIM!!

Gue pikir masalah selesai sampai di sini hingga beberapa detik kemudian dia bales lagi.
Dia: That’s okey if you can’t forgive me now, maybe soon.

Gue hampir ngelempar hape ke tembok sambil jerit, ‘SERAH LO DAH CING!!!’ dengan logat betawi (gue gak tahu kenapa harus logat betawi, menurut gue itu keren). Ini kenapa jadi dia yang ngambek gini. Sampai beberapa detik berselang hape gue bunyi dan muncul LINE dari dia, ‘Beneran deh gue ngerasa bersalah maaf kalo terkesan ganggu tapi gue ngerasa berdosa.’

Karena gue orangnya iseng, akhirnya gue bales,
‘Ya udah gak gue maafin.’

Lalu dia pun menjawab
‘Yowes sak karepmu, sing penting aku wes nyuwun ngapuro.’

Jujur, gue gak paham mengapa gak dimaafin dapat membuat seseorang jadi jago bahasa Jawa. Untuk yang gak tahu artinya: Ya udah terserah lo, yang penting gue udah minta maaf

Gue diem. Gue mikir bentar. LHA INI YANG SALAH SIAPA YANG MARAH SIAPA YA!!

--
Pindah topik. Punya akun soundcloud membawa tekanan sosial yang cukup besar buat gue. Ketika temen gue tahu kalo gue main soundcloud, mereka selalu nanya pertanyaan yang sama,

‘Emang lo bisa nyanyi?’

Dan gue selalu punya jawaban mantap untuk itu: Bisa. Di depan orang tuli.

Anyway, untuk memeriahkan suasana (asik keren abis bahasa gue coi), gue akhirnya balik mainan soundcloud. Sekarang udah mulai upload agak panjang walaupun tetep gak penting. Mungkin gue adalah satu-satunya orang yang salah kaprah dalam menggunakan soundcloud. Kalau orang lain nyanyi atau baca puisi, gue malah curhat.

Sungguh tidak berkelas.

Tapi bodo amat! Here is it! Soundcloud gue yang membahas film indosiar vs film india:


Suka post ini? Bagikan ke:

Thursday, January 22, 2015

Kontes Foto Teka-Teki!

Sesuai dengan janji gue di postingan ini, kali ini gue bakal bikin kontes! Hore!

Baiklah, langsung aja.

Berhubung gue lagi iseng-iseng mau buka usaha clothing line kecil-kecilan (sampai saat ini masih dirahasiakan), jadi gue mau bagi-bagi dua kaos desain pertama dari brand gue tersebut. Ini dia desainnya:


Dua orang tersebut pastinya makin keren. Karena setelah ditelisik melalui segenap kaum akademisi IPB yang terdiri dari gue sendiri, di dalam kaus tersebut terdapat multivitamin peningkat aura tubuh. Dan yang pasti, dua orang itu adalah dua orang pertama yang bakal tahu merk kaus gue. Hore!

Nah, sekarang cara mainnya.

SATU
Silakan download ebook Teka-Teki di sini.

DUA
Baca satu kali, kalian tidak boleh memilih ulang pilihan-pilihan yang ada.

TIGA
Foto diri kalian beserta gadget yang kalian gunakan untuk membaca ebook tersebut (dengan gaya sesuai dengan ending yang kalian dapatkan).

EMPAT
Postingkan foto kalian beserta arti atau maksud dari foto tersebut di blog masing-masing (contohnya akan gue berikan di bawah). Bagi yang tidak memiliki blog, kalian dapat mengirimkan foto beserta arti dari foto kalian ke email kresnoadidh@gmail.com dengan subjek “KONTES FOTO TEKA-TEKI”.

LIMA
Beritahu gue link postingan kalian. Caranya bisa mention langsung link postingan kalian ke twitter gue dengan hashtag kontes teka teki (#kontestekateki), atau dengan menaruh link postingan kalian di kolom komentar postingan ini.

ENAM
Kontes ini ditutup pada 14 Februari 2015.

