Saturday, March 16, 2013

Cerita Bukan Sembarang Cerita (Bag:5)



Tiba-tiba saja, dengan naga terbangnya. Ahmen datang menyelamatkan avanza mereka.

Dari atas naga, Ahmen berteriak, ‘Tenang anak muda, kalian berada di tempat yang tepat! Keluarlah dari mobil kemudian berpeganglah pada nagaku!’

Sena, si Monyet, Dora, dan si Bule segera melompat keluar. Mereka memegangi sisik-sisik naga yang kokoh itu. Sang naga mengibaskan ekornya ke mobil. Seketika, mobil avanza itu terbang jauh ke suatu awan. Menabrak kepala tukang somey. Si Tukang somey akhirnya dapat menjual someynya dengan naik mobil. Dia pun hidup sentosa.

Di atas kepala naga, terjadi percakapan antara Ahmen, si pria ganteng, hidung panjang, dengan yang lain,

Ahmen: Syukurlah, kalian semua selamat. Hosh.. hoshh..
Sena: Iya, terima kasih Tuan. Siapa nama Anda?
Ahmen: Ahmen. Hosh.. hosh..
Sena, dan yang lain: Terimakasih, emm.. Ahmen?
Ahmen: Iya, sama-sama… Ngomong-ngomong, kalian mau kemana? Biar saya antar. hosh.. hosh.
Sena: Anu, saya mau ke Lembah teknologi, Tuan.
Dora: Benar, Lembah Teknologi!
Ahmen: Baik, akan saya antar antar wahai anak muda. Hosh.. hosh..
Dora: Benar, baik.
Ahmen: Oke.. hosh hosh
Dora: Benar, Oke.

BLETAAAKKKK??!!!!
Dora pingsan disepak si Bule.

Sena: Ahmen, kamu nampaknya lelah sekali, memang apa yang sebenarnya terjadi?
Ahmen: Aku… lemah syahwat.

Akhirnya mereka sampai di tempat yang bernama Lembah Teknologi, di pintu masuknya terdapat plang bertuliskan ‘t1me z0ne’ di dalamnya, berisi banyak mainan-mainan. Baru saja memarkirkan naganya, Ahmen dikejutkan dengan teriakan seseorang dari jauh, ‘AAAAAAAAHHHHHHH… SKATEBOARD GUEEEEE??!!!’ Ahmen terperangah, ‘Maaf teman-teman, saya harus membantu seseorang yang berteriak AAAAHHHH.. Saya pamit dulu.’

Ah. Pantas saja. Namanya Ahmen. AH.
 ...

Sena dan rombongan masuk ke dalam t1me z0ne, mereka menghampiri seseorang yang sedang berjaga di sana. Badannya kekar, ototnya besar, rambutnya panjang, mukanya sangar.

‘Hmm.. Mas ini mirip sekali dengan Ade rai.’ Gumam Sena sambil menghampirinya.
‘Ah! Kau pasti orang yang katanya dari tahun 2000 itu kan? Perkenalkan.. Saya Ade Roy. Ahli teknologi nomer wahid di tahun dua puluh juta…’ Roy menyalami tangan Sena.
‘Ah, ya, Benar! Bagaimana kau bis…’

Belum selesai Sena bicara, dua jari Roy sudah menempel di bibirnya, ‘Aku tahu dari teman-temanku.. Sudahlah, ku bilang kan aku ahli teknologi nomer satu. Alat ku amat canggih!’

Sena berusaha menjawab, ‘Tap… tapi, Mas.’

‘Sudah… sudaaah…’ Ade Roy membekap mulut Sena.

‘Pengap, begok!’

Singkat kata singkat cerita, si Roy memberikan tantangan kepada Sena, apabila ia ingin kembali ke tahun 2000, maka ia harus memenangkan pertandingan panco melawan Ade Roy. Melihat postur Ade Roy yang bongsor pasti amat sulit untuk Sena memenangkannya. Seperti peribahasa yang saya buat sendiri: Bagai hidup di ketek bencong. Yang artinya, asem.

Sena enggan gentar, dia ngga mau berhenti sebelum mencoba. Tetiba dia teringat akan benda pemberian Spiderman: Gumpalan awan.

