Thursday, May 16, 2013

Perihal Bahasa


Bahasa Indonesia itu susah. Gue setuju itu. Dari jaman gue bayi sampai kuliah, nilai tertinggi gue dalam pelajaran bahasa Indonesia kalau ngga salah itu Delapan. Dan itu jaman SMP. Waktu UAN pula, saat di mana lagi giat-giatnya belajar. Ya gimana ngga giat, setiap malam Bokap ke kamar gue sambil ngasah gesper kulit buaya. Ketahuan ngga belajar cambuk melayang.

Kita punya 34 provinsi, anggap aja tiap provinsi memiliki satu bahasa, total 34 bahasa. Negara mana yang punya selain kita? Gaul.

Dalam bahasa Indonesia pun kita mengenal kata baku/tidak baku (seperti formal dan informal), contohnya pada kata ganti orang, aku-saya-gua-gue. Sama seperti kita, jepang juga mempunyai aturan serupa—kata ganti orang pertama yang berbeda, sesuai dengan siapa kita bercakap. Ada watashi  yang penggunaannya sama dengan ‘saya’ boku yang artinya sama dengan ‘aku’ juga ore, atau gue. Malah, dalam bahasa jepang terdapat lebih banyak lagi kata ganti orang pertamanya, kayak washi  yang lebih sering diucap oleh orangtua, dan atashi  yang khusus digunakan oleh wanita dan bersifat informal. Jadi, jika kalian sedang pergi ke Jepang dan mendengar seorang pria berkata ‘atashi no bosene go dainu kaito dong.’ Itu artinya, ‘Duh, eke bosen nih. Godain kite dong, cyin.’

Dulu sekali, gue sempat berpikir kenapa sesuatu itu diberi nama dengan nama seperti yang sekarang kita ketahui. Mengapa pintu dinamakan pintu, tempat untuk tidur itu kasur, atau kenapa benda yang berada di langit-langit, yang akan menyala jika tombolnya ditekan itu dinamakan lampu. Lalu kemudian, siapa yang memberikannya mereka nama? Kenapa gue mau-mau aja disuruh nyebut pintu itu pintu? Gue pasti dihipnotis Uya Kuya ini.

Berbeda dengan benda-benda tadi yang hanya memiliki satu nama, kata ganti orang dalam bahasa Indonesia maupun Jepang mempunyai beragam nama. Kenapa ngga diciptakan satu nama yang menurut kita paling sopan. Seperti bahasa Inggris yang mempergunakan ‘You’ kepada semua orang. Dari mulai sesama orangtua, anak kecil yang berbicara dengan orangtua pun tetap menggunakan kata ‘You’.

Mengapa kita, bahasa Indonesia harus membuat berbagai kata? Biar dibilang gaul? Pret.

Gue rasa hal itu akan menambah masalah. Kita jadi harus berpikir, kapan kita harus menggunakan kata aku, saya, gue, eke, akikah, dll. Salah-salah malah menyusahkan. Jika anak kecil di  Amerika bisa ngomong, ‘Dad, could you give me that doll. That’s so cute, Daddy! Please..’ dengan bebas. Kalau anak SD di Indonesia bilang, ‘Pak, bisakah elu membelikan gue boneka itu. Lucu banget, Pak! Plisss..’ paling kena gampar Bokapnya.

Memang sih, setiap Negara pasti tetap memiliki slang atau bahasa gaul. Seperti wanna, gotcha, u; I wanna marry you; I LOVE U. Atau di Indonesia: w cNta nGgedH mA u. jdIan yUx??

Ah, jadi pusing karena kata-kata.

O ya, ngomongin kata-kata pasti ngga lepas dari jejaring sosial Twitter. Jangan lupa follow twitter gue ya. Hehe. Entah kenapa, (kebanyakan) orang-orang twitter selalu men-judge apa yang kita tulis. Nulis kalimat bijak dibilang motivator, ngetwit sedih dikit dibilang galau, ngetwit kegiatan dikatain curhat, nyoba-nyoba ngelucu dibilang ikut-ikutan selebtwit yang udah lucu. Yaelah manusia.

Karena ngga semua yang dilihat dengan mata telanjang sama dengan bentuk aslinya.

Share:

11 comments:

  1. Anjrti ngakak gw sob liat postingan lo... Salam kenal ya.. sekalian gw follow dulu sapa tau ada postingan yang bisa bikin gw ngakak lagi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga ya, gue Adi. Segeralah insyaf kau.

      Delete
  2. Hahaha
    ooh, jadi ujung2-nya pengen promo akun twitter lo, di ? Iya bukan ?
    teknik marketing yg mulus :))

    ReplyDelete
  3. bang, kayaknya bahasa jepang lu udah fasih ya?
    Kalo gue bahasa jepang baru tau Kimochi, Ikke, Yamette. Kata itu biasanya dipake dalam penggunaan untuk Hentai.

    ReplyDelete
  4. 'mengapa pintu dinamakan pintu, kenapa tempat tidur dinamakan kasur, ...' best part.

    ReplyDelete
  5. ternyata pengetahuan gue akan bahasa sangat minim, thanks bro :p

    ReplyDelete

Jangan lupa follow keriba-keribo dengan klik tombol 'follow' atau masukin email kamu di tab sebelah kanan (atau bawah jika buka dari hape). Untuk yang mau main dan ngobrol-ngobrol, silakan add LINE di: @crg7754y (pakai @). Salam kenal yosh! \(w)/