Wednesday, February 11, 2015

Pertemuan

Di luar hujan masih turun pelan-pelan. Sesekali gue menyesap kopi karena tulisan ini tidak kunjung selesai. Sesuatu yang identik dengan unsur merah jambu.

Gue diam sebentar, mendengarkan penyiar favorit mengudara.

Sebelum mengetik ini, gue baru saja membaca beberapa artikel Modern Love. Di salah satu artikel, gue membaca bahwa ada kecenderungan yang berbeda antara laki-laki dan perempuan, ketika menuliskan tulisan tentang cinta.

Dalam artikel tersebut, dikatakan bahwa laki-laki lebih sering menuliskan kisah cinta berdasarkan pengalaman masa lalunya. Laki-laki selalu beranggapan bahwa kisah cinta yang ideal adalah yang realistis. Kebanyakan, cowok-cowok ini, ketika disuruh menulis kisah cinta, mereka menuliskan hubungan masa lalu sambil bertanya, “Bagaimana kalau kisah cinta kemarin sebetulnya adalah yang paling baik?”

Dan bagaimana-bagaimana yang lain.

Di sisi lain, perempuan selalu menganggap kisah cinta favorit mereka adalah di masa depan. Layaknya dalam cerita-cerita fantasi, di bayangan mereka, kisah cinta yang sempurna adalah yang benar-benar sempurna. Perempuan juga selalu detail ketika membayangkan kisah cintanya. Bagaimana lekuk rambut si pria. Aroma tubuhnya. Warna celana yang dikenakan.

Sampai lagu itu dimainkan oleh penyiar.

Gue lalu berpikir,

‘Seperti apa kisah cinta yang gue inginkan?’

Kita seringkali menemukan kebetulan-kebetulan yang terselip dalam tulisan cinta. Si pria sedang duduk sendirian di bar, lalu datang perempuan mabuk dan memuntahi jas si pria. Mereka ribut, beberapa hari setelahnya timbul rasa  penasaran, akhirnya mereka lanjut berkenalan. Ada yang naksir karena tidak sengaja bertemu di antrian busway. Si laki-laki tertarik dengan gaya berpakaian si perempuan. Ada juga yang bermula dari telepon salah sambung.

Seperti yang kita tahu, kisah cinta yang baik selalu diawali oleh pertemuan pertama yang mengesankan.

Dan kalau disuruh memilih, mungkin inilah pertemuan favorit gue:

Gue sudah duduk berjam-jam di sebuah cafe dengan laptop yang baterainya mau habis. Setelah menuliskan berlembar-lembar halaman, entah menulis postingan blog, entah tuntutan pekerjaan, entah menulis skrip apapun.

Gue menutup laptop,
dan di sanalah dia.

Sedang repot dengan beberapa kertas di meja. Dengan tali sepatu converse yang tidak terpasang dengan baik. Dia membungkuk, membenarkan tali sepatu kirinya dengan malas. Dia melirik ke arah gue.

Dan gue melihat keanehan di matanya.

Gue kembali menegakkan laptop, berusaha mengontrol diri yang tiba-tiba grogi. Sampai beberapa menit kemudian laptop gue mati kehabisan baterai. Kopi di gelas sudah habis.

Gue menarik napas.

Menghampirinya, lalu kami berkenalan.

Share:

25 comments:

  1. Memang wanita lebih cenderung membayangkan masa depan dengan kisah kisah yang sempurna. Mungkin udah jadi kodratnya wanita punya kecenderungan seperti itu.

    ReplyDelete
  2. Memang perempuan paling suka berkhayal ya.. -_-

    ReplyDelete
  3. Anjir. Selon banget, Di. :)) *cium tangan*

    ReplyDelete
  4. karena masa depan adalah impian dan kejutan yang manis, maka perempuan lebih senang bermain dengan imajinasi mereka tentang masa depan XD

    ReplyDelete
  5. Baru kali ini, sisi melankolis Bang Adi keluar lagi selain di Tumblr-nya. Keren. Gue manggut-manggut. Bener juga ya, kalo cewek sama cowok seperti itu. Hihi.

    ReplyDelete
  6. Kalok aku serem cara kenalan kayak gitu, Di. Itu sih namanya nyepik. Mihihihi.. :P

    ReplyDelete
  7. Langsung panik gitu nyalain laptop lagi haha
    Tapi gantle loe bang, kalo ujug-ujug minta kenalan gitu

    ReplyDelete
  8. Terus terus gimana? *terlalu menyimak*

    ReplyDelete
  9. KAMI INGIN TAHU KELANJUTANNYA!

    (Cara menulis lo makin keren, Di. Gue belajar banyak)

    ReplyDelete
    Replies
    1. SETUJU... KAMI BUTUH LANJUTANNYAAA!!!

      Bener juga kata lo, Di. Merasa sebagai laki-laki, gue gak pernah ngebayangin jalan cinta yang gue ingini, tapi kalo udah pernah ngalami, bakal terus diinget tiap alurnya.

      Delete
  10. Oh my God so sweet pol pol pol! Cie Bang Adi ngomongin cinta, beneran apa enggak tuh, bang? Ihiyyyy, Bang Adi jatuh cinta cieee cieeeeeee. Iya ya... ternyata cewek emang suka ngomongin masa depan. :D

    ReplyDelete
  11. pertemuan di cafe .. oh indahnya..

    ReplyDelete
  12. emang,, sebagai cewek gue juga demen ngebayangin gimana masa depan sama si pangeran,
    btw cara pertemuannya udah kek ftv terlalu mainstream :p

    coba deh kalau pertemuan pertamanya, si cewek gak sengaja nabrak si cowok terus buku yang dibawa si cewek jatuh berhamburan lalu si cowok ngebantu buat mungutin kemudian tak sengaja tangan mereka bersentuhan, mata mereka saling bertatapan lalu,,, lalu,, dengan gerakan slowmotion terdengar backsound,,, "pandangan pertama awal aku berjumpa,,,"

    eh kepanjangan,, maaf,, salam kenal yee,,

    ReplyDelete
  13. Aihh, jadi kebawa ama alur ceritanya.. abis kenalan pasti suruh ngiketin tali sepatu si cewek tuh.

    ReplyDelete
  14. Sungguh pertemuan yang cemiwiw.

    Tumben, tulisannya bener sampai abis. Biasanya... :))

    ReplyDelete
  15. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  16. Iya.. semua pada teriak nunggu kelanjutannya, gue juga~

    penasaran sama gaya kenalannya bakalan kayak giamana~

    ReplyDelete
  17. masih bingung dengan hal berbau cinta.

    dan gue masih belum ada nyali buat kenalan langsung kayak gitu.
    bisa kali, di lo kenalin temen cewe lo ke gue. sapa tau ada yang khilaf, mau jdi majikan gue

    ReplyDelete
  18. Waktu dia membungkuk, mata lo fokus ke kepala apa bawah leher di?

    ReplyDelete
  19. WOW sering-sering nulis beginian baaaaannggg multitalent writer banget sih hehehe.

    ReplyDelete
  20. Berkenalan sama siapa? Sama deva bukan? :D

    ReplyDelete

Jangan lupa follow keriba-keribo dengan klik tombol 'follow' atau masukin email kamu di tab sebelah kanan (atau bawah jika buka dari hape). Untuk yang mau main dan ngobrol-ngobrol, silakan add LINE di: @crg7754y (pakai @). Salam kenal yosh! \(w)/