Wednesday, November 20, 2013

Kenapa Oh Kenapa

Orang-orang Indonesia itu ramah-tamah. Baik. Beradab. Salah, men. Menurut gue, manusia penghuni Indonesia adalah manusia-manusia jahanam.

Kenapa gue bilang begitu?

Karena kita, orang Indonesia, telah memanfaatkan orangtua untuk dijadikan mahluk imajiner bernama setan. Orang-orang di luar negeri menggambarkan setan dengan sangat keren. Ada vampire, werewolf. Macho. Lha, kita, nenek gayung. Sungguh suatu penodaan terhadap setan lokal.

Gue kalau ketemu nenek gayung di jalan bukannya takut malah sedih. Prihatin. Yang ada di pikiran gue pertama kali adalah: ‘Ya Allah, ini nenek-nenek jalan sendirian malem-malem. Cucunya di mana ya Allah..’

Astaghfirullahaldzim. Bentar gue nangis dulu. Oke, cukup.

Mari bandingkan dengan setan impor berikut ini:

"Tatap mata saya.. tatap.. Sudah? sekarang colok mata Anda sendiri.."

Vampire di film Twilight ini keren. Masih muda, tampan, kuat, larinya cepat. Bandingkan dengan nenek gayung, jalan dua meter langsung ashma.

Vampire kalau ngejar gue pasti ketangkep. Nenek gayung, jalan aja susah. Sekalinya bisa nangkep gue, dia akan menepuk bahu gue, lalu berkata lirih, ‘Cu, mandiin saya.. Ini udah bawa gayung kok.’ Kasihan sekali dia.

Jikalau gue dikejar nenek gayung dan sebodoh itu sampai tertangkap, gue pasti akan menjawab dengan tegas, ‘Jangan, Nek. Jangan. Ini sudah malam. Nanti nenek masuk angin.’

Setidaknya, buatlah setan dengan keahlian yang memadai. Semisal setan dengan kemampuan berteriak seperti Mpok Nori. Pastilah akan menjadi setan yang keren sekali. Sewaktu berhadapan dengan manusia, si nenek tinggal berteriak, 'EYAAAAAAAAAAAAAKKK!!!' lalu para manusia akan mati dengan kuping keluar nanah.

Kembalikan ciduk saya!

Kenapa oh kenapa, setan lokal kita pada tua-tua.

Setan luar ada yang namanya werewolf. Sementara kita… kakek cangkul. Astaghfirullah. Ini mereka berdua kalau berantem jelas si werewolf yang menang. Werewolf kakinya empat, larinya kencang, bisa gigit. Kakek cangkul… cuman bisa nyangkul.
 
"Dek, masjid sebalah mana ya dek?"

Werewolf ialah setan yang sangat sulit ditaklukan. Konon, membunuhnya harus dengan menusukkan pasak ke jantungnya. Di sisi lain, kakek cangkul ialah setan yang sangat ringkih. Adapun trik untuk mengalahkan kakek cangkul: Dorong, dia jatoh, ambil cangkulnya, kubur.

Werewolf adalah manusia setengah serigala. Habitatnya di hutan, jadi cocok kalau berkeliaran di hutan. Sedangkan kakek cangkul, orangtua jalan-jalan di hutan, pake-pake peci. Dia mau nakutin siapa? Setan salah habitat.

Kenapa oh kenapa,

Kenapa kakek cangkul ke hutan ngga pake sandal.

Tidak hanya setan yang kelihatan wujudnya yang tua. Bahkan, di Indonesia, kalau kerasukan setan, setannya tua. Coba Anda perhatikan di film-film luar negeri. Jikalau ada seseorang yang kerasukan setan, biasanya orang tersebut akan jadi jahat dan mampu membunuh orang lain. Sungguh keren sekali. Nah, sekarang orang Indonesia yang kesurupan. Pilihan setannya hanya dua: 1) harimau (sudah berumur ratusan tahun, yang mana berarti tua) 2) Mbah-mbah (jelas-jelas tua, tapi masih doyan ngopi).

Sungguh memilukan sekali.


Kenapa oh kenapa,


Suka post ini? Bagikan ke:

Saturday, November 16, 2013

Hikayat Rabu Pahing*

Akhirnya aku akan membocorkan cerita ini. Kuberi tahu kau satu hal: cerita ini fiktif. Meski begitu, aku tak menyarankanmu untuk memberikannya kepada orangtuamu. Ini buruk bagi kejiwaan orang yang sudah berumur dan tempramen. Apabila kau ngeyel dan tetap memberi tahu orangtuamu, niscaya kau tak kan mendapat uang jajan keesokan harinya.

Cerita ini bermula saat dua bulan yang lalu. Ketika itu aku berada di ruang tiga-C, di tempat biasa aku berdiri, di depan bocah yang biasa pula.

