Thursday, March 28, 2013

Hal Yang (entah kenapa) Gue Pertanyakan Belakangan Ini


Satu. Entah gue doang atau ada orang lain yang merasakan: Dunia musik Indonesia—khususnya di tv makin geje. Bukannya sok atau apa, menurut gue, lagu jaman sekarang semakin ngga waras.

Ternyata benar soal ramalan kiamat itu.

Penyanyinya ngga ada yang bisa nyanyi. Modal ganteng/cantik putih, mangap-mangap, jadi penyanyi. Suaranya diputar dari music player di belakang panggung—dengan suara editan pas rekaman—biduannya joget-joget di depan panggung. Mana jogetnya kayak orang kejang-kejang. Kalau emang situ mau ngasih hiburan, kasihlah yang bener. Mending bintang tamunya dancer  sekalian, cover dari lagu orang misalkan, ngga ada bedanya kan?

Si pencipta lagu nyiptain lagu seenak udel. Ngga mentingin roh dari lagu itu, yang diliat hanya jangka pendek--apakah bisa dapetin uang dengan cepat. Hasilnya? Ngga ada lagu yang benar-benar melegenda.

Untuk melihat apakah suatu lagu melegenda atau engga, simpel: cek di jalanan. Dulu, sejak gue kecil, sampai SMA (sekarang kuliah semester 6), kalau ada perempuan yang nyanyi, mau dari bercandaan, kawinan, pengamen yang bawa speaker, di angkot, lagunya: Goyang dombret.

Sekarang?

Semua lagu—yang kebanyakan dinyanyikan boyband/girlband—susah untuk dinyanyikan. Maksud gue susah adalah harus nyanyi sambil salto-salto. Gimana mau melegenda dan dikenal banyak orang, kalau pengamen mau cover lagu SuperNineBoyz, misalkan. Harus jungkir balik di dalam angkot. Dapet duit engga, tulang pada patah digebukin orang satu angkot.

Biduan yang suka bawa-bawa speaker, misalkan. Harus nyanyi lagu apa dia? Goyang itik? Nyosor-nyosorin bokong ke bahu jalan? Yang ada dapet ikan mentah, disangka penguin kena stroke sama orang-orang.

Anak-anak?  ngga ada yang hafal lagu anak-anak. Malah cenderung males, takut dikatain cemen. Dasar cemen.

Teman gue pernah menyuruh seorang pengamen anak kecil untuk menyanyikan lagu anak-anak dan berjanji akan membayar lebih, tapi nyatanya, si pengamen ogah nyanyi. “Ngga mau ah, malu, “ katanya.

Lihatlah perbuatan kalian wahai para pemain uang dengan moda industri musik di tv.

Kunyuk.

Kedua. Kenapa ya, ada orang yang gampang mengambil keputusan. Gampang ngambil keputusan di sini adalah elu belum benar-benar tahu tetapi langsung beranggapan yang aneh-aneh. Dan yang biasa melakukan ini adalah: komunitas cewe-cewe bawel nan rewel.

Contoh:

Ada seorang cowok berjalan melewati cewek. Simpel, sewaktu mau berpapasan, si cowok nengok ke arah si cewek. Karena merasa ngga kenal, dia jalan terus tanpa ngomong sepatah katapun. Kalau ceweknya naksir, dia pasti menjerit dalam hati, “GILLLAAAAA, DIA NGELIAATTTIIIN GUE, DIA PASTI PUNYA PERASAAAN YANG SAMA KAYAK GUEE. UUUU MUNYU-MUNYU-MUNYUUUU.”

Ngga lama si cewek cerita ke teman-temannya kalau si cowok naksir dia dengan awalan, “Eh kalian tau ngga sih, tau ngga sih, tau ngga sih” kepala godek-godek sedikit, tahan napas, “Si anu tadi ngeliatin gue di jalan. Dia pasti naksir sama gue. Aaaah gue jadi malu. Unyu-munyu-munyu.”

Seketika cewek ini tewas karena kepalanya gue jedotin ke tembok.

Contoh lain:

Ada seorang cowok berjalan melewati cewek. Simpel, sewaktu mau berpapasan si cowok nengok ke arah si cewek. Karena ngga kenal, dia jalan terus tanpa ngomong sepatah katapun. Kalau ceweknya NGGA naksir, dia akan menjerit dalam hati, “GILLLAAAAA, SOMBONG BANGET DIA. NGGA NYAPA, NGGA NGAPA-NGAPAIN. BARU JADI KAKAK KELAS AJA UDAH SONGONG. HUH, GUE SANTET KELUAR PAKU DARI IDUNG, NIH?!!”

Ngga lama si cewek cerita ke teman-temannya kalau si cowok sombong setengah mampus dengan awalan, “Eh kalian tau ngga sih, tau ngga sih, tau ngga sih” kepala godek-godek sedikit, tahan napas, “Gue tadi ketemu sama si anu di jalan. Gila, jangankan nyapa, ngeliatin gue aja nengok doang. Dikit?!!”

Seketika cewek ini tewas di tempat karena gue tembak pakai senapan gajah.

Ketiga. Gue suka sebel kalau gue lagi di kamar mandi, terus dari luar ada yang ngetok-ngetok, dan bertanya dengan nada seru, “Wooii. Di. Lagi ngapain lu di dalaam?!!”

Sontak gue diam, sembari menatap kucuran air keran dengan tatapan kosong. Ngga tahu mau ngerespon kayak gimana.

Ya, menurut lu? Kalau di kamar mandi, gue masak?

Share:

4 comments:

  1. haha... Dikamar mandi lu boker sambil baca buku kali bang? Orang yg diluar jadi gak sabar nunggu buat gantian..

    ReplyDelete
  2. Jawaban ane untuk pertanyaan satu-dua-tiga si abang adalah:

    "Sebagian besar orang kita terjangkit budaya Instan. Bertindak serba cepat tanpa perlu proses panjang. Alhasil, hilanglah kesabaran."

    Gitu ya Abang, maaf kalau ane salah. Dadah!

    ReplyDelete
  3. iya neh...
    tuk kasus no 1..smkin canggih tknolgi,kdang malah smkin gaje..kualitasnya nurun..mntang2 sgala sesuatunya bsa diedit..#sokbijak

    yah..mana tau lu dikmar mandi tdur gtu..hehe

    ReplyDelete

Jangan lupa follow keriba-keribo dengan klik tombol 'follow' atau masukin email kamu di tab sebelah kanan (atau bawah jika buka dari hape). Untuk yang mau main dan ngobrol-ngobrol, silakan add LINE di: @crg7754y (pakai @). Salam kenal yosh! \(w)/