Saturday, May 2, 2015

Nasehat Untuk Kresnoadi Remaja

Baru aja mau menuliskan ini, gue benaran ketemu sama videonya PewDiePie yang membahas hal yang sama. Sejujurnya, sama seperti dia, gue juga malas membicarakan hal ini di sini. Di sisi lain, gue juga tidak ingin blog ini terus menerus berisi hal-hal random. Gue sesekali ingin memberikan “sesuatu” untuk kalian. Mungkin, dengan umur gue yang tidak jauh berbeda dengan kebanyakan pembaca, bahasa yang gue pakai akan lebih enak dibanding mendengar nasehat kehidupan dari orangtua. Atau mungkin begini, gue menuliskan ini, dengan harapan gue di masa lalu bisa paham dan tidak terjebak dengan hal-hal aneh di masa depan.

Jadi, ini dia. Beberapa nasehat untuk Kresnoadi remaja:

Satu. Lakukanlah kegiatan yang bisa kamu lakukan selagi muda. Karena, seperti yang semua orang tahu, menjadi tua itu menyebalkan. Ketika tua nanti, kamu akan dihadapkan pada tanggung jawab. Semakin tua umur seseorang, semuanya akan terasa menjadi ‘masalah’. Ketika tua, kamu tidak bisa lagi bermain jungkat-jungkit, atau naik roller coaster sambil berteriak heboh bersama teman-teman. Kamu tidak bisa lagi lari-larian di dalam mall. Kamu tidak bisa lagi memencet bel rumah orang lalu kabur. Jadi, untuk kamu, lakukankah hal-hal seperti itu selagi kamu muda.

Dua. Jangan melakukan hal-hal yang dianggap keren oleh remaja. Terkadang, anak remaja sering salah dalam mengartikan kata “keren”. Lebih jauh lagi, kata “keren” sering dikaitkan dengan hal-hal negatif. Ingin terlihat keren, maka merokok, mabuk, bolos sekolah. Sumpah, itu sama sekali sangat-sangat-sangat tidak keren. Lihat gue sekarang. Gue tidak ngelakuin semuanya, dan gue super keren. \(w)/

Tiga. Kerjakan apa yang bisa kamu lakukan untuk menggapai mimpimu. Ingat, mimpi kamu. Bukan mimpi orangtuamu, atau teman dekatmu. Terkadang, orangtua yang gagal mendapatkan mimpinya suka memaksakan anaknya mengejar itu. Jadi, ketika kamu besar nanti, hentikan kebiasaan itu. Jangan jadikan anakmu sebagai korban dari kegagalanmu. Berikan dia kebebasan untuk memilih mimpinya sendiri. Dan untuk kamu, Kresnoadi muda, jangan takut. Jangan pernah takut untuk mengejar mimpimu, sebesar dan seaneh apapun itu. Mungkin kamu memiliki mimpi yang begitu tinggi sampai dianggap aneh oleh sekitar. “Aku mau jadi astronot!” katamu di suatu kelas, lalu teman-teman sekelasmu mencemooh. Jangan kuatir. Teman-temanmu hanya merasa iri karena mereka tidak punya sesuatu untuk dikejar. Tidak ada yang tidak mungkin bagi mereka yang berusaha.

Empat. Lakukanlah semua hal dengan hati. Kalau kamu sulit untuk mencintai apa yang kamu kerjakan, tinggalkan. Pergi dan merenunglah sampai kamu dapat mencintainya. Ketika sulit, lakukanlah apa yang kamu cintai. Seperti sewaktu SMP, kamu benci sekali pelajaran IPS. Dan kamu benar-benar tidak pernah belajar itu. Kamu hanya fokus terhadap apa yang kamu suka. Kamu hanya menargetkan pelajaran IPS supaya lulus. Sementara pelajaran lain benar-benar kamu tekuni. Jangan takut memilih hal yang kamu sukai meskipun itu minoritas. Kalau kamu suka IPS, misalnya, masuklah jurusan IPS ketika SMA. Jika kamu suka Psikologi, pilihlah jurusan Psikologi ketika kuliah nanti. Pilihlah yang kamu suka untuk dirimu sendiri. Karena jika tidak, akan ada orang-orang lain yang memilihkannya untukmu. Dan kalau itu terjadi, kamu hanya akan terjebak dan menyesal.

