Tuesday, November 4, 2014

Mampir Ke Dalam Kepala

Gue baru saja menyelesaikan bab satu Norwegian Wood.

Yayaya, gue tahu ini telat sekali. Beberapa menit yang lalu gue baru saja menutup buku itu sambil terhenyak. 

Gue setuju dengan apa yang Toru katakan,
bahwa memori adalah sesuatu yang lucu.

Dengan memori, kita dapat melihat tempat-tempat yang pernah kita kunjungi dengan begitu jelas. Deburan ombak di belakang kapal. Salak anjing. Aroma pinus. Batang pohon yang tumbang. Embusan angin. Suara hujan. Petir. Sampai dengan detail terkecil, seperti kertas yang tidak sengaja dijatuhkan gebetan, sewaktu ia buru-buru pulang sekolah karena sudah dijemput. Meski begitu, semakin jelas, semakin terang memori membawa kita kepada potongan-potongan gambar, sekalipun itu tentang kebahagiaan, akan selalu muncul sisi dark. Sisi getir dari gambar tersebut.

Di dalam buku diceritakan, bertahun-tahun lalu, ketika memori masih pudar dan samar-samar, Toru sering berusaha menulis tentang Naoko, seseorang yang ia anggap ia cintai. Meski begitu, selalu saja tidak menghasilkan apa-apa. Kertasnya masih saja kosong, padahal ia merasa mampu membuat halamannya menjadi penuh, hanya saja ia tidak tahu harus memulai dari mana. Semuanya terlalu jelas dan tajam. Sampai memori itu mulai datang dan masuk ke dalam dirinya, ia mulai mengerti tentang Naoko. Ia jadi tahu harus menulis apa.

Ini mirip dengan apa yang gue rasakan saat ini. Ada sebuah memori di dalam diri gue, yang minta untuk terus diingat, yang terlintas di kepala dengan jelas. Seperti minta dituangkan ke dalam wadah yang lain, yang lebih besar daripada sekadar kepala.

Dan pada  pukul 02.00 AM,
ini dia memori itu:

Sebuah pertemuan pertama, dengan nasi goreng sisa di atas piring yang sudah dingin. Dengan tiga puluh menit yang anxious, mencari kalimat pertama untuk diutarakan. Dengan kaki yang terus mengetuk ubin, bergetar karena pada akhirnya kita memutuskan untuk bertemu. Dengan lima detik pertama yang diisi oleh canggung dan saling menatap satu sama lain. Matanya yang bundar, dagunya yang lancip. Suaranya yang serak.

Lalu sebuah gambaran lain.

Memasuki sebuah gedung. Dengan dominasi warna oranye dari lampu remang yang entah berapa watt. Dipenuhi aroma popcorn, yang selalu, dan selalu, menggoda perut. Dengan lantai karpet empuk. Dengan kepanikan kecil karena film yang ingin kita tonton sudah main. Dengan suara tawa ngaco karena di depan teater tidak ada mbak-mbak yang menjaga, yang, sepuluh detik kemudian, baru kita sadar bahwa dia menunggu di dalam, di kursi paling depan, kedua dari pojok, ingin ikut menonton.

Lalu gambaran lain.

Kita sedang duduk. Kursinya merah itu terasa empuk sekali, dan, sedikit kebesaran untuk orang sekurus gue. Gue menyandarkan kepala agak miring ke kanan sedikit. Udara membuat gue menarik tangan kanan dari tatakan, mengusapkannya ke celana cokelat, mengatasi rasa dingin. Gue melirik ke kanan, di sana ada dia, dan matanya yang berkilau, fokus ke layar di depan.

Dan gambaran lain,

Gue dan dia tengah duduk di pinggir trotoar. Gue menghabiskan roti, sesekali meneguk air mineral, sementara dia mengisap sedotan dari gelas plastik putih. Mungkin soda? Gue dan dia baru saja nyasar setelah pergi menonton. Niat ke parkiran, malah ke jalan buntu. Dan, di sanalah kita, malam-malam, duduk berdua, berdampingan, sesekali terkena asap kendaraan yang lewat.

Sama seperti Toru, gambaran ini pernah gue coba tulis beberapa waktu lalu, tetapi gagal.

Sampai memori ini datang,
dan mampir ke dalam kepala.
Share:

24 comments:

  1. si dia mulu dari kemaren. ada yg lagi kasmaran gitu ya bang? :))

    ReplyDelete
  2. widih bang leboi memori mantannya mampir :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wihi ada Ega. Apa kabar lo gaa. \:D/

      Delete
    2. Apiiik, lw?
      main lah seminggu lg off nih gw hoho

      Delete
    3. Gue juga. Sinilah, gue udah juga off. Ini kayak apaan ya on off on off. -___-

      Delete
  3. Wadohh.. nyeritain si dia terus nih. Kayknya mang lagi bahagia banget sama dia :D

    ReplyDelete
  4. Wih.. Ini sih kayaknya tulisan orang yang lagi kangen :))

    ReplyDelete
  5. Nanti kita ketemu lagi kan ya. :)

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. Etciee... yang abis jadian. Uhuy! :D

    ReplyDelete
  8. Lu ngomongin apa sih di? sisiran dulu sono biar pantes. :p

    ReplyDelete
  9. Kalau gue, baru nonton filmnya. Ya filmnya sih agak berat ya. Tahu deh sama novelnya. Agak sulit dimengerti film norwegian wood itu.

    ReplyDelete
  10. gue lebih merhatiin balesan komen di sini
    lu banyak senyumnya bang ahahaha
    ketauan aselinya nangis :P

    ReplyDelete
  11. suka sama tulisan yang iniiii :D

    ReplyDelete

Jangan lupa follow keriba-keribo dengan klik tombol 'follow' atau masukin email kamu di tab sebelah kanan (atau bawah jika buka dari hape). Untuk yang mau main dan ngobrol-ngobrol, silakan add LINE di: @crg7754y (pakai @). Salam kenal yosh! \(w)/