Tuesday, December 10, 2013

dan yang Bikin Parno Adalah...

Semenjak kuliah, Abang gue demen banget sama yang namanya reptil. Kalau dipikir-pikir, dari mulai kadal, tokek, biawak, panana, serta berbagai jenis ular pernah dipelihara. Mungkin kalau suster ngesot bersisik dan jalan dengan cara melata, udah dikandangin sama Abang gue.

Yang jadi permasalahan adalah, Abang gue orangnya bosenan.

Jadilah reptil-reptil mengerikan itu tidak bertahan lama di kosan gue. Kebanyakan dari mereka dijual, ditelantarkan (atau dalam bahasa Abang gue: dipertemukan kembali dengan udara segar), dan yang paling sering (sekaligus paling horor)… kabur.

Gue terkadang bertanya-tanya, apa enaknya sih melihara reptil? Ngga ada bulunya, ngga bersuara, dipegang juga aneh. Gue juga kurang setuju jikalau orang yang melihara reptil dicap sebagai orang yang berani. Menurut gue tidak ada hubungannya antara tingkat kemachoan seseorang dengan melihara hewan yang cuman bisa melet-melet. Lagipula, orang yang melihara reptil itu, kalau hidungnya dipatok uler juga ujung-ujungnya ke ugd juga. Sama.

Dulu, ketika Abang gue masih kuliah, sewaktu dia sedang seneng-senengnya sama ular, hampir setiap dua hari sekali dia memandikan ular peliharaannya (meski ularnya sendiri jarang dimandiin). Setelah selesai, dia mengetok kamar gue, lalu mengagetkan gue sambil menggendong ular di tangannya. Hobi itu terus berlanjut… sampai ular peliharaan tersebut menghilang dari kandangnya.

Gue yang pertama kali menemukannya sedang menggantung di atas jendela, langsung ngabarin Abang gue dengan meng-sms. Tidak ada hitungan jam, Abang gue ke kosan dan segera mengamankan ular tersebut dengan selamat sentosa.

Pada malam jumat kemarin, kejadian horor itu kembali terjadi. Gue yang baru pulang pukul setengah dua belas malam dibuat panik karena kandang ular peliharaan Abang gue mendadak kosong. Perbedaannya ialah, sekarang Abang gue sudah lulus kuliah. Gue di kosan sendirian. Jadilah gue semalaman panik, takut ada ular tiba-tiba nongol entah dari mana.

Pada malam itu,
Waktu terasa lambat.

Saking paniknya, tiap gue buka pintu, gue harus memastikan keadaan di dalam dengan mendorong pintunya, lantas menjulurkan leher terlebih dahulu. Kejadian ini juga membuat mimpi gue menjadi aneh: gue tiba-tiba mimpi bertemu ular, ngobrol-ngobrol sebentar, kemudian gue berduel melawan ular… dan berakhir dengan gue mati ditelen uler. Tragis.

Bangun-bangun, gue langsung ngibrit mandi dan pergi ke kampus,
Kemudian langsung pulang ke Pamulang.

Sesampainya di rumah, gue langsung menceritakan duduk perkaranya ke Abang gue. Dia, yang nampaknya pada weekend  kemaren memang sudah ada niatan untuk ke Bogor, langsung berangkat ke Bogor dengan membawa tugas dari gue: mencari dan meringkus ular tersebut. Minggu malam dia kembali ke Pamulang dan membawa kabar yang sangat horor: "Ularnya ngga ketemu, Dek.' Gue makin parno.

Yang membuat gue lebih parno adalah, entah kenapa gue merasa kalau ularnya ada di kamar gue. Dan yang bikin gue lebih parno daripada yang parno adalah, tadi pagi gue menemukan rak yang berisi tumpukan kertas mendadak tidak bisa ditutup, seperti terganjal sesuatu. Dan itu, ada di belakang gue sekarang. Persis saat mengetik ini.

Osyit. Sekarang pikiran gue makin kacau. Takutnya, besok pagi, si ular udah nempel di atas udel gue lalu menyapa,  ‘ Halo, Bro. Main lilit-lilitan yuk, Bro.’



Share:

21 comments:

  1. wuakakakak :v ‘ Halo, Bro. Main lilit-lilitan yuk, Bro.’

    ReplyDelete
  2. Hahahaha asemmm, kalau boleh kasih saran, kamar lo kasih garam bang, karena itu katanya menangkal ular mendekat, gitu sih kata emak gue -_- tapi gue selalu menerapkan itu kalau lagi kemah hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan kata teman gue, itu cuman mitos. Gue jadi bingung, euy.

      Delete
  3. Hahaha. Setan lo, Di!
    Mungkin itu-lah yang berkaitan dengan seorang yang suka melihara ular adalah, memiliki jiwa yang pemberani. Lagian, sebagai cowok ngapain takut sama ular. Toh, kita kan udah punya dari kecil. Ewh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahai Rahmat Hidayat yang dimuliakan, dengan ini saya beri tahu jikalau saya adalah mahluk berjenis manusia, bukan setan. YOU KNOW, KUTU KUPRET!

      Delete
  4. Lemaah, hahaha
    Kadal gw tolong kasih makan sama minum ya Dek

    ReplyDelete
  5. ada uler kabur di kostan? gue mending nginep di kostan temen :|

    ReplyDelete
  6. That parno moment saat di kosan sendirian, terus ada ular lepas belum ketemu...

    Gue kalo ada kecoa masuk kamar dan kecoa itu belum keluar, parno sendiri pas mau tidur.

    ReplyDelete
  7. Hahaha lumayan tuh bisa buat temen di kasur :v

    ReplyDelete
  8. pernah kepikiran nggak, kalo ternyata ular itu adalah dewi dari kayangan yang dikutuk gitu ? terus di malem2 tertentu dia kembali berubah wujud jadi cewek yang cakeeeep banget ? kali aja ....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Astaghfirullah. Kok ngga kepikiran ya...

      Delete
  9. Ular gak jauh beda sama pacet. Kalo ketemu garem, sama-sama parno :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pacet mah didiemin juga lepas sendiri kalo kenyang. Uler, melet dikit aja juga gue langsung pingsan.

      Delete
  10. gimana kalau "ular" lo diadu dengan ular yang lepas itu. penasaran siapa yang menang. itu ular kobra bukan? kan keren kalau bisa adu nyembur juga. hahaha.
    semoga ular nya gak dapet-dapet

    ReplyDelete
  11. Tunggu, gue ketawa dulu, di.

    Muahahahaha.

    Asli, gue kira lo orangnya pemberani. Hm... Semacam Panji dg acaranya itu. Keluar-masuk lumpur, terus nongol-nongol bawa-bawa uler.

    Tip gue sih, biar aman kawinin aja, di, sama "uler" lo. Keren.

    Salam naaaaagin. Piss :p

    ReplyDelete
  12. Wahahaha gue ngakak banget pas baca cerita lo bang. Pantesan di ragunan kemarin, pas anak - anak foto sama ular, lo berdirinya ngejauh gitu:p

    ReplyDelete

Jangan lupa follow keriba-keribo dengan klik tombol 'follow' atau masukin email kamu di tab sebelah kanan (atau bawah jika buka dari hape). Untuk yang mau main dan ngobrol-ngobrol, silakan add LINE di: @crg7754y (pakai @). Salam kenal yosh! \(w)/