Dia pun memakan gumpalan awan itu. Seketika ia berubah. Seperti Ade Roy, ia tinggi, gendut, penuh lemak, kolesterol jahat, lagi perempuan. Ia mengepalkan tangannya erat-erat di depan si Roy untuk menggertaknya. Sena mengeram: EMMGGRRHH. Si Roy balas mengepalkan tangan sambil mengeram: EMMGGRRHH. Kini mereka tampak seperti capres dan cawapres yang depresi.

Pertandingan dimulai.

Sorak-sorai penonton membahana seantero t1me z0ne yang luasnnya mencapai 5x5m. Teriakan penonton pendukung Sena amat banyak. Kalau tidak salah ada… 3 penonton waktu itu. “Sena! Sena! Senaaa! Ayoo Senaaa, kamu bisaaa! Ayo maniiiissss… cantik, jangan menyeraaah…” rekaman pendukung Benteng Takeshi disetel untuk menambah riuh suasana.

5 menit pertama, keadaan masih seri. Kedua tangan sama kuat. Begitu pun hingga 10 menit. Pertandingan amat seru. 15 menit, Sena mulai kelelahan. Tangannya mulai terdorong 30 derajat. “Ayoo, Senaa. Berrjuanglaaaah! Kamu pasti bisaaaa!” rekaman Benteng Takeshi kembali diputar.

Seena sudah hampir kalah. Tangannya hampir menyentuh meja tempatnya adu panco. Dora berteriak histeris, ‘AAAAAAHHHHH!!!’, si monyet berteriak ‘AAAAAAAAHHHHHH!!’, si Bule menyusul, ‘AHH.. AHHH.. AHH.. YESS.. GOOAAALL!’ dia asik main game bola di t1me z0ne.

Entah dari mana asal-muasalnya, Ahmen datang. Dan secara ngga sengaja, si naga menyundul bokong Ade Roy. Ade Roy megap-megap.

‘HORRRRRREEEEEEEE???!!’
‘SENAA MENAAAANNGGG.. HOREEEEE, KEEREEEENNN??!!!’
‘HOREEEEE... GOAAALL LAGIIIIII...’

Prok prok prok prok

Tepuk tangan penonton membangunkan Sena. Seketika ada suara dari orang yang sering ia tonton di layar tipi, ‘kamu merasa lebih segar kan sekarang?’

Tanpa sadar Sena mengangguk.

‘Yak, itu tadi Uya Kuya telah menghipnotis Sena, peserta x-factor Indonesia. Kita nantikan, apakah ia dan pacarnya akan putus? Eeea! Eeaaa! Eeeaaaa! Nantikan setelah yang satu ini. Tetap di bukan empat mataaaaa??!!!’

(tamat)
Share:

11 comments:

  1. yah tamat.. Gue kira sampe bagian 7 kayak cinta fitri..

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya ampunn.. dari awal sampe akhir semua satu spesies.. bikin bigung gua baanya..
      itu main di tamezone kok bisa2 ad TV . ya ampun... hahahahha

      Delete
    2. Maksudnya satu spesies itu apa? Ya jelas bingung bacanya. Lah ini kan gue nulis pake alphabet, kamu biasa baca kombinasi huruf angka sih. :))

      Delete
  2. wih nanti dibikin yang season 2 yak kaya tukang bubur naik naga gitu..
    Muehehehehehe

    ReplyDelete
  3. cerita kampret ini lebih baik dibanding cerita di film-film horror sekarang, jadiin film !!!!!
    wkwkwkwkwk, keren !

    ReplyDelete
  4. astaga ceritanya cetar membahana~ :3

    ReplyDelete
  5. masih lanjut aja nih cerita absrud, dan gw sujud syukur karena cerita ini tamat,,,hahahaha *ketawa jahat*
    dan gw nyesel banget bacanya, hmmm -____-

    ReplyDelete

Jangan lupa follow keriba-keribo dengan klik tombol 'follow' atau masukin email kamu di tab sebelah kanan (atau bawah jika buka dari hape). Untuk yang mau main dan ngobrol-ngobrol, silakan add LINE di: @crg7754y (pakai @). Salam kenal yosh! \(w)/