Tuesday, July 31, 2012

Sedikit Mengalanisa


Kalian pasti tau lagu pelangi – pelangi kan? Itu loh lagu anak -anak yang diciptain sama pak A.T Mahmud. Liriknya begini nih :

Ehem..

Pelangi – pelangi
Alangkah indahmu
Merah kuning hijau
Dilangit yang biru
Pelukismu Agung
Siapa gerangan?
Pelangi – pelangi
Ciptaan Tuhan

uhuk-uhuk..

Nah, menurut gue ada beberapa kejanggalan tentang lagu ini. Jadi pada postingan kali ini gue mau sedikit menganalisa bait demi bait lagu anak – anak yang terkenal ini.

“Pelangi-pelangi, alangkah indahmu”
Dari 2 bait pertama, gue sudah mengendus adanya keanehan. Kata ‘mu’  kan seharusnya digunakan untuk menyatakan  "orang", seharusnya liriknya lebih cocok ‘pelangi-pelangi, alangkah indahnya’.

Atau Bapak AT mahmud sewaktu menciptakan lagu ini memang sedang jatuh cinta kepada orang bernama pelangi. Seperti sinetron RCTI yang berjudul “Cintaku dibawa Pelangi” atau “Pelangi yang Tertukar” atau “Kuingin Main Layangan di atas Pelangi” atau apalah.

Menurut gue, kemungkinan kedua lebih besar, pastilah dia sedang abg-abgnya waktu itu, hanya menilai orang dari bodinya saja. Memang lelaki sejati bapak ini.

“Merah kuning hijau di langit yang biru”
Lanjut, dilihat dari bait ini ternyata yang dimaksud pak A.T mahmud emang beneran pelangi. Karena setau gue ngga ada orang yang warnanya merah kuning ijo, kecuali genderuwo bonyok yang lagi cepirit. Tapi kan pelangi juga ngga merah kuning ijo doang.




ini namanya pelangi adek - adek


Nah kan. Warnanya ada banyak. Me-ji-ku-hi-bi-ni-u. Gue lupa kepanjangannya tapi yang jelas ada tujuh, TUJUH. Meh.

Namun, karena bapak ini hanya menyebut merah-kuning-ijo gue mulai berpikir kalo dia adalah anak reggae. Persis. Kayak gue.


baru merah-kuning-ijo. Yomaaan



“Pelukismu Agung, siapa gerangan?”

Yang ini lebih aneh wahai saudaraku. Katanya pelukisnya si Agung. Tapi malah nanya Agung itu siapa.Ya mana gue tau.
Kalau ditanya nama tukang gorengan yang keliling komplek baru gue tau. Ujang namanya, bukan Agung.

Atau jangan-jangan bapak ini nyiptain lagu sambil ngeliatin si Agung yang sedang melukis pelangi di pinggir Pantai. Ketiban kelapa. Dan akhirnya amnesia. 

“Pelangi-pelangi ciptaan Tuhan”
Pada bait terakhir ini gue yakin banget muncul sewaktu efek nyimengnya sudah berkurang, amnesianya pun mulai menghilang dan berangsur-angsur mulai dapat berpikir dengan wajar.

Jadi, kesimpulannya adalah, A.T Mahmud sewaktu menciptakan lagu ini masih muda, abg labil, anak reggae yang suka liatin bodi cewe.

Dan proses penciptaan lagunya : Bapak ini lagi nongkrong, nyimeng-nyimeng bersama kru reggaenya di bawah pohon kelapa. Main ukulele (entah kenapa gue mau ada unsur ukulelenya), sambil ngeliatin si Agung melukis pelangi kemudian ketimpa kelapa, amnesia, lalu mendapat pencerahan bahwa pelangi diciptakan oleh Tuhan.


By the way buat yang ngga tau mukanya A.T Mahmud, nih gue kasih penampakannya:

                     




Sekian analisa gue,mohon maap apabila ada salah kata.

Wassalam.

Share:

1 comment:

Jangan lupa follow keriba-keribo dengan klik tombol 'follow' atau masukin email kamu di tab sebelah kanan (atau bawah jika buka dari hape). Untuk yang mau main dan ngobrol-ngobrol, silakan add LINE di: @crg7754y (pakai @). Salam kenal yosh! \(w)/