Monday, July 22, 2013

Postingan Karena Lagi Nginget-Nginget Ospek

Pada umumnya, lemah berhubungan dengan kondisi fisik seseorang.  Tapi, bagi Senior-senior di kampus gue, itu engga sepenuhnya benar. Anak-anak di Fakultas gue terkenal kreatif. Itu terbukti saat masa-masa ospek beberapa tahun lalu. Kata-kata ‘lemah’ tersebut disulap oleh para Senior menjadi kata serbaguna. Ajaib. Lemah ngga hanya menunjukkan kepayahan dalam kekuatan fisik. Tapi apapun. Semua-semua lemah. Sedikit-sedikit lemah. Njir.

Awalnya, kata ‘lemah’  dipakai oleh Senior untuk meledek fisik seseorang, seperti:
“Duh, kak larinya pelan-pelan aja dong, capek..”
“LEMAH!”

“Ayoo, push-up buruaaan!! Satu.. dua.. ti..gaa!!”
“udh…aah.. kaaak. Aku caph..eek”
“LEMAH!”

Namun, seiring berjalannya waktu, mereka mendramatisir kata tersebut:
“Woy, jalannya buruan… LEMAH!”
“Kenapa kamu bisa terlambat? Dasar… LEMAH!’

Anak-anak pun terdoktrin. Semua-semua lemah. Ngga bisa dikit dibilang lemah. Aneh dikit, lemah. Kutu kupret.
“Belum ngerjain tugas… LEMAH!”
“Ngga mandi… LEMAH!”
“Mandi tetapi pake air panas… LEMAH!”
“Rambut botak dikit… LEMAH!”
“Ngga boker dari pagi… LEMAH!”
“Minum susu terus mabok… LEMAH!”
“Pake v-neck… LEMAH!”
“Sarapan pake telor dadar… LEMAH!”
“Begadang lalu masuk angin… LEMAH!”
“Punya motor bensinnya abis… LEMAH!”
“Ngga punya duit… LEMAH!”
“Minjem duit temen… LEMAH!”
“Temen ngga minjemin duit… LEMAH!”
“Jajan gorengan… LEMAH!”
“Jajan gorengan tapi bagi-bagi… NGGA LEMAH!”
“Solat ngga pake sarung… LEMAH!”
“Ngga punya pulsa… LEMAH!”
“Naik angkot duduk di depan… LEMAH!”
“Ngga bisa jawab pertanyaan Senior… LEMAH!”
“Senior ngga lulus-lulus… NGGA LEMAH!”
“Batre handphone abis… LEMAH!”
“Tidur ngorok… LEMAH!”
“Berat badan naik… LEMAH!”
“Kalkulus dapet D… LEMAH!”
“Ngga berani ketemu dosen… LEMAH!”
“Berani ketemu dosen lalu meninjunya… NGGA LEMAH, langsung kena DO.”

Mungkin, di masa yang akan datang, para Senior di kampus gue akan menggunakan kata-kata ini dengan lebih absurd, seperti:
“Apaa!! Kamu ngga bisa makan lewat lubang idung?... LEMAH!”
“Apaa!! Kamu ngga bisa lompatin lingkaran api untuk lumba-lumba?... LEMAH!”
“Apaa!! Kamu ngga bisa masukin tuyul ke dalam botol?... LEMAH!”
“Apaa!! Kamu ngga bisa salto ke belakang?... LEMAH!”
“Apaa!! Kamu ngga bisa njoget Dahsyat?... LEMAH!”
“Apaa!! Kamu laki-laki?... LEMAH!”
“Apaa!! Kamu bapak saya?... Minal aidzin ya pak..”


Duh, malah jadi postingan ngelantur gegara inget jaman-jaman diospek. Ya sudahlah, goodnight.
Share:

10 comments:

  1. ospek nya belum separah dikampus saya berarti -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, kampus kamu yang ospeknya di dasar laut itu ya?

      Delete
  2. Senior lo gitu pasti dia lemah juga, mungkin gak cuma fisik tapi sahwat juga. Mungkin

    Lama gak ngeronda kesini, makin keren aja tulisan lo. Lemah

    ReplyDelete
  3. Lah, gue baca postingan ini? LEMAH! :|

    ReplyDelete
  4. Hahaha ngakak gue baca nih postingan :))

    ReplyDelete

Jangan lupa follow keriba-keribo dengan klik tombol 'follow' atau masukin email kamu di tab sebelah kanan (atau bawah jika buka dari hape). Untuk yang mau main dan ngobrol-ngobrol, silakan add LINE di: @crg7754y (pakai @). Salam kenal yosh! \(w)/