Tuesday, August 13, 2013

Kiat Seputar Komedi Ala Keriba-Keribo

Karena sekarang personal blog yang berbasis komedi kian marak, maka gue akan coba memberikan tips mengenai penulisan komedi.

Sebelumnya, ada satu pertanyaan yang sering dilontarkan tentang dunia komedi: Emang komedi bisa dipelajari?

Jawaban: bisa. Seperti halnya seni yang lain, komedi dapat dipelajari, dikembangkan, dan dibedah. Menulis komedi sejatinya tidak hanya menuliskan cerita-cerita lucu, melainkan memberikan sudut pandang yang berbeda terhadap suatu hal kepada pembaca. Semakin pembaca setuju dengan sudut pandang yang kita berikan, semakin lucu ia.

Pada umumnya, terdapat beberapa jenis komedi yang ada di dalam sebuah tulisan:

1. Situasional komedi: Komedi yang menceritakan peristiwa lucu. Kelucuannya didapat dari kejadian itu sendiri. Misal: ketemu tukang odong-odong yang gayanya mirip Ariel Noah. Tiap kali ada anak kecil yang turun dari odong-odongnya, dia selalu bilang, ‘kalian luarr byasaaahhh..’ atau, di busway ngeliat mas-mas yang kaos di bagian keteknya bolong. Bulu keteknya mencuat keluar luar, tapi si masnya ngga sadar dan malah cengar-cengir sambil megang pegangan busway.
---
2. Observasional komedi: humor yang didapatkan dari hasil pengamatan sekitar. Kelucuannya didapat dari merubah sudut pandang suatu hal. Jelilah, karena comedian yang cerdik adalah mereka yang jeli.

Contoh: Kalian ngerasa ngga sih kalau bahasa Indonesia itu sulit dan ribet? Kita dituntut menggunakan kata-kata yang berbeda hanya karena berhadapan dengan orang yang berbeda. Seperti halnya dalam penggunakan kata ganti orang pertama, ada “Gue, aku, Gua, saya, akikah, dll” Bandingkan dengan di luar negeri yang biasa hanya memakai “you-i” kepada siapapun. Anak kecil di  Amerika bisa ngomong, ‘Dad, could you give me that doll. That’s so cute, Daddy! Please..’ dengan bebas. Kalau anak SD di Indonesia bilang, ‘Pak, bisakah elu membelikan gue boneka itu. Lucu banget, Pak! Plisss..’ paling kena gampar Bokapnya.
---
3.  Deskriptif komedi: Penulisan komedi yang diberikan dengan cara menggambarkan suatu hal. Merupakan yang paling jarang digunakan penulis komedi, karena sifatnya hanya ‘pemantik’. Humor-nya didapat dari cara berdeskripsi. Biasanya, penulis memberikan efek hiperbolik untuk memperoleh kelucuan.

Contoh: Tiga ratus meter di depan adalah pertigaan menuju stasiun Bogor, arah jalan pulang. Betapa beruntungnya gue karena saat mendekat, lampu hijau lah yang menyala. Dengan terampil, gue longgarkan tarikan gas beberapa mili, gue tarik tuas rem dengan penuh perasaan, lalu dalam sepersekian detik saja, gue ubah transmisinya menjadi netral. Laksana Chrisopher Colombus, gue membelokkan kemudi dengan cekatan, memiringkan tunggangan, mengarahkan haluan menuju timur, kemudian melaju diiringi angin. Beberapa detik kemudian, seperti halnya Napoleon Bonaparte dan pedangnya, jemari gue menggenggam kuat-kuat itu tuas gas. Lantas gue tarik-lepas dengan gagahnya hingga menimbulkan suara yang begitu lantang, ‘Rong!! Rong..! Rong..!’ persis bunyi sepeda yang rodanya disangkut akua gelas.
---

Nah, sekarang udah tau kan, ada apa aja jenis komedi yang terdapat di sebuah tulisan. Sekarang gue lanjutkan. Cara membuat joke yang paling sederhana: setup-punchline.

Untuk membuat sebuah tawa, kita harus memberi efek ‘kaget’ kepada pembaca. Karena itulah sebuah joke terdiri dari dua bagian, yakni setup (bagian yang tidak lucu, yang akan menggiring kepada punchline), dan punchline (bagian yang lucu, sifatnya membuat tawa).