Contoh:


Gara-gara baca Teka-teki, Gue seharian ngelamun mikirin Deta. Gue merasa Deta mirip banget sama mantan gue, Sintia. Tapi gue inget, Sintia udah direbut sama agen pulsa deket rumah. Gue pun galau. Mana di luar hujan. Padahal temen-temen pada ngajakin main bilyar, tetapi gue gak konsen dan memilih untuk menatap nanar ke luar jendela. Gue jadi inget momen-momen bareng Sintia. Mirip-mirip lah sama yang di ebook. Waktu itu gue ketemu Sintia di toko buku. Dan dia yang NYAMPERIN GUE DULUAN. So sweet abis. Pas gue lagi liat-liat buku, dia manggil, “Mas, buku resep masak di mana ya?” Yah, walaupun gue dikira mamang-mamang gramedia, tapi gue gak bakal lupa. Sintia, lo masih ada utang 2 rebu ke gue.

--

Nah, kira-kira gitu. Jadi, gue tunggu sampai 14 Februari ya. Pemenang dipilih dua orang yang paling kreatif dan unik. Jadi, selamat bermain. :)
Suka post ini? Bagikan ke:

Tuesday, January 20, 2015

Kategori dan Bersiaplah!

Gue tiba-tiba kebangun jam setengah tiga pagi dengan laptop yang masih menyala. Suara musik dari laptop kenceng banget. Karena bingung ngapain, akhirnya gue nyalain dispenser, bikin kopi terus ngebuka blog. Entah dapet wangsit dari mana, gue kayak refleks buka-buka postingan lama, lalu ngebikin label satu-satu.

Biar sekalian blognya rapih, akhirnya gue lanjutin aja terus sampe banyak. Sekarang baru 25 postingan sih, tapi bakal terus gue lanjutin sampe ke postingan paling belakang. Terus gue bikin deh ke sidebar di kiri (atau karena templatenya responsive, di tab atas, tergantung besaran layar laptop kalian). Sejauh ini, gue mengategorikan postingan menjadi beberapa label. Dari mulai kegiatan sehari-hari dapat kalian baca di sehari-hari, tentang ebook keriba-keribo dan teka-teki, lalu postingan yang pas gue baca ulang bikin gue nyebut astaghfirloh, bakal gue masukin ke list astagfirloh. Ada juga tulisan-tulisan ketika gue lagi waras serta pas ngebahas komentar & email masuk di kresnoadidh@gmail.com.

Yah, semoga ke depanya blog macho ini bakalan semakin rapih dan enak buat jelajahi, gak cuma postingan baru, tapi juga yang jadul-jadul.

Oya, lusa, tepatnya tanggal 22 Januari, bertepatan dengan waktu bersejarah karena pada waktu itu ada seorang bayi cowok yang macho dan rambutnya tidak keriting turun ke bumi (ini bayi apa layangan?), gue mau bikin kontes kecil-kecilan. Kontesnya tentang apa masih rahasia. Sedikit bocorannya: download ebook teka-teki, baca satu kali dan siapkan kamera kalian. Jadi, bersiaplah! :D


Hadeuh, jam berapa ini? Nanti siang bakal ngantuk deh.
Suka post ini? Bagikan ke:

Friday, January 16, 2015

Klarifikasi, Klarifikasi!

Waktunya main-main! 
Udah lama juga gak iseng nanggepin beberapa komentar di blog ini. 

Mulai dari postingan kemarin deh. Hmm ternyata gak cuman gue aja yang laptopnya lagi pendarahan. Membaca komen-komen di postingan sebelum ini, banyak juga yang mengalami nasib yang sama.

Agung AdiwangsaJanuary 13, 2015 at 8:19 AMLaptop gue juga sama, DI. Engselnya diambang kehancuran :( niatnya mau di ganti aja. Pake engsel pintu biar kuat ..........

Tanggapan: Engsel pintu buat laptop? Bagus. Anda memang jenius. Indonesia sudah kekurangan orang dengan pikiran sefantastis Anda. Dilihat dari cara berpikirnya, orang seperti Anda pasti baru sadar kalo orang yang loncat-loncat di kuburan malem-malem itu kesurupan ketika membaca tulisan TIBA-TIBA PENONTON KERASUKAN. Kalau gak ada tulisannya Anda akan berpikikir, ‘Oh penontonnya lagi latian silat di kuburan, mungkin besoknya ada turnamen se-Kabupaten.’


pertiwiyulianaJanuary 13, 2015 at 10:24 AMNotebook gue juga, Di! YaAllah sedih bangetlah, dilem pake lem korea coba sama pacar gue, tetep aja ngeplek-ngeplek kalo dibuka. Casing belakangnya juga nganga kalo ditutup. Rapuh banget ini sudah :(

Tanggapan: orang di atas ini pasti sebenernya pengin nyombong kalau dia punya pacar. Hih. Dalih aja pake alesan engsel laptop rusak.


Muhammad Antar JihadJanuary 13, 2015 at 4:03 PMAnjir! Sama kayak laptop gua. Emang beneran ngilu banget kalo ngeliat itu dibuka tutup. Sekarang gua gak pernah bawa-bawa lagi, dibiarin aja di rumah dgn posisi yang terbuka terus. Jadi kayak PC aja.

Gahul, emang kayaknya nasib engsel-laptop-hancur bukan melanda gue doang. Kayaknya ini udah jadi semacam virus yang bisa menyerang siapa saja. Melihat kenyataan ini, di pikiran gue timbul dua pertanyaan: 1) emang yang bikin laptop gembel, atau 2) orang Indonesia make laptopnya terlalu sadis!

--
Di postingan tentang KSP, ternyata banyak juga yang menghina, menghujat, bahkan dengan kejamnya berkata bahwa mereka tidak ingin menonton acara televisi lagi. Di sini gue akan mengklarifikasi semuanya. Bahwa sebetulnya, Ki Soleh Pati adalah orang yang keren. Yang mampu melukis dengan mata ditutup…. meskipun mirip guru olahraga. Lebih jauh lagi, banyak yang menyayangkan kenapa seorang pelawak dimasukkan ke dalam acara horror. Itu sangat tidak cocok. Berikut salah satu pendapat yang ada:

Richo A. NogrohoJanuary 11, 2015 at 1:31 AMHhaha, gegaa baca ini saya jadi kepikiran dia juga, Mas *lah. ganjel memang, kalau acara horor dibawakan oleh seorang pelawak seperti Tukul Arwana. beberapa kali pernah lihat, dia mencoba berbicara dengan ekspresi yang tegang, tapi tetap saja, tidak ada tegang-tegangnya bagi penonton. hihi :D

Tanggapan: Tentu, gue sangat setuju dengan Richo A Nogroho. Wahai Richo yang dimuliakan, beruntunglah engkau bisa sependapat dengan gue. Orang terakhir yang sependapat sama gue berakhir dengan bunuh diri nyemplung sumur karena tidak kuat menahan tekanan sosial. Padahal yang waktu itu kita bahas adalah bagaimana berak manusia dapat dijadikan bahan bakar. Keren sekali. Cuman kita baru sadar kalo ngomongin tai manusia di warteg siang-siang itu bisa dikejar warga setempat.

Ya, jadi jelas sekali bukan? Gue sangat tidak menyarankan seorang komedian masuk ke dalam acara bergenre horor. Itu sangat tidak macho dan melanggar kaidah persereman Indonesia. Eh tapi setelah gue pikir-pikir lagi, ternyata lebih gak keren kalo unsur horor yang dimasukkin ke acara komedi. Bayangkan nanti malem-malem Andre Taulani bakal ngomong, ‘Saya Asep knalpot, dan mari kita sambut host yang sangat fenomenal… Sule! Beserta arwah pabrik tempe Cibinong!‘

--
Pindah topik ke email.
Dari Nurizka Tresna Halo ka adi!

Gue suka banget baca saiditsad. Gue baca dari tulisan terbaru sampe yang pertama. Baca tulisan di tumblr lo itu bikin nagih. Serius deh
tulisannya itu bagus banget.

Gue jadi tertarik buat belajar bikin sajak-sajak kayak yang ada di saiditsad. Makanya gue mau nyari referensi buku. Dan gue mau nanya sama lo, buku apa aja yang biasa lo baca? Buat nambah ilmu gue.
Hehehe.

Oke, itu aja. Terima kasih. Salam enggak keribo!

