Tuesday, October 15, 2013

Perihal Cinta Menurut Mbah Adi



Mungkin Anda bingung dengan judul di atas. Siapa itu Mbah Adi?

Saya adalah Mbah bukan sembarang Mbah. Saya… siapa saya? (lho, malah bingung sendiri)

Yang jelas saya bukanlah Kresnoadi, pemilik blog ini. Saya adalah pakar dari segala pakar. Dan pakar bukan sembarang pakar. Saya adalah… tukang pakar. Oke, maksudnya tukang parkir. Krik. Krik. Krik.

Baiklah, langsung saja kita ke topik.

Untuk Saya, hubungan percintaan dua umat manusia itu mirip dengan bokong dan jok sepeda motor.

Jika Saya disuruh menentukan kelaminnya, maka bokong adalah si pria dan jok adalah si wanita.

Selanjutnya Saya membuat sebuah pertanyaan sederhana. Pernahkah kau naik motor sampai bokong terasa perih? Panas? Hingga merasa sudah tak simetris lagi antara bulatan yang kanan dan yang kiri? Itulah akibat si bokong yang terlalu lama menyentuh si jok motor. Di dalam percintaan pun begitu. Semakin sering bertemu, berkomunikasi, bertatap muka, berpegang tangan, bercengkerama, semakin besar peluang mendapatkan keperihan dalam sebuah hubungan. Bisa jadi karena salah satu pihak terasa bosan. Kehabisan topik pembicaraan. Atau karena sebab musabab lain yang beragam: si jok ngambek karena bokong pasangannya justru menghabiskan waktu bersama bokong-bokong lainnya. Atau bahkan sebaliknya, si jok menemukan bokong lain yang dirasa pas. Bulatannya lebih presisi terhadap lekukan jok motor, ukurannya lebih kecil sehingga si jok tidak lagi menahan beban bokong yang besar. Terlebih lagi bokong yang satu ini wangi. Atau mungkin hanya tidak lebih bau—setahu saya tidak ada pria yang tidak biadab.

Cara menghilangkan perih yang melanda bokong juga sama. Berdirilah. Atau berhentilah sejenak menduduki jok motor Anda. Cukuplah sejenak atau Anda akan malas kembali ke jok yang sama. Camkan ini.

Seperti halnya pengendara motor yang baik, Anda—si pria—harus pandai menempatkan posisi bokong Anda. Jangan menaruh bokong Anda terlalu ke belakang. Posisi ini akan membuat Anda gugup dan kesulitan dalam mengontrol kendaraan yang Anda gunakan. Namun, jangan juga Anda menyondongkan bokong di ujung depan. Selain dicap pengendara yang aneh, Anda akan cepat terserang wasir.

Pernah melihat seorang pria mengendarai motor dengan posisi duduk terlalu menjorok ke depan? Dengan kaki yang mengangkang? Selain jijik, Anda akan merasa ngilu di bagian selangkangan. Nah, kira-kira respon seperti itu yang akan didapat oleh pria yang membentak kekasihnya di tengah jalan. Pria yang terlalu mengomandoi.

Baiklah, mungkin seperti itu kiranya pendapat saya perihal cinta. O ya, satu hal yang jangan dilupakan. Dudukilah jok yang bersih. Setidaknya, bersihkanlah dulu jokmu sebelum diduduki atau bokongmu akan tercemari kotoran.


Salam, Mbah Adi.
Share:

7 comments:

  1. Huahahah.. Ini analogi percinta terkamprett yg pernah gue baca.. Bokong dan jok -_-

    Tapi keren, beda dari yang lainnya...

    ReplyDelete
  2. Hahaha. Analisa lo keren banget di. Bisa mengaitkan kisah percintaan melalui bokong dan jok motor. Asli, manusia biasa seperti gue, nggak akan mungkin kepikiran hal kayak gitu..... (loh, berarti kamu ini apa?)

    ReplyDelete
  3. Gue juga merasa bosen, gue pacaran 1 kelas, 1 bangku --_____--

    terus, gue harus gimana?

    ReplyDelete
  4. Penuh bokong tulisanmu kali ini. Emang gitu sih. Kadang ada saat untuk berdiri ada saat duduk dibokong. Setelah baca tulisan ini buat para jomblo kalo mau pacaran, jangan cuma liat muka sama sifatnya doang, tapi bokongnya juga. Siapa tahu bokong segitiga sama kaki, kan repot

    ReplyDelete
  5. Ehem yang lagi ehem... Hehehehe. Wah gue kebayang banget kalo "jok itu cewek". Hmmm... :D

    ReplyDelete

Jangan lupa follow keriba-keribo dengan klik tombol 'follow' atau masukin email kamu di tab sebelah kanan (atau bawah jika buka dari hape). Untuk yang mau main dan ngobrol-ngobrol, silakan add LINE di: @crg7754y (pakai @). Salam kenal yosh! \(w)/