Berikut gue berikan contoh: gue laper banget. Gue memutuskan buat beli sate padang, gue jalan ke depan rumah. Gue hafal banget di sana ada tukang sate padang yang udah terkenal. Karena deket, gue teriak aja dari rumah, ‘Bang! Sate padang ye, Biasaa. Buruaan!!’ Dari kejauhan, terdengar suara Abangnya //‘Sabar ya, Nak. Ini Ayah lagi bikinin buat Adek kamu dulu..’
Oh God, gue lupa. Bokap gue yang jualan sate.

Bagian sebelum tanda // adalah setup. Gunanya menggiring pembaca ke arah punchline. Sedangkan bagian setelah // adalah punchline-nya.
---
Sekarang kita lanjut ke tips-tips dalam pembuatan tulisan komedi:

-Perkokoh setup. Karena di dalam tulisan komedi tidak ada timing, intonasi, dan mimik, maka setup harus kokoh. Setup yang baik adalah yang membuat nyaman pembacanya. Setup harus realistis. Semakin kuat setup-nya, semakin mearasa nyaman si pembaca, semakin merasa ter-twist mereka saat membacanya.

-Jangan banyak-banyak. Gue pernah baca di dalam suatu artikel bahwa lebih baik memberikan satu joke pada satu halaman dengan alur yang kuat, dibandingkan maksa menyisipkan 3 joke yang compang-camping. Intinya, perkuat alur. Mirip dengan yang di atas, alur cerita adalah pondasi. Joke dapat disisipkan saat mengedit tulisan.

-Be specific. Semakin spesifik sebuah tulisan komedi, semakin mudah dicerna otak, semakin lucu ia. Salah satu joke yang spesifik: “Gue punya 2 pilihan di sini. 1)Sok cool, 2) Melakukan tindakan ekstrem seperti lari keluar cafĂ© dan nyundul abang tukang gorengan.” –Sesi pemutusan


Mungkin segini dulu tips dari gue, kalau ada komen atau masukan, silakan. Nantinya postingan ini bakal di-update. Ciaoo.
Share:

14 comments:

  1. keren gan tulisannya,

    salam kenal dari gatotwicaksono.com

    ReplyDelete
  2. Teori dari bang keribo nya sih udah keren, tapi kayaknya susah dilakukan oleh gue yg biasa2 kayak gini, hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue juga orang biasa kok, kalo kejedot benjol. btw, gue ngga keribo.

      Delete
  3. Thanks keribo!

    sumpah postingan lo yang ini keren banget. Bisa gue jadiin referensi untuk lebih baik dalam menulis kedepannya. Terkadang, suka bingung alur cerita yang mau dibikin joke. Akibatnya, rada jayus.

    Dari kemaren gue mau follow elo, tapi nggak ada tombol follow. Yaudah sekarang gue tombol secara manual aja lewat dashboard blog gue^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bermanfaat mat. Emang sengaja ngga ada tombol follow, abis bingung mau ditaroh di mana lagi. :o

      Delete
  4. Postingan ini bisa jadi salah satu referensi penulisan personal blog dengan genre komedi nih. Hhehe
    Eh kalau ngga salah, situ pernah mampir ke blog ane ya?
    Hehehe semoga bisa jadi teman blogger yg baik, ya itung-itung kita sama-sama keriting rambutnya..
    Salam kenal... Danny

    ReplyDelete
  5. haha, senyam-senyum sendiri gue baca ini. baru tau kalo komedi ada teorinya :D
    salam kenal, btw.

    ReplyDelete
  6. Aku juga ada sisipin sedikit komedi di blog aku http://ngehekal.blogspot.com/
    Mampir balik ya. Thanks before :)

    ReplyDelete
  7. Tengkyu kak. Postingannya ngebantu banget buat gue yang masih belajar :))

    ReplyDelete
  8. Kmaren ane udah baca 'Kitab Suci' nya Om Ramon Papana & di sana dikupas secara detail tentang set-up & punchline, tapi liat tulisan ini ane jadi nambah ngerti. Lewat tulisan ini juga ane makin paham kalo ternyata joke yang ditulis itu berbeda dengan joke yang ungkapkan secara langsung :D
    Thanks banget broooh... Smoga nte makin Tampan & Tetep cakep walopun ga mandi

    ReplyDelete
  9. postingannya keren nih sama kayak yg ngasih komentar

    ReplyDelete

Jangan lupa follow keriba-keribo dengan klik tombol 'follow' atau masukin email kamu di tab sebelah kanan (atau bawah jika buka dari hape). Untuk yang mau main dan ngobrol-ngobrol, silakan add LINE di: @crg7754y (pakai @). Salam kenal yosh! \(w)/