Thursday, July 16, 2015

Ssst.. Jangan Kasih Tahu

Ssst.. jangan kasih tahu Deva tentang tulisan ini.

Jangan kasih tahu dia, kalau, ada sisa senyumnya di gelas kopi yang baru saja gue habiskan. Jangan kasih tahu dia, kalau, jaringan telepon yang menyebalkan itu, yang selalu bikin kita berdua teriak-teriak heboh, yang selalu bikin dia cemberut, membuat gue kehabisan akal.

Jangan kasih tahu dia, tentang aromanya yang tertinggal di belakang bantal. Jangan kasih tahu dia, kalau, di atas bantal itu, ada kepala gue yang sering memutar pikiran-pikiran yang terlalu jauh. Tentang tempat tinggal kita nanti, tentang apa yang akan kita kerjakan di masa depan. Tentang siapa, yang menentukan warna cat kamar kita. Tentang bekas sepatu di ruang tamu, dan kamu yang marah-marah dan menyuruh aku untuk segera memasukkannya ke dalam rak di luar. Tentang semua khayalan kekanak-kanakan ini.

Jangan kasih tahu dia kalau selalu ada kantuk yang dikorbankan untuk memikirkan itu semua. Jangan kasih tahu dia kalau gue, senang melihatnya tertawa. Senang melihatnya manyun. Senang melihat matanya yang bulat, yang bersinar setiap dia membicarakan hal-hal tertentu.

Jangan kasih tahu dia kalau selalu ada senyum yang terkembang, bersamaan dengan chat yang masuk darinya. Selalu ada pipi yang merona setiap namanya muncul di layar handphone.

Jangan kasih tahu dia kalau gue, terus, dan akan terus, bahagia untuk menjadi tempatnya menumpahkan perasaannya.

Jangan kasih tahu dia kalau sesungguhnya, di balik semua keseriusan ini, jauh di dalam hati, tersembunyi sebuah keraguan. Apakah kita akan terus bersama-sama? Apakah kita, yang saling menguatkan ini, memang berjodoh satu sama lainnya?

Jangan kasih tahu dia, bahwa di malam kemenangan ini, di tengah lantunan takbir yang berkumandang, ada sebuah perasaan yang melayang. Berusaha menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang terus saja muncul. Sampai di satu titik, gue menyadari, bahwa gue sudah terlalu jauh tenggelam di dalamnya.

Terus terang, gue senang berada di tengah kesamar-samaran ini. Di antara ketidakpastian masa depan kita. Di dalam selipan doa yang selalu kita panjatkan. Di antara kabut yang semakin kita selami, justru membawa kita kepada kabut yang lebih tebal. Gue senang melewati ini bersama-sama. Melalui petualangan ini. Perjalanan, yang entah di mana akhirnya.

Ssst… jangan kasih tahu Deva tentang tulisan ini,
karena gue yang akan kasih tahu duluan.
Share:

41 comments:

  1. kalem di, kaga gue kasih tau si Deva

    ReplyDelete
  2. beuh mantap lah kau bang, semoga aja ternyata dia jodohmu :D

    ReplyDelete
  3. Oh, beres.. Nggak bakal bocor ke Seva *kodemintasogokan*

    ReplyDelete
  4. :))

    Gue nggak tau mau komen apa. Gue hanya bantu mengamini. Aamiin.

    Btw, mohon maaf lahir batin untuk komen-komen gue yang ngaco. Selamat lebaran. :D

    ReplyDelete
  5. :')

    langgeng, ya! kalo nikah para blogger undang dong dong dong~

    ReplyDelete
  6. ini yang gue malesnya ke mari, gak ngerti perasaan gue -___-
    dasar cowok gak peka!

    ReplyDelete
  7. sungguh cowo yang sangat menyebalkan dan maunya menang sendiri ajah...cok ke gantengan (emang ganteng sih)...kenapa ngga boleh ngasih tau? coba

    ReplyDelete
  8. Lah, terharu bacanya. -____-

    Semoga kalian berjodoh. Aamiin. :)

    Selamat hari lebaran! Mohon maaf lahir dan batin qaqaa~

    ReplyDelete
  9. Kalau saya kasih tempe ke Deva, boleh? Dia bakal suka?

    ReplyDelete
  10. Co cweetnya. Sungguh romantis sekali kakak Adi, eaa~~

    ngemeng2, Mohon maaf lahir dan batin bang :)

    ReplyDelete
  11. AMIIIIN. gue cuman bisa aminin aja, di.
    sama kayak yoga, gue juga minta maap atas komen'' gue yg sesat. tpi, nanti'' balik lagi kok. ini lagi edisi lebaran aja makanya gini. ehee

    ReplyDelete
  12. mbadeva mana nih, kok ganongol masdi.? biasanya komenan no atas.

    ya, tak doakan jodoh ya mas sama mba deva. biar jadi keluarga blogger geooohool.
    minal aidin walfaizin, mohon maap lahir batin?!
    kapan nikah?

    ReplyDelete
  13. Deva Mahendra ya? Cowok kan? Btw, Selamat hari Raya bro. Maafkan lahir dan batin

    ReplyDelete
  14. Deva yang mana nih? Deva yang jualan jamu yah atau deva si mbok kantin kampus ane. hehehe...

    ReplyDelete
  15. manisnya tulisan ini, ini bikinnya pake hati nih :)

    ReplyDelete
  16. Ah gilak keren tulisannya. Cuiit banget di :)
    Semoga langgeng sampe nikah ya. Amin.

    ReplyDelete
  17. manis Di. kaya takjil di bulan puasa haha

    ReplyDelete
  18. bisa manis gini ya tulisan lo. haha. keren keren
    semoga deh dia jodoh lo. bagiin undangan ntar kalo merid ya

    ReplyDelete
  19. Ih so sweetny adi, bikin envy. Amin Ya Rabbal Alamin Gue doain Deva sama lu jodoh, mudah - mudahan lo adalah orang yang kelak bisa ngebahagian Deva lahir dan batin. Maju Adi!!!

    dianexploredaily.blogspot.com

    ReplyDelete

Jangan lupa follow keriba-keribo dengan klik tombol 'follow' atau masukin email kamu di tab sebelah kanan (atau bawah jika buka dari hape). Untuk yang mau main dan ngobrol-ngobrol, silakan add LINE di: @crg7754y (pakai @). Salam kenal yosh! \(w)/