Sunday, April 13, 2014

Tantangan Tiga Frasa

Konon, menulis adalah seni yang dapat dipelajari dan diasah, sama seperti menjahit. Dan, sama seperti menjahit, menulis membutuhkan ketekunan dan kedisplinan. Biasanya, penulis hebat akan berlatih menulis dengan disiplin setiap harinya. Mereka menulis apa saja. Dan (bagi para jagoan) di mana saja.

Seringkali orang-orang kebingungan dengan ide. Gue mau nulis tapi pas di depan komputer ngga tahu mau nulis apa.

Jawaban gue ada dua:

Satu. Ngga tahu. Sejujurnya, kalau untuk postingan di blog, isinya adalah cerita keseharian dan apapun yang lagi gue rasakan. Yang gue pengin tumpahin. Jadi, kalo hidup gue datar-datar aja, atau gue ngga ngerasa kenapa-kenapa, gue biasanya ngga posting.

Dua. Gampang. Gue, walaupun ngga nulis postingan, tapi seringkali tetap belajar nulis. (meski sampe sekarang tulisannya gini-gini aja). Karena menulis itu mirip menjahit, kalau lama ngga dilakukan, keahlian kita bakal menyusut.

Perihal latihan menulis, gue tidak melulu menulis komedi. Seperti yang gue bilang di awal, yang penting nulis. Yang penting berlatih.

Kalau lagi ngga ada ide, latihan menulis termudah yaitu dengan memilih beberapa kata acak. Kemudian menjadikannya sebuah tulisan. Seperti beberapa hari yang lalu, sewaktu duduk menulis di kedai kopi, di depan gue ada bule. Langsung aja gue masukkan ‘bule’ ke dalam kotak daftar kata yang harus ada di tulisan gue. Pas lagi menggenggam gelas, di telapak tangan gue menempel air bekas embun dari gelas. Gue masukkan juga kata ‘embun’ ke dalam tulisan. Pas nengok samping, kasirnya cantik, rambutnya sebahu. Gue pun memasukkan frasa 'rambut sebahu' ke dalam tulisan. Jadi, sekarang gue harus menulis dengan tiga buah frasa: bule, embun, rambut sebahu. Tinggal tulis deh. Kata-kata tersebut bisa juga diambil secara acak, seperti postingan Alit yang ini.

Nah, siang tadi, gue kedapatan menulis dengan tiga frasa: badan panas, kucing hitam, dan wewe gombel. Ini dia hasilnya:


Mulanya, biar kau kuberi tahu satu hal: aku tak pandai bercerita. Ini mungkin cerita bohong atau benar tapi aku mendengarnya dari orang-orang sekitarku. Katanya, Iwak sedang memanaskan motornya di garasi. Ia menarik-narik tuas motornya seperti berusaha menghilangkan kurap pada badan orang miskin; susahnya setengah mampus. Iwak terbatuk-batuk. Kurasa, tiga setengah jam lagi ia akan memuntahkan racun-racun dari tubuhnya. Pada pukul sembilan motornya berhasil menyala. Iwak bahagia meski masih terbatuk-batuk.

Selasa itu, Bogor, hampir seperti biasanya, mengalami kemacetan yang parah. Jalanan bangsat itu membuatnya harus meliuk-liukan motornya melewati kendaraan yang berbaris-baris. Bisa mobil bisa becak bisa sepeda bisa juga tukang sayur. Ia seperti ular yang lambat sebab perutnya dipenuhi tikus-tikus yang kotor. Hari itu badan Iwak tidak sehat. Pernapasannya buruk. Sekali waktu ia terbatuk ketika asap knalpot menyemprot wajahnya. Pun sewaktu mendengar nyaring klakson yang tiba-tiba. Batuknya keras. Mungkin mirip orang yang ingin membuang seluruh riak di mulutnya terkadang seperti terlihat orang yang akan mengeluarkan seluruh ususnya lewat lubang mulut terkadang seperti ingin membuang dosa dari perutnya.

Kau tahu, di desa sini, orang-orang kuno masih populer. Anak gadis masih dilarang duduk di depan pintu dan kau tetap dilarang menggunting kukumu di malam hari. Dan itu pula yang menghantui Iwak.

Selasa sore, Iwak masih mencium harum shampo pacarnya yang baru saja ia antar pulang. Sebagaimana orang yang baru belajar mencintai, ia membayangkan sesosok perempuan dengan rambut sebahu dengan bando merah jambon, merangkul dirinya sambil memasukkan kedua tangannya di saku jaket Iwak.

Ketika melewati pasar, indera penciumannya menerima rangsangan jahanam. Baunya aneh, seperti kunyit yang dilumuri bensin dan disemprot pewangi ruangan. Dari samping, arah pasar itu, iwak mencium busuk dan ingin muntah sedangkan dari jok belakang terasa harum rambut pacarnya.

Seketika ia ingin muntah. Mengeluarkan dosa-dosa dari perutnya.

Di depannya, tiba-tiba saja, muncul sesosok hantu perempuan yang matanya berwarna putih. Kulitnya pucat dan berbaju kain hitam-hitam. Dadanya bagus. Bundar dan padat. Beberapa jenak dan dada hantu tersebut berlipat ganda. ke bawah, ke arah perutnya. Dadanya menjadi empat. Lalu membelah lagi menjadi enam.

Si hantu kemudian menjatuhkan kedua tangannya ke bawah, seperti orang bermain kuda-kudaan. Ukurannya mengecil dan Iwak mengucek matanya karena si hantu kini telah berubah menjadi kucing hitam.

