Sunday, November 9, 2014

Fenomena Lagu Cita Citata - Sakitnya Tuh Di Sini

Yosh.

Siapa yang tidak tahu lagu Cita Citata?

Begitu fenomenalnya lagu itu membuat gue geregetan untuk mencari tahu, sebenarnya siapa dalang dibalik kesuksesan (dan kelaknatan) lagu tersebut? Saking penasarannya, gue sempat mendatangi orang pintar dan bertanya tentang kehebohan lagu ini. Tapi apa daya, jawaban tidak dtemukan, si orang pintar hanya mendesah kengerian, ‘Tidak. Semuanya gelap. Aku tidak mampu melihat apa-apa.’

Setelah gue cek, ternyata dia emang buta.

Karena lagu ini tidak mampu merasuk nalar orang pintar, maka kali ini, gue, Kresnoadi, sang (uhuk) sarjana, akan menalarkan lagu tersebut dengan logika seorang maanusia tampan.

Gue akan membedah dan mencari tahu sebenarnya ada pesan apa di balik lagu ini. Siapa sebenarnya Cita Citata? Mengapa dia mengerang kesakitan setiap kali manggung? Ada apa ini pemirsah?!!

Ini dia lirik lagu Cita Citata – Sakitnya Tuh Di sini:

Sakitnya tuh di sini di dalam hatiku
Sakitnya tuh di sini melihat kau selingkuh
Sakitnya tuh di sini pas kena hatiku
Sakitnya tuh di sini kau menduakan aku

Teganya hatimu
Permainkan cintaku
Sadisnya caramu
Mengkhianati aku
Sakitnya hatiku
Hancurnya jiwaku
Di depan mataku
Kau sedang bercumbu

Sakitnya tuh di sini di dalam hatiku
Sakitnya tuh di sini melihat kau selingkuh
Sakitnya tuh di sini pas kena hatiku
Sakitnya tuh di sini kau menduakan aku

Sakit sakit sakitnya tuh di sini
Sakit sakit sakitnya tuh di sini

Teganya hatimu
Permainkan cintaku
Sadisnya caramu
Mengkhianati aku
Sakitnya hatiku
Hancurnya jiwaku
Di depan mataku
Kau sedang bercumbu

Sakitnya tuh di sini di dalam hatiku
Sakitnya tuh di sini melihat kau selingkuh
Sakitnya tuh di sini pas kena hatiku
Sakitnya tuh di sini kau menduakan aku

Sakit sakit sakitnya tuh di sini
Sakit sakit sakitnya tuh di sini


Supaya gampang, gue akan memotong syair tersebut menjadi beberapa bagian, lalu membedahnya satu per satu.

Sakitnya tuh di sini di dalam hatiku
Sakitnya tuh di sini melihat kau selingkuh

Hmm… dilihat dari syair pertama, Cindut (panggilan akrab gue untuk Cita), entah kenapa dia baru nyanyi langsung mengerang kesakitan. Gue gak tahu apa yang terjadi. Mungkin sudah menjadi kebiasaan setiap kali bernyanyi, Cita Citata kambuh asam lambungnya. Namun, dilihat dari kalimat selanjutnya, Cindut diketahui kesakitan karena melihat dia selingkuh. Gue belum tahu dia itu siapa, tetapi di titik ini gue mulai tahu kenapa Cindut sering melenguh.

Dia sakit karena melihat seseorang selingkuh.

Secara nalar, kita akan sakit hati karena melihat orang yang kita cintai selingkuh. Sebaliknya, kita tidak mungkin sakit karena ngeliat abang bakso depan rumah selingkuh sama pembantu sebelah. Kecuali… Cita Citata naksir sama abang tukang bakso.

Oh, my god.

