Sunday, November 30, 2014

Changes

Malam ini teman-teman kampus mengadakan acara bakar-bakar.

Tujuannya asik banget,
Perpisahan.

Kita ngerasa udah bakal mencar-mencar. Ada yang ingin melanjutkan ke S2, ada yang getol nyari kerja, ada juga yang berencana pulang ke kampung halaman. Sambil menunggu temen ngipasin bara api, gue naik ke atas. Masuk ke kamar Yuda, iseng ngebaca ulang ebook keriba-keribo.

Sampai gue menyadari sesuatu.

Bahwa banyak hal di ebook itu yang sudah tidak sama lagi.

Seiring dengan berjalannya waktu, gue sudah tidak pernah bertemu dengan Agung dan Nurul lagi. Kita udah jarang banget komunikasi. Kesibukan masing-masing menyita semuanya. Gue sudah tidak segoblok itu lagi ketika main ke mal. Tiap ke parkiran, sekarang gue megang-megang kepala dulu, memastikan apakah helm sudah gue lepas atau belum. Radit juga sekarang udah nggak di Bandung lagi. Dua bulan belakangan dia tinggal bersama gue di Bogor. Omanya pun sudah meninggal dunia. Gue juga belum pernah naik gunung lagi. Lebih jauh lagi, gue sekarang sudah tidak bersama dia. Sekarang udah ada Deva. And I’m so in fish love right now. Satu-satunya yang tidak (mungkin) berubah, adalah Mbah gue, yang masih tenang di alam sana.

Selesai membaca, gue berkaca ke diri gue yang sekarang. Mungkin banyak yang berubah, banyak yang berbeda, but the soul of that book, literally, still going out with my life here.

Seperti yang tertulis di sana, bahwa kita akan melangkah dari satu titik, ke titik di depannya. Dan gue, bersama teman-teman di bawah, akan merayakan pergantian sebuah titik. Di depan kita sudah banyak pilihan titik lain untuk dituju. Ada yang memilih ke titik yang sama, tetapi tidak sedikit juga yang berbeda.

Seperti yang dinyanyikan Keane,

Everybody’s changing
and I don’t feel the same. 
Share:

25 comments:

  1. Tulisannya kali ini lain dari biasanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. biasanya sih ceria dan kocak gituuu

      Delete
    2. Hahaha. Bisa aja nih mas Sandy. :))
      Eniwei, ini udah download app blogger comment-nya lho! Lagi ngetes2 dulu.

      Delete
    3. Thanks ya... ini juga komen pake aplikasi looh ;)

      Kalo ada masukan, jangan segan ya.

      Ditunggu juga tulisan kocak nya :)

      Delete
  2. Asek asek. Tumben-tumbenan. Errr belom baca e-booknya, download ah~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tumben apaan woi. :))
      Wah gue nggak tahu masih bisa di-download apa enggak. Coba aja tes dulu meg.

      Delete
  3. setiap hari selalu ada yang berubah semakin melihat jauh ke belakang, makin banyak yang terasa perubahannya :D

    ReplyDelete
  4. Mas Adi lagi galauu kayaknya... err

    ReplyDelete
  5. Sama ketika aku melihat teman2 sma..

    ReplyDelete
  6. Replies
    1. Ypih. Seperti otot-otot di badan gue yang terus berkembang. \:p/

      Delete
  7. setiap orang berubah, tapi kenangannya tidak bang..

    ReplyDelete
  8. Seiring berjalannya waktu, setiap orang pasti berubah, bang. Tinggal milih warna apa, merah, kuning, hijau, biru atau terserah, deh, mau warna apa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Yang paling seru sih kalo banyak warnanya ya. :)

      Delete
  9. Tiap orang pasti berubah, karena manusia emang sifatnya dinamis en fleksibel sik. Mmmm.. Adaptasi terus jadinya. Asal yg ngga berubah sifat si pacar aja :P

    ReplyDelete
  10. ya. dan saat kita melihat perubahan itu.
    kita hanya bisa tertawa. seakan menerima apa adanya. tapi apa daya, mau merubah pun tak bisa.

    #nangisdipojokan
    #uhukuhuk

    ReplyDelete

Jangan lupa follow keriba-keribo dengan klik tombol 'follow' atau masukin email kamu di tab sebelah kanan (atau bawah jika buka dari hape). Untuk yang mau main dan ngobrol-ngobrol, silakan add LINE di: @crg7754y (pakai @). Salam kenal yosh! \(w)/