Mereka—para bocah itu—seperti biasa pula, banyak bertingkah jika aku membuat sebuah permainan. Permainan asah otak. Mereka sangat ramai. Berkebalikan denganku.

Aku di rabu pahing itu lebih banyak diam. Mengingat-ingat Nina, anak sulungku yang baru saja tiada. Malam sebelumnya, kata suamiku, ada orang yang mendatangi Nina di hutan dekat rumah. Orang itu mengaku dari Jakarta. Ia memberi Nina sebungkus permen, dan Nina melahapnya. Masih kata suamiku, melalui orang itu, ia membawa Nina ke rumahnya. Rumahnya besar dan pondasinya dari kayu. Rumah orang kaya. Setelahnya Nina ditemukan tergeletak dengan mulut berbusa.

 ‘Mobiiil, mobiil!’
‘Cobalah lebih spesifik, Nak,’ kataku.
‘Ayoo Dominikus, kau pasti bisaa!’
‘Ayooo! Ayooo!’

Aku mengambil sepotong kapur tulis dan menuliskan sesuatu di papan: bus.


‘Buuusss!! Buusss!!’ para bocah saling sahut dan tertawa, wajahnya menampakkan kebahagiaan.

Ruangan ini diisi oleh anak dari umur tujuh hingga lima belas. Meski berbeda umur, mereka memiliki satu persamaan: kulitnya seperti lumpur. Mereka tertawa riang. Aku menutup kelas bahasa pagi itu, bersiap mengunjungi makam Nina, tidak jauh dari rumahku.

Di perjalanan, hatiku mendadak gelisah. Aku tahu bahwa di belakangku ada orang. Bunyi daun-daun kering yang terinjak itu bukan hanya disebabkan kakiku. Pasti ada orang lain.

….

Cerita penuhnya dapat diliat di sini:   login-nya bisa lewat twitter dan facebook, kok. Jadi jangan lupa berkomentar ya.

Atau mata kalian akan bisulan. Hihihi.

Bagi yang mau ikutan, kompetisi ini masih panjang loh, cek aja di sini. Mari meramaikan!

*cerita ini diikutsertakan dalam kompetisi menulis cerita inspirasi.co
* Maaf kalau ceritanya jelek ya. Gue kan biasa nulis cerita komedi yang ringan-ringan. Begitu disuruh cerita inspirasi langsung mabok. Hehe. Dan, terlebih lagi panjang cerita maksimumnya enam ratus kata. (tetap mencari excuse..)


Suka post ini? Bagikan ke:

Thursday, November 14, 2013

Postingan Karena Terpengaruhi

Pertama, gue adalah orang yang gampang banget terpengaruhi.

Kedua, wahai anak MLM, tolong jauhi postingan ini.

Benar, hanya dengan menonton film, gue langsung ingin menjadi karakter di film tersebut. Seperti misalnya, sewaktu SD gue suka banget Kapten Tsubasa, rambut belakang gue langsung dinaik-naikin biar mirip tsubasa. Sewaktu nonton Doraemon, gue pengen banget punya kantung ajaib dan suara gue diserak-serakin (walaupun ujungnya jadi kayak orang masuk angin). Juga sewaktu nonton berita tentang korupsi, gue pengen banget… Astaghfirullah.

Seperti yang sudah gue bilang di postingan cerita jahanam, belakangan ini gue lagi demen banget nontonin acara jalan-jalan, salah satunya acara yang dibikin sama anak-anak dari malesbanget dot kom. Namanya jalan-jalan Men. Salah satu video yang gue suka:


Dan karena gue orangnya gampang dipengaruhi, sekarang gue jadi pengen jalan-jalan. Gue dan beberapa temen punya rencana untuk jalan ke gunung padang. Gunung padang bukanlah gunung yang berlokasi di padang, bukan juga gunung yang isinya rumah makan padang, melainkan situs megalitikum terbesar (katanya sih, cek saja disini).

Pokoknya gunung padang itu keren banget. Gunungnya penuh berisi batu dari zaman lawas (entah di mana istimewanya dan apa bedanya dengan batu ponari), tapi kata temen gue gunung itu keren banget. Maka, kami semua pengin banget ke sana.  Doain bisa secepatnya ya! 

By the way, ada yang tahu iklan Microlax? obat yang mengobati sembelit? Itu iklannya aneh banget. Masa, orang bokongnya sakit, dicolok make microlax, eh seketika langsung gembira.

Segini dulu deh postingannya. Kalau ada yang mau ngasih tahu tentang gunung padang dan atau ngajak jalan-jalan ke tempat seru komen aja di kotak komentar ya. Lanjut kuliah dulu ahh..

Suka post ini? Bagikan ke: