Sunday, January 26, 2014

Terima Kasih, Oh Yudha yang Dimuliakan

Alkisah terdapat dua orang anak manusia yang dateng naik mobil pick up di depan kosan gue. Setelah keluar dan sadar bahwa mereka ternyata tukang kusen yang dipesen bokap, yang satu namanya Asep, mahluk berkaos putih bergaris ijo di postingan sebelum ini sementara satunya lagi temennya Asep. Namanya adalah…Asep’s friend (ngeles, padahal ga tau namanya).

Mereka pun gue suruh masuk dan mengecek kusen kamar, mengukur sana-sini, lalu menggantinya supaya lebih ciamik. Setelah beres, bokap nanya ke mereka apakah mereka sanggup untuk ganti bak mandi yang udah jebol sekaligus benerin tembok yang udah pada retak-retak. Dan mereka bilang kalau ngga bisa.

Bokap akhirnya mencari tukang lain dan didapatkanlah seorang tukang (iyalah, masa dugong) yang bernama Pak No. Sembari menunggu Pak No kerja, bokap biasanya tiduran sambil membaca majalah misteri. Benar, majalah misteri. Benar, majalah misteri. Iya benar, majalah misteri. Oke-oke ampun.

Gue yang memerhatikan bokap lagi bolak-balik majalah itu merasa, ‘Gile. Bokap pemberani abis. Bacaannya aja serem gitu.’ Kemudian dia jalan ke ruang tamu, ngeliat si Pongki, uler Abang gue, lalu teriak, ‘ADEK, INI MAHLUK APAAN! JAUHKAN BENDA ITU DARI BAPAK, JAUHKAAANN!!’

Pesan: membaca majalah seram belum tentu membuat Anda menjadi pemberani.

Kemarin, ketika Bokap balik ke Pamulang, dia meninggalkan sebuah majalah misteri di kasur. Gue, dengan penuh penasaran, panik, dan bergidik, akhirnya mendekati majalah itu. Lalu sebuah pertanyaan timbul: semisteri apakah isinya?

Setelah gue buka, ternyata eh ternyata, isinya sungguhlah misteri (namanya juga majalah misteri, Cuk). Ternyata isinya kebanyakan tentang setan-setan gitu. Banyak juga promosi gendam, pelet (pelet yang dimaksud bukanlah makanan ikan, apalagi menjulurkan lidah seperti herder), juga susuk. Tapi…yang membuat gue tertarik adalah banyaknya promosi obat kejantanan. Osyit. Majalah ini semakin misteri saja.

Gue jadi teringat dulu pernah menemukan iklan obat peningkat kejantanan pria:

OBAT PAK HAJI! (merknya gue lupa, tapi yang buat pak haji)
MENINGKATKAN KEPERKASAAN PRIA!
DIJAMIN KUAT DAN TAHAN LAMA!
KALAU TIDAK PERCAYA?? LIAT SENDIRI PUNYA PAK HAJI!!

Maderfaker.

Lanjut. Jadi, gara-gara kosan lagi dibongkar habis-habisan. Kamar gue jadi super-duper mega ultimate berantakan. Cara membayangkan betapa berantakannya kamar gue:

1. Ingat-ingat muka pak haji
2. Pak haji yang mukanya telah Anda bayangkan tersebut tiba-tiba naik elang
3. Pak haji dan burung elangnya (dan burungnya pak haji) terbang mengitari kosan gue
4. Pak haji meng-kamehameha kosan gue dari atas langit.

Oleh sebab betapa berantakannya kamar gue, sore tadi gue mengajak (atau dalam hal ini memperalat) Yudha, teman kampus, untuk beres-beres kosan. Gue meng-sms dia.

11.45 Am:
‘Yud, nanti sore free kah?’

12.00 Pm:
‘Free. Napa emang di?’

12.34 Pm:
‘Bisa bantu berbenah ngga?’

12.41 Pm:
‘Bisa tentunya. Jam berapa? Jam 4 lebih ya.’

12.42 Pm:
Gue tersenyum. Penuh kemenangan. Rasakan kau Yudha. Engkau tidak tahu arti berbenah yang sesungguhnya! Kau sudah kuperdayai! Huahahaha!

12.44 Pm:
HUAHAHAHAH!! Huaahh… Huaaahh..! MULUT GUE KRAAAM! TOLOONGG!! TOLOOONG!

01.00 Pm:
Tertidur dengan damai dan sentosa

03.15 Pm:
‘ASSALAMUALAIKUUM! MISII! ASSALAMUALAIKUUUM!!’ Gue bangun kemudian ngulet dengan bersahaja. Dengan kepala yang sedikit pusing gue mengambil guling. Pikiran gue menyatakan bahwa orang di luar adalah tukang minta-minta atau pak RT atau tukang listrik dan gue malas untuk membuka pintu, maka gue tutup ini wajah dengan guling.

