Wednesday, February 27, 2013

Cerita Bukan Sembarang Cerita (Bag: 3)


SAAT si mamang kelilipan botol, Sena langsung menaiki sepeda fixie dan membawanya kabur.

Sena menggoes sepedanya dengan kencang. Mulusnya padang awan melintang membuatnya tidak kesulitan membawa sepeda fixie-nya dengan lebih cepat dan lebih cepat lagi. Entah sudah berapa meter ia lalui. Mungkin sekitar 5 meter. Yah, maklum saja, Sena terbiasa hidup di kota, jarang naik sepeda. Lihat saja ukuran tubuhnya yang kecil dan ramping. Kaki-kakinya terlihat lebih akrab dengan eskalator mall ketimbang pedal sepeda.

Tubuh Sena sudah mencapai batas maksimum. Napasnya ngos-ngosan. Sena terasa engap setengah meninggal. Sekujur tubuhnya basah. Keringat bercucur-cucur seraya menjadi perekat antara kaos dan kulitnya. Keteknya basah kurang deodoran.

Sena yang merasa sudah meninggalkan mamang somay sangat jauh, tetibanya dikagetkan oleh teriakan ‘WOOY, TUNGGU. JANGAN LARI NENG?!’

Sena pun gelagapan. Sena berusaha meyakinkan dirinya untuk tidak menoleh. Ia mengelap keringat di wajahnya dan kembali menggoes sepedanya. Namun, lama-kelamaan suara itu terasa semakin dekat dan terngiang-ngiang di telinga, ‘NEEEEENNNGGG, TUNGGUUU!… GUUU!.. GUUU!.. UUUU!… UU!..U!’ begitulah bunyinya.

Sena yang merasa sudah amat letih akhirnya menengok ke arah suara. Betapa syoknya Sena karena orang yang meneriakinya bukan si mamang somey, melainkan sesosok Spiderman yang menaiki papan skateboard. Sena pingsan di tempat.

Lamat-lamat Sena mulai sadar. Ia lupa apa yang terjadi, pandangannya masih kabur, jari jemarinya sulit digerakkan. Badannya tergeletak pasrah, terlentang di gumpalan awan empuk-empuk. Sepedanya disandarkan rapih di sebelah kanannya, bertumpu pada awan yang lebih tinggi.

‘Halo wanita, sudah bangun kau rupanya.’ sahut Spiderman sambil menenteng skateboardnya.
‘Kamu siapa! Aku pasti masuk acara tv nih! Pasti!’ pekik Sena tak percaya.
Spiderman menaruh papan skateboardnya, ‘Hahahahaha. Coba kamu liat, di sana ada kamera.. di sana ada kameraa..’ ujar Spiderman sambil menunjuk-nunjuk sekeliling, menirukan pembawa acara yang sedang mengerjai korbannya.

Sena bangun, kakinya masih gemetaran, ‘Tuhkan bener! Bener kan Aku!’ katanya menunjuk-nunjuk diri sendiri.
‘Ya enggalah. Sempak. Saya sebenernya pengen…’

Belum sempat Spiderman menyelesaikan kalimatnya, Sena sudah berlari menuju sepeda fixie-nya. Ia kembali menggenjot pedal sekuat tenaga.

Spiderman tidak mau kalah. Ia kembali menaiki papan skateboardnya, ‘WAHAI PEREMPUAN. DAKU CUMA PENGEN BELI SOMAY. DAKU BELOM MAKAN TIGA HARI TIGA MALAM!!! ’

‘Nge to the pet. Kampret! Ini kenapa bisa gini sih.. perasaan semalem Aku cuma nonton Tukul, kenapa sekarang jadi ribet gini…’ tidak sadar, air mata Sena telah turun turut membaasahi wajahnya. Bercampur dan berbaur dengan keringat. (Penulis bersabda: Jangankan elu, gue aja ngga tau.).

‘Ya ampun.. ini gimana nasib Aku selanjutnya.’ Lirih Sena. (Penulis nge-pukpuk pundak Sena: Sabar ya Sena, Sabar…)

‘Mimpi apa, Aku semalaam..’ tambahnya. (Penulis menoyor kepala Sena: Mana gue tau. Kan situ yang mimpi!)


