Monday, December 29, 2014

Mari Hajar Tahun Depan Dengan Perlente!

Mengikuti teman-teman yang lain, tadinya gue pengin membuat semacam resolusi untuk tahun depan. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, gue sama sekali gak tahu mau bikin resolusi apaan. Oleh karena itu, sebelum menatap ke depan, gue mau menengok dulu ke belakang. Ternyata sudah banyak ilmu baru yang gue dapatkan di tahun 2014. Di antaranya sebagai berikut:

1. Banjarnegara sama Bojonegoro itu beda,
2. Martabak telur ada kuahnya,
3. Sate deket rumah di Bogor belum ada yang ngalahin,
4. Gue baru tahu kalau ada istilah “ngipri”, yakni sejenis ngepet namun berbentuk monyet.

Benar sekali, semuanya memang tidak penting. Namun ada beberapa pengetahuan yang membuat gue mengernyitkan dahi seraya menjerit, “ANJING GUE KE MANA AJA YAA SELAMA INIII?!!” Terlebih lagi pas sadar kalau martabak telur itu ada kuahnya. Sumpah, 21 tahun gue hidup di dunia ini dan baru kemaren gue tahu kalau martabak telur ada kuahnya. What a hell.

Di samping semua pengetahuan baru yang tidak berguna itu, tahun 2014 juga memberikan banyak pengalaman dan kesan baik buat gue. Gue paling aktif ngeblog di tahun ini. Di tahun ini gue juga sudah punya pacar lagi. Gue juga udah bikin dua ebook, Keriba-Keribo dan Teka-Teki (Keduanya dapat kalian download di sini).

Kalau boleh gue akui, di antara dua ebook tersebut Teka-Teki adalah ebook yang paling lucu. Keriba-Keribo gue bikin dengan lebih serius dan ceritanya sengaja dibuat ‘gemuk’. Walaupun tetep ada yang komedinya terasa seperti di bab Lemah. Sementara Teka-Teki sendiri gue buat dengan fun dan santai. Tema ceritanya pun dibuat dengan sangat cetek. Seperti yang pernah gue katakan sebelumnya, di Teka-Teki banyak jokes yang cenderung dark dan absurd. Berikut salah satu email yang masuk mengenai Teka-Teki:


Rifqi Akram Di, sumpah gue pengen tepuk tangan buat lo!. Bukunya berhasil bikin gue senyum-senyum sendiri hahaha :D
Eniwei, gue udah ngikutin ceritanya dan.... gue berhasil nyelesain sampe akhir! TANPA ADA YANG SALAH!
INGAT!
TANPA ADA YANG SALAH MUEHEHEHEHEHE!.
Asli, ebooknya rame banget. Keren deh pokoknya. Gak nyangka juga akhirnya gue jadian sama cindy. Pake dicium segala. Ah lo bisa aja di. Gue kan belom pernah dicium. Tapi, well, gue suka banget buku yang ini daripada buku yang sebelumnya. Sekarang, komedinya udah bener-bener keren!. Gampang bikin gue ketawa!.
Oke, mungkin sekian aja. Keep up your great work! (halah sok inggris).

Salam,


Rifqi Akram
Tukang batagor yang biasa nongkrong deket comberan.

Keren. Sejauh ini bahkan baru ada dua orang yang bisa namatin Teka-Teki dengan sekali jalan. Kebanyakan pada masuk neraka. Hehehe. Kalau ada yang mau kalian sampein mengenai Teka-Teki, bisa email ke kresnoadidh@gmail.com ya.

Selain itu, yang paling menyenangkan dari tahun ini adalah, gue lulus! Yosh. Walaupun kuliah di IPB bikin mencret tujuh keliling, tapi sekarang gue udah lulus! Mampus! Oh yes, oh no. Gue sudah lega sekarang. Ahhh nikmaaaat. Bentar cebok dulu…

Nah, oke udah. Sekarang persoalannya adalah bagaimana menatap tahun depan. Sebetulnya gue tidak menargetkan apapun di tahun depan. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Mungkin, harapan gue satu-satunya adalah siupaya bisa bekerja di tempat yang menyenangkan. Seru kali ya, bisa kerja sambil melakukan hal yang kita suka. Nyari job jadi peramal buat prediksi tahun depan aja apa ya?


But yeah, mari hajar tahun depan dengan perlente!
Suka post ini? Bagikan ke:

Saturday, December 27, 2014

Jika Semuanya Terbalik

Jika semuanya terbalik, aku akan membenci kamu. Membenci kamu dengan sangat. Membenci cara kamu tertawa. Membenci cara kamu bicara. Karena aku benci, menyakiti retina malam-malam. Dengan handphone di atas kepala, menyemprotkan cahaya langsung ke mata, dengan lampu kamar yang sudah padam. Bahkan jika semuanya terbalik, aku akan berusaha membuatmu menangis. Apapun caranya, menangis dan menangis.

Jika semuanya terbalik, aku ingin kita berpisah. Aku ingin melepas genggaman tangan, mengendurkan pegangan agar kita bisa lebih jauh. Aku ingin masa depan kita gelap. Aku tidak ingin mengenal kamu, atau juga sebaliknya. Aku muak dengan rambutmu, yang selalu, dan selalu, membuat jariku ingin menepisnya.

Bahkan jika semuanya terbalik, aku tidak ingin mencari kamu.

Aku bersumpah akan melepasmu cepat-cepat. Aku bersumpah kita tidak akan berangkulan. Berpelukan. Berciuman. Aku bersumpah, tidak akan ada lagi tawa yang keluar dari bibir jelekmu. Sebuah, kalau boleh kubilang, benda yang sangat menyebalkan.

Jika semuanya terbalik, aku akan mengaburkan kenangan kita. Aku mau menghapus ingatan tentang kamu. Aku mau, menghilangkan kamu, dan segala tetek bengek lainnya, dari hidupku. Aku mau kamu lenyap dari pikiranku.

Jika semuanya terbalik, aku ingin langkah kita berbeda. Karena aku benci kita beriringan. Aku benci sepatu kita ada di rak yang sama. Aku bahagia kita berlainan.

Bahkan jika semuanya terbalik, aku akan mengutuk kamu.

Aku bersumpah bahwa aku menyesal telah mengenal kamu. Bahwa di malam itu, ketika di matamu memantul lampu jalanan, aku sadar bahwa aku membenci kamu. Dan aku menyesal menemuimu. Karena jika semuanya terbalik, aku ingin segera pulang dan meninggalkanmu.

Aku benci dengan kehadiranmu. Karena jika semuanya terbalik, aku mau rindu ini pulang. Aku mau tidak memimpikanmu lagi. Aku mau, kamu berlari-lari dan aku diam saja. Aku, jauh di dalam hati, ingin kamu segera enyah.

Jadi jika semuanya terbalik,
tolonglah pergi. Dan jangan pernah kembali.



*) Tulisan ini terinspirasi dari video ini.
Suka post ini? Bagikan ke:

Wednesday, December 24, 2014

Beberapa Pertanyaan Yang Gue Nggak Tahu Harus Nanya Ke Siapa

Ketika lagi sendirian dan nggak ngapa-ngapain, gue sering banget ngelamun. Selain ngelamun jorok (mikirin nasib pisang goreng yang jatoh dan keinjek orang), gue juga terkadang mendapat hal-hal aneh lain. Gue sering menemukan pertanyaan-pertanyaan aneh di dalam kepala gue yang tiba-tiba muncul. Karena sampai sekarang tidak tahu harus bertanya kepada siapa, maka gue berpikir: kenapa enggak pertanyaan-pertanyaan ini gue kumpulin aja di sini. Siapa tahu ada di antara kalian yang mau (dan sanggup) menjawab pertanyaan gaib gue?

So, here they are:

Satu. Bukan bermaksud jahat atau gimana. Tapi sampai sekarang gue penasaran, gimana sih perasaan orang buta ketika tidur? Apa dia merasa ngantuk? Apa dia bangun-bangun kaget karena tetep gelap? Atau, lebih jauh lagi, dia sadar nggak ya kalo dia sebenarnya udah bangun? Apa masih mikir dulu, “Ini gue udah bangun kan ya?” (gue berpikir kayak gini berdasarkan pengalaman gue yang pernah bangun pas mati lampu. Asli bangun-bangun gue panik abis!)

Dua. Gue sadar bahwa perempuan adalah makhluk yang kompleks dan aneh. Gue paham betul akan hal tersebut. Perempuan semakin absurd di setiap waktunya. Di sisi yang lain, homo-homo juga semakin banyak. Apa kedua hal ini ada kaitannya? Apa sebetulnya, homo-homo adalah sekumpulan cowok yang menyerah dengan keanehan cewek?

Tiga. Kenapa ada pembagian paha atas dan bawah dalam dunia perayaman dan kenapa gue gak bisa bedain mana yang paha atas dan mana yang paha bawah? Sumpah ini semakin meribetkan gue yang gembel dalam menghapal. Kalau emang biar irit, kenapa cuman paha? Kenapa gak sekalian sayap digituin? Nanti pas ada orang mo beli kfc, si mbaknya nanya, “Mau sayap yang ujung apa yang deket ketek, Mas? Kebetulan yang ini masih banyak bulu keteknya.”

Empat. Kenapa ya pegulat-pegulat di tv itu kalo berantem kebanyakan cuman make kancut doang? Pesumo gitu. Pemain smack down kebanyakan gitu. Petinju, meskipun sempaknya gede, tetep aja gak pake baju. Apa sempak mereka sudah disetel harus make yang itu? Jadi, kalo gak pake sempak andalannya, mereka bakal lemah? Kalo si pitung kelemahannya ada di rambut, pegulat di kancut. Nanti pas Mike Tyson kalah, dia diwawancara. Dia meratap di depan puluhan kamera, “Kekalahan saya sudah disabotase.” Dia lalu gebrak meja sambil mengumpat, “INI ADA YANG MENUKAR SEMPAK SAYA!! BIASANYA BUKAN RIDEEER!!”

Lima. Untung atau rugikah seorang pemilik akun twitter yang jual follower, dengan membuat followernya menjadi banyak dengan follower jualannya sendiri. Dan dia lalu menjual followernya kepada followernya sendiri?


Enam. Ada yang bisa jawab?
Suka post ini? Bagikan ke:

Saturday, December 20, 2014

Pakailah Sepatu Anda Ketika Malam Jumat

Gue pikir keangkeran malam jumat itu hanya mitos belaka.
Tetapi gue salah,

Gue mengakuinya setelah mengalaminya sendiri.

Jadi, kamis malem kemarin, gue lagi mengedit Teka-Teki, project ebook interaktif terbaru gue, di sebuah tempat ngopi di Bogor. Awalnya semua berjalan seperti biasa. Gue membaca naskah ebook, mengganti kalimat yang aneh. Pokoknya semua masih wajar. Satu-satunya hal yang mengganggu adalah keberadaan tiga cewek di meja sebelah yang berisik. Karena tidak ingin terganggu, jadilah gue pindah tempat ke meja paling ujung.

Sampai gue sadar,
ini keputusan yang salah.

Selang setengah jam mengedit naskah, masuklah dua orang cowok. Mereka mengibaskan jaketnya yang basah bekas hujan, celingukan sebentar, lalu duduk di sebelah gue. Beberapa menit berlalu dan gue mengendus sesuatu yang aneh. Seperti ada bau-bau tidak lazim di sekitar gue. Antara asem, sepet, dan mematikan. Gue mencium badan sendiri, wangi kok. Karena kebetulan pas malam jumat, gue jadi berpikir yang aneh-aneh. ‘jangan-jangan bau rambut kuntilanak!’ jerit gue, panik sendiri. (gue berpikir demikian karena kuntilanak memiliki rambut yang panjang dan tidak pernah sampoan). Gue mencari-cari sumber bau tersebut, sampai gue menengok ke sebelah kanan.

Dan.
Ternyata.
Si cowok tadi,
lepas sepatu.

BUSET?! TERNYATA BAU KAKI!!

Kaki dia dengan santainya nemplok di ubin. Di sebelahnya berjejer sepatu dan kaus kakinya yang lepek.

INILAH KENGERIAN TERDAHSYAT MALAM JUMAAAT!!

Sumpah itu bau banget. Baunya itu kayak campuran antara telur busuk, susu basi, dan mayat manusia yang dibuang ke dalam jamban. Pokoknya bau. Rasanya pengin muntah. Tetapi gue tahan sekuat tenaga. Ngga lucu aja gue muntah di tempat beginian. Yang ada nanti managernya keluar lalu bertanya dengan sok-sok heroik, ‘Siapa yang menghamili Anda? Katakan sekarang! Katakan di depan hidung saya yang mancung ini!’

Gue jelas harus menghindari bau ini. Gue pun nengok-nengok, berusaha ngeliat meja lain yang masih kosong. Tetapi, nasib baik sedang tidak berpihak kepada gue. Semua meja sudah terisi.

Gue lalu membuat kode, supaya dia sadar atas bau kakinya yang menyiksa paru-paru gue. Awalnya, gue pengin mengarahkan laptop ke dia setelah bikin wallpaper bertuliskan ‘MINGGIR LO BAU KAKI!!’. Namun gue sadar kalau gue tidak punya kemampuan menggunakan software desain.

Satu-satunya cara yang gue bisa hanyalah dengan berpura-pura batuk.

Gue menutup hidung sambil ngeliatin dia. ‘Uhuk… Uhuk.. Bauhuk…’
Dia nggak sadar.

‘OHOHOHOK BAU BAUUU!! BAU KAKI WOOII!!’
Dia tetep nggak sadar.

Bajingan.

Gue mulai kehilangan kesabaran. Sebelum kehabisan oksigen, gue sempat kepikiran untuk mecahin gelas ke meja dan memakai belingnya untuk menodong si cowok supaya masukin kakinya ke sepatu. Atau setidaknya membuang kakinya jauh-jauh. Sampai gue sadar kalau gelas di meja terbuat dari plastik.

Gue menyerah. Gue telah berusaha membuat kode-kode supaya dia mengerti, tetapi dia nggak nyadar juga. Laki-laki memang kampret!

Sisa malam itu gue pakai dengan satu tangan mengedit tulisan, satu tangan lagi nutupin idung. 
Suka post ini? Bagikan ke:

Wednesday, December 17, 2014

Kabar Teka-Teki

Teka-Teki, project ebook terbaru gue, akan rilis hari Minggu, 21 Desember 2014. Untuk yang belum tahu, Teka-Teki adalah project ebook interaktif yang bercerita tentang perjuangan seorang cowok untuk mendapatkan cinta dari gebetannya. Kamu harus “namatin” cerita dengan membantu si cowok untuk memilih pilihan-pilihan hidupnya sampai pada akhirnya bisa jadian dengan cinta sejatinya.

Seperti keriba-keribo, ebook ini dapat kalian download secara gratis di web blog ini pada jam tujuh malam hari minggu nanti. Supaya seru, kamu harus memainkan ebook ini dengan cara tidak boleh memilih ulang pilihan hidup yang sudah kamu putuskan. Nanti kalian bisa share ending dari cerita yang kalian dapatkan di sini atau ke email kresnoadidh@gmail.com

Sambil menunggu hari minggu nanti, ini gue kasih tampilan cover dari Teka-Teki:




Selamat hari rabu! 

-- 
Update. Ebook Teka-Teki sudah rilis! silakan klik di sini untuk meloncat ke halaman download Teka-Teki.
Suka post ini? Bagikan ke:

Saturday, December 13, 2014

Mudah-mudahan Kepalanya Masih Utuh dan Berfungsi dengan Baik

There are good news and bad news!

The good news adalah, Teka-Teki udah jadi sekitar 60%. Ini berarti, bentar lagi beres! Yosh! Gue usahain minggu ini selesai. Salah satu hal yang paling menyebalkan dari membuat cerita interaktif adalah menentukan ending dari setiap cerita. Gue stres sendiri. Terkadang kalo udah mentok, gue mikir, “Ini gue kasih pilihan apa gue matiin aja ya sekalian karakternya?” Hahahaha. Gue mendadak jadi psikopat.

Doakan biar cepat kelar ya!

--
Sekarang bagian bad news.

Gue adalah orang yang cukup menghargai waktu. Dari dulu gue selalu memanfaatkan waktu dengan seefisien mungkin: tidur, gegoleran, males-malesan di kasur (kok gak bermutu banget ya?).

Tetapi memang betul. Kalau gue lagi merasa refreshing adalah kegiatan yang asoy, ya gue pengin “memakai” waktu yang gue punya untuk istirahat dan main. Sebaliknya, kalau menurut gue ada sebuah kegiatan yang tidak gue sukai, ya gue gak bakal malas “menukar” waktu gue untuk hal tersebut. Mungkin ada pepatah yang mengatakan waktu adalah uang. Tetapi gue tidak sepenuhnya setuju dengan itu. Karena waktu itu berharga. Dan cinta yang berharga tidak bisa dibeli dengan uang. Tsah. Karena itu gunakanlah waktu Anda untuk bercinta (lho?).

Buat gue, waktu bukanlah uang. Waktu adalah time.

Nah, ngomongin waktu, gue punya kebiasaan yang dianggap aneh oleh orang lain. Sifat tersebut… adalah…. suka nyeruput ubun-ubun perawan.

Enggak lah. Maksud gue, nonton film. Berbeda dengan kebanyakan orang, gue adalah orang yang “biasa banget” atau bahkan bisa dibilang sebagai orang yang kurang suka menonton film. Gue adalah orang yang sangat picky untuk urusan film perfilman ini.

Gue gak suka aja udah ngabisin 2 jam di bioskop (atau depan laptop), eh ternyata filmnya nggak seru. Biasanya kalau lagi kayak gini, pas di ending film gue melenguh di bawah layar bioskop, “Kembalikan waktu sayaaa!!”

Kejadian-kejadian seperti itulah yang pada akhirnya membuat gue lebih selektif ketika ingin menonton film. Setiap kali mau nonton, gue selalu menonton trailer-nya terlebih dahulu, bertanya ke orang yang udah nonton, cari-cari review-nya saking gak mau kecewa. Terus, karena Deva adalah seorang movie freak, kemaren pas di telpon gue sok-sok ngebahas tentang film biar nyambung. Dan di sinilah bad news itu terjadi…

Gue: Eh kamu gak nonton Doraemon?
Deva: Enggak ah! Kata temen aku gak seru.
Gue: (dengan sotonya berkata) Eh, tapi kan ada tau film lain yang seru!
Deva: Film apa?
Gue: Bentar, aku buka internet dulu.

Gue langsung loncat dari kasur, lari ke meja, buka laptop, ngecek cinema 21 dan lima detik berselang ternyata… film-nya gak ada yang gue kenal. Mampus.

Deva: Film apa yang bagus?

Gue masih ngescroll-scroll… sampai tiba-tiba, mata gue tertuju kepada satu cover film. Cewek. Gaun putih. Mistis.

Karena sebelumnya Deva nantangin gue bilang, “Emang kamu berani nonton film horor?” jadi gue merasa bahwa film tadi cocok sebagai bahan pembicaraan. Maka gue langsung nge-klik film tersebut. Hingga perasaan gue nggak enak pas ngebaca judulnya: Bidadari Pulau Hantu.

Glek. Gue langsung gak yakin.

Gue: A-ada nih. Bidadari Pulau Hantu.
Deva: Ehm. Kok judulnya aneh gitu ya? Tentang apa sih itu?

Gue baca sinopsisnya bentar, dan taunya ceritanya tentang Evan dan Gesti, seorang pasangan yang mau foto pre-wedding. Terus mereka ke sebuah pulau, terus diteror deh sama hantu bergaun pengantin yang bawa celurit.

“Hanjir cerita apaan nih!” Gue kesel sendiri. Kok kayaknya klise dan banyak banget ya film horor bercerita kayak gini? Liburan ke pulau. Seneng-seneng. Ada setan. Mati. Yang lebih begonya lagi, nama pulau yang mereka pake buat foto pre-wedding di film ini adalah: Pulau Kematian.

Ya kali ada cowok tiba-tiba bilang ke tunangannya, “Yang, nanti kita kalo foto pre-wedding di pulau lain aja ya. Aku udah nemu pulau yang menggambarkan hubungan kita yang manis ini.” Pas ceweknya nanya “Di mana?” si cowok ngejawab sambil melotot, “Pulau Kematian.”

Deva: Hei. Tentang apa itu tadi filmnya?

Gue, karena tidak mau keliatan cupu, akhirnya ngeboong. “Jadi, Bidadari Pulau Hantu itu.” Gue menelan ludah. “Tentang bidadari yang ada di pulau hantu.” Krik krik krik. “I-iya.” Gue udah ngga tahu lagi mau ngeboong gimana, jadi gue ceritain aja versi benernya. “Jadi ada sepasang kekasih gitu mau pre-wedding di sebuah pulau. Terus dia diteror sama hantu….”

“Terus bagusnya di mana?”
“Emm yaaa… yang ini diterornya beda.” Gue kepikiran sesuatu. “Film ini si hantu nerornya pake SMS.”
“Hah? SMS?!”
“Iya. Nanti si calon pengantin dapet SMS terror. Isinya ‘EXPRESS LOAN. Cukup cicil 3 jt/bln dapet 100 jt CASH BACK!!’”
“Yeee itu mah rentenir!” Si pacar ngamuk.
“He. He. He.”

Tidak ingin malu, gue mencari pembenaran. “Tapi yang coming soon ada kok yang bagus!”

Si pacar menantang. “Apaan?”

Gue klak-klik sana-sini. Lalu akhirnya ketemu, “Begin Again! Baguuuuus tuh.”

“Ya itu kan kamu udah kasih tahu!” dari suaranya, Deva terdengar seperti pengin jedotin palanya ke tembok.

“Ehm.” Gue melanjutkan ke halaman belakang. “EH! Ini ada nih! Horor!”
“Apa?”

Gue kembali shock setelah baca judulnya.

“Emm… Rumah Kosong.”
“Hah? Apaan lagi tuh?”
“Filmnya tentang rumah gitu… yang gak ada orangnya.”
“YEEEEEEEEEEEEEE!! ITUMAH AKU JUGA TAUUU!!!”

Lalu heniing.

Satu detik tidak ada suara.
Tiga detik tetep gak ada.
Sepuluh detik terdengar suara ‘DUAK!’


Oh, bunyi apakah itu? 
Satu hal yang gue harapkan,
Mudah-mudahan kepala si pacar masih utuh dan berfungsi dengan baik.
Suka post ini? Bagikan ke:

Tuesday, December 9, 2014

Begadang Boleh Saja... Asal Ada Apanya?

Gue udah punya nama untuk project ebook interaktif gue: Teka-teki.

Sejauh ini gue masih antusias ngerjain itu. Di satu sisi, ngerjain tulisan komedi dalam sebuah cerita interaktif ngebuat gue kelimpungan sendiri. Karena tulisannya terpecah menjadi beberapa pilihan, membuat ceritanya juga jadi beda-beda dan tidak nyambung satu sama lain. Nah, ini yang ngebikin gue harus ekstra dalam membuat jokes. Rencana semula yang gue pikir akan selesai dengan 50 halaman A5, beberapa detik lalu pas gue cek udah 40 halaman… dan baru menuju konflik. Setan! Kapan kelarnya kalo begini!

Hehehe.

Eniwei, weekend kemarin gue jalani dengan seru abis. Hari sabtu gue habiskan dengan mengulang nonton Big Bang Theory dan ngerjain Teka-Teki seharian. Tadinya gue juga pengin ngelanjutin season 3 nya The IT Crowd. Tapi kelaknatan terjadi jumat malam sebelumnya…

Jadi, gue, si anak paket internet malem, udah niat buat menghabiskan kuota malam dengan mendownload seluruh season 3 The IT Crowd. Pada pukul satu dini hari, gue langsung ngebuka laptop, nyalain internet. Setelah browsing sana-sini, gue akhirnya menemukan sebuah link yang gue cari. Tapi… pas gue cek… file-nya 1 GB!

Gue lalu berpikir…

‘Kalo gue download sekarang, selesainya pas gue udah jadi tengkorak.’

Hmm.. gue lalu manggut-manggut sendiri di depan laptop. Daripada bingung sendiri, akhirnya gue tanya Radit yang lagi tiduran di belakang. 'Dit, ini file-nya gede banget. Gue takut ketiduran. Donlot gak ya?'

Radit lalu bangkit dari kasur. Berjalan ke arah gue.

‘Di…’ Radit memandang gue dengan nanar.

Gue menengok. Wajah Radit tampak lebih pucat dari biasanya. Kita berada di keheningan malam. Suara jarum jam seolah membesar.

‘Gue mo boker…’

‘YAELAAAAH! BOKER AJA PAKE LAPOR LO!!’

Gue gebuk pantat Radit. Pake linggis panas.

Setelah Radit kabur ke kamar mandi, gue kembali berhadapan dengan layar monitor.

‘Udah deh, pencet download aja. Nanti gue cek dulu waktu downloadnya berapa lama.’

Beberapa klak klik kemudian muncul kotak IDM. Gue memerhatikan dengan seksama. Dan ternyata… waktu downloadnya satu jam.

Gue ngeliat jam di tembok. Jam 2 pagi.
Gue ngaca. Kantung mata item. Baju kucel. Tinggal dilumurin saus sambel dikit gue resmi jadi zombie.

Bodo lah. Gue tunggu aja, udah kepalang ngebet pengen nonton, batin gue waktu itu.

Besok siangnya, gue udah seger dan niat pengin ngeliat hasil download-an kemaren (maklum, abis gue download belom sempet dicek langsung molor). Gue udah girang banget ngeliat file-nya. Gue copy ke folder SITCOM, kemudian gue klik kanan, extract, dan… dipasswordin.

Sialan pemirsah. File-nya dipasswordin.

KETEK BANCI! PIALA BERGILIR! PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN!

Gue sebel banget. Gue pun langsung dengan penuh amarah dan nafsu yang menggebu-gebu balik ke link kemaren, nyari password untuk ngebuka file-nya. Tetapi nihil. Kagak ada. Amsyong!

Gue udah abisin 1GB. Begadang ampe kayak zombie. Tetep aja kagak bisa nonton. Ketek. Begadang kali ini gak guna ama sekali.

Mungkin inilah yang Bang Rhoma katakan, ‘Begadang boleh saja… asal ada donlotannya.’


Suka post ini? Bagikan ke:

Thursday, December 4, 2014

Blogger Comments

Ada satu permasalahan besar yang melanda setiap blogger,
Blogwalking.

Sewaktu awal-awal ngeblog, gue tahu bahwa di belahan dunia lain sudah banyak blogger bertebaran. Bahkan tidak sedikit yang tulisannya keren-keren. Tetapi satu masalahnya: gue tidak tahu alamat blog mereka. Mereka pun akhirnya membuat tab blogroll supaya lebih asik dan mudah mengunjungi blog temannya. Sementara gue bingung harus mencari blogger-blogger ini ke mana. Gue buta sama sekali.

Sekarang semua permasalahan itu sedikit demi sedikit sudah terpecahkan. Mulai banyak komunitas blogger yang terbentuk. Kamu dapat masuk ke sana dan bertemu dan mengobrol dengan teman sesama blogger. Tetapi, untuk blogger yang masih baru (termasuk gue), selalu saja ada kesulitan masuk di habitat tertentu. Sejujurnya, gue sendiri pernah “melompat” dari satu komunitas blogger ke komunitas yang lain. Ada yang karena emang gue jarang posting, ada juga yang gak sreg sama peraturannya.

Padahal gue merasa,
ngeblog itu bebas.

Sampai sekarang gue ngeblog dengan ngasal dan suka-suka. Gue mengikuti PD James yang mengatakan bahwa untuk menulis, tulislah apa yang kita mau tulis. Bukan apa yang sedang populer atau apa yang kamu anggap itu akan laku.

Ironisnya, gue senang membaca tulisan orang-orang yang seperti itu. Gue tidak menyalahkan atau memaksa orang untuk menulis secara tulus. Semua orang bebas mau menulis untuk apa saja. Tetapi, sadar atau tidak, gue merasa bahwa ada masa-masa tertentu kita menulis seperti itu. Menulis lepas dan tanpa beban. Tidak mengejar target apapun.

Gue banyak belajar ini dari temen-temen blogger lain yang komen blognya sedikit atau yang memang baru berkecimpung di dunia blogger. Mereka menulis untuk kesenangan pribadi. Dan ketika mereka “menemukan” satu komentar di postingannya, mereka bakal girang banget.

Yaiyalah orang nulis iseng, eh ada yang respons.

Gue juga sampe sekarang masih bingung. Kok masih ada aja yang komen di blog gue ya? Hehehe.

Dan ternyata, baru-baru ini gue menemukan satu aplikasi yang memudahkan kita untuk saling berkomunikasi. Dan, seriously, gue kagak dibayar untuk nulis ginian. Yang bikin aplikasinya juga si Sandy, temen sesama blogger (Sandy, kalo butuh nomor rekening gue kirim email ya!). Hahaha. \:D/

Jadi, dia membuat sebuah aplikasi di platform android yang memudahkan kita untuk blogwalking dan berkomentar. Nama aplikasinya Blogger Comment. Gue udah nyoba dan memang keren. Gue jadi bisa dengan gampang numpang nyampah dan ngerusuh di postingan orang dari hape. Kerennya lagi, aplikasi ini enteng dan nyambung ke Twitter. Jadi, kalian bisa menemukan blog yang dipromosikan melalui twitter dengan hashtag tertentu. Kalian tahu lah hashtag apa aja yang sering digunakan untuk update blog. Kayak #HappyBlogging, #UpdateBlog, #DirtySex. Oke, yang terakhir bercanda.

Dan sejujurnya,
gue mulai suka sama blogger sekarang.

Di mana kita mulai sering ngobrol di kolom komentar. Bukan komen sekadar sebagai pertanda “men, gue udah baca tulisan lo. Ini buktinya, gue udah komen. Lo balik komen ke blog gue ya.” Daripada harus komentar seperti itu, gue cenderung lebih suka komen yang rusuh. Yang seperti emang ngobrol antarteman.

So, let’s hit this blogging fuckin world with this fuckin application!

--
Pindah tema. Kemarin mulai banyak yang ngasih usul nama karakter dari project terbaru gue, ebook interaktif. Mulai dari Budi, Nobi, Pikiran aja sendiri. Eh, yang terakhir mah maksudnya gue disuruh mikir sendiri ya?

Pokoknya ada beberapa nama. Bahkan ada juga yang narsis minta namanya sendiri dijadiin nama karakter utama dalam project ini. Tetapi, setelah gue pikir-pikir, ide terakhir adalah yang paling keren. Makasih Yoga AS! Kenarsisanmu membuahkan ide brilian di otak gue.

Jadi, karena kenarsisan si Yoga ini, gue berpikir. Kenapa enggak gue membuat cerita yang seolah-olah ini adalah dunia kita sendiri. Jadi, kita lah si tokoh utama. Kamu yang memilih hidup kamu. Kamu yang menentukan akan berjalan ke arah mana. Kamu dapat menjadi diri kamu sendiri di sini, tentu dengan karakter yang sudah gue setting. Lagian, itukan artinya interaktif?

Walhasil, gue tidak akan menamai karakter ini dengan siapa-siapa. Ini adalah kamu, dengan pilihan-pilihan kehidupan yang ada di tangan kamu. Sepertinya tulisan ini juga ngejawab pertanyaan salah satu orang kemarin:

Nurizka Tresna December 3, 2014 at 11:38 PM
E-book lo semacam kayak video clip Coldplay gitu ya ka? yg jalannya kita yg nentuin. Bedanya ini tulisan, dan jadi penasaran. :D

Well, meskipun gue gak tahu video clip Coldplay yang mana, tetapi kurang lebih gitu deh. And yeah it’s so free. Kalian bebas mendownload ini. Gue sih saranin kalian harap bawa kantong plastik aja, soalnya akan banyak komedi yang absurd dan cenderung dark. Hehehe. Kebawa film kemarin nih.

Oya, makasih juga untuk yang kemarin udah doain gue sama Deva biar langgeng. Gue juga gak kerasa ternyata udah sebulan lebih. Padahal serasa baru 30 hari. Hmm.

Okedeh,
Kresnoadi, cabut.


Ps: Kalau kalian mau tahu dulu kayak apa aplikasi Blogger Comment itu, silakan baca postingan Sandy ini.
Suka post ini? Bagikan ke:

Tuesday, December 2, 2014

Begin Again dan Cerita Interaktif

Kata orang kenyamanan bisa ngebunuh kita. Dan yak, menurut gue itu betul sekali. Dan kali in kenyamanan lagi dateng ke hidup gue… dan ngegeret gue  ke dalam kegelapan (horor). Tapi bener banget. Hidup gue akhir-akhir ini biasa banget. Tiduran, denger lagu, nonton film (anyway, gue baru aja nonton film keren, judulnya Begin Again. You should watch it guys!)

Intinya,
gue kagak produktif ama sekali.

Oh God. Tolonglah hambamu ini. Gue belum mau nulis kalo gue kangen kuliah atau sekolah, tapi gue juga gak mau mati bengong begini. Mana mood lagi gak bener lagi. Rasa-rasanya kok ya buat bangun dari kasur aja berat. Sehari-hari gue geletak di kasur, tengkurep ngadep bantal. Kayak orang mati. Mungkin kalo ada kontes mirip-miripan mayat gue udah juara satu kali.

Kata orang cara paling gampang untuk membangun mood adalah dengan jatuh cinta. Tapi gue? Ini malah jadi males ngapa-ngapain. Mood untuk ngerjain sesuatu sih udah ada, tapi begitu udah pengen ngerjain eeh malah jadi gak fokus. Kayak pas kemarin pengin ngeblog. Waktu lagi mandi gue udah dengan girangnya ngomong, ‘Abis ini ngeblog aah.’

Begitu beres mandi, pake baju, nyalain laptop, malah nyetel musik terus loncat ke kasur sebelah. Mainan hape nunggu sms Deva. Hehehe. Mungkin bener apa yang dibilang Yuda, temen kampus gue, begitu tahu gue LDR, ‘Lo LDR Di? Mampus lo! Berarti pacaran sama hape!’

‘Ah gak mungkin. Gue biasa kok gak ada hape juga.’

Tiga detik kemudian, gue nyium-nyiumin hape.

Well, maka untuk menghilangkan kejenuhan yang sedang melanda. Dan untuk keluar dari kegelapan. DAN BIAR PRODUKTIF DIKIT, pas tadi lagi mandi gue kepikiran sesuatu. (entah kenapa ide-ide gue muncul pas lagi mandi).

Kenapa gue, nggak nyoba sesuatu yang baru.
Yang berbeda, tapi tetep cepet ngebikinnya.

Gue bener-bener keluar aja dari zona gue selama ini. So, gue bakal bikin, cerita bokep.

Kagak lah!

Dari pada bingung ngapain dan stuck bikin naskah kedua (gaya banget ya gue? Ebook aja kagak laku-laku. Hehehe). Setelah brainstorming dengan ciamik, gue akhirnya kepikiran buat bikin semacam cerita interaktif. Gue inget ini dari My Life Undecided-nya Jessica Brody ketika si Brooklyn ngebacain buku interaktif buat nenek di rumah sakit jiwa. Hal yang terlintas pertama kali di pikiran gue adalah tema yang mudah. Anak muda banget, tapi tetep seru untuk diikutin. Setelah dipikir-pikir, yang paling gampang adalah bikin cerita tentang seorang cowok culun yang lagi ngedeketin gebetannya. Usaha-usaha dia, halangannya, dll. Kalian harus namatin sampai si karakter utama berhasil mendapatkan gebetannya.

Nantinya cerita ini bakal sengaja dibikin ebook, soalnya biar gampang. Misal, ketika nanti si karakter utama berada di depan pintu rumah gebetan, kalian mau pilih “ketok pintu dan mengucapkan ‘Assalamualaikum” atau “Sms dia”, kalian tinggal nge-klik, terus secara otomatis akan langsung pindah ke sambungan cerita tersebut.


Oh God I’m so exciting for this one!

Mudah-mudahan dengan ini gue bisa sedikit produktif. Paling enggak ada yang dikerjain lah. Anyway, ada yang punya ide nama untuk karakter utama?


Okay folks! Have a nice December!
Suka post ini? Bagikan ke: