Tuesday, March 19, 2013

Mengadu domba Anak SMA dan Jerawat


Hihihiihi.

Gue lagi kepengen jahat nih. Mumpung ini blog gue, dan berarti suka-suka gue. Maka, dalam postingan kali ini, gue akan mengadudombakan jerawat unyu dan anak SMA. Hihihihi.

Oke, mari sejenak kita lupakan ketawa ‘Hihihhi’ yang aneh itu. Ihihiihihhik. Uhuk uhuk. To… long. Aiir, aiiir. Selamatkan sayaa.

Pertama, siapa yang ngga tahu sama buku Jerawat Unyu-unyu, karya si Mahardika Gayuh ? Oke, awalnya gue juga ngga tahu.

Kedua, siapa pula orang yang belum baca buku Senior High Stressnya si Yoga Cahya Putra ? Nah, sama. Gue juga sebenernya ngga kepengen baca.

Oke, kesimpulannya, kedua buku tadi emang ngga bagus-bagus amat. Hihihhihi.

Ceritanya, gue akan me-review dan mem-versuskan kedua buku ini menggunakan teorema kesoktauan dan gaya tengil gue. Sip, kita mulai dari Senior High Stress:

First impression: Sewaktu gue liat buku ini di rak, yang pertama tercetus dipikiran gue adalah: ini buku komedi. Tapi, bagi yang liatnya sekelebat, bisa jadi dia mengira ini buku teenlit biasa.  MENURUT GUE, sebelum dibuka, ini buku komedi keren. Covernya simpel tapi eye catching. Keren. MENURUT GUE, pemilihan sinopsis buku di bagian belakang terbilang pintar. MENURUT GUE, joke yang dipilih dapat membuat mindset  kita bilang ‘Wih, buku apaan nih? Hahahaha.’

Thanks to, pengantar: Dari dua ‘prakata’ ini, gue tahu kalau si Yoga adalah seorang blogger sekaligus comic –stand up comedian asal Balikpapan. Inspiratornya dalam menulis, yakni Alitt Susanto. Sayangnya, baru baca dua halaman ini, gue dan kesoktahuan beranggapan bahwa Sang penulis terlalu terburu-buru dalam ‘mengeluarkan’ karyanya. Memang banyak joke-joke yang bersifat pengamatan dari lingkungan sekitar, tetapi ngga sedikit juga joke yang terlihat sebagai joke yang ‘disisispi’ memang untuk nge-joke. Ini ditandai dengan banyaknya joke yang menggunakan awalan  ‘…,’ atau dalam kurung (), dan tanda dua bintang ** yang menyatakan suatu kondisi. Banyaknya pengulangan-pengulangan ini semakin lama membuat pembaca akan hafal dan bersiap-siap dengan adanya joke, sehingga ‘punch’ kurang mukul.



Isi buku: lagi-lagi, MENURUT GUE, DAN KESOKTAHUAN, gaya bahasa yang diberikan si penulis sangat SMA. Tapi, terlalu banyak kata yang ngga baku, membuat efek deadpan  jadi berkurang. Kepintaran si penulis ialah tema yang dibawakan. Sangat nge-pop dan anak muda. Kebanyakan merupakan pengalamannya sendiri, tetapi karena banyak juga joke universal, membuat buku ini MENURUT GUE ngga akan cuma diterima teman-temannya yang notabene paham betul akan kejadian dalam buku (sepertinya nonfiksi).  Tetapi, entah gue salah atau benar, cukup banyak juga joke yang berasal dari singkatan atau perumpamaan yang hiperbola khas mas Alit, kayak (ini ngga ada di dalam buku, hanya contoh joke perumpamaan) "Dia marah banget saat gue ambil buku PR-nya. Mukanya udah kayak bencong ngga makan dua hari terus keserempet bajay". Nah, kata-kata yang gue tebalkan adalah yang gue maksud. Sangat susah membuat joke seperti ini menjadi joke yang benar-benar lucu (MENURUT GUE).

Last but not least: Ngga jarang juga gue ketawa karena baca buku ini. Keren. Tapi cara penulisannya cenderung berantakan. Kurang terstruktur dengan rapih tiap paragrafnya. MUNGKIN, MENURUT GUE, joke-nya sangat ke-komika-an sekali. Sehingga lebih cocok dicerna secara visual, lewat mata dan telinga. Bukan mata dan imajinasi.

Ratting: 3,5/5

...

Lanjut, kedua, Jerawat Unyu Unyu karya Mahardika Gayuh. Oke, pokoknya ini MENURUT GUE. Agak menyebalkan ngetik dua kata ini berulang-ulang:

Firsst impression: Hoek. Njir, apaan nih? Buku lawak? Buku komedi?  Ngga gini juga kali. Covernya membuat yang cowo ngga akan mau beli, bahkan untuk sekedar liat-liat. Kalau yang cewe, mungkin dipegang-pegang, tapi paling ujungnya ngga dibeli juga. Covernya pink, gradasi ungu, dengan muka entah apa (menurut yang punya itu muka mirip dia). Ada unsur kebiruannya di sudut-sudut bukunya. Dan yang lebih bikin males, judul bukunya: Jerawat unyu-unyu: catatan konyol si manusia ajaib. Entah kenapa gue merasa terlalu pasaran kata-kata ‘catatan blablaba’ Covernya jelek. Ehm, maaf. Kurang menjual.

Kata pengantar: Gue tahu ternyata si Gayuh ini seorang blogger, alamat blognya juga sama dengan judul bukunya. Duh, tapi kan ngga harus pake embel-embel catatan blablabla segala. Nanti dibandingin sama Mas Raditya Dika loh. Hayolooh. Di sini juga sering diselipkan kata ‘AJAIB’. Namun, sampai selesai gue baca, gue belum nemu yang dimaksud ajaib di sini. Mungkin salah pilih ciri khas. :p sekali lagi, MENURUT GUE.



Isi buku: di buku ini dibagi menjadi beberapa bagian, atau lebih tepatnya, ‘dikotak-kotakkan’ antara cerita pendahuluan siapa dia, blog, dan berbagai onderdil lain, cerita asmara, keluarga, serta kampusnya. Secara teknik penulisan, gue lebih menyukai si jerawat buluk ini dibandingkan Senior High Stress. Cara menulisnya rapih, keren. Dan lebih mengandung unsur deadpan, kalo yang gue rasa, sih. Alhasil, belum sampai ke bagian ‘punch’ terkadang, gue udah senyam-senyum sendiri.

Last but not least: Covernya malesin, bikin ogah beli. Padahal isinya ngga seburuk ‘luarnya’ tapi gimana kita tau kalau dalamnya bagus, kan diplastikin sama mas-mas gramed.

Ratting: 4/5

...

Conclusion:  Senior High Stress sukses menggampar Jerawat lewat tampilan luarnya, Covernya yang kece dan terkesan lebih menjual. Namun, untuk masalah konten dan isinya, gue memilih si Jerawat yang lebih unggul. Walaupun kualitas joke sebenarnya dimenangkan si Senior High Stress. Oke, ini (lagi-lagi) MENURUT GUE.

Ps: Kata-kata gue memang sok tau, jangan terlalu diambil pusing. Keduanya tetap karya yang lolos seleksi penerbit. Artinya keren. Yang jelas, beli saja keduanya. Lalu, bandingkan. :)

Share:

8 comments:

  1. Sesat sekali saya baca review ini dari awal sampai habis, padahal saya mah nggak tahu sama sekali soal bukunya...
    Tapi lumayan buat referensi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat tersesat, mahluk dari planet kertas. :)

      Delete
  2. semoga sang penulis buku, merasa puas dengan review dari kamu ini :D

    ReplyDelete
  3. wogh keren bo reviewnya :D objektif dan ga terkesan memihak heuheuheu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wih ada Uti nyasar ke sini. Gambarin aku dongs kakak~

      Delete
  4. Wow makasih reviewnya :D gue cuma mau jelasin dikit, emang bener ada jokes yg lebih baik divisualisasikan lewat suara, dan itu emang set up materi stand up gue. Masalah jokes yg berulang gue pake tehnik dlm SUC lagi (callback) dan gue pikir menulis sama suc itu teorinya hampir sama, setup-punch. Thx reviewnya :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maksud yang gue tulis di atas bukan pengulangan callback, Yog. Tapi ada tanda/clue saat kamu mau ngeluarin punch. jadi kadang ngga begitu ngena.
      Ditunggu buku keduanya yoo. :))

      Delete

Jangan lupa follow keriba-keribo dengan klik tombol 'follow' atau masukin email kamu di tab sebelah kanan (atau bawah jika buka dari hape). Untuk yang mau main dan ngobrol-ngobrol, silakan add LINE di: @crg7754y (pakai @). Salam kenal yosh! \(w)/