Langit menjulang. Sena tidak sadar bahwa sudah tidak ada lagi awan di depannya. Ia dan sepedanya sudah berada di sudut awan. Karena kepanikannya, ia tetap memacu sepedanya dengan cepat. Ia pun terjatuh, terjun ke langit menuju bumi.Tetapi, belum juga menyentuh tanah, ia dikejutkan dengan adanya benang yang melilit tubuh dan sepeda somaynya hingga keduanya kembali terpelanting ke atas awan layaknya bermain bungee jumping.

Di atas awan tersebut, si Spiderman menggulung jarring laba-labanya, membawa naik Sena. Ia menceritakan bahwa pengejarannya bermaksud untuk membeli somay karena ia melihat tulisan ‘SomAy g4ul’ di panci yang terdapat pada boncengan fixie-nya.

Sena mulai memberanikan diri dan tidak takut dengan laba-laba dua kaki yang berada di depannya. Karena Sena juga lapar, akhirnya ia dan Spiderman makan sepiring somay sambil duduk menyandar pada bulatan awan.

SENA bercerita kepada Spiderman bahwa dirinya tersasar ke dunia aneh ini. Dia yang sebelumnya sedang asyik malam mingguan bersama pacarnya sambil nonton tv, tau-tau terdampar di sini. Sang Spiderman memberitahu kalau sebenarnya ini adalah dunia yang sama dengan yang dirinya tinggali, hanya saja, ini tahun dua juta. Sedangkan Sena waktu itu berada di taun 2013.  Entah bagaimana ceritanya Sena bisa nyasar ke masa depan, tapi Spiderman menjelaskan jika Sena ingin kembali ke masanya, dia harus ke tempat yang bernama ‘Lembah Teknologi.’

Lagi berbincang-bincang dengan teman barunya, Sena mendengar suara gemuruh dari bawah awan yang ia duduki.
‘BRUAAAKKK!!!’ mobil avanza yang kemaren menyenggol awan kintonnya kini menubruk dirinya. Sena terseret di kap depan mobil. ‘Sena, ini. Ambillah!’ kata Spiderman sambil melempar sebongkah awan. ‘Baik, terima kasih wakabayashi.’ jawab Sena. Si Spiderman cengo mendengar respon dari Sena.

SENA melihat ke arah stir mobil itu. ‘KAMUUU?!!!’

(bersambung)

Share:

13 comments:

  1. Ceritanya gimana sih ceritain sinopsisnya deh coba, huhuhu ga nyimak dr awal

    ReplyDelete
  2. ya ampun ini mimpi absurd banget deh.. awalnya gak ngerti.. baru ngerti pas di akhir... trs spiderman kok naik skateboard? bukannya terbang ya? hahaha

    ReplyDelete
  3. Betapa beruntungnya Seba bisa berduaan sama spiderman diatas awan. Gue ikut dong sena...

    ReplyDelete
  4. =))

    *baca sambil mengimajinasikannya*

    ReplyDelete
  5. "Tubuh Sena sudah mencapai batas maksimum. Napasnya ngos-ngosan. Sena terasa engap setengah meninggal."

    Kok Sena meninggal? Wkwk

    Oh, jadi Sena nyangkut di tahun dua juta?
    Di tahun dua juta masih ada dagang siomay ternyata.. Oh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Karena setengah mati terlalu mainstream.
      2. Ada, tapi somay bukan sembarang somay.

      Delete
  6. masih ada lanjutannya kan? jangan-jangan ending ceritanya nanti Si sena cuma mimpi tersesat ditahun 2juta. Terus dibangunin sama pacarnya gara-gara acara bukan 4mata udah selesai x) *sok tau*

    ReplyDelete
  7. yah gue belom baca Bag: 1-2 nya bang.. gimana dong .....#jomblobego

    ReplyDelete
    Replies
    1. daripada baca, mending cari pacar sana. Hus, hus..

      Delete
  8. tahun sejuta?? wahahahah semakin absurd n ngakak aja nih ceritanya,,
    btw spiderman masa depan itu naik skateboard ya?? padahal zaman dulu udah terbang2 gtu, kok jadi gak gaul gtu,,benar2 absurd -_-

    ReplyDelete

Jangan lupa follow keriba-keribo dengan klik tombol 'follow' atau masukin email kamu di tab sebelah kanan (atau bawah jika buka dari hape). Untuk yang mau main dan ngobrol-ngobrol, silakan add LINE di: @crg7754y (pakai @). Salam kenal yosh! \(w)/