Thursday, July 12, 2012

Tentang Liburan dan BB


Semester 4 sudah selesai dan berarti gue bisa pulang ke rumah tercinta. Setelah sekian lama mencari ilmu di kota angkot, Bogor. Liburan ini adalah salah satu liburan terpanjang yang bisa gue dapatkan. Gue bakalan leha-leha di rumah yang harumnya khas ini. Haah nikmatnya.

Gue juga sudah punya rencana matang tentang aktivitas yang akan gue lakuin di liburan kali ini. Gue punya visi-misi yang jelas dalam mengisi kekosongan hati hari dengan amat baik, seperti yang tertera di bawah ini:

Visi
1.   Mengurangi kalori dan lemak di badan, walaupun memang ngga pernah.
2.   Meningkatkan kualitas pikiran dan persentase ketebalan dompet.
      3.   Menambah pengetahuan umum, serta fokus memperdalam bahasa inggris.
Untuk dapat mencapai visi itu semua, gue sudah menyiapkan sejumput misi, yaitu :

Misi
1. Berolahraga dan menjaga asupan gizi yang baik, sering-sering membaca twit dari agung herkules, siapa tau dipinjemin mic barbel. Lumayan bisa goyang sambil olahraga. Untuk yang mau jogging atau olahraga bareng, bisa hubungi gue di kontak
2. Jalan-jalan ke mall, tempat-tempat wisata atau rekreasi yang dapat menyegarkan pikiran. Berjualan apapun yang bisa dijual, contoh : buku, baju, jaket. Apapun. Yang penting punya Abang gue. kalau ada yang minat bakal gue kasih harga murah. Untuk kalian yang mau ngajak jalan bareng, main ataupun apapun selain ketemuan sama Abang gue bisa ke kontak
3.  Browsing dan surfing internet biar jago Inggris, serta perbanyak baca koran, ngopi, dan pakai peci. Sambil elus-elus jenggot. Bagi kalian yang mau ngajarin gue bahasa Inggris bisa ke kontak Gue bakal terima kasih banget untuk itu .:”) 

Beberapa minggu yang lalu, seorang teman perempuan sempat ngajak ketemuan sekalian nostalgia jaman SMA. Kita janjian di gramedia Teraskota. Karena sudah lama ngga balik ke rumah, gue kaget gara-gara banyak perubahan yang terjadi di sekitar tempat tinggal gue. Mulai dari banyaknya bangunan baru yang asing, sampai ke jalanannya yang sudah lumayan halus karena aspal barunya.

Di awal perjalanan, gue sangat bersyukur karena mall  tempat nongkrong anak G403l inbox mendadak sepi dan ngga macet kayak dulu. Gue tahu betul, karakterk alay di sana, berambut poni keriting yang menutupi salah satu matanya, kerjaannya nongkrong di warung rokok, sambil nyanyi-nyanyi. Yolandaaa.

Lenyapnya alay tadi menandakan bahwa anak daerah rumah gue telah melewati proses alay, dan sekarang sedang menjalani suatu proses yang bernama pendewasaan. Lay, lay.

Sesampainya di Teraskota, selayaknya anak kos yang ngga pernah punya pegang uang cash, gue bergegas melangkahkan kaki menuju atm center yang letaknya di ujung belakang mall ini. Sewaktu hendak membuka pintu keluar, gue melihat sesosok wanita ber belah tengah senyam-senyum ke arah gue dari balik pintu sembari membuka pintu. Karena grogi digodain cewe gaul, gue malah menarik pintu yang sama dengan yang ditarik cewe tersebut. Akhirnya kita tarik-tarikan pintu. Dan kita diketawain satpam. Dan untungnya ngga ada yang nyetel musik India.

Setelah episode tarik-tarikan pintu layaknya ftv SCTV, gue membalas senyuman kepada cewe tadi. Kemudian dengan malu-malu dia menutup mulutnya pakai satu tangan terus ketawa unyu, “Hihihihi.” Gue pun berjalan keluar sambil geleng-geleng  “Buset, ini siapa yang godain siapa yang ngerasa digodain.”
Dan satpamnya langsung tepok jidat.

Sehabis ngambil duit, gue naik ke lantai dua, menuju gramedia. Ketemuan sama teman gue yang makin gendut. Kita pun memutuskan buat bernostalgia di kfc sebrang teraskota.

Kita ngobrol mulai dari hal-hal jaman dulu waktu SMA. Ngomongin dia yang semakin gendut, ngomongin gue yang tetap ceking, geng -geng sewaktu SMA. Sampai ke kuliah dan kerjaan masing-masing. Untung ngga ngomongin rambut.

Kita juga sempat membicarakan tentang gadget yang lagi booming banget akhir-akhir ini.

Benar, Blackberry.

Ada yang ngga tau BB atau Blackberry? Ngga ada. Apalagi kalau yang lahirnya seangkatan sama Justin Beiber. Seseorang yang mungkin ngga tahu soal Blackberry paling nenek-nenek yang hidupnya di gua hiro.

Gue ngga abis pikir, entah apa yang ada dipikran orang-orang pengguna Blackberry atau yang biasa disebut Blackberry user. Kelakuan mereka seperti dikendalikan oleh BB.

Kecanggihan teknologi yang ada sering disalahgunakan oleh orang kita (baca:Indonesia Bagian Alay). Gue bukan menyerang para pengguna ini, banyak juga, kok orang yang menggunakan Blackberry karena tuntutan pekerjaan dan sebagainya. Gue hanya mencoba membuka mata kalian wahai kaum colokers. Sumpah, gue 2 kali dalam minggu yang sama pernah kecolongan colokan. Bukan maksudnya dia maling colokan; datang ke food court, pakai tutup kepala, kemudian nyongkel-nyongkel colokan buat dibawa pulang. Tapi mereka selalu “merebut” colokan-colokan itu dari gue. Cih.

Biasanya, kaum colokers datang ke sebuah tempat makan sambil menunduk-nunduk penuh pilu terus nyamperin mas-mas pelayan restauran tersebut terus nanya, “mas colokannya di mana ya?” Gue berharap si mas tadi bakal jawab gini, “maaf mba, kita jual ayam bukan colokan!” Tapi sayang, ngga pernah satupun mas-mas pelayan restoran yang berani ngomong gitu, yang ada malah bilang, ‘Mari mbak. Saya antar ke tempat colokan, biar saya colok mata mba.’

Dengan asyik dan polosnya mereka bermain BB di depan gue, mahasiswa kering berdompet minim yang kerjaannya pesen minum sambil wifi-an di food court, kerja tugas sambil ngenet, ngenet sambil kerja tugas, atau ngenet. Googling, kemudian tulis keyword “Cara Membakar BB Seseorang dari Jarak Jauh.”

Mereka biasanya hanya ketawa-ketiwi mesam mesem sambil memberdayakan colokan yang harusnya bisa gue gunakan dengan tanpa ampun. Tak terbayang, sudah jadi seberapa lobeh lubang colokan di rumah para BB user, karena terlalu sering dicolok-lepas. Betapa malang nasibnya. Tragis.

Gue merasa, sebetulnya Para BB user’s ini pemalu. Unyu-unyu dan baru jatuh miskin karena beli BB. Mereka semua kalau ngapa-ngapain nunduk. Jalan nunduk, duduk nunduk, naik angkot nunduk, mungkin mereka kalau main layangan nunduk juga. Ngga abis pikir, jikalau mereka  disuruh baris beramai-ramai. Tinggal setel musik sedih, dan mereka akan nampak seperti sedang mengheningkan cipta.

Gue juga tahu kalau para BB user’s  sebenarnya adalah orang yang suci. Mereka mempunyai ritual khusus ketika sedang menyebrang jalan. Yang dilakukannya :  nunduk, tengok kanan, nunduk, tengok kiri. Lalu baca salam.

Blekeber


Kesalah-gunaan gadget yang satu ini juga menimbulkan efek distrosi sosial. Mendekatkan yang jauh namun menjauhkan yang dekat. Teman gue ini bercerita kalau dia pernah melihat dua orang di sebuah restoran, saling berhadapan dan saling menunduk. Bukan membandingkan besar kelamin mereka, tapi mereka sibuk dengan BBnya masing-masing.

“Gue rasa mereka lagi BBM-an tuh di, bingung mau pesan apa. Hahaha” gurau teman gue. Gue cuma manggu-manggut sotoy. “Yakin gue kel!” (nama teman gue), ngga lama lagi, mereka pasti nulis di status BBnya ‘pesen Super Besar buat 2 orang ya’ kemudian manggil mas-mas pelayan sambil nunjukin BBnya. Dan mas-masnya bergegas ngeluarin BB. Update status BBM juga. ‘Original atau crispy?’ dan begitu seterusnya sampai terjadi dialog tentang tawar menawar CD Agnes Monica dengan saling nunjukin status BBMnya.”

Dikarenakan baterai laptop gue udah mau abis dan colokan udah juga direbut dan juga karena udah kemaleman, akhirnya kita berdua memutuskan untuk pulang.


Share:

0 comments:

Post a Comment

Jangan lupa follow keriba-keribo dengan klik tombol 'follow' atau masukin email kamu di tab sebelah kanan (atau bawah jika buka dari hape). Untuk yang mau main dan ngobrol-ngobrol, silakan add LINE di: @crg7754y (pakai @). Salam kenal yosh! \(w)/