Iwak panik dan tidak mampu mengendalikan motornya. Ia terjatuh dengan motor menyeret aspal. Badannya terasa panas dan beberapa menit arwahnya langsung meloncat ke langit.

Orang-orang mengerubungi. Memandangi dengan iba dan menguburnya di belakang pasar yang dipenuhi bau amis ikan dagangan.

Entah mengapa, setiap malam selasa, kata orang-orang, dari liang kuburnya sering muncul bau harum.

‘Ini pasti kutukan!’ kata salah seorang yang kumisnya mengitari mulut.

‘Tidak. Pasti ada wewe gombel yang menjaganya,’ kata orang lain. ‘Ia penunggu pohon di belakang kuburannya.’
‘Ya,’ sahut perempuan lain. ‘Orang yang menabrak kucing hitam akan mati dalam pelukan wewe gombel.’
‘Kita harus kasih ikan. Kucing suka makan ikan.’

Begitulah. Orang-orang kuno itu kini menaruh sepasang bangkai lele di atas kuburanku. Nama asliku Lintang, namun orang lebih mengenalku dengan sebutan Iwak.

Inilah sejarahku. Aku tidak sepenuhnya percaya pada orang di pasar tapi begitulah yang kudengar. Katanya lagi, kuburanku sudah tidak menguarkan bau harum. Sekarang berganti amis.


Daaaan karena gue udah, sekarang waktunya tantangaaaaaaan!
Kapan lagi gue menantang teman-teman pembaca. Huehehe. *ketawa jahat*

Jadi, gue menantang teman-teman untuk membuat tulisan dengan tiga frasa yang tadi: badan panas, kucing hitam, dan wewe gombel. Genre-nya bebas, panjang pendek juga bebas.

Tadi siang gue juga sudah memposting ini di note fesbuk dan ternyata sudah ada beberapa orang yang ikutan main.

Ini hasil mereka:


Daripada ngga ada ide terus ngga nulis, mendingan ikut tantangan ini kan? Hohoho.

Untuk kalian yang udah nulis ceritanya, link-nya bisa ditaruh di kolom komentar, nanti tulisannya bakal gue pajang di sini. Sebenarnya masih ada beberapa tips sotoy yang pengin gue kasih tahu lagi, tapi nanti aja deh. Hehehe.

Baiklah. Tiga, dua, satu. Tantangan dimulai.

Yosh.
Share:

19 comments:

  1. gua juga baru baca perihal tiga frasa ini kemarin di blognya bang alitt. hmm, ngumpulin tenaga dulu deh buat ikutan tantangan. haha

    yang punya ashima bagus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ooooh hahaha iya gue juga inget nih!

      Delete
  2. Bagus nih. Gue juga waktu baca tulisan alit yang itu cuma bisa bilang "simple banget idenya"

    Ceritanya bagus, sayangnya kuburannya gak bau harum lagi, tapi malah jadi bau amis, gegara selalu ditelakin lele di atas kuburannya.

    Oh, iya cuma mau ngadih tahu, Iwak kalo di daerah gue artinya Ikan. Iya, ini emang info yang gak penting banget

    ReplyDelete
  3. Haduh... Pengen Banget ikut .. Pengen banget..... -.-

    ReplyDelete
  4. waaah.. langsung dipraktekin dari caranya Alitt... gaul.

    kalau udah bisa bikin tiga frasa jadi sebuah cerita kayaknya masalah gak ada ide, bakalan bisa diatasi..

    ceritanya agak2 horor, udah meninggal masih aja dituduh2, sampai akhirnya kuburannya dikasih bangkai ikan... ada2 aja :D

    ReplyDelete
  5. Gue juga nulis gini ah :D
    Tapi kapan ya? akakaka xD

    ReplyDelete
  6. Gue juga sempet baca nih di bukunya A.S Laksana tentang strategi tiga kata kalo gak salah.

    ReplyDelete
  7. bikin bro babi, kecepirit, tronton :D

    ReplyDelete
  8. Jujur saja saya pun masih belajar dalam menulis, ketika membaca postingan di blog sebelah ko per kalimatnya mudah di mengerti oleh pembaca,,, saya ingin seperti itu dan terus belajar agar bisa membuat tulisan yang mudah di mengerti oleh pembaca

    ReplyDelete
  9. Hahaha, gue udah ikut berpastipasi nih dalam tantangan elu. :p

    ReplyDelete
  10. Wuih, keren juga nih.
    Bentar deh lagi nyoba nyoba biar bisa ikut tantangannya :v

    ReplyDelete
  11. Lumayan juga namanya nampang di sini. Jadi ada beberapa yang nyasar ke Harian Iseng. Hahahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tuh, Ma! Liat komennya Arman! Liatt! Kemaren ngeledek gue kan yang di postingan sebelumnya. Rasakan pembalasanku.

      Delete
  12. okeh... gue ikutan.... #brb ngetik cerita...

    ReplyDelete
  13. Mayan asik juga nulis kayak gini, bikin otak mikir secara liar.

    ReplyDelete
  14. gue baru sempet bikin nih. banyak tugas, coi. nih ya http://febridwicahya.wordpress.com/2014/04/26/manusia-tampan/

    ReplyDelete

Jangan lupa follow keriba-keribo dengan klik tombol 'follow' atau masukin email kamu di tab sebelah kanan (atau bawah jika buka dari hape). Untuk yang mau main dan ngobrol-ngobrol, silakan add LINE di: @crg7754y (pakai @). Salam kenal yosh! \(w)/