Wah jarang banget ada yang tahu kalo gue punya blog lain, Said It Sad. Makasih ya! Tapi jujur, gue masih cetek banget untuk referensi beginian. Buku kumpulan puisi gue aja cuman dua: Baju Bulan sama Hujan di Bulan Juni. Makanya kalo diperhatiin tulisan di sana masih nyontek banget sama Joko Pinurbo. Hehehe. Tapi saran gue, coba aja perbanyak referensi yang bukan dari buku. Bisa dari blog penulis favorit kamu, dari koran-koran, atau bahkan updetan status di Twitter. Kayaknya agak susah kalau cari buku kumpulan puisi sekarang. Yang bisa gue kasih tahu sih kalo puisi itu punya dua unsur, fisik (rima, irama, dll yang dapat dipelajari) dan batin (pesan, ide, perasaan yang ingin disampaikan. Ini yang biasanya cewek jago). Dulu banget gue sempet share tentang Resep menulis Puisi A la Joko Pinurbomungkin sedikit membantu. Yang lain juga tolong bantu ya. :)
Okeh, Kresnoadi out.
Suka post ini? Bagikan ke:

Tuesday, January 13, 2015

Ingatlah Hari Ketika Engsel Jebol

Seminggu gak ngeblog rasanya aneh banget. 

Udah beberapa hari belakangan laptop gue rusak. Engselnya jebol. Peristiwa tragis ini bermula ketika lagi tuker-tukeran film sama Ucup.

‘Nih,’ kata gue, menyerahkan flash disk berisi Gone Girl dan Borat.
‘Oke Di,’ jawab Ucup.
‘Oke.’

Ucup kemudian menyalakan laptop dan mengcopy film tersebut.

‘Nih Di,’ Ucup mengembalikan flash disk.
‘Oke Cup.’
‘Oke.’

Gue memasukkan flash disk ke tas, lalu kembali memastikan, ‘Udah kan itu doang filmnya? Kalo udah gue balik nih.’
‘Oke Di. Udah kok.’
‘Oke,' kata gue lagi. 'Gue balik deh.’ Gue lalu menutup laptop di atas kasur dan terdengarlah bunyi mistis nan mengerikan: ‘KREEEEEKK!!’

DEG! Bunyi apaan tuh? Gue langsung menghentikan semua gerakan. Gue mengendus, tapi gak bau. Jadi gak mungkin itu suara kentut (padahal pake logika juga gak mungkin ada kentut yang bunyinya kayak gitu). Apa perut gue? tapi gue baru aja makan. Jadi pasti itu juga bukan suara dari perut. Bunyinya lebih kayak leher orang yang dipatahin paksa.

Gue merinding.

‘Cup Cup!’ Gue menepok punggung si Ucup. ‘Lo denger gak?’
‘Oke Di.’
‘APAAN!!’ pekik gue, kesal karena Ucup tidak nyambung. ‘Lo denger gak, barusan ada suara KREK gitu?’
‘Kagak Di.’
‘Hmm ya udah deh’, pikir gue. ‘Mungkin itu cuma suara gak penting... suara angin kali.’ (sumpah maksa abis). Gue pun kembali menutup laptop yang masih seperempat berdiri. Tapi lagi-lagi gue mendengar suara mengerikan tersebut: ‘KREEEEK!!’

‘Tuh Cup Cup!’
‘Apaan Di?’

Gue mengambil  henpon, bersiap nimpuk pala dia kalo ngomong "oke" lagi. Gue melanjutkan, ‘Tiap kali laptop gue ditutup, pasti selalu muncul bunyi KREEEK gitu!’

Ucup lalu mencoba mengotak-atik laptop gue. Dan ternyata benar saja pemirsa, suara itu memang datang dari laptop gue, bukan suara angin (ya iyalah). Gue pun mengecek sendiri kondisi laptop gue, dan terlihatlah engsel sebelah kirinya yang sudah menganga lebar.

‘Mampus!’ jerit gue, udah mau lompat dari lantai dua kosan itu.