Mungkin ketika besar nanti, kamu mencintai blogging. Jadi, ngebloglah dengan hati. Menulislah dengan hati. Jangan pernah melakukan sesuatu hanya karena ingin dianggap keren, atau karena gaya-gayaan dan ingin terkenal. Karena hasilnya akan jauh berbeda, dan semua orang bisa melihatnya. Mungkin kamu akan tersendat ketika menuliskan hal-hal buruk tentangmu. Kamu akan meneguk kopi beberapa kali, berhenti, mengambil tisu dan mengelap air mata di wajahmu. Tapi, tetaplah menulis. Berikan perasaan yang kamu miliki dalam setiap tulisanmu.

Lima. Jangan takut menjadi berbeda. Jangan kuatir merasa lain dengan orang-orang di sekitarmu. Jangan takut dikucilkan karena perbedaan. Karena, ketika tua nanti, kamu tidak akan peduli dengan hal-hal seperti itu. Jadi, lakukanlah semuanya dengan caramu sendiri. Mungkin di masa depan kamu ingin jadi blogger, misalnya. Jangan takut untuk menulis sastra di antara banyaknya blogger-blogger yang berisi tulisan komedi. Jangan takut untuk tidak sama dengan Bena, atau Alit, atau Kevin Anggara, atau Raditya Dika. Setiap orang punya ciri khasnya masing-masing. Bena tidak akan menjadi Bena kalau dia “sama” dengan Alit. Begitu pun yang lain, termasuk kamu.

Enam. Sayangi diri kamu sendiri. Jangan pikirkan apakah kamu lebih pendek di antara teman sekelasmu, atau jauh lebih tinggi, lebih gendut, atau paling kurus sekalipun. Hargai apapun yang ada di diri kamu.’That is a gift. Tidak perlu minder karena kamu culun, kacamatamu tebal, sementara orang-orang lain sibuk memamerkan kontak lensa baru mereka. Karena ketika kamu kecil dulu, semua manusia adalah sama di mata kamu. Kamu bisa dengan mudahnya saling tertawa bersama terlepas apa warna kulit temanmu, apakah mereka kaya atau miskin. Tentu kamu masih ingat, betapa kamu tetap bangga memamerkan gigi hitammu sambil bermain ayunan bersama dengan anak-anak lain. Kamu tidak pernah peduli siapa mereka dan dari mana mereka berasal. Begitupun ketika tua nanti. Tidak ada orang dewasa yang peduli dengan bentuk badanmu, atau hidung minimu. Maka dari itu, sayangilah diri kamu apapun kekuranganmu. Lebih jauh lagi, buat gue, kamu memang keren nan macho.

--
Kalau kamu berhasil baca sampai sini, berarti kamu keren. Semoga tulisan di atas berguna untuk Kresnoadi remaja dan untuk kamu. Dan berarti, sekarang waktunya SHARE POSTINGAN INI!!! BAGIKAN KEPADA ORANG YANG KAMU SAYANG!! KALAU GAK PUNYA, BAGIKAN KE GEBETAN KAMU!! KALAU GAK PUNYA, BAGIIN KE MAJIKAN KAMU!! KOMENTAR DI KOLOM BAWAH!!! FOLLOW BLOGNYA! HUAHAHAHA?! \(w)/
Share:

37 comments:

  1. Kalau nyebarin paku di jalanan itu keren nggak dii? Ini kegiatan muda gue. Kalau masalah keren dan perbuatan gue salah ya wajar, tapi poin tiga lo nyebutin do what you love. Dan ini berarti gue seneng seneng aja gitu nyebarin pake di jalan.

    Jadi intinya, bagaimana pandangan lo tentang kegiatan nyebarin paku di jalanan kayak yang gue lakuin?

    Hei orang tua, jawablah
    Haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak boleh. By the way, hobi lo unik juga ya. :))

      Delete
  2. Kalo udah tua, aku gak bakal bisa balapan lari lagi di eskalator bareng temen-temen :'(

    Btw, aku juga lagi belajar buat nulis dengan hati. Semoga sampainya juga ke hati-hati pembacanya, hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. All hail balapan lari di eskalator bareng temen! \(w)/

      Delete
  3. Tetap jadi dirimu dan jangan mengikuti hanya karena trend.

    Semua dijelasin secara rinci dan jelas, jadi tidak ada lagi yang bisa aku komentari. Terimakasih buat kamu (Kresnoadi tua) yang telah memberikan wejangan ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama. Mulai sekarang engkau dapat memanggilku paduka Adi.

      Delete
  4. Put up a fucking fight for what you love. Quote dari Cara Delevinge yang pas buat postingan ini, Di. Semangat!! \m/

    ReplyDelete
  5. Yap. Sayangi diri sendiri. Nggak bisa komentar banyak buat tulisan di atas. 'Ngena' banget. Terima kasih sudah berbagi! Semoga kali ini nggak bayar. \o/

    ReplyDelete
  6. ini bisa juga gak sih jadi nasehat untuk Anis remaja? bener bener ngena iniii :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa banget bisa. Semangat ya. \(w)/

      Delete
  7. Semangat, Bro. Jadi diri sendiri emang lebih asyik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yosh! Makasih udah main ke sini. \(w)/

      Delete
  8. #MendadakBijak #UdahNgerasaTua

    ReplyDelete
  9. Sangat setuju untuk yang no.5.

    ReplyDelete
  10. Things I wish I knew - PewDiePie

    :')

    ReplyDelete
  11. Mas, mau tak kenalin ke orang tua saya?

    ReplyDelete
  12. Ini lo ko jadi bijak gini, ya semoga yang masih muda pada TOBAT, biar keren.

    ReplyDelete
  13. Awal baca: Wah ini anak kesurupan apa tulisannya kayak gini.

    Tengah baca: Hmm... bener juga apa yg dikatakan anak ini. Dia mulai waras.

    Akhir baca: Tahik! Kapital semua! Gilak ini pemaksaan! "Kegilaan" ini menunjukkan lu yg sesungguhnya.

    Salam,

    ttd

    CAMPIONE D'ITALIA

    ReplyDelete
  14. Di tulisan nomor 1, yang mencetin bel rumah orang, itu nyindir gue banget. :(

    Nomor 4 sama 5 ngena banget buat gue. :)
    Hmm, #AdiLagiWaras :D

    ReplyDelete
  15. ini tulisan keren sekali kakak, wkwk
    Gut Gut

    ReplyDelete
  16. Wah tulisan ini ngena sekali!!! Pas bacanya kayak ngerasa ini benar banget, ini benar banget, INI BENAR BANGET!!!

    ReplyDelete
  17. Wah tulisan ini ngena sekali!!! Pas bacanya kayak ngerasa ini benar banget, ini benar banget, INI BENAR BANGET!!!

    ReplyDelete
  18. Wah... makasih lho, udah bilang gue keren di akhir paragraph :D

    ReplyDelete
  19. Saran aku sih sederhana aja. Mumpung kamu masih muda, ya nabung, trus traveling ke Manado. :P *konspirasi sama Deva*

    Jangan nunggu tua karena siapa tau kaki kamu uda ngga kuat buat jalan en carik nomor kursi trus modusin pramugari!

    ReplyDelete
  20. Kalo kata pak Ahok, jadi diri orang lain tuh butuh waktu berjam-jam dipelajari. Sama kayak halnya kamu disuruh akting jadi orang lain. Susah. Mendingan jadi diri sendiri, apa adanya, tapi jangan terlalu apa adanya

    ReplyDelete
  21. udah baca sampai akhir,berarti aku keren ya,hahaha
    nasehatnya bener banget ini mah,hehe jadiin nasehat buat defa remaja juga apa boleh?

    ReplyDelete
  22. Wuih bacanya berkali kali loh.. Keren bang, termotivasi..

    ReplyDelete

Jangan lupa follow keriba-keribo dengan klik tombol 'follow' atau masukin email kamu di tab sebelah kanan (atau bawah jika buka dari hape). Untuk yang mau main dan ngobrol-ngobrol, silakan add LINE di: @crg7754y (pakai @). Salam kenal yosh! \(w)/