Monday, February 17, 2014

Sepenggal Kisah Naas di Family Gathering

Pada jumat kemarin, jurusan di kampus gue mengadakan family gathering di puncak. Kita disuruh kumpul jam satu siang dan nantinya naik angkot bareng dari kampus. Sebenarnya, gue agak ragu bisa ikut atau tidak (kemaran masih banyak kerjaan di kampus) hingga Yudha, teman gue yang maha baik itu bersabda,

‘Udahlaah, kita nyusul aja naik motor.’
‘Ayo deh. Di mana sih tempatnya?’
‘Ngga tahu. Hehehe.’
'...'

Kita pun memutuskan untuk nyamperin anak-anak dulu dan bertanya tentang lokasi family gathering. Sebelumnya, gue memutuskan untuk menancapkan benda tumpul ke wajah Yudha.

Kita berangkat dari kosan sekitar jam 03.30 dan di perjalanan, kita sempat membayang-bayangkan seperti apa nanti acaranya. Yudha sempat mengatakan bahwa acara ini dibuat oleh para dosen sehingga isi acaranya ngga jauh-jauh dari perkenalan, karaokean, kemudian lanjut bebas.

‘Wih, asyik banget berarti kalo banyak bebasnya ya!’ seru gue.
‘Iya, Di. Nanti gue mau berenang ah yang banyak.’
‘Berenang? Di puncak? Dingin-dingin gitu?’ tanya gue, heran.
‘Yaa..nggapapa,’ kata Yudha, ‘mumpung banyak ceweknya..’

Dan itulah Yudha, si bocah yang jago berenang.. terlebih kalo bareng cewek-cewek.

Jam 05.30 kita sampai di lokasi, disambut dosen pembimbing skripsi Yudha yang kala itu membimbing kita menuju liang kubur kamar. Setelah menaruh tas dan barang lainnya, kita langsung berkeliling.

Yuhuuuu keren banget tempatnya!

Ada dua rumah yang didominasi oleh kayu-kayu sehingga terkesan hangat. Di depan rumah yang gue tempati ada lapangan futsal, di depannya lagi ada kolam renang yang cukup luas, di pojokan ada Yudha lagi jongkok di semak-semak. Pokoknya banyak dan luas dan keren bangeet. Di belakang villa bahkan ada kebun teh yang gue langsung berasa ada di ftv-ftv. Bawaannya pengin nabrakin diri ke cewek-cewek seksi biar langsung jadian. Hehe.

Malamnya kita dikumpulkan untuk perkenalan, kemudian lanjut games dan karaokean. Persis seperti yang Yudha ramalkan. Games-nya lucu abis. Jadi, kita diputerin lagu dan disuruh joget-joget, lalu secara tiba-tiba, si MC mematikan musik dan menyebutkan sebuah angka. Dan anak-anak harus berkumpul sesuai dengan jumlah angka yang disebutkan.

Awalnya permainan ini berjalan biasa saja. Anak-anak joget dengan malu-malu. Kemudian si MC menyebutkan angka. Baru anak-anak lari heboh. Sampai pada suatu waktu, saat nafsu anak-anak kian menggelora, mendadak terdengar suara mistis dari speaker, ‘ Tutupen botolmu.. tutupen oplosanmu..’ Para mahasiswa pun serentak berbaris, lalu joget-joget dengan buas.

Gue syok, langsung lari ke depan barisan dan seketika meronta, ‘ASTAGHFIRULLAH!  INI LAGU APAAN SEEH!’ Beberapa saat kemudian, gue masuk barisan, ikut goyang.

Setelahnya kita lanjut karaoke. Lagu yang paling bikin gue pengin ngeluarin darah dari kuping adalah lagu yang dinyanyikan oleh Ratih.

Biasanya tak pakai minyak wangi.. Biasanya tak suka begitu..’

Gue melihat sekeliling, anak-anak yang sedang ngumpul duduk di pinggir tembok ikut bernyanyi. Gue melirik ke tv, melihat video klip. Di sana terpampang seorang wanita kurus berbaju merah mencolok mata, joget sambil menggeliat-geliat kayak laba-laba kena stroke.

Gue yang ngga ngerti sama lagu aneh itu bertanya ke Yudha.

‘Itu Ayu Ting Ting, Di. Judul lagunya Minyak Wangi. Lagi nge-hits, lho.’

‘Ayu Ting Ting? Kok jogetannya kayak orang diestrum gitu?’

Yudha pun tidak menjawab, larut dalam alunan lagu.

Malam itu, otak gue resmi dirusak oleh tindak kriminal teman-teman.

Barusan gue mencoba nyari lagu itu di Youtube. Bagi yang penasaran, ini dia. Silakan saksikan sendiri (jangan lupa sebelumnya baca bismillah):



Sabtu paginya, acara bebas. Gue menepuk-nepuk Yudha pertanda bangga karena ramalannya benar. Gue dan beberapa teman memilih untuk jalan-jalan di kebun teh. Gile, asik banget. Udaranya masih sejuk. Rasanya segaaar sekali. Di kebun teh tersebut, gue menemukan banyak tanaman teh (ya iyalah). Ada ibu-ibu yang lagi menanam. Ada juga orang naik kuda ngiter-ngiter di sekitaran kita.

‘Di, tempat penyewaan kuda kayaknya di sana deh,’ kata Tari, menunjuk sebuah tempat.

Kita bergegas pergi ke sana, lalu menemui si Abang-abang tukang penyewaan kuda.

‘Kalo nyewa kuda, berapaan, Bang?’
’35 ribu, Dek. Mau?’

Hmm.. kita manggut-manggut. Murah juga 35 ribu untuk muter-muter pake kuda keren gitu. Kita menengok ke kanan. Ada seorang perempuan lagi naik kuda serta dua kuda mengikuti di belakangnya. ‘Hmm.. Tuhkan keren,’ gumam gue. Dan tiba-tiba. Kuda yang dinaikin si Mba-mba tersebut. Ngamuk. Osyit. Si Mba tidak sanggup mengontrol si kuda. Dia jatuh dan terinjak-injak kuda di belakangnya. Kita semua melongo. Horor.

Siang harinya kita pulang. Anak-anak naik angkot sementara gue dan Yudha naik motor boncengan. Perjalanan pulang kita dihiasi ngobrol-ngobrol kecil di motor. Dan gue, baru sadar, bahwa ngobrol di motor itu sangatlah sulit. Suara orang yang di depan biasanya akan kebawa angin sehingga tidak terdengar sampe belakang. Jadi, supaya tidak salah kaprah, gue hanya membalas perkataan Yudha yang tidak kedengeran itu dengan jawaban paling aman di dunia. Kira-kira dialog gue dan Yudha adalah seperti ini:

Yudha: ^%&&$!!!
Gue: Iya.
Yudha: #$@@??  %%##$!!
Gue: Ho oh.
Yudha: AUJKHEEK!!
Gue: Oke, sip.


Share:

20 comments:

  1. percakapan di motor itu abstrak :D

    ReplyDelete
  2. Eh, itu yang perempuan naik kuda beneran keinjek-injek apa cuma pencitraan aja? Duh kok serem banget sih ah. Padahal aku belum pernah naik kuda poni, kan jadi takut duluan.
    Hahaha iya aku juga sering cuma asal ngerespon gegara ngga denger yang depan lagi ngomongin apa :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya benaran. Gue juga panik. Hampir jerit. Untung macho.

      Delete
  3. Harganya sih murah. Cuma 35 ribu. Tapi, nyawa bisa ilang, dengan harga segitu. :|

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha sebenernya ngapa-ngapain pun ada resikonya. :))

      Delete
  4. Hahaha. Ternyata si Yudha jago ngeramal juga :D

    ReplyDelete
  5. Gila, abis syok langsung ikutan joget haha
    Ngobrol di motor itu emang susah dimengerti. Gue sering tuh, dia ngobrol kemana, gue ngobrol kemana. Obrolannya nggak nyambung tapi tetep dilanjutin XD

    ReplyDelete
  6. Hmm, bayar 35 ribu buat di injek kuda? Anjrit banget, haha...

    ReplyDelete
  7. Hahaha, bangke.
    Setiap lo berdialog sama yudha gapernah benar, ya. :))
    Dan itu kenapa video ayu ting-ting di upload? kan gue jadi pengin lihat.

    ReplyDelete
  8. hahaha...bener..bener ngobrol diatas motor itu ga relevan..utk menghargai palingan cuma jawab.."iya..iya.." "oh" "diih ko gitu"
    padahal sch kaga jelas ngomong apaan :D

    ReplyDelete
  9. Kayaknya temen yang maha baik itu konyol banget deh *sok tau*. Kenalin dong bang... Hahahaha, nggak-nggak bercanda :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tolong cabut kata-katamu ini, wahai anak muda.

      Delete
  10. Hahaha konyol :D Gue sependapat sama yang sulitnya ngobrol di motor. Mantap :D

    ReplyDelete
  11. itu beneran keinjak kuda? wah, patut masuk penjara tuh kuda. kenapa gak lo borgol ekornya. ah, lo gak sigap ternyata Di

    ReplyDelete
  12. Wahai Adi, sesungguhnya, hanya satu permintaan saya:
    Perlihatkanlah wajah Yudha yang dimuliakan itu.

    Apakah wajahnya sama absurd dengan kelakuannya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahai Kevin Anggara yang baik hatinya. Gue belum mau menodai mataku yang masih suci ini.

      Delete
  13. ah udh lama gak kesini tiba2 berubah tampilannya jadi bagus :OOOOOOOOOOOO

    ReplyDelete

Jangan lupa follow keriba-keribo dengan klik tombol 'follow' atau masukin email kamu di tab sebelah kanan (atau bawah jika buka dari hape). Untuk yang mau main dan ngobrol-ngobrol, silakan add LINE di: @crg7754y (pakai @). Salam kenal yosh! \(w)/