Setiap kali digerakin, engselnya makin ancur. Bahkan kalo dipaksa tutup, bagian belakang layarnya langsung kebuka. Tidak ingin menyerah, gue memanggil seluruh warga kosan untuk membantu membetulkan laptop naas itu. Segala cara pun dicoba, mulai dari nutup secara halus sampai nyongkel-nyongkel pake obeng. Gue sendiri cuma bisa berdoa di pojokan, melihat teman-teman berjuang membenarkan laptop tersebut. Tapi emang gak ada yang berhasil. Setiap kali temen gue nyoba ngebenerin malah muncul bunyi KREK! yang bikin gue ngeremes rambut, panik sendiri. Hati gue tersayat-sayat ngeliat laptop kesayangan sedang ‘dioperasi’ massal.

‘CUKUP! CUKUP!’ jerit gue, di tengah usaha temen-temen ngebenerin. Gue pengin melanjutkan dengan ngambil tali jemuran dan menggantungkan diri di kusen pintu, tapi kayaknya itu terlalu dramatis.

Gue melanjutkan, ‘Besok gue bawa ke toko komputer aja deh.’ Gue pun bersiap mengambil tas dan pulang, tidak tega melihat laptop yang tinggal sedikit lagi ketutup rapat.

Sebelum bener-bener pulang, salah seorang temen tiba-tiba nyeletuk, ‘Lo tahu gak Di sekarang hari apa?’

Gue terdiam sejenak. Semua hening. Hawa dingin menyeruak. Oh my god. Ini. Malem. Jumat. Gue pun teriak kenceng, ‘TIDAAAAAAAAKKK!!!’
Suka post ini? Bagikan ke:

Wednesday, January 7, 2015

KSP.. KSP.. KASEP?!!

Belakangan ini ada sesuatu yang lagi nempel terus di kepala gue. Ke mana pun gue pergi, kayaknya dia selalu kepikiran. Pas lagi makan, tiba-tiba inget dia. Pas lagi mandi, inget dia. Pas lagi mikirin dia, inget dia juga (ya iyalah).

Tapi sungguh. Akhir-akhir ini gue sering banget keingetan dia. Entah apa yang terjadi sama gue, tapi yang jelas dia sudah meracuni kepala gue yang sangat brilian ini. Karena tidak sanggup lagi menahan ini semua, maka gue memutuskan untuk menuliskan di sini aja.

Karena sebetulnya, orang tersebut adalah..
Ustadz Ki Soleh Pati.

Tenang. Kalian tidak perlu takut dan khawatir. Letakkan kembali obeng kembang yang sudah kalian persiapkan untuk mencolok mata kalian. Udah? Oke.

antara ustad dan guru penjaskes


Jadi ceritanya beberapa malem yang lalu, gue lagi nonton tv. Pas lagi ganti-ganti channel, seketika gue terhenyak ketika melihat seseorang, dengan kedua mata yang tertutup, bergerak-gerak heboh layaknya orang lagi kesambet. Dia sesekali meronta dan menggelepar-gelepar di tanah. Tidak lama kemudian, dia mengambil kuas… lalu ngelukis.

Gue hanya sanggup istigfar. Tiga detik kemudian berseru, ‘Asu!’

Karena penasaran, gue pun memutuskan untuk menonton acara tersebut sampai habis, yang gue tahu belakangan namanya Mister Tukul Jalan-Jalan.

Sumpah, pas tahu nama acaranya gak nyambung kayak gitu gue pengin nangis. Maksudnya produser apa coba menggabungkan dua elemen (horor dan lawak) ke dalam satu acara. Well, kecuali kalau memang si Tukul punya kelainan psikis. Pagi-pagi masih pake piyama lalu ngomong sendiri, ‘Hari ini ngapain ya? Oh iya. Main ah ke terowongan angker bekas budak Jepang.’

Lagipula bisa kalian bayangkan sendiri, bagimana nasib seorang Tukul Arwana ketika dihadapkan pada orang kesurupan. Nanti begitu lagi syuting, layaknya acara serem lain, akan ada penonton di pinggiran kru yang kesurupan, lengkap dengan sebuah tulisan dan buletan merah di kiri bawah tv “TIBA-TIBA SALAH SEORANG PENONTON KESURUPAN” disertai alunan musik mistis yang menggelegar. Dalam situasi menegangkan tersebut, si Tukul lalu nyamperin si penonton. Di antara seluruh keheningan yang ada, Tukul bilang, ‘PERTINYI INYI!!’