03.17 Pm:
Ponsel berdering. Telpon dari Yudha. Gue baru ingat jikalau sore ini Yudha mau ke kosan. Dengan antusias gue lari keluar dan membuka pintu. Gue menyambutnya dengan suka cita, membentangkan kedua tangan sambil senyum sumringah. Padahal di otak sudah menyimpan rencana licik. Rencana ini, seperti di sinetron-sinetron, menyebabkan apapun yang gue katakan menjadi berbeda dengan isi hati.

Perkataan: ‘WAHAI YUDHA YANG DIMULIAKAN, MARI MASUK-MASUK!’
Di dalam hati: ‘Yudha, oh, wahai pesuruhku. Akhirnya engkau datang juga.’

Perkataan: ‘Duh, liat deh, tuhkan berantakan banget kosan gue. Bekas bongkar-bongkar kemarin nih. Sorry ya ngerepotin.’
Di dalam hati: ‘LIHAT YUD! INILAH LAPANGAN PEKERJAAN BARUMU!!’

Dan akhirnya, dia pasrah saja. Kita berdua pun memulai aksi beres-beres kamar. Dalam hal ini, tugas Yudha adalah memindahkan semua barang ke tempat yang seharusnya sementara gue…mengumpulkan tenaga dengan leyeh-leyeh di kasur. Hehehe.

Dan inilah dia hasil kerjaan si Yudha pesuruh baru gue kita:

BEFORE
AFTER

BEFORE
AFTER


Oh, terima kasih Yudha. Berkatmu, kini aku menemukan kamarku yang dulu. Kamar yang dulu, adalah yang sekarang. Yang bersih dan bau apek ini. 
Share:

16 comments:

  1. Kamarnya gak laki, Di.
    Gue lebih suka sama kamar yang sebelum dikerjakan oleh Yudha. Hahaha.
    Iya, kan cowok macho kata tetangga gue, kamarnya selalu berantakan. :))

    ReplyDelete
  2. Wuedan, di.
    Itu gambar 1 yang sebelum ada sajadah membentang. Alimnya dirimu, nak-nak :))

    ReplyDelete
  3. Astaga! hebat sekali yudha! eh di, nomernya yudha berapa? gue mau nelpon dung biar kamar gue disulap sama dia. hehehe #canda

    ReplyDelete
  4. perasaan kaya yang jahat gimana gitu ya..

    ReplyDelete
  5. Obat pak haji... Jiahahaha ngakak gue

    ReplyDelete
  6. Perlihatkanlah wajah Yudha yang dimuliakan itu. Kami penasaran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar sekali ini, kami sangat penasaran tingkat dewa menengah atas akan wajah Yudha yang di muliakan itu.

      Delete
  7. Apakah Yudha adalah seorang yang gemar menolong orang? Kalau begitu, saya minta beliau untuk membersihkan kamar saya yang juga berantakan ini :(

    ReplyDelete
  8. sebaiknya yudha pasang iklan gitu di koran. jasa membersihkan rumah. iklannya disamping iklan pak haji. haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah, nah, nah... setuju nih. siapa tau Yudha jadi artis beres2 rumah :p

      Delete
  9. Yudha.. Oh yudha.. Kamu dimanaaa??
    Kamarku membutuhkanmu. Aku juga #ehh
    Hahaahaha xD
    Bisa bikin jasa pembersihan si yudha, pasti laku :3

    ReplyDelete
  10. Perkataan: ‘Duh, liat deh, tuhkan berantakan banget kosan gue. Bekas bongkar-bongkar kemarin nih. Sorry ya ngerepotin.’
    Di dalam hati: ‘LIHAT YUD! INILAH LAPANGAN PEKERJAAN BARUMU!!’
    yudha : oke gapap kok, kita kan friend
    dalam ati si yudha : sialan gue di kerjain, tunggu aja pembalasan gue yang bakalan lebih kejam daripada perbuatan *senyum setan* :))

    ReplyDelete
  11. padahal kamar berantakan itu laki banget loh mas...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yak, sebelum para wanita ngoceh2 karena kamar kita berantakan. hehehe

      Delete
    2. Karena mereka yang mberesin kamar kita :))

      Delete

Jangan lupa follow keriba-keribo dengan klik tombol 'follow' atau masukin email kamu di tab sebelah kanan (atau bawah jika buka dari hape). Untuk yang mau main dan ngobrol-ngobrol, silakan add LINE di: @crg7754y (pakai @). Salam kenal yosh! \(w)/