Inilah dia. Gue mulai menemukan pencerahan. Cita pasti naksir berat sama tukang bakso yang tiap sore keliling rumahnya. Dia pengin banget memakan bakso sore itu, namun melihat kondisi perutnya yang semakin gendut, dia mengurungkan niatnya. Alih-alih tidak ingin bertambah gendut, dia malah menyaksikan pembantu sebelah lagi mesra-mesraan sama si tukang bakso idamannya.

Jelas sekali saudara-saudara. Misteri ini mulai terungkap perlahan-lahan.

Sakitnya tuh di sini pas kena hatiku
Sakitnya tuh di sini kau menduakan aku

Dari syair kedua Cita Citata merasakan sakit di bagian hatinya.

Hmm… kenapa ya dia?

Kalau kita sambungkan dengan hipotesa sebelumnya, ada kemungkinan Cita depresi melihat tukang bakso (yang kini kita sebut Sapto) menduakannya dengan tetangga sebelah. Saking kesalnya, Cita langsung pergi ke dapur. Ia mengacak-acak seisi dapur dan mulai menjerit-jerit.

‘AKOH MAO BAKSOOOO!!’

Ia kemudian membuka satu persatu rak-rak yang ada di dapur… sampai ia menemukan sebungkus royco. Ya, betul sekali. Cita sangat hafal bahwa bakso yang dijual lelaki impiannya terbuat dari daging sapi, persis seperti rasa royco yang kini ada di tangan kanannya.

‘Awas kau Sapto!’ jerit Cita sambil menyobek bungkus micin tersebut.

Cita sudah tidak mampu mengontrol badannya. Tubuhnya bergerak sendiri. Ia dengan rakus nyemilin seluruh micin yang ada di dapurnya.

Sampai kemudian Cita terkena liver.

Teganya hatimu
Permainkan cintaku
Sadisnya caramu
Mengkhianati aku
Sakitnya hatiku
Hancurnya jiwaku
Di depan mataku
Kau sedang bercumbu

Bait-bait di atas hanya berisi umpatan seorang Cita Citata karena dibohongi tukang bakso. Cita paling benci diduain (ini gue tahu dari nonton gosip). Selain itu, hal ini diketahui karena tidak lama setelah Cita masuk rumah sakit, Sapto datang menjenguk. Sapto memandang mata Cita dalam-dalam. Dada Cita sudah naik turun. Air infus di lengan kiri Cita menetes pelan, seperti napasnya yang tidak mau terburu-buru keluar dari hidung.

Sapto kemudian berkata, ‘Cita aku ingin menjelaskan sesuatu.’
‘Apa, To?’
‘Sebetulnya…,’ Sapto mengambil baskom di bawah ranjang Cita. ‘Bakso yang kujual bukan dari sapi, tetapi dari daging celeng.’

Cita pun tercengang. Ia terhenyak untuk beberapa saat. Hidungnya seperti tersumbat sesuatu dan di dadanya seperti ada seorang raksasa yang mengimpitnya. Matanya langsung merah. Dia kesal karena selama ini telah dibohongi Sapto. Dia pun menjerit,

‘DASAR SAPTO SIALAN! TAU GITU AKU BELI DULU ROYCO RASA CELENG!!’

Begitulah kira-kira investigasi gue mengenai lagu fenomenal ini. Konon, setiap kali manggung, Cita masih teringat bayang-bayang wajah Sapto, sang tukang bakso keliling idolanya. Hal inilah yang menyebabkan Cita mengerang tiap kali manggung.


Sebagai penutup, biarkan gue mengakhiri postingan ini dengan menampilkan foto mbak Cita untuk kalian semua:
Iya mbak santai dong

Share:

38 comments:

  1. Aduh postingan macam apa ini kak?!=))
    Ketagihan penelitian waktu buat skripsi kali ya? *eh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini postingan lagi eror kebanyakan kena air ujan. :")

      Delete
  2. FAAAK! HAHAHHA
    Tapi setiap aku dengarin lagu ini kok jantung aku lemah ya :)) geli sendiri gitu :))

    ReplyDelete
  3. HAHAHAHAA
    gue lama ga mampir disini, sekarang ngakak lagi HAHAHAHA
    *santaiwoy *ditimpukinadmin

    btw, mampir di blog saya juga yaa http://rainbowmaniswriting.blogspot.com

    ReplyDelete
  4. anjir... inii kenapa jadi nyambung sama tukang bakso? :)))

    btw, itu captionnya bikin ngakak sumpah XD

    ReplyDelete
  5. Wih akhirnya tau ini ternyata lagu buat amang tukang bakso, sungguh tidak menyangka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Akhirnya kau menemukan sebuah kebenaran.

      Delete
  6. kampreetttt :))))

    ke mana2 gini lagunya di bawa :)))

    ReplyDelete
  7. Gue punya banyak pertanyaan. 1. Kenapa lo dengerin lagu ini? 2. Kenapa lo repot-repot nyatet lirik lagu ini? 3. Kenapa lo kepoin Cita Citata di infotainment. Tunggu, gue punya hipotesa sendiri. Lo Sapto kan sebenernya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Astaghfirullah, hipotesamu sungguh mengagumkan kisanak.

      Delete
  8. Hahaha bodoooh!!! niat parah :D
    Ntah siapa yang bodoh... cita atau sapto hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Atau kita? yang selama ini telah tertipu oleh akting mereka belaka? hahaha apasih gue nih. Salam kenal ya, namanya keren juga nih. Liberto. \:D/

      Delete
    2. Hahahaha aku ngakak. Ooh jadi ini lagu yang kata kamu gausah didengerin? Aku mah tauu, suka dinyanyiin temen2 dikelas kalo dosennya ga terima tugasnya. Tapi... Kamu bukan sapto kan yang?

      Delete
  9. Bahaya kak. Gue sering nyanyi nyanyi lagu ini kalo lagi nyetir sendirian. Kayaknya ini salah satu lagu pemuja sekte perselingkuhan deh. Atau gue kena virus? Oh my god..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Astaghfirullah. Sebelum sangkakkala ditiupkan, bertaubatlah kau anak muda.

      Delete
  10. absurd gilaaaa, hahaha asli nggak nyambung, tapi gue ngakak. wahaha

    ReplyDelete
  11. Makanya besok-besok kalo makan roti pake mentega jangan pake salep 88. Ya begini dah tulisannya.

    ReplyDelete
  12. Bisa aja nih bang sapto kalo bikin hipotesa.

    ReplyDelete
  13. Sakitnya tuh disini *garuk2 pantat* :3

    ReplyDelete
  14. ini lagu dimana-mana diputerin, jadi terngiang-ngiang dipikiran gue -__-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha. Harus cepet-cepet ditetesin air zam-zam di kupingnya bar cepet sembuh tuh. \:D/

      Delete
  15. hastagaaa... lama - lama makin bosen denger lagu ini XD

    ReplyDelete
  16. ini lagu emang lagi cetar nih,tapi kok di sangkut pautkan ama tukang bakso ya??haha ada-ada aja nih :)

    ReplyDelete
  17. Ooh, jadi lo lagi sakit, di ?
    sakitnya lo tuh disitu kali ya ? hehehe *janganmikirsembarangya :)))

    ReplyDelete
  18. di, parodi absurdnya sakitnya tuh disini nih di, tae bet

    https://www.youtube.com/watch?v=vZPlqxbvmbo

    ReplyDelete
  19. fenomena paling top di tahun 2014 ini hahahahahahahahah

    ReplyDelete

Jangan lupa follow keriba-keribo dengan klik tombol 'follow' atau masukin email kamu di tab sebelah kanan (atau bawah jika buka dari hape). Untuk yang mau main dan ngobrol-ngobrol, silakan add LINE di: @crg7754y (pakai @). Salam kenal yosh! \(w)/