Anti klimaks.

Namun biarlah itu menjadi urusan produser. Mari kita kembali ke Ustadz Ki Soleh Pati. Seorang ustad yang hobinya ngelukis sambil ditutup matanya. Sebuah metode lukis yang sangat…. abnormal. Gue ngelukis sambil nyontek aja jelek, ini lagi dengan mata ditutupin. Sungguh ustadz yang sangat sombong. Ketika Ki Soleh Pati, atau mulai sekarang akan gue sebut dengan KSP, ingin mulai melukis, dia akan meminta asistennya untuk mengambilkan beberapa properti yang dibutuhkan.

‘Kanvas?’
‘Ya,’ sahut asistennya, sambil menaruh kanvas dan dudukannya.
‘Palet?’
‘Ya,’ sahut asistennya, meletakkan palet dan alat lukis di tanah.
‘Alat penutup mata?’
‘Ya,’ sahut asistennya, sambil menutup mata KSP dan menyarungkan kain hitam ke kepalanya.
‘Motor?’
‘Buat apa pak?’
‘Saya akan naik motor keliling Jakarta dengan mata tertutup.’

Setelah semuanya siap, KSP lalu menutup kepalanya dengan tangan, seperti gaya orang sedang berdoa. Ia kemudian meraba-raba sekitar untuk menemukan kanvas dan mulai melukis. Semuanya pun hening, tertegun menyaksikan kehebatan seorang ustad yang dapat melukis setan dengan mata tertutup (supaya lebih keren, seharusnya kru TRANS 7 menyalakan kembang api serta memainkan lagu ‘Menuju puncaaakk.. gemilang cahayaaa!!’).

Dengan gayanya yang superkeren, dan pakaian yang serba hitam-hitam (gue sempat menyangka dia seorang pesulap), dia pun menyelesaikan sebuah gambar naga di kanvas tersebut. Untungnya setelah selesai, dia tidak menyodorkan gambarnya ke kamera sambil bilang, ‘Sempurna!’

Melihat hasil gambarannya, gue hanya sanggup istighfar. Tiga detik kemudian berseru, ‘Asu!’
Suka post ini? Bagikan ke:

Monday, January 5, 2015

Akhirnya Upload Video Baru

Salah satu gangguan terbesar yang gue dapatkan ketika menulis adalah kartu. Betul sekali, kartu remi. Jauh sebelum mengenal blog, gue sudah terlebih dahulu belajar card flourish. Untuk yang belum tahu, menurut Wikipedia, card flourish adalah seni visual menunjukkan kemampuan seorang flourisher (si pemain) dalam mengolah kartu. Lebih ringkasnya, card flourish adalah seni freestyle kartu.

Nah, ini yang menjadi masalahnya. Setiap kali mau menulis di kosan atau di rumah, gue selalu tanpa sadar membuka laci, mengambil sebuah pak kartu, lalu memainkannya sampai bego. Tangan gue pada akhirnya terpakai untuk memegang kartu-kartu biadab tersebut. Begitu sadar, ternyata udah sejam sendiri.

Akun Youtube gue pun kebanyakan dipakai untuk mengupload video-video flourish. Sampai pas kemarin gue sadar, ternyata terakhir kali gue upload video flourish itu sekitar 2 tahun yang lalu. Maka sebelum bapuk, inilah dia, video flourish terbaru dari gue:




Postingan ini sekaligus memperkenalkan kepada teman-teman bahwa ada lho mainan beginian. Memang belum booming banget, tapi sudah semakin ramai sejak pertama gue belajar. Gue juga ikut komunitasnya, Indonesian Card Artist. Buat yang tertarik, kalian gabung aja di sana. Orang-orangya juga asik dan ramah. So terakhir, biar gahul kayak anak Youtube, setelah nonton videonya jangan lupa like, comment, and subscribe ya!
Suka post ini? Bagikan ke:

Thursday, January 1, 2015

Mabox Durenx

Mungkin akhir tahun ini adalah akhir tahun teraneh sepanjang hidup gue. Kejadian tersebut bermula ketika gue lagi jemput nyokap pulang kerja. Entah kemasukan apa, tiba-tiba nyokap memukul-mukul pundak gue,

‘Dek, Dek, berhenti! Berhenti sekarang juga!’

Gue langsung mengerem panik. Setelah meminggirkan motor, gue bertanya, ‘Kenapa?’

‘Makan duren yuk.’
‘Hah?’

‘Makan duren...’ Tanpa menunggu jawaban dari gue, Nyokap langsung menyeberang jalan, nyamperin tukang duren dan kembali ke tempat semula. Dia tersenyum lebar. Sambil mengangkat dua buah duren yang diikat, dia berseru bangga, ‘Ayo kita makan duren!’

Nyokap kemudian melanjutkan sambil sumringah, ‘Kan kemaren Ibu ulang tahun, jadi…’ Nyokap kembali mengangkat dua buah duren, ‘Ayo kita rayakan dengan makan duren!’

Meskipun gue tidak mengerti hubungan antara ulang tahun dengan duren (gue belum pernah melihat ada orang yang ulang tahun, lalu sama temen-temennya dikasih duren yang ditancepin lilin), tapi gue diem-diem aja. Sejujurnya, gue tidak terlalu suka duren. Baunya bikin pengin muntah. Dari kecil gue memang tidak bisa makan duren. Berhubung lagi ulang tahun nyokap, gue pengin juga dong bikin dia seneng. Gak mungkin juga kan pas nyokap bilang, ‘Ayo kita makan dureen!’ gue jawab, ‘ Tidak! Diam kau dasar ibu-ibu tua!’ Bisa-bisa gue dikutuk jadi biji duren.

Jadi hal yang selanjutnya gue lakukan adalah berpura-pura antusias. Sesampainya di rumah, gue sok-sok nyengir dan pengin padahal dalem hati udah nggak tahan sama baunya.

‘Udah, ayo cepet buka buka!’ jerit nyokap girang.

Buka duren? Oke, gampang. Gue ambil piso ke dapur, ngetok-ngetok kulit duren, lalu CROT! Tangan gue ketusuk kulit duren. Kancut. Emang deh duren. Belom apa-apa udah ngeselin.

Setelah akhirnya berhasil kebuka, nyokap langsung bahagia. ‘Hmm sedaaap,’ katanya sambil mengendus-endus duren. Sementara gue langsung nutup idung karena gak kuat.

Nyokap lalu mencomot duren tersebut dengan ganas.

‘Nih,’ kata Nyokap, mengambil daging duren dan memberikannya ke gue. ‘Ayo makan makan!’

Glek. Gue. Megang. Duren. Kuning kecoklatan. Lembek. Aromanya aneh. Hoek. Gue jijik. Melihat nyokap yang lagi seneng, gue pun tetap memaksakan untuk makan si duren laknat.

Di tengah-tengah makan duren, tiba-tiba nyokap bilang, ‘Kamu kok sekarang jadi suka duren sih? Padahal kan dulu enggak.’

‘Hmm,’ respons gue datar, padahal kalau dilanjutin gue bakal ngomong: ‘Hmm… MMHANG ENGGHAK KHAMPRET!!’

‘Padahal kan ini kayak umbel-umbel lho,’ tambah nyokap. ‘Tumbenan deh kamu.’
‘Apaan tuh umbel-umbel?’
‘Ingus,’ jawab nyokap, santai.

Hoeeeeek! Anjir, bisa-bisanya nyokap ngomong ingus di tengah gue makan makanan menjijikan kayak gini. Kejadian selanjutnya yang gue ingat adalah langit berkunang-kunang. Muncul ingatan akan dosa-dosa gue selama ini. Lalu gue udah di kamar dalam keadaan mabok duren.

Kabar baiknya, kalau di masa depan nanti ada yang nanya gue ngapain di akhir tahun 2014, gue udah punya jawabannya,

mabox durenx. 

--

Berikut adalah tampang gue sebelum dan setelah makan duren:


Sesaat sebelum mabox durenx

Tiga detik setelah makan duren
Anyhow, happy new year guys!
Semoga tahun ini bisa lebih sedap dibanding sebelumnya. :)
Suka post ini